
"Aku tidak ingin membuatmu khawatir Lu Xiang. Lagipula ini bukan masalah besar, aku sudah menemukan solusi untuk mengatasinya" Jawab Adelia tersenyum santai.
Lu Xiang menghela napas pasrah. Istrinya selalu mementingkan dirinya dalam keadaan apapun membuatnya bahagia dan pasrah di saat bersamaan. Ia juga tau bahwa ia tidak dapat membantu apapun karena berada jauh dari Adelia walaupun istrinya mengirimkan surat dan mengatakan tentang keadaannya.
"Aku berjanji akan mengatakan apapun padamu Lu Xiang. Tapi waktunya tidak tepat karena kau berada di Fucheng". Tutur Adelia memberi penjelasan.
"Aku tau sayang. Aku hanya merasa seperti suami yang tidak berguna karena kau selalu menyelesaikan masalah mu sendiri tanpa bantuan dariku".
Adelia menggeleng tidak setuju. "Kau banyak membantuku Lu Xiang. Jangan katakan seperti itu, aku sangat beruntung mempunyai suami sepertimu sayang".
"Aku juga sayang. Anugrah terbesar ku adalah bertemu denganmu" Lu Xiang memeluk Adelia dengan erat.
"Kak Xiang. Kak Xiang, tolong ceritakan pengalaman kakak ketika mengikuti ujian" Lu Shan duduk di samping Lu Xiang menatap kakaknya dengan tatapan penasaran.
Lu Cheng yang berusaha mencegah adiknya untuk tidak mengganggu kebersamaan kakaknya dengan kakak ipar menghela napas panjang.
Aku sudah berusaha membantumu kak, batin Lu Cheng.
Lu Xiang memutar bola matanya, adiknya tidak peka bahwa ia ingin berduaan dengan istrinya tanpa gangguan apapun.
"Besok saja aku ceritakan. Sekarang kalian masuk kamar dan tidur".
"Ini belum waktunya tidur kak. Ayo ceritakan! Aku akan mendengarnya dengan baik".
Bibir Lu Xiang berdenyut speechless, matanya melirik Lu Cheng meminta bantuan namun adiknya hanya melebarkan tangannya, tidak dapat membantu.
"Kalau kau tidak bisa tidur, kerjakan PR yang guru mu perintahkan dan habis itu tidur".
"Kenapa kau mengusir ku kak? Aku hanya ingin menambahkan pengalaman dari cerita yang katakan agar menjadi lebih pintar" Ucap Lu Shan bersungut-sungut, ia bahkan melipat tangannya dan membuang wajah pertanda marah.
Adelia tertawa. "Ceritakan saja Lu Xiang. Lu Shan sudah berusaha untuk rajin belajar dengan mendengar pengalamanmu dalam mengikuti ujian".
__ADS_1
Lu Xiang pasrah dan menceritakan pengalaman dalam mengikuti ujian Fu-shih. Adelia, Lu Shan dan Lu Cheng terkejut ketika mendengar bahwa ada yang ingin menjebak Lu Xiang agar gagal ujian.
"Petugas yamen tidak curiga padamu kan Lu Xiang?"
"Mereka curiga tapi aku sudah menelan kertas contekan itu jadi tidak menjadi masalah".
Adelia bernapas lega lalu menjadi emosi. "Siapa orang yang sangat kejam hingga ingin menghancurkan mu Lu Xiang?".
"Apa kau tau siapa pelakunya kak?" Tanya Lu Cheng khawatir.
"Aku tidak tau, aku tidak menemukan siapa yang telah meletakkan kertas itu di keranjang".
"Apakah Liang Wei?" Tanya Adelia curiga, laki-laki itu sudah beberapa kali membuat masalah pada keluarganya.
Lu Xiang tersenyum miring. "Liang Wei tidak punya keberanian untuk melakukan itu, lagipula mereka tidak memiliki pengaruh di kota Fucheng".
"Apa mungkin kandidat ujian lainnya? Apa ada sarjana yang mencari masalah dengan mu Lu Xiang?".
Lu Xiang berpikir lalu kembali menggelengkan kepala. "Aku jarang berbicara dengan sarjana lainnya jadi tidak mungkin mereka membenciku hingga berani melakukan itu".
"Apakah paman Lu Huanran?".
Tebakan Lu Cheng membuat Adelia dan Lu Xiang terkejut. Mereka sama sekali tidak berpikir akan laki-laki itu karena tidak pernah bertemu lagi semenjak Lu Xiang keluar dari rumah keluarga Lu.
"Kenapa kau menyebut Lu Huanran sebagai pelakunya Lu Cheng? Lagipula Lu Huanran tinggal di kota Qingchen dan tidak memiliki koneksi di Fucheng".
Lu Cheng menggeleng pelan. "Aku tidak tau apakah dugaan ku benar atau salah tapi menjebak dan memprovokasi adalah hal yang selalu paman Huanran lakukan".
Lu Xiang berpikir sesaat lalu mengangguk setuju. "Aku akan mencari apakah Lu Huanran pelaku dari penjebakan itu atau tidak. Sudah saatnya tidur, ayo kakak temani kalian tidur".
