
Musim dingin datang lebih awal dari biasanya membuat kota Cheng di lapisi warna putih oleh salju yang tebal hingga membuat orang-orang enggan keluar rumah.
Semenjak musim dingin tiba dan buah coklat kehabisan stok karena bukan lagi musim panen, restoran Fuyuan meminta stok terakhir yang mereka bawa pada Adelia agar coklat yang hasilkan diserahkan semua untuk restoran Fuyuan tanpa meninggalkan sebagian untuk gadis itu seperti yang dilakukan sebelumnya.
Di ibukota sudah ada yang menjiplak resep coklat cair buatan Adelia setelah tau sumber buahnya namun buatan mereka tidak lebih enak dari buatan Adelia yang direndam buahnya dengan air sumur teratai terlebih dahulu sebelum mengfermentasikannya sehingga bisnis gadis itu dengan manajer Xu tidak berpengaruh.
Kurangnya stok buah coklat membuat Adelia tidak lagi menjajakan kue tart berbahan coklat untuk dijual dan hanya menjual kue tart red velvet dan kue tart buah, cupcake dengan berbagai macam warna serta kue tart salju yang kaya akan krim.
Adelia hanya menerima pesanan kue coklat terbatas dari pelanggan yang mempunyai 10 voucher silver, hal itu membuat kue coklat menjadi kue high-end yang hanya dapat di cicipi oleh orang-orang tertentu.
Adelia menyisip coklat panas sembari menatap salju yang turun dari langit dari balik jendela kaca yang sudah ia pasang sebelumnya. Tidak terasa ia sudah berada hampir setengah tahun di dunia ini bersama dengan suami dan adik-adiknya.
Sepasang tangan kekar memeluk Adelia dari belakang tanpa kata dan ikut menatap butiran salju tanpa kata. Lu Xiang mencium bahu, leher dan pipi istrinya sebelum Adelia menghindar. "Jangan menggangguku"
"Pemandangan di luar tidak seindah wajah suamimu Adelia. Apa kau sudah tak sayang lagi padaku?" Lu Xiang komplain dengan nada imut.
Adelia tercengang dan speechless akan omong kosong percaya diri suaminya, ia mendengus tidak percaya.
"Semakin hari kau semakin narsis suamiku, apa aku memberimu makan terlalu banyak hingga narsis mu yang naik beberapa level bukan berat badanmu? Sepertinya aku harus mengurangi jatah makan mu" Adelia mengatakan dengan wajah serius namun nada bercanda.
Lu Xiang terkekeh halus, ia berbisik pada istrinya. "Kalau kau mengurangi jatah makan ku maka kau harus kompensasi dengan jatah lainnya".
Suara rendah dan seksi membuat wajah Adelia memerah karena kompensasi apa yang suaminya bicarakan. "Kau...". Ia menghela napas panjang, semakin tebal muka Lu Xiang semakin ia tidak bisa menang melawan kata dengan laki-laki itu.
__ADS_1
Lu Xiang tertawa renyah lalu kembali mengecup pipi Adelia beberapa kali.
"Tiga hari lagi ulang tahun Lu Shan sekaligus tahun baru, aku sudah menyiapkan pesta kecil dan kadonya. Menurutmu apa lagi yang harus aku persiapkan?" Adelia segera mengalihkan pembicaraan ketika tangan Lu Xiang mulai turun ke pinggangnya.
Lu Xiang diam sesaat lalu menjawab. "Kau bisa menyiapkan yi mien".
Yi mien adalah mie panjang umur yang dibuat sangat panjang melambangkan hidup sehat hingga tua, biasanya yi mien dibuat oleh seorang ibu pada anaknya.
Adelia menyadari bahwa ia salah bicara, ia pun kembali mengubah topik pembicaraan. "Menurutmu apa aku harus berkunjung ke rumah keluarga Miao?".
Berkunjung pada hari tahun baru adalah tradisi turun temurun di Kerajaan Murong, hari libur besar dimanfaatkan oleh anak-anak yang berkeluarga untuk berkunjung ke rumah orang tua mereka, terlebih anak perempuan yang tinggal jauh dari keluarga maternalnya.
