
"Kepala kementerian pembendaharaan Mang Shuzhou!!".
"Saya menghadap sang Kaisar!". Mang Shuzhou segera berlutut di hadapan Kaisar.
"Sudah berapa lama kau menjabat sebagai kepala kementerian pembendaharaan?".
"Su-sudah 8 tahun Yang Mulia Kaisar".
"Dan kau tidak tau bahwa pebisnis yang melakukan transaksi antar kerajaan memiliki keuntungan yang sangat besar?!". Setelah membaca saran dari Lu Xiang, ingin rasanya ia memanggil pemuda itu untuk menanyakan lebih lanjut tentang apa yang ia tulis di kertas jawaban namun demi menghindari banyak mata dan telinga, ia memutuskan untuk menyuruh pengawal dan penjaga setianya untuk mencari tau kebenaran dari usulan tersebut.
Satu hari kemudian, pengawalnya memberitahu bahwa di pelabuhan yang tidak terlalu jauh dari kota Shenyang terdapat berbagai barang dan transaksi yang nilainya lebih dari yang mereka perkirakan, hal itu menunjukkan bahwa usulan yang Lu Xiang berikan benar dan tepat. Itu baru pelabuhan interlokal bukan pelabuhan internasioanal yang menghubungkan satu kerajaan dengan kerajaan lain karena waktu yang tidak memadai namun Kaisar yakin bahwa transaksi dan barang yang masuk keluar pelabuhan bernilai tak terkira.
Kaisar juga menjadi khawatir jika kerajaan lain bersekongkol dengan salah pangeran atau pejabat di pemerintah ibukota dan berniat memberontak dengan senjata yang dikirimkan oleh kerajaan lain maka itu akan menjadi masalah yang sangat serius sehingga ia ingin segera mensahkan peraturan tentang pajak bea cukai sehingga pemerintah kerajaan dapat memeriksa dan mengamati barang apa saja yang mereka perjualbelikan.
Mang Shuzhou tidak tau harus menjawab apa, ia menjadi dilema karena apapun jawabannya akan tetap salah di mata Kaisar. Jika ia menjawab tidak tau maka Kaisar akan menuduhnya tidak becus namun jika ia menjawab tau maka Kaisar akan menuduhnya dengan tuduhan lebih berat yaitu menipu seorang raja.
"Saya tidak tau Kaisar, mohon ampuni saya". Setelah melirik dan mendapat isyarat dari perdana menteri kiri, Mang Shuzhou pun memilih untuk menjadi tidak becus.
"Zhen bertitah bahwa Mang Shuzhou tidak mampu dalam menjalankan tugasnya sebagai kepala kementerian pembendaharaan karena masa jabatan yang akan memasuki masa pensiun dan faktor usia sehingga Zhen malu untuk membuat Mang Shuzhou bekerja keras maka mulai saat ini Mang Shuzhou akan pensiun dan menikmati masa tua dengan tenang dan damai".
Perkataan Kaisar tidak hanya menyindir Mang Shuzhou namun juga mendoakan supaya laki-laki berjanggut putih agar cepat masuk ke liang lahat dengan tenang dan damai.
__ADS_1
Mendengar perintah itu Mang Shuzhou mendelik tercengang hingga tidak mampu menjawab dan menerima titah yang Kaisar berikan.
"Mang Shuzhou, terimalah titah Zhen".
Peringatan Kaisar membuat Mang Shuzhou tersadar dan dengan wajah tidak rela dan pasrah ia menerima titah tersebut dan bahkan harus memuji keputusan bijaksana yang Kaisar putuskan.
"Saya menerima titah Yang Mulai Kaisar. Hidup Yang Mulia semoga anda panjang umur berpuluh ribu tahun".
Bibir Lu Xiang berdenyut pasrah, ia belum membangun karir Kaisar sudah menarik kebencian untuk dirinya. Walaupun ia sudah memprediksi akan hal ini namun merasakan tatapan dingin yang seakan mampu membunuhnya membuat Lu Xiang hanya dapat menghela napas dan berpikir apakah ia terlalu dini mengusulkan saran tersebut.
"Wakil kepala pembendaharaan Qi Zihan!".
Seorang laki-laki setengah abad melangkah maju dan berlutut. "Saya menghadap paduka Kaisar".
Mata Qi Zihan juga sama membesar dan tercengang seperti Mang Suzhou namun bedanya ekspresi laki-laki setengah baya itu menunjukkan ekspresi bahagia.
"Terimakasih untuk paduka Kaisar, pemilik kerajaan Murong! Hidup Yang Mulai Kaisar! Semoga anda panjang berpuluh ribu tahun".
