
Keesokan harinya, petugas yamen yang sebelumnya memberikan kain satin dan batu giok serta surat bebas pajak tanah kembali mendatangi Lu Xiang yang kini berada di rumah barunya. Perlakuan mereka lebih hormat daripada sebelumnya, mungkin karena gelas Zhuangyuang dan jabatan kelas 5 yang Lu Xiang pegang yang notabene lebih tinggi daripada mereka yang hanya memiliki jabatan kelas 8.
"Selamat tuan Zhuangyuang. Anda sangat pintar dan memiliki masa depan cerah". Salah satu petugas yamen yang bernama Chen Nuo menyampirkan kain satin yang bertuliskan berita baik lalu memberikan batu giok, token Zhuangyuang serta surat bebas pajak tanah yang kini mencapai 100 hektar sehingga walaupun Lu Xiang tidak bekerja, ia akan menjadi juragan tanah yang tidak perlu memikirkan pajak dan bahkan mendapatkan gaji dari pemerintahan kerajaan.
"Ini adalah baju Zhuangyuang dan ini baju pegawai kementerian pekerjaan umum dan tokennya". Ma Shenluo juga tidak kalah antusias memberikan pakaian dan baju seragam kepada Lu Xiang, setelah itu ia bahkan memperkenalkan dirinya karena sebelumnya bukan dia yang memberikan selamat, ia menggantikan koleganya yang sedang berhalangan karena urusan keluarga.
Baju Zhuangyuang berwarna merah cerah bak baju pengantin, dengan lengan baju yang besar dan topi hitam yang terdapat bunga wisteria berwarna merah muda akan membuat wajah laki-laki yang memakainya semakin charming dan memesona.
"Terimakasih. Silahkan masuk minum teh dulu, kalian masih harus mengunjungi dua rumah lagi untuk memberikan selamat, itu pasti akan melelahkan".
"Hahaha. Biaklah tuan Zhuangyuang" Chen Nuo senang Lu Xiang mengajaknya masuk karena ia ingin membangun hubungan yang baik dengan laki-laki yang memiliki potensi besar untuk sukses di pemerintahan.
Keduanya masuk dan berbincang tentang suasana politik yang tidak sensitif lalu menyampaikan bahwa lusa Lu Xiang harus melakukan parade beserta dengan dua juara lainnya berkeliling kota dengan memakai baju Zhuangyuang. Parade itu dilakukan di atas kuda yang kemudian berjalan di tengah kota yang dikerumuni oleh banyak orang yang melihat festival setiap 4 tahun sekali tersebut.
Keduanya tidak duduk lama di rumah Lu Xiang karena masih harus memberikan selamat pada dua juara lainnya yaitu Wang Jiayou dan Shen Lan.
Adelia memberikan uang pada Lu Mei untuk di sebarkan di depan rumah sebagai ritual yang biasa mereka lakukan setelah Lu Xiang mendapatkan gelar juara. Informasi bahwa di rumah tersebut terdapat Zhuangyuang pun menyebar ke lingkungan sekitar sehingga orang-orang berkunjung dengan membawakan hadiah selamat untuk Lu Xiang.
Adelia yang baru sehari tiba di ibukota belum mengetahui siapapun tetangga maupun orang-orang di sekitar rumahnya, ia lalu menyuruh Lu Mei untuk mencatat siapa saja yang memberikan hadiah sehingga ia bisa membalaskan dengan hadiah yang sama sebagai hadiah perkenalan dan rumah baru. ia melihat beberapa buku sketsa berisi gambar gadis yang terselip di barang hadiah dan dengan wajah datar ia melemparnya ke tong sampah, hadiah berlapiskan lamaran itu datang dari keluarga yang tidak berpengaruh atau hanya memiliki jabatan kelas 6 keatas sehingga Adelia hanya perlu mengabaikannya.
Adelia lalu menyuruh Lu Fang dan satu pelayan lainnya untuk membeli banyak bahan masakan karena mereka akan menggelar acara makan malam bersama sebagai perayaan atas prestasi yang Lu Xiang raih seperti sebelumnya.
Malamnya, rumah Lu Xiang dan Adelia menjadi ramai oleh tertawaan Lu Cheng dan Lu Shan serta Lu Yan dan pelayan lainnya yang menikmati makan malam dan wine, suasana tersebut berlangsung hingga hampir tengah malam sebelum Lu Xiang mengangkat Adelia masuk kamar dan menyuruh Lu Yang dan Lu Kai untuk mengangkat Lu Cheng dan Lu Shan yang tertidur di atas bangku dipan untuk masuk ke rumah bagian selatan yang sudah dipilih sebelumnya.
Lu Xiang tidak melakukan apapun pada Adelia yang sedikit mabuk karena mengingat malam sebelumnya mereka sudah melakukan dua kali, walaupun jika ia rayu istrinya pasti akan luluh namun Adelia pasti akan merajuk keesokan harinya dan mengabaikannya, Lu Xiang belum ingin pisah sedikitpun dari Adelia sehingga ia harus menekan gejolak nafsu ketika melihat pipi istrinya yang memerah karena mabuk serta mata berair yang membuat siapa saja mabuk ketika memandangnya.
