
Orang-orang menoleh mendengar perkataan manajer Lu. Mereka tidak menyangka bahwa calon penerus Duke pergi ke toko De Xiang, seketika mereka teringat bahwa Lu Xiang memiliki hubungan dengan Shu Taifu yang notaben teman dari gurunya.
"Jangan terlalu berlebihan. Aku kemari karena ingin membawa anak bungsuku yang menyukai manisan untuk mencicipi parfait".
"Baiklah, saya akan memberitahu tuan Jinshi Lu Xiang atas kedatangan anda. Mari ikut saya, saya akan membawa anda ke ruangan VIP". Manajer Lu berkata penuh hormat dan mempersilahkan Shu Shinzhi dan istri beserta anaknya untuk mengikutinya.
Pegawai toko langsung memberitahu Lu Xiang yang berada di belakang bersama. Keduanya langsung bergegas menuju ruangan VIP.
"Selamat datang di toko De Xiang, tuan Shu Shinzhi. Maaf jika saya telat menyapa anda".
"Hahaha. Lu Xiang, jangan terlalu kaku. Aku kesini karena ingin mencicipi minuman dan makanan yang sudah lama terkenal di ibukota". Karena Lu Xiang yang menjadi terkenal, orang-orang juga mengetahui menu kue dan minuman unik yang Adelia jual di kota Fucheng.
"Anda memuji terlalu berlebihan tuan Shu".
"Perkenalkan ini istriku. Lan Luimei. Istriku ini Lu Xiang dan istrinya".
Adelia sedikit menundukkan kepalanya. "Senang bertemu dengan anda nyonya Shu. Saya Miao Adelia, anda bisa memanggilku Xiao Miao atau Adelia saja".
Lan Luimei sedikit terkejut melihat kecantikan natural wajah Adelia, ia tidak tau bahwa istri Lu Xiang adalah gadis cantik, mungkin tidak lama lagi kecantikan natural tanpa make up Adelia akan menyebar jika wanita itu menghadiri pesta kerajaan atau pesta yang diadakan oleh wanita bangsawan.
"Senang juga bertemu denganmu Adelia. Aku tidak menyangka bahwa kau wanita cantik, tuan Jinshi Lu pasti beruntung mendapatkanmu. Panggil saja Luimei".
Adelia melirik Lu Xiang yang sedikit tersenyum oleh pujian Lan Luimei lalu tersenyum manis. "Baik kak Luimei". Ia harus memanggil kakak karena usia mereka yang terpaut lebih dari 10 tahun.
"Baiklah, sudah cukup basa-basinya. Liur Shu Liang sudah hampir keluar melihat gambar menu" Ucap Shu Shinzhi sembari mengelus gemas kepala anak bungsunya.
Shu Liang yang masih berusia 5 tahun mengelap ujung mulutnya dan memesan dengan nada antusias. "Ayah, aku ingin pesan ini dan ini".
"Xiao Liang, itu minuman untuk orang dewasa. Bagaimana dengan susu coklat dingin? rasanya manis dan dingin. Yang kau pesan sebelumnya rasanya sedikit pahit". Melihat telunjuk kecil itu menunjuk cappucino cincau, Adelia langsung menawarkan menu lainnya.
"Benarkah? Baiklah, aku pesan itu saja kakak cantik".
__ADS_1
"Hahaha. Kau masih kecil tapi sudah tau apa itu wanita cantik" Lan Luimei mencubit pipi gembul anaknya dengan gemas.
"Jangan hiraukan apa yang dikatakan anakku Adelia". Ucap Lan Luimei tersenyum.
"Tidak apa-apa kak. Xiao Liang sangat menggemas. Terimakasih Xiao Liang atas pujiannya, jika kau bertemu dengan Lu Shan maka kalian pasti akan berteman baik".
"Oh Benarkah? Jika begitu ajaklah Lu Shan ke kediaman Shu, jika Lu Shan pergi ke akademi maka Liang akan punya teman satu sekolah".
"Apa Lu Shan pergi ke akademi Lu Xiang? Jika kau mau aku bisa merekomendasikan adikmu untuk masuk ke akademi Hanlin".
Lu Xiang menangkup kedua tangannya berterimakasih. "Terimakasih tuan Shu Shinzhi. Tapi Lu Shan dan Lu Cheng sudah mendaftarkan ke akademi Hanlin dan akan masuk sekolah dua hari lagi".
"Bagus kalau begitu. Liang, kau akan memiliki teman di akademi nanti". Tahun ini Shu Liang akan masuk akademi bersama dengan kakaknya Shu Zhen yang sudah lebih dulu masuk 2 tahun sebelumnya. Walaupun ia tau bahwa dengan status keluarganya dan Shu Zhen yang berada di akademi, Shu Liang yang naif tidak akan dibully namun ia juga berharap bahwa anaknya memiliki teman yang tulus berteman dengannya, bukan karena status keluarganya dan sepertinya kedua adik Lu Xiang sangat cocok untuk itu mengenal sifat laki-laki itu yang dipuji oleh ayahnya.
"Hm hm!!" Shu Liang yang fokus pada gambar menu hanya mengangguk mendengar perkataan ayahnya membuat keempat orang dewasa itu hanya dapat tertawa dan mengelengkan kepala.
Adelia memberitahu pelayan yang menunggu di luar mengenai pesanan keluarga Shu lalu turun ke lantai pertama akan tetapi berhenti di beberapa anak tangga terakhir ketika melihat manajer Lu tergopoh-gopoh berjalan cepat.
