Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Buruan Besar


__ADS_3

Lu Xiang menarik busur dan melepaskan panah dengan cepat, panah itu tepat mengenai kepala babi hutan namun hanya membuat babi hutan berteriak tanpa berhenti mengejarnya. Ia pun membuang busur dan melempar dirinya ke samping lalu melompat ke atas babi hutan itu tanpa kata ia langsung menghujam belati panjang yang ada di pinggangnya.


Merasa bahwa buruannya berada di atasnya, babi hutan berteriak dan melompat-lompat untuk menjatuhkan Lu Xiang namun tusukan belati membuat darahnya semakin mengalir dengan luka menganga hingga lama kelamaan kekuatannya melemah sampai Lu Xiang menusuk lebih dalam dan lebarĀ  hingga membuat babi hutan itu mati karena kehilangan banyak darah.


Lu Xiang pun melepaskan pegangan pada belati dan leher babi hutan, jatuh lemah di atas tanah.


"Lu Xiang. Apa kau baik-baik saja?" Adelia menghampiri dan memeriksa kondisi suaminya, wajahnya pucat pasi dengan tangan yang bergetar. Ini pertama kalinya ia merasakan cemas dan ketakutan yang luar biasa dalam hidupnya.


Lu Xiang tersenyum menang dan bangga. "Aku berhasil mengalahkannya".


Adelia mengangguk beberapa kali. "Ya kau berhasil mengalahkannya". Ia pun mengambil gelas berisi air sumur dari space teratai.


"Minumlah, kau akan merasa baikan". Keadaan genting membuat Adelia tidak bisa berpikir jernih, yang ia pikirkan adalah menyembuhkan luka Lu Xiang karena memiliki banyak darah di tangan maupun tubuhnya.


Lu Xiang terkejut ketika melihat gelas kaca berisi air bening muncul begitu saja di tangan Adelia namun tidak mengatakan apapun dan mengambil gelas itu lalu meminumnya dengan pelan. Rasa sedikit manis dan segar memenuhi kerongkongannya hingga perut lalu ia merasa lebih baik dari sebelumnya.


"Bagaimana dengan lukamu? Kau memiliki banyak darah di tubuhmu. Apa kau terluka?" Adelia memeriksa dengan detail bagian tubuh suaminya dengan cemas.


Ekspresi dan perlakuan Adelia membuat Lu Xiang terharu, ia tidak tau apa rahasia istrinya namun melihat gadis itu tidak waspada terhadap dirinya hingga menunjukkan rahasia itu karena cemas menimbulkan rasa bahagia dalam hatinya dan ia pun berjanji dalam hati bahwa ia akan memperlakukan Adelia dengan lebih baik lagi.


"Aku tidak apa-apa. Ini darah babi hutan bukan darahku. Kau tidak perlu khawatir" Ia menyerahkan gelas kaca yang tertempel darah kepada Adelia.


"Mungkin ini juga darahmu tapi kau tidak sadar" Adelia kemudian mengambil ember plastik yang ia isi air untuk membersihkan tubuh Lu Xiang namun suaminya menahannya.


"Aku benar-benar tidak terluka. Kita sedang di hutan Adel. Orang-orang akan bertanya kenapa kau basah dan darimana air itu datang? karena beberapa orang juga pernah masuk hutan jadi mereka tau bahwa tidak ada sungai di hutan ini" Jelas Lu Xiang panjang lebar.


Gerakan Adelia pun terhenti, ia menyadari apa yang sedang ia lakukan, matanya melebar dan terpaku karena telah menemukan fakta bahwa ia telah memberitahu rahasianya kepada Lu Xiang namun ia tidak panik, ia hanya berdehem dan memasukkan kembali ember plastik itu ke dalam space. "Bagaimana dengan babi hutannya? Apa kau bisa menariknya pulang?" Tanyanya mengalihkan pembahasan.

__ADS_1


Lu Xiang menyungging senyum lembut, matanya melihat ekspresi lucu dan imut milik istrinya dan tiba-tiba muncul rasa gemas ingin mencubit pipi istrinya yang sedikit tirus namun ia menahannya. Ia pun berdiri dan mulai mengambil tali yang sudah ia siapkan.


"Tentu saja aku bisa. Aku bahkan pernah membawa babi hutan yang lebih besar dari ini" Ucap Lu Xiang dengan nada bangga yang tidak ia sadari.


"Benarkah?!"


"Ya. Kau ambil keranjang milikmu dan kita akan pulang" Lu Xiang mengikat leher babi hutan itu dengan kuat dan erat dan menyeretnya perlahan.