Perdana menteri kiri He Yaojin semakin mengerat giginya dan ingin rasanya membunuh Lu Xiang, biang keladi kejadian hari ini namun di ibukota ia tidak bisa berbuat apapun karena berbagai mata sedang mengawasi gerak-geriknya. Qi Zihan merupakan keluarga pendukung Kaisar sehingga ia tidak bisa memanipulasi keuangan untuk ke depannya, jika ia tau ini akan terjadi maka akan melakukan berbagai cara untuk melenyapkan laki-laki sialan itu!!.
He Yaojin juga mendelik pada keponakannya yang menunduk iri dan cemburu, laki-laki tidak berguna!! menarik seorang sarjana petani miskin saja tidak becus dan bahkan semakin mengacaukan segala rencana yang sudah mereka susun.
__ADS_1
Di sisi lain, Murong Xianming yang menatap jalannya pertemuan mahkamah tidak mengira bahwa Lu Xiang dapat mengusulkan tentang pajak di pelabuhan karena ia juga sedang menyelidiki tentang hal yang sama. Namun penyelidikan tersebut berbeda dengan sarjana Zhuangyuan usulkan.
Ia mendapat petunjuk bahwa pebisnis yang mendukung Murong Xianxiang melakukan transaksi besar dan curiga mereka mengirim senjata melalui pelabuhan yang tidak dijaga dengan ketat sehingga ia menyuruh anak buahnya di Jansenxui untuk menyelidiki hal tersebut namun jika membayangkan tentang usulan Lu Xiang maka akan berakibat fatal jika tidak segera di kendalikan.
Sang ayah dan anak berpikiran sama, ingin segera menyesahkan peraturan tentang pajak bea cukai agar menghindari kejadian buruk di masa depan dan semua itu berkat Lu Xiang, keduanya melirik pemuda yang menunduk sembari mengeratkan gigi karena tatapan dingin dari fraksi pendukung pangeran. Keduanya berpikiran sama, ingin melindungi pemuda itu agar bisa membantu mereka dalam stategi lainnya, akan sangat disayangkan jika pemuda itu lenyap sebelum dapat mereka gunakan.
"Pertemuan mahkamah dibubarkan".
"Beri hormat pada Kaisar!!".
"Terimakasih atas titah bijaksana anda Yang Mulia Kaisar! Hidup Kaisar! Semoga anda panjang umur berpuluh ribu tahun". Para menteri dan pejabat berlutut memberi hormat sebelum membubarkan diri.
Lu Xiang dan Wang Jiayou melangkah keluar tanpa melihat kesana kemari, usulan Lu Xiang membuat keduanya menjadi target untuk mencari muka ataupun target tatapan dingin sehingga baik Lu Xiang maupun Wang Jiayou tidak ingin berlama-lama dalam berjalan pulang.
"Selamat Zhuangyuan. Usulan yang sangat bagus namun sayang kau terlalu percaya diri. Ibukota bukan seperti kampung halamanmu, berhati-hatilah jangan sampai kau lenyap sebelum menduduki kursi jabatanmu". Shao Lan berbisik dan melangkah pergi dengan santai, awalnya ia memang iri dan cemburu pada Lu Xiang namun melihat tatapan dingin dan mencekam yang tertuju pada pemuda tersebut, iri dan cemburunya berubah menjadi senang dan menatap remeh, ia berpikir bahwa Lu Xiang sama sekali tidak tau cara bermain politik yang mulus, belum apa-apa sudah menarik banyak perhatian dan musuh. Ia yakin bahwa pemuda itu tidak akan lama menduduki jabatan kelas 5 sebelum menghilang di tengah masyarakat.
"Sepertinya ada yang tidak suka dengan usulan yang kau berikan Lu Xiang".
"Kau benar. Aku tidak menyangka bahwa usulanku memotong keuntungan beberapa pihak, sepertinya aku harus lebih berhati-hati".
"Jangan putus asa teman. Usulanmu tidak hanya memotong keuntungan beberapa pihak tapi juga menjadi perhatian dan fokus dari Kaisar, aku pikir mereka tidak akan bermain kasar tanpa memikirkan konsekuensi menyentuh apa yang menjadi perhatian sang Kaisar".
__ADS_1
Lu Xiang mengangguk, walaupun ia merasa bahwa itu terlalu dini mengajukan usulan tersebut namun tidak dapat dipungkiri bahwa usulan tersebut juga dapat mengalihkan perhatian Kaisar padanya sehingga ia dan keluarga lebih aman daripada sebelumnya.