Lu Xiang menyadari ekspresi istrinya yang tidak ingin membuatnya sedih dengan masa lalu, matanya memancarkan kelembutan dan kembali menghujani Adelia dengan kecupan singkat. "Apa kau mau berkunjung?".
Adelia berpikir sesaat lalu mengangguk. "Miao Sheng satu kelompok denganmu, akan jadi omongan orang jika aku tidak berkunjung ke rumah nenekku sendiri". Ia tidak ingin dirinya menjadi beban bagi suaminya yang akan mengikuti ujian.
"Tapi aku tidak mau memberi hadiah yang banyak pada mereka" Adelia memanyunkan bibir dengan ekspresi tidak rela. Biarlah orang berkata kalau dia pelit, ia tidak ingin menyenangkan orang yang hanya membuat masalah padanya.
Mata Adelia bersinar ketika menemukan solusi dari masalahnya. "Aku akan membungkus rapi dan mewah tapi isinya hanya hadiah biasa biar orang berpikir kalau kita memberi hadiah istimewa pada keluarga Miao, hehe walaupun nenek Miao dan bibi komplain namun tidak akan ada yang percaya" Ia tertawa licik membayangkan ekspresi neneknya ketika melihat isi dari hadiah yang mereka bawakan.
Lu Xiang tersenyum geli melihat ekspresi licik istrinya yang seperti rubah kecil yang sedang mensiasati sesuatu.
"Kita juga harus menyiapkan hadiah untuk kepala desa dan tetua desa Miao juga" Tambah Lu Xiang.
__ADS_1
Adelia mengangguk setuju.
&&&
Tahun baru imlek adalah hari yang ditunggu oleh masyarakat di Kerajaan Murong, orang-orang sibuk menyiapkan persiapan untuk menyambut hari besar itu dengan membersihkan rumah luar dalam, mengubah dekorasi ruangan dengan warna merah yang meriah dan memasang lentara lampion khas masyarakat china berwarna merah di dalam atau di luar rumah mereka membuat suasana kota menjadi meriah dan di penuhi oleh berkah.
Begitu juga dengan rumah keluarga Lu Xiang, para pelayan sibuk memasang lentera di setiap sudut luar rumah serta mengubah dekorasi rumah ataupun mengganti perabotan rumah dengan baru membuat Lu Shan dan Lu Cheng yang jarang melihat perayaan di rumah mereka merasa senang dan bertambah semangat.
Toko kue De Xiang sudah tiga hari tutup untuk menyambut perayaan Imlek namun pesanan kue terus berdatangan ke rumah Adelia membuat gadis itu akhirnya memutuskan hanya menerima pesanan dari beberapa orang saja, walaupun banyak yang kecewa namun mereka tidak mengatakan apapun karena tau bahwa tidak mungkin menerima semua pesanan kue tart tersebut.
Malamnya Adelia memakaikan jaket musim dingin, sarung tangan serta topi rajut berbentuk kepala hewan harimau dengan perpaduan warna kuning hitam ke kepala Lu Shan dan Lu Cheng.
Lu Shan melihat tangan dibungkus sarung tangan dengan pola yang sama, mengepalkan tangan dan melepaskan beberapa kali lalu mengangkat kepala melihat topi imut di kepalanya dan tersenyum pada Adelia membuat hati gadis itu meleleh dan merasa gemas.
Setelah makan sehat dan teratur selama beberapa bulan ini serta berkat air sumur teratai, Lu Shan dan Lu Cheng tumbuh gemuk berisi, wajah kuning kusam keduanya menjadi putih bersih dengan pipi gembul layaknya kebanyakan anak kecil lainnya seperti anak keberuntungan di stiker hadiah.
Terlebih setelah memakai jaket merah berbulu menambahkan kesan imut kedua anak laki-laki itu. Adelia tidak mampu menahan diri dan memeluk erat adik iparnya dan menciumnya membuat Lu Shan tertawa cekikikan.
Lu Cheng menghela napas panjang melihat bayangan dirinya di cermin kaca, mulutnya berdenyut speechless menatap betapa imutnya ia sekarang ini, tidak ada kesan elegan dan wibawa sedikit dari dirinya sepertu kakaknya.
"Kak Adel, apa topinya tidak ada yang lain?" Lu Cheng menