Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Persiapan membuka toko


__ADS_3

Adelia masih mematung, termangu merasakan apa yang baru saja Lu Xiang lakukan padanya lalu berkedip dan wajahnya semakin memerah teringat benda keras yang ia rasakan di bokongnya, ia pun berjongkok menyembunyikan wajahnya yang merah padam karena tidak mampu menahan rasa malu.


Beberapa saat kemudian Lu Xiang kembali ke kamar dan melihat Adelia yang sudah berbaring di ranjang menghadap dinding. Ketika ia naik ke tempat dan menyadari tubuh tegang istrinya dan tersenyum, ia memeluknya dari belakang dan tertawa halus di telinga Adelia. "Kau belum tidur istriku?"


Tubuh Adelia bergetar mendengar suara bariton rendah yang seksi dan napas hangat di telinganya, tidak tahan ia pun menutup kepalanya dengan selimut dan bersembunyi dan itu membuat senyuman Lu Xiang semakin mengembang.


Namun laki-laki itu tidak lagi menggodanya dan hanya memeluk, mengecup kepala di balik selimut sembari mengatakan "Selamat malam istriku".


Wajah Adelia memerah di balik selimut, ia menunggu hingga mendengar deru napas samar sebelum mengeluarkan dirinya dari selimut dan menatap wajah suaminya yang sudah tertidur lalu bernapas lega, dengan hati-hati ia mendekat dan tidur menyandarkan kepala di dada Lu Xiang. "Selamat malam suamiku".


Ini pertama kalinya Adelia tidur dalam pelukan Lu Xiang, ia pikir bahwa ia pasti tidak akan bisa tidur namun entah karena rasa aman dan nyaman yang ia rasakan, tak butuh waktu lama baginya untuk masuk ke alam mimpi dan tanpa sepengetahuannya Lu Xiang membuka matanya yang tak terlihat tertidur sama sekali.


Lu Xiang melihat wajahnya istrinya yang polos dan cantik lalu memeluknya erat.


&&&


"Kau pindah ke toko tidak jauh dari sini?" Manajer Xu terkejut.


Adelia mengangguk. "Jadi paman Xu dapat mengantar buah lonjong asam ke sana, mungkin tidak lama lagi aku akan membuka toko kue".


Paman Xu mengangguk. "Apa kau ingin membuka toko seperti restoran?". Ia bertanya demikian bukan takut akan kalah saing namun karena khawatir bahwa Adelia tidak lagi memasok coklat ke restorannya. Ia sudah berjanji akan mengirimkan stok coklat lainnya ke ibu kota setelah mendengar kabar baik bahwa coklat laris manis di sana.


Adelia menggeleng. "Aku hanya membuka toko kue untuk dibawa pulang, toko kue yang aku buka tidaklah besar".


"Baguslah begitu. Aku dengar bahwa Lu Xiang mulai kembali belajar? Apa karena itu kalian pindah ke kota?"

__ADS_1


Adelia tersenyum senang. "Ya paman Xu. Kami tidak punya sanak keluarga jadi akan sulit bagi Lu Xiang meninggalkanku dan adiknya di desa".


"Kapan kau akan membuka toko kue? Kau tidak perlu khawatir akan orang yang mengganggu toko kue mu"


Mata Adelia membulat dan bersinar, ia lalu bangun dan membungkuk hormat pada paman Xu. "Terimakasih atas bantuan paman Xu. Adelia dan Lu Xiang akan lebih tenang membuka toko kue, jika paman Xu membutuhkan bantuan kami jangan sungkan dalam mengatakannya". Dengan jaminan paman Xu maka ia tidak perlu khawatir jika orang menganggu bisnisnya. Bagaimana mungkin ia tidak senang?.


Paman Xu membelai janggutnya yang masih hitam mengangguk puas, mungkin suatu saat ia akan benar-benar membutuhkan bantuan Lu Xiang karena masa depan cerah yang pemuda itu punya. "Ngomong-ngomong, coklat mu sangat diminati di ibukota dan mereka meminta pasokan yang lebih lagi. Apa kau bisa membuatnya?"


Adelia mengangguk semangat. "Asalkan bahan utama ada, aku akan dapat membuatnya paman Xu".


