Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Parade dan ritual Cuanlu


__ADS_3

Pagi-pagi Lu Xiang sudah mengenakan pakaian Zhuangyuang berwarna dan memakai topi hitam bunga dipadu dengan celana putih dengan sepatu boots membuatnya tampak semakin maskulin namun terlihat lembut karena aura kecerdasan yang berasal dari sarjana yang gemar dengan buku.


"Aku pergi sayang. Jangan lupa melemparkan sapu tangan atau bunga untukku". Lu Xiang memeluk Adelia erat lalu menggoda bak seorang playboy sembari mengedipkan matanya yang seksi.


Adelia tertawa dan mengangguk. "Tenang saja. Aku akan memperlihatkan pada gadis-gadis pemimpi kosong itu kalau kau sudah terjual".


Lu Xiang mengangguk puas, ia juga akan memperlihatkan bahwa Adelia adalah miliknya dan tidak ada satupun yang dapat menculik wanita itu dari kehidupannya.


Lu Xiang naik kereta kuda untuk berkumpul di depan akademi Huanlin sebelum memulai parade berkeliling kota. Di sana orang-orang yang sangat antusias menantikan parade sarjana paling berprestasi sudah berkumpul untuk menunggu kegiatan yang dilakukan setiap 4 tahun sekali tersebut.


Lu Xiang naik kuda dan memimpin jalannya parade yang diringi oleh Wang Jiayou dan Shen Lan lalu rombongan orkestra yang memainkan musik sepanjang parade. Jalan-jalan dan restoran serta kedai teh sudah dipenuhi oleh gadis-gadis dan orang-orang yang ingin menonton parade tersebut.


Mereka berteriak antusias mengucapkan selamat lalu melempar bunga, buah, sapu tangan maupun kantong parfum yang mereka rajut sendiri, terlebih gadis-gadis berbisik dan berteriak bak fans berjumpa dengan idola mereka.


"Zhuangyuan tahun ini sangat tampan. Kenapa dia tidak menjadi Tanhua ya?".


"Aku dengar karena dia memberikan saran yang cukup strategis dan membuat Kaisar senang".


"Wow. Apa dia sudah mempunyai istri? Aku pikir aku pantas menjadi istrinya".


"Heh! Jangan mimpi, akulah yang pantas menjadi istri Zhuangyuang".


"Tsk tsk. Jangan bermimpi di siang bolong, dia sudah mempunyai istri dan sangat menyayangi istrinya sampai lamaran dari Marquis Shan saja di tolak".


"Benarkah?! Darimana kau mendapatkan berita itu?".


"Berita itu sudah tersebar beberapa hari yang lalu walaupun setelah menjadi lenyap tapi orang-orang pernah membicarakan Marquis Shan menyebarkan berita negatif tentang Zhuangyuang karena lamaran putri selirnya di tolak".

__ADS_1


"Haha Shan Meimei pasti malu".


Berbagai komentar tentang Lu Xiang dan rumor yang menyebar beberapa hari yang kembali memanas akibat parade tersebut. Gadisg-gadis yang mendengar bahwa Lu Xiang sudah memiliki istrinya  menjadi kecewa namun sebagian mereka tidak patah semangat karena mereka juga mau menjadi istri sampingan, ketika pulang nanti mereka akan memberitahu orangtua mereka untuk mengirim lamaran ke rumah laki-laki yang mendapat gelar Zhuangyuang tersebut.


Lu Xiang berkonstrasi mengendarai kuda sembari menghindari lemparan hadiah untuknya lalu ketika parade sampai ke distrik toko Adelia, ia segera menengadah dan tersenyum manis dan lembut ke arah jendela lantai dua.


Adelia juga tersenyum dan kagum serta bangga melihat suaminya yang dikagumi oleh puluhan gadis cantik namun hanya ia yang dapat memilikinya. 


"Nyonya, cepat lempar sapu tangan dan bunga. Nanti tuan besar akan lewat".


Adelia tersadar dalam kekagumannya sendiri lalu melempar bunga mawar dan sapu tangan bermotif bunga teratai kepada Lu Xiang yang di tangkap dengan lihai oleh suaminya.


"Oh! Siapa gadis itu? Zhuanyuang tertarik padanya!!".


"Cepat cari informasi wanita itu!! Aku ingin latar belakangnya dengan lengkap".


Namun ketika mengetahui siapa Adelia, para gadis menjadi iri dan cemburu karena wanita itu sangat beruntung, tidak hanya cantik namun juga mendapatkan laki-laki tampan seperti Lu Xiang. Para lelaki menjadi kagum dan terpesona oleh kecantikan Adelia, walaupun Adelia tidak bisa dikategorikan sebagai wanita tercantik di ibukota namun aura lembut dan menenangkan yang wanita itu pancarkan membuat kesan tersendiri di mata para laki-laki.


