Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Keberangkatan Lu Xiang


__ADS_3

Besoknya, manajer Xu berkunjung ke rumah Lu Xiang untuk membeli resep kue tart.


"Selamat atas kehamilan dan gelar Xiefu Adelia, Lu Xiang".


Adelia dan Lu Xiang tersenyum senang. "Terimakasih paman. Aku sudah dengar dari Lu Mei bahwa paman ingin membeli resep kue tart? Apa paman ingin membuka toko kue?".


"Tidak, aku ingin menambahkan kue tart dan cupcake untuk hidangan penutup di restoran Fuyuan". Keluarga Cheng sudah tau resep coklat cair namun rasanya tidak sama seperti yang Adelia buat membuatnya berpikir bahwa ada yang kurang dari resep tersebut.


Adelia mengangguk mengerti dan tersenyum lebar. "Aku akan memberikan diskon 20% untuk paman karena paman kolega terdekatku".


"Wow! Kau sangat murah hati Adelia, paman bisa menabung 2.000 koin perak berkat kamu". Manajer Xu tidak menyangka bahwa Adelia akan memberikan potongan besar untuknya.


Adelia mendengus lucu. "Paman terlalu berlebihan, paman adalah kolega terdekat ku jadi wajar aku memberikan harga khusus untukmu, lagipula paman sudah banyak membantuku dan Lu Xiang".


"Kau menganggap paman partner terdekatmu jadi sudah seharusnya paman membantumu Adelia".


Adelia mengangguk setuju, ia memberikan kertas berisi lima resep pada manajer Xu yang dibacakan langsung di tempat. Alis manajer Xu terangkat ketika melihat resep pembuatan coklat cair bahwa ia harus memasukkan minyak ke dalamnya, mungkin ini hal yang kurang dalam resep yang diberikan oleh tuan muda Cheng.


"Jujur saja tuan muda Cheng sudah menyuruh pegawainya untuk membuat coklat cair yang sama seperti yang kau buat Adelia tapi rasanya sangat berbeda. Jelas saja karena mereka tidak menggunakan minyak dan bahan lainnya".


Adelia tertegun dan menyadari bahwa ia tidak bisa lagi menggunakan air sumur teratai untuk merendam buah coklat sebelum proses fermentasi. Sekarang sudah banyak yang tau resep itu darinya akan sangat aneh dan mencurigakan jika rasa coklat cair buatannya masih berbeda jauh dari orang lain.


"Ya paman" Jawab Adelia sekilas.


Manajer Xu meminum teh dan merasa sudah saatnya ia mengutarakan tujuan sebenarnya ia berkunjung ke rumah Lu Xiang.


"Adelia, paman sangat berterimakasih atas 20 kendi sedang yang kau kirim kemarin. Wine anggur itu lebih nikmat daripada sebelumnya, tuan muda Cheng pasti akan senang menerima wine tersebut. Paman ingin bertanya apa kau masih menerima pesanan wine untuk restoran Fuyuan? Masalah buah anggur biar paman atasi".

__ADS_1


Adelia tertegun dan melihat suaminya yang juga menatap kepadanya. Akhirnya datang juga apa yang ia khawatirkan, ia tersenyum meringis.


"Aku bersyukur karena dapat memenuhi pesanan paman sebelum tau kehamilanku. Tapi sekarang akan sangat sulit untuk menerima pesanan wine paman karena membuat wine butuh tenaga besar".


Senyum Adelia menghilang. "Aku juga tidak bisa memberikan tugas ini pada pelayan setelah apa yang Lu Lian lakukan. Maafkan aku karena tidak bisa membantumu paman".


Manajer Xu segera melambaikan tangan tidak setuju. "Kau tidak perlu meminta maaf Adelia, seharusnya paman yang minta maaf karena ingin menyusahkan mu".


Adelia menggeleng. "Paman melakukan ini untuk kebaikanku juga, paman tidak perlu minta maaf".


Suasana menjadi sedikit canggung, manajer Xu segera mengalihkan pembicaraan. "Lu Xiang, apa kau ingin melanjutkan sekolah ke akademi di Fucheng?".


"Ya paman. Aku juga akan membawa Adelia dan adik-adikku untuk tinggal di sana" Lu Xiang meremas lembut tangan istrinya sembari tersenyum.