&&&
__ADS_1
Keesokan harinya Adelia dan Lu Xiang pergi ke toko yang diberikan oleh Kaisar untuk melihat apakah desain interiornya cocok untuk toko kue yang Adelia buka. Toko tersebut sangat luas dan cocok untuk dijadikan sebagai kasino karena begitu luas.
Lu Xiang sudah menyuruh Lu Cai untuk mencari pengrajin untuk memesan furnitur yang akan digunakan karena toko tersebut bahkan tidak memiliki kursi dan hanya bagunan saja namun beruntung desain interiornya cocok dengan toko kue, Adelia hanya perlu mengubah gambar dua sudut untuk digambar kue tart sehingga terlihat berkesan.
"Aku ingin memesan 5 kursi untuk pasangan dan 20 meja besar dengan 12 empat kursi dan 8 enam kursi. Di lantai dua aku ingin kau membuat 8 ruangan dengan luas 3x3, dindingnya harus terbuat dari kayu yang tebal karena aku ingin memprioritaskan privasi".
"Baik nyonya".
"Dan ini gambar furnitur untuk meja kasir, meja kaca untuk kue tart dan lemari dinding". Adelia menyerahkan gambar yang sudah ia buat sebelumnya namun kali ini furnitur tersebut lebih besar daripada di kota Fucheng.
Sang pengrajin yang sudah berusia setengah abad itu melihat dan mempelajari gambar sebelum kembali mengangguk mengerti.
"Apa di tempat mu juga ada pengrajin kaca kek?"
"Tentu saja ada nyonya. Anda ingin membuat apa?".
Adelia lalu menjelaskan bahwa ia memerlukan piring keramik polos dan bermotif beserta cangkir dan gelas kaca, ia juga memesan sedotan kaca dan memperingatkan bahwa bagian atas dan bawahnya tidak boleh tajam karena dapat melukai bibir peminumnya dan terakhir ia memberikan gambar lemari pendingin manual yang telah ia buat sebelumnya dan menjelaskan fungsinya.
"Lemari pendingin ini bisa menyimpan makanan atas tetap segar?"
Adelia menggeleng. "Ini hanya sebagai pendingin saja bukan pembeku, aku akan menaruh es batang di sekitar sehingga kue yang aku jual tetap dingin".
kakek pengrajin mengangguk mengerti, matanya berkilat dan pikirannya bergerak cepat dan tajam.
"Nyonya. Apa kau mau menjual gambar ini padaku? Aku akan menawarkan harga yang pantas untukmu dan kau tidak perlu membayar apa yang baru saja kau pesan".
"Kau ingin menjualnya kakek?".
__ADS_1
"Ya. Idemu tentang lemari pendingin sangat menarik".
"Baiklah. Tapi seperti yang aku katakan kalau ini hanya untuk pendingin saja, jika kau menyimpan makanan di dalam kotak kayu berisi es akan membuat hasil yang lebih maksimal daripada ini".
"Aku mengerti nyonya. Lemari pendingin ini terlihat unik karena terbuat dari kaca, rakyat biasa mungkin tidak ingin menggunakannya namun tidak dengan keluarga besar dan bangsawan".
"Baiklah".
"Terimakasih nyonya" Kakek pengrajin tertawa senang, ia bahkan dapat membayangkan usahanya akan terkenal oleh lemari pendingin ini.
Selesai memesan furnitur dan perlengkapan toko, Adelia dan Lu Xiang pulang dengan berjalan kaki karena ingin melihat suasana kota di bagian dalam kota sembari membeli barang yang mereka tertarik.
Jalan raya penuh oleh orang lalu lalang namun kebanyakan dari mereka adalah gadis atau wanita dari kalangan bangsawan dengan membawa pelayan dan penjaga di belakang mereka, hanya beberapa orang yang berasal dari rakyat biasa sehingga walaupun terlihat ramai namun tidak berisik.
"Awas!!!" Seorang pemuda yang melihat seekor kuda yang berlari kencang berteriak pada orang-orang yang berada di samping jalan.
Para gadis berteriak ketakutan dan menyelamatkan diri dengan bantuan pelayan dan pengawal mereka. Lu Xiang yang juga mendengar peringatan itu juga menarik Adelia masuk ke toko di samping mereka dengan cepat sehingga tidak mengenai kuda yang berlari kencang.
Adelia memegang jantungnya yang berdegup kencang, ia melihat seorang laki-laki yang mengenakan pakaian sutra dengan rambut yang diikat tinggi mengendarai kuda tanpa bersalah dan melewati mereka begitu saja.
"Pangeran ketiga dari hari ke hari semakin tidak punya aturan". Seorang gadis bergumam kesal.
"Sshh, jangan mencari masalah. Kau tidak tau pangeran ketiga seperti apa".
"Mengapa Kaisar masih memanjakan pangeran sombong dan angkuh itu".
"Nona. Kau akan terkena masalah jika terus membahasnya".
__ADS_1
"Hmph".
Adelia dan Lu Xiang menatap satu sama lain dalam diam. Sepertinya pangeran ketiga lebih liar daripada yang mereka kira!.