Lu Xiang tidak tau bahwa ada laki-laki yang mulai mengagumi kecantikan istrinya, jika ia tau mungkin ia akan menyesal karena membuat Adelia terlihat mencolok oleh tindakannnya. Ia mengendarai kuda sampai ke gedung Kuixing lalu turun dan mulai ritual cuanlu, membakar dupa dan memberi penghormatan pada Kaisar sebelumnya sebelum mundur dan mempersilahkan Wang Jiayou dan Shen Lan untuk melakukan hal yang sama.


Setelah itu, mereka pergi kuil Guandi dan kuil Konfusius. Setelah ritual cuanlu membakar dupa selesai, parade pun selesai dan mereka dapat pulang ke rumah masing-masing.


"Aku sudah memesan tempat di restoran Fuyuan, jika kalian berkenan mari bergabung". Parade sendiri adalah acara festival besar dan Lu Xiang sebagai kepala juara sudah seharusnya membuat acara dan mengundang para Jinshi yang juga ikut berparade bersama mereka sehingga mereka pergi ke restoran Fuyuan yang diorganisir oleh teman Ming Baixin dan manager restoran Fuyuan.


Restoran Fuyuan memang sangat terkenal di ibukota karena memiliki beranekaragam makanan dan minuman enak yang disajikan dengan cantik oleh chef sehingga Fuyuan dijadikan sebagai tempat berkumpul gadis dan pemuda bangsawan, terlebih backing sang pemilik restoran sendiri adalah putra mahkota.


Mereka menghabiskan waktu dua jam lebih dengan makan dan minum wine, Lu Xiang yang menjadi salah satu protagonis menjadi sasaran para Jinshi untuk bertukar minuman sehingga ia pulang dalam keadaan mabuk.

__ADS_1


"Sayang~". Lu Xiang yang penglihatannya mulai mengabur karena mabuk tersenyum melihat istrinya, walaupun tidak jelas namun ia sangat yakin wanita di hadapannya adalah Adelia yang sangat ia cintai.


Bibir Adelia berdenyut, keningnya mengernyit karena bau alkohol yang menyengat dari tubuh suaminya.


"Kau bau, cepat ganti baju. Lu Yan buatkan minuman pereda mabuk".


"Hehe, walaupun aku bau kau tetap cinta kan sayang~, sini aku ingin mencium mu". Lu Xiang dengan ekspresi konyol memanyunkan bibirnya siap untuk mengecup bibir Adelia.


Dahi Adelia semakin berkerut, ia mendorong kepala suaminya agar tidak mendekat. "Ganti baju dulu Lu Xiang, setelah itu minum pereda mabuk dan tidur".


Senyum Lu Xiang menghilang, ia duduk di atas tanah dan mulai menggambar bulatan sembari sesekali menatap memelas pada Adelia. "Sayangku sudah tidak cinta lagi padaku" Itulah gumaman yang muncul dari mulutnya.


Adelia tersenyum lucu dan memegang keningnya dengan pasrah.


"Sayang, jangan duduk di tanah. Kau ini Zhuangyuang, apa kau tidak malu di lihat oleh orang lain".


Lu Mei dan Lu Yang membalikkan tubuh mereka dan pergi meninggalkan pasangan muda itu sembari menyembunyikan keterkejutan mereka. Ternyata tuan besar bertingkah kekanakan ketika mabuk!!.


Tanpa Lu Xiang sadari, image dingin dan terkesan jauh miliknya hancur oleh tindakannya sendiri, namun karena hal itu juga pelayan tidak lagi merasa takut padanya dan bersikap lebih dekat daripada sebelumnya.


Adelia membantu Lu Xiang berjalan sampai ke kamar sebelum melemparkan suaminya ke atas tempat tidur lalu meminumkan pereda mabuk namun karena Lu Xiang yang tidak bekerjasama,  ia akhirnya meminumkan pereda mabuk dengan mulutnya akan tetapi itu adalah keputusan yang salah!!!.


Lu Xiang yang berpikir bahwa Adelia menggodanya segera mengambil kesempatan itu untuk kembali bermain keringat di atas ranjang.


Suara derik ranjang beriring dengan ******* dan erangan rendah memenuhi kamar utama tersebut, menunjukkan bahwa kegiatan yang begitu intens.


Keesokan harinya Lu Xiang mendapati bahwa Adelia merajuk dan mengabaikan. Ia hanya dapat tersenyum meringis namun tidak ada rasa bersalah dari senyuman itu membuat istrinya semakin gusar dan menyuruhnya untuk tidur di kamar lain barulah ekspresi Lu Xiang berubah.

__ADS_1


Ia akan menerima hukuman apapun asalkan jangan satu hal tersebut!!!


__ADS_2