"Ya, itu memang sudah seharusnya. Jika kau merasa kesulitan mencari rumah yang tepat di Fucheng, kau bisa pergi ke restoran Fuyuan untuk meminta bantuan. Paman akan mengirim surat ke sana untuk memberi kabar".


Manajer Xu pamit setelah berbincang sesaat, membuat Adelia bernapas lega.


Lu Xiang terkekeh geli melihat ekspresi istrinya. "Kau tidak perlu khawatir sayang. Semua akan baik-baik saja".


Adelia mengangguk lega.


Sebelum berangkat ke Fucheng, Lu Xiang membawa denah yang telah ia gambar ke gurunya untuk membahasnya lebih lanjut.


"Hanya beberapa hari kau sudah mendapat pengembangan tentang ide mu?!" Zhao Fan melihat denah tanggul dan irigasi yang digambarkan oleh Lu Xiang dengan rapi dan detail. Ia pun menjadi takjub, ia bahkan sudah melihat hasil jika denah ini diimplementasikan ke dalam kenyataan.


"Aku berusaha keras guru". Lu Xiang ingin membawa nama Adelia sebagai kontribusi dalam selesainya denah yang ia buat namun istrinya menolak keras karena status wanita yang rendah akan membuat orang lain curiga darimana ia bisa tau ide yang sarjana saja tidak mengetahuinya. Adelia tidak ingin membuat dirinya semakin terkenal karena terlalu terkenal seperti pisau bermata dua, akan melukainya jika ia tidak hati-hati.

__ADS_1


"Hahaha. Kau memang murid ku yang paling aku banggakan" Zhao Fan menepuk bangga pundak Lu Xiang sembari tertawa keras.


Tidak ada penambahan apapun dari Zhao Fan tentang denah tanggul dan irigasi tersebut karena ia seperti kebanyakan sarjana yang tidak pernah menginjakkan kaki mereka ke ladang. Zhao Fan hanya memberi pengetahuan cara menghadapi Prefek Zhong dan hal-hal yang perlu Lu Xiang ingat ketika ide tersebut di implementasikan di Fucheng.


Setelah beberapa hari bersama keluarganya, Lu Xiang pun pamit pada Adelia, Lu Cheng dan Lu Shan untuk berangkat lagi ke kota Fucheng. Kali ini ia berangkat melalui jalur laut.


Sebelumnya, Adelia sudah memberikan 20.000 untuk ia tukarkan menjadi uang kertas bernilai 1000 perak per satu uang kertas di bank kerajaan, itu karena membawa banyak sekali koin perak dapat membuat orang lain menjadi serakah. Tidak hanya itu, ia juga menyewa petugas yamen di kota Cheng untuk menemaninya ke kota Fucheng untuk antisipasi terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan karena ia membawa uang yang banyak.


"Kau harus menjaga makan tepat waktu dan suruh Lu Mei dan Lu Yan jika kau mengidam sesuatu, kau juga tidak boleh memasak karena aku cepat kelelahan. Kau mengerti sayang?".


"Ya ya. Aku mengerti" Adelia mengangguk cepat mendengar nasehat bawel suaminya.


Lu Xiang tersenyum pasrah. Ia tau bahwa nasehatnya hanya masuk ke kuping kanan keluar kuping kiri bagi istrinya, ia pun membelai rambut Lu Cheng dengan lembut.


"Kakak minta maaf karena tidak dapat merayakan ulang tahunmu bersama Lu Cheng. Kakak janji akan membawakan hadiah dari Fucheng".


"Bagaimana denganku kak?" Timpa Lu Shan yang juga ingin menunjukkan eksistensinya.


"Kau juga bocah kecil. Aku akan memberikan hadiah padamu".


"Tidak apa-apa kak. Itu bukan masalah besar, kau harus membuat Prefek Zhong menyukaimu agar keluarga lebih aman ketika tinggal di Fucheng nanti".


Adelia dan Lu Xiang menggeleng kepala pasrah akan nasehat dewasa yang Lu Cheng katakan.


"Aku akan berusaha kuat untuk itu. Kau tenang saja disini".


Lu Xiang memeluk dan mengecup kening Adelia dengan lama sebelum melepaskannya dengan enggan. Ia pun naik kereta kuda yang akan mengantarkannya ke dermaga bersama tiga orang petugas yamen yang ia sewa.

__ADS_1


__ADS_2