"Kami bisa tidur sendiri kak". Lu Cheng menarik tangan adiknya yang mulai mengantuk masuk ke kamar tidur.
__ADS_1
"Lu Xiang, apa dugaan Lu Cheng memungkinkan?". Adelia mengelus wajah suaminya, ia mengerti mengapa keluarga Lu sangat membenci Lu Xiang hingga tega melakukan hal itu.
"Aku tidak tau". Lu Xiang akan memberitahu Zhao Fan ketika gurunya pulang nanti, ia tidak memiliki koneksi untuk mencari tau apakah pamannya benar-benar melakukan itu.
Di kota Qincheng pada sebuah rumah besar, Lu Huanran yang menjadi topik pembicaraan keluarga Lu Xiang membaca duasurat yang ia terima lalu melemparkan surat tersebut dengan emosi.
Surat itu bertuliskan misi gagal, Lu Xiang sangat berhati-hati dan Lu Xiang lulus dan mendapatkan gelar Xie.
Laporan itu membuat amarah Lu Huanran menyeruak, ia bersusah payah dan mengeluarkan uang yang banyak untuk menyuap salah satu peserta ujian yang berasal dari Qincheng, peserta ujian punya kondisi keluarga miskin dan setuju untuk membuat Lu Xiang tidak hanya gagal dalam ujian namun juga menghancurkan reputasi laki-laki itu.
Namun setelah ia membayar banyak uang, laporan yang ia terima malah laporan gagal. Tidak puas melempar surat, Lu Huanran menyapu bersih buku dan kuas yang ada di meja belajarnya.
"Lu Xiang. Kenapa kau tidak bersembunyi seperti yang kau biasa lakukan?!! Kenapa kau sekarang mengusikku!!". Karena gelar Xie Hsien banyak orang yang mendekatinya demi dapat berhubungan dengan Lu Xiang membuat egonya terluka dan merasa seperti cadangan.
Perasaan itu membuat Lu Huanran sangat kesal, perasaan itu pertama kali ia rasakan ketika Lu Xiang lulus ujian dasar ketika keponakannya berusia 14 tahun.
Banyak orang yang membandingkan Lu Xiang dengannya yang telah lulus ujian Hsien. Mereka berpikir bahwa Lu Xiang lebih kompeten dan punya masa depan yang lebih cerah darinya, terlebih ia lulus ujian pada usia hampir 30 tahunan. Lu Xiang yang masih sangat muda pasti akan meraih gelar yang lebih tinggi darinya.
Perasaan diremehkan dan dibanding-bandingkan membuatnya benci pada Lu Xiang dan menghasut ibu dan kakaknya agar semakin membenci Lu Xiang. Ia merasa senang dan lega ketika tau bahwa Lu Xiang telah dicoret dari anggota keluarga Lu, ia berpikir bahwa keponakannya tidak lagi dapat menghantuinya namun kenyataannya malah Lu Xiang sudah melewatinya dan melangkah ke masa depan yang lebih cerah.
Lu Huanran mengamuk di ruang belajar menghancurkan segala barang-barang yang ada di sana.
Keesokan harinya keluarga Lu Xiang kedatangan tamu dari keluarga Liang, ayah dan anak itu membawa hadiah selamat dan membawa anak bungsu mereka yang perempuan bersama.
Lu Tao yang menjaga pintu menahan denyut speechless di bibirnya melihat gadis cantik malu-malu itu ketika membukakan pintu gerbang rumah. Sepertinya keluarga Liang sudah gila datang meminta maaf pada Adelia dengan membawa kandidat menjadi selir.
"Silahkan tunggu disini tuan Liang, tuan muda Liang, nona Liang. Tuan besar dan nyonya masih tidur karena kelelahan baru pulang kemarin sore". Lu Mei menyindir keluarga Liang yang tidak malu berkunjung di pagi buta tanpa pemberitahuan apapun.
"Tidak apa-apa, kami bisa menunggu". Liang Kun tidak mempermasalahkannya. Tadi malam ia mendapatkan kabar dari walikota Li bahwa petugas yamen dari Prefek Zhong akan datang hari ini ke kota Cheng untuk mengucapkan selamat dan memberikan giok tanda sarjana Xie Fu serta surat pembebasan pajak yang akan diterima oleh Lu Xiang sendiri.
Biasanya sarjana yang menjadi juara 1 sampai 3 di ujian Fu-shih akan diberikan selamat oleh petugas yamen walikota Qincheng setelah diberitakan oleh pihak yamen kota Fucheng namun kali ini pihak yamen Fucheng sendiri yang akan memberikan selamat hanya pada Lu Xiang pasti ada sesuatu yang membuat Prefek Zhong berbuat demikian. Tapi satu hal yang pasti bahwa Lu Xiang mendapat backing langsung dari Prefek Zhong.
__ADS_1
Walikota Li mendesak Liang Kun untuk melakukan apapun untuk tidak membuat Lu Xiang menjadikan mereka musuh karena walikota Li akan angkat tangan jika Lu Xiang ingin membalas atas apa yang terjadi pada istrinya.
Maka dari itu Liang Kun mendatangi rumah Lu Xiang dan menunggu penuh kesabaran. Setengah jam kemudian Lu Xiang dan Adelia baru bertemu dengan keluarga Liang.