&&&


Kedatangan Lu Xiang membawa babi hutan besar membuat para ibu yang masih berada di kaki gunung terkejut dan terkesima.


"Lu Xiang mendapat buruan yang sangat besar"


"Pasti dagingnya sangat nikmat"


Berbagai komentar terlontar dari mulut mereka namun tidak ada satu pun yang ingin menghampiri Lu Xiang yang tubuh penuh dengan darah, ekspresinya yang dingin membuat kesan seram tampak lebih hidup. Walaupun demikian, mereka tidak rela jika tidak mendapatkan sedikit bagian dari babi hutan itu karena mereka memperkirakan bahwa berat babi itu mencapai lebih dari 200kg, beberapa ibu itu berlari ke rumah mereka memberitahu bahwa Lu Xiang mendapatkan jackpot.


"Lu Xiang mendapatkan buruan babi besar!!"


"Lu Xiang mendapatkan buruan babi besar"


Teriakan beberapa ibu membuat warga lainnya tersentak dan langsung berlari ke rumah Lu Xiang yang berada tak jauh dari kaki gunung.


"Lu Xiang. Babi yang kau buru sangat besar. Apa kau butuh bantuan?" Salah satu warga laki-laki menanyakan hati-hati karena tampang menyeramkan Lu Xiang yang dipenuhi darah serta ingatan mereka akan kejadian paman Kun.


"Ya Lu Xiang. Kalau kau butuh bantuan, kami siap membantu, kau hanya perlu memberi kami sedikit"

__ADS_1


Lu Xiang melepaskan tali yang mengikat babi hutan itu lalu berdiri dan menatap satu persatu warga yang datang ke rumah. Tatapan tajam tersebut membuat warga desa menjadi tidak nyaman namun perkataan Lu Xiang membuat mata mereka bersinar.


"Terimakasih kasih. Aku akan memberikan seperempat dari babi ini untuk warga desa Miao"


Seketika warga langsung menyembelih babi itu dengan antusias, memotongnya dengan lihai dan cepat.


Para warga berdatangan dan menatap antusias kepada warga yang sedang memotong babi tersebut. Mereka akan dapat dua kilo lebih dan itu cukup untuk dua kali makan.


Lu Cheng dan Lu Shan pun kembali ke rumah setelah mendengar teriakan warga. Keduanya sangat senang kakaknya berhasil memburu binatang besar itu tanpa terluka, keduanya juga sangat bangga akan kekuatan kakak mereka.


"Kau sangat hebat kak. Bagaimana kau bisa mengalahkan babi besar ini?" Tanya Lu Cheng penuh antisipasi.


Telinga warga bereaksi ketika mendengar pertanyaan Lu Cheng, semua menatap Lu Cheng menunggu cerita hebat tersebut.


"Babi itu sudah lemah ketika menabrak pohon besar, aku hanya memanahnya dan menusuknya dengan pisau beberapa kali setelah itu ia mati" Jawab Lu Xiang sekilas saja. Matanya menangkap reaksi kecewa dari para warga yang mendengar ucapannya. Jika ia menceritakan yang sebenarnya atau bahkan melebihkan cerita maka orang-orang ini akan berpikir bahwa ia akan mendapatkan buruan setiap hari dan mengganggunya.


Lu Shan bertepuk tangan gembira. "Wah!! Kakak sangat hebat. Kalau aku sudah besar nanti aku ingin menjadi kuat seperti kakak"


Adelia dan Lu Xiang tersenyum mendengar ucapan Lu Shan, ekspresi sangat yakin dan tangan yang mengepal ke langit membuatnya begitu imut dan lucu.


Sedangkan Lu Cheng hanya memutar bola matanya mendengar impian siang bolong adiknya. Kau pikir menjadi kuat hanya dengan menjadi besar?. "Kak, Kira-kira kalau kita jual dagingnya. Apa kau mendapatkan uang yang banyak?"


"Aku tidak tau, mungkin aku akan mendapat lebih dari biasanya. Aku ingin menggunakan uang ini untuk memperbaiki rumah" Jawab Lu Xiang.


Lu Cheng mengangguk mengerti.


Tak butuh waktu lama para warga memproses babi hutan itu menjadi daging yang siap dimasak atau dijual. Satu persatu mereka mengambil bagian mereka dan melangkah pulang.

__ADS_1


"Adelia! Aku ingin 10 kg daging dan tulangnya" Ucapan seorang wanita paruh baya menyita perhatian semua warga dan keluarga Lu Xiang.


__ADS_2