"Tuan! Nyonya. Putra mahkota berkunjung!!!".
Keduanya begitu terkejut dan menatap satu sama lain. Lu Xiang tidak tau apa maksud kedatangan Murong Xianming karena dilihat dari berbagai arah, tidak ada keuntungan apapun datang untuk mendukung pembukaan toko istrinya.
Tatapan mata Lu Xiang berubah dan menjadi dingin. Apa dia akan berbuat masalah disini?!. Namun ia langsung menggelengkan kepala karena semua bantuan kecil yang ia dapatkan dari Ming Baixin dan Ye Hemin tidak mungkin terjadi jika tidak mendapat izin dari Murong Xianming.
"Cepat kita sambut putra mahkota". Apapun maksud Murong Xianming, sekarang yang terpenting adalah menyambut dan tidak memberi celah untuk orang mengkritik dirinya dan keluarganya.
Ketiga turun dengan cepat dan melangkah ke pintu depan.
"Bangunlah, jangan panik. Pangeran ini datang ke sini untuk menemani anak pangeran untuk mencicipi kue".
Lu Xiang dan Adelia melihat pengunjung berlutut di hadapan Murong Xianming meninggalkan semua aktivitas yang mereka lakukan, ekspresi mereka mengatakan bahwa mereka melakukan itu murni sebagai penghormatan dan tidak terlihat takut dan khawatir terkena masalah. Hal itu menunjukkan bahwa reputasi putra mahkota sangat baik di kalangan masyarakat ibukota.
__ADS_1
"Saya bertemu dengan putra mahkota, semoga hari dipenuhi dengan berkat dan rahmat".
Adelia yang hanya rakyat biasa ingin berlutut namun di cegah oleh Murong Xianming. "Kalian tidak perlu menyapaku dengan sangat formal seperti itu. Aku datang ke sini sebagai pengunjung jadi kalian tidak perlu terlalu kaku. Aku dengar bahwa ada toko kue baru yang buka hari ini dan ingin mengajak anakku untuk mencicipinya namun aku tidak menyangka bahwa pemilik toko ini adalah istrimu Jinshi Lu".
Lu Xiang dan Adelia menyapa anak laki-laki seusia Lu Cheng yang bernama Murong Tianling sebelum menawarkan Murong Xianming untuk pergi ke lantai dua.
"Selamat datang putra mahkota. Suatu kehormatan bagi kami atas kedatangan anda kemari, mari saya tunjukkan ruangan anda di lantai dua".
Adelia bernapas lega. Kejadian memalukan di toko Heng Zhe membuatnya menjadi parno dan khawatir jika Murong Xianming melakukan hal yang sama. Ia tidak berani menatap wajah laki-laki itu dan hanya diam mengikuti perkataan suaminya.
Shu Shinzhi yang mendengar dari pelayannya juga ikut keluar untuk menyapa Murong Xianming. "Aku tidak menyangka bahwa kau akan kemari putra mahkota".
Lan Luimei dan Shu Liang membungkuk menyapa Murong Xianming dan Murong Tianling yang masih berusia 6 tahun.
"Aku ingin menemani anakku hari ini. Zhengtian sedang tidak enak badan jadi dia tidak ikut". Wu Zhengtian yang menkah dengan dengan Murong Xianming sepuluh tahun yang lalu berasal dari keluarga Wu yang berstatus kelas ketiga di kalangan bangsawan sama seperti keluarga Zhang namun bedanya keluarga Wu tidak memiliki pengaruh besar di ibukota.
Murong Xianming sengaja meminta ayahnya untuk menikahkannya dengan Wu Zhengtian yang ia temui beberapa untuk tidak membuat fraksi pangeran lain menjadi tegang karena ibunya yang sedang sakit namun ia lupa apapun yang ia lakukan selama ia masih memegang gelas putra mahkota maka semua tindakannya dianggap berbahaya oleh lawannya.
"Saya akan mengunjungi putri mahkota secepatnya putra mahkota". Lan Luimei berteman dengan Wu Zhengtian bahkan sebelum wanita itu menikah, terlebih setelah Wu Zhengtian menikah dengan Murong Xianming yang menjadi anak didik ayah mertuanya, hubungan mereka menjadi lebih erat dan tidak dapat dipisahkan.
"Dia pasti akan senang jika kau berkunjung madam Shu".
Murong Xianming masuk ke ruangan yang telah disediakan oleh Lu Xiang dan melihat menu sembari menanyakan anaknya untuk memilih.
"Apa kau terkejut dengan kedatanganku Lu Xiang?". Murong Xianming bertanya tanpa melihat ke arah Lu Xiang yang berdiri tidak jauh darinya.
"Sangat pangeran".
"Hahaha. Apa kau penasaran dengan maksud kedatanganku?". Mustahil Murong Xianming tidak tau pemilih toko yang ayahnya berikan, ia mengatakan itu agar rumor tidak baik tidak tersebar di kalangan masyarakat.
Lu Xiang diam sesaat sebelum menjawab. "Jika anda berkenan pangeran".
__ADS_1
Murong Xianming tersenyum misterius dan menatap Lu Xiang beberapa saat. "Aku datang ke sini untuk...menemani anakku".
Lu Xiang dan Adelia hampir tidak bisa menahan denyut bibir mereka yang speechless oleh jawaban Murong Xianming. Mereka tidak percaya bahwa itu adalah satu-satunya jawaban laki-laki itu!!!.