
Suasana sore yang tidak panas serta sejuk dengan angin semilir membuatnya waktu yang pas untuk beraktivitas di luar, di jalan distrik yang dekat dengan gerbang pembatas bagian dalam dan luar sudah dipenuhi oleh kereta kuda para tamu yang ingin hadir di pesta yang diadakan oleh Lu Xiang dan Adelia.
Petugas yamen sampai turun tangan dalam mengatur aktivitas lalu lintas agar tidak terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan. Para tamu datang ke taman yang tidak begitu besar namun begitu asri yang dipenuhi oleh pepohonan dan tanaman bunga yang berwarna-warni, di depan gerbang sudah didekorasi cantik dengan dua pilar yang dipenuhi oleh bunga cantik.
"Selamat datang di acara perayaan ulang tahun pasangan Lu dan juga perayaan gelar kehormatan yang didapatkan oleh tuan Xiao Xieyuan!" Seorang pegawai toko siap menyambut kedatangan tamu dengan ramah, ia memakai baju seragam biru langit yang begitu cocok dipandang mata.
Orang-orang masuk ke dalam taman yang sudah didekorasi dengan kain merah pertanda keberuntungan lalu melihat kue besar empat tingkatan dengan takjub. Kue tersebut putih dan kemerahan, tingkatan pertama adalah ukiran sepasang manusia yang memakai pakaian hanfu merah bak pengantin, tingkatan kedua bertulisan selamat sarjana kehormatan, tingkatan ketiga dan terakhir masing-masing berisi nama selamat ulang tahun Lu Xiang dan Adelia. Dekorasi unik dan mewah membuat perhatian orang tersita sesaat sampai mereka melihat pemandangan lainnya berupa potongan kue tart, parfait atau kue kering lainnya, di sisi lainnya adalah minuman jus, cappucino serta teh dan juga terdapat wine rosella.
Adelia juga mengundang grup orchestra yang memainkan lagu ringan namun romantis sebagai penambah hiburan, pelayan dan pegawai yang berlibur hari semua melayani tamu yang hadir dengan ramah.
Lu Xiang dan Adelia akhirnya muncul sesaat setelah banyak tamu yang hadir, keduanya, Lu Cheng dan juga Lu Shan memakai pakaian hanfu dengan warna senada yaitu warna merah yang begitu elegan di tubuh mereka.
Kulit putih mulus Adelia membuat wajahnya semakin cerah, terlebih ia memakai aksesoris mewah dan tidak segan dalam memperlihatkan kecantikannya sebagai protagonis acara ini membuat para tamu terpesona oleh keindahan yang ia miliki hingga lupa bahwa adalah seorang wanita yang sedang mengandung.
Lu Xiang sendiri tampak begitu wibawa dan maskulin oleh pakaian hanfu merah yang ia kenakan, keperawakannya yang sedikit namun begitu romantis pada istrinya membuat banyak gadis terpesona.
Di belakang keduanya berdiri Lu Cheng dan Lu Shan yang chubby dengan penuh percaya diri, siapa sangka kedua anak laki-laki yang terlihat tampan dan cerdik tersebut bahkan pernah mengalami bungsu lapar satu tahun yang lalu. Sekarang, keduanya tampak seperti anak keberuntungan dengan pipi gembul dan menggemaskan, terlebih setelah Lu Shan tersenyum lebar yang terlihat begitu bersinar.
Orang-orang memuji kecantikan pasangan Lu dan adiknya yang memiliki paras rupawan seperti bak putri dan pangeran.
"Selamat datang di acara yang aku dan Adelia adakan. Kami sangat atas kehadiran anda semuanya, ini menjadi momen berharga bagiku, Adelia maupun keluargaku".
"Hari ini adalah hari kelahiran wanita yang sangat aku cintai yaitu Miao Adelia, karena wanita ini aku dapat berdiri dan menjadi terhormat pada hari ini. Aku sangat bersyukur memiliki istri seperti Adelia yang selalu mendukung apapun yang aku lakukan. Gelar kehormatan yang baru saja aku dapatkan adalah usahaku dalam membuat istriku menjadi bangga, bangga bahwa aku adalah suaminya".
Perkataan tersebut membuat orang-orang terkejut dan berbisik satu sama lain, beberapa diantara mereka bahkan menatap aneh pada Lu Xiang. Bagaimana tidak, siapa laki-laki gila yang berusaha keras berkontribusi dalam kerajaan hanya untuk membuat bangga istrinya?!, perkataan Lu Xiang membuat sebagian laki-laki yang memiliki konsep dalam mengenai patriarki tidak setuju dan tidak nyaman namun karena ini bukan teritori mereka, mereka hanya berbisik dan mencibir halus Lu Xiang dan Adelia.
Namun sebagian lainnya menjadi terharu dan kagum serta takjub akan perkataan laki-laki berumur 20 tahun lebih itu, terlebih para wanita yang ingin suami atau calon suami mereka juga memiliki sifat seperti Lu Xiang.
"Aku berterimakasih pada anda semuanya yang telah hadir di pesta ini, suatu kehormatan anda semua meluangkan waktu berharga anda untuk datang ke acara kami. Terimakasih dan selamat menikmati pestanya".
__ADS_1
Lu Xiang lalu menggenggam tangan Adelia yang memegang pisau lalu memotong kue bertingkat empat tersebut yang kemudian dimeriahkan dengan tepuk tangan oleh para tamu, pemotongan kue tersebut membuat suasana kembali ramai.
Banyak tamu yang bertanya pada pelayan atau pegawai toko mengenai kue tersebut dan bagaimana cara memesannya, mereka begitu tertarik dengan dekorasi dan tampilan kue yang sangat mewah tersebut.