"Bagus bagus bagus. Aku ingin 20 wadah, untuk buah lonjong asam, aku akan mengirimkannya ke rumahmu dalam dua hari. Kira-kira berapa lama kau bisa membuatnya?" Paman Xu juga ikut senang karena setelah order ini dikirim ke ibukota maka ia akan mendapatkan bonus langsung dari ibukota.


"Proses membuat coklat menghabiskan waktu sekitar dua minggu paman Xu"


"Baiklah. Kabari aku jika kau sudah selesai membuatnya".


Adelia keluar dari restoran Fuyuan dengan langkah ringan, ia pun pergi pasar membeli ikan dua kilogram serta sayur dan jamur. Siang ini akan memasak sop ikan dan ayam krispi serta tumis saus tiram.


"Apa kalian lapar?" Adelia membelai rambut Lu Shan dan Lu Cheng namun anak 5 tahun itu mengelak.


Lu Shan menggosok perutnya dan mengangguk. Semalam ia bermimpi tidur dengan segunung nugget yang melayang-layang di matanya membuat air liurnya keluar dan membuat pulau baru di bantal miliknya. Hal itu membuat Lu Cheng menatap jijik padanya namun ia tidak peduli.


"Apa kita akan makan nugget kak?"


Adelia menggeleng. Antusias Lu Shan padam seperti disiram air dingin namun beberapa detik kemudian kembali membara mendengar jawaban kakak iparnya.

__ADS_1


"Kita akan makan ayam krispi"


"Ayam krispi? Apa ayam krispi lebih enak dari nugget?"


Adelia tersenyum misterius. "Tentu saja".


Lu Shan menjilat bibirnya dan menelan ludah yang mulai mengenang di mulutnya lalu mengangguk antusias.


"Aku ada cemilan untuk kalian. Untuk saat ini makan ini dulu sebelum makan siang siap". Adelia masuk ke dapur meletakkan belanjaannya lalu mengambil dua mangkuk dan mengisinya dengan keripik kentang rasa barbeque sebelum memberinya kepada adik-adiknya.


"Apa ini kak?" Lu Shan menatap antusias pada mangkuk di tangan Adelia.


"Ini cemilan keripik kentang. Cobalah, kau pasti akan menyukainya".


Senyuman Lu Shan membeku lalu menghela napas kecewa. Kentang tidaklah manis, ia lebih menyukai ketela rambat dari pada kentang namun ketika keripik kentang masuk ke mulutnya. Matanya membesar karena lidahnya yang di hantam rasa asin, sedikit manis dan banyak rasa lainnya yang tidak bisa ia jabarkan.


Lu Cheng melihat adiknya yang memakan keripik kentang dengan penuh semangat. Ia sendiri juga tidak suka dengan kentang yang punya rasa datar namun melihat adiknya ia pun memakan keripik tersebut dan bereaksi sama dengan Lu Shan.


"Ini enak kak!!" Ucap keduanya serentak.


"Hahaha. Habiskan lah, jangan lupa cuci tangan setelah makan". Adelia puas akan reaksi keduanya dan kembali ke dapur menyiapkan makan siang.


&&&


Lu Xiang menghela napas lega dan mengelap keringatnya dengan sapu tangan. Dari pagi ia sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk pembukaan toko kue, ia pergi ke pengrajin kayu untuk memesan kursi, meja dan papan reklame toko yang akan ia lukis sendiri.

__ADS_1


Awalnya Adelia lah yang ingin mempersiapkan segala hal untuk pembukaan toko kue namun Lu Xiang melarangnya karena khawatir jika orang asing akan menganggu istrinya. Di dinasti Murong status wanita sangat lah rendah hingga mereka bebas diperjual belikan di kalangan atas untuk menjadi selir dan gundik, oleh karena itu wanita yang sendiri kerap mendapat pelecehan jika tidak di temani oleh keluarga atau suaminya jadi Lu Xiang lah yang mengemban semua tugas itu.


Ia tidak hanya memesan itu. Adelia juga menyerahkan gambar yang ia sebut etalase, sebuah rak yang setengahnya terbuat dari kaca dengan tampilan yang klasik dan elegan. Sebuah rak jualan yang belum pernah ia lihat sebelumnya.


__ADS_2