"Selamat ulang tahun nyonya dan tuan Xiao Xieyuan, selamat juga atas gelar bangsawan yang anda dapatkan".
Satu persatu tamu menghampiri Lu Xiang dan membangun koneksi yang baik dengan laki-laki dengan mengucapkan selamat dan memperkenalkan diri mereka.
"Adelia, selamat ulang tahun. Tuan Xiao Xieyuan selamat ulang tahun dan gelar sarjana kehormatan yang anda dapatkan" Qiao Xue dan Jun Zhong datang mengucapkan selamat.
"Terimakasih Qiao Xue. Hai Jun Shi".
Jun Shi yang memakai baju hijau muda membungkuk hormat. "Apa kabar kak Adel?".
"Baik Jun Shi".
"Selamat ulang tahun nyonya dan tuan Xiao Xieyuan. Selamat atas gelar kehormatan yang anda dapatkan, saya Sheng Bin dan ini istri saya Ling Xiaoyao" Sepasang suami istri berusia 20 tahunan datang menyapa bersama dengan anak mereka, Sheng Xiaobao.
"Anda orangtuanya Sheng Xiaobao. Salam kenal, senang bertemu dengan anda. Lu Cheng banyak bercerita tentang Xiaobao yang selalu menemaninya dalam berbicara".
Ling Xiayao merasa malu akan pujian Adelia karena tau anaknya yang begitu cerewet dan banyak bicara. "Xiaobao pasti banyak menyusahkan Lu Cheng, di akademi Lu Cheng banyak membantu Xiaobao. Kami sangat berterimakasih atas apa yang Lu Cheng lakukan, Xiaobao menjadi lebih bersemangat dalam pergi ke akademi".
"Aku juga senang Lu Cheng memiliki teman seperti Xiaobao yang seperti mentari pagi yang melelehkan sikap pendiam Lu Cheng" Keduanya bertanding dalam memuji anak dan adik mereka hingga membuat Lu Xiang dan Jun Zhong tersenyum pasrah lalu mengalihkan pembicaraan dengan mengundang mereka untuk mencicipi kue tart besar tersebut.
Xiaobao mengambil piring berisi kue tart dan menyusup pergi mencari temannya yang tidak ada di sana. Mendengar pembicaraan orang dewasa sangat membosan, mendingan ia bertemu dengan Lu Cheng, Lu Shan dan Jun Shi serta menggoda saudara Lu tersebut, hal itu jauh lebih menyenangkan.
Lu Xiang dan Adelia menyapa tamu lainnya yang hadir lalu Lu Xiang menyediakan kursi untuk istrinya yang mulai kelelahan. "Kau baik-baik saja sayang?"
Adelia mengangguk sembari tersenyum. Lu Xiang bernapas lega melihat bahwa istrinya benar-benar baik-baik saja lalu mengelus lembut pipi mulus Adelia dan segera menariknya ketika sadar ia berada di keramaian.
__ADS_1
Pemandangan tersebut membuat para tamu yang duduk tidak jauh dari keduanya menjadi kagum dan iri pada pasangan romantis itu.
"Tuan Xiao Xieyuan memang sangat mencintai nyonya Lu".
"Ya, aku sangat ingin suamiku juga bersikap seperti itu".
"Nyonya Lu begitu beruntung mendapatkan suami seperti tuan Xiao Xieyuan".
"Gelar sarjana kehormatan membuat status nyonya Lu berubah menjadi wanita bangsawan".
"Apa tuan Xiao Xieyuan benar-benar tidak ingin memiliki selir? Aku punya adik yang tertarik padanya".
"Sepertinya tidak"
"Atau belum, kita belum tau apa respon tuan Xiao Xieyuan jika berada di ibukota nanti".
Para wanita dan ibu dari kalangan keluarga sarjana dan cendikiawan berbisik dengan kagum dan iri pada Adelia maupun Lu Xiang. Impian para wanita di kerajaan Murong adalah suami mereka yang tidak ingin memiliki selir dan fokus hanya pada mereka namun impian itu hanya dapat dirasakan oleh Adelia pada saat ini membuat mereka cemburu dan iri namun tidak dengki karena tidak mengenal wanita itu.
"Kakak ipar, sepupu".
Kehadiran Miao Sheng bersama dengan gadis cantik berparas anggun membuat Adelia dan lu Xiang tertegun, keduanya bertatapan satu sama lain seakan bertanya apakah mereka mengundang Miao Sheng untuk hadir ke pesta lalu kembali menatap pasangan tersebut sembari tersenyum.
"Selamat datang Miao Sheng, lama tidak berjumpa". Ucap Adelia santai namun terdengar seperti sindiran di telinga Miao Sheng.
"Ya, sepupu. Maaf tidak berkunjung ke rumah karena terlalu sibuk dalam mempersiapkan pernikahan dan ujian Sheng-shih, perkenalkan ini Li Yaoyao anak perempuan sah dari walikota Li" Miao Sheng sengaja memperkenalkan nama keluarga istrinya sehingga membuat Lu Xiang dan Adelia lebih segan padanya namun ia tidak menyadari bahwa tindakannya malah merendahkan harga dirinya sendiri ketika masih memperkenalkan seorang istri dengan background keluarga maternalnya.
"Apa kabar kak Adel? Apa kabar kak Xiang? Senang bertemu dengan kalian berdua. Maaf karena baru menikah aku baru bisa berjumpa dengan kalian pada hari ini". Li Yaoyao membungkuk hormat pada Adel dan Lu Xiang sebagai keluarga seniornya.
Adelia melirik Lu Xiang dan tersenyum pada Li Yaoyao, ia tidak tau kenapa namun intuisinya mengatakan bahwa gadis ini oh tidak wanita ini lebih sulit dihadapi daripada suaminya, Miao Sheng.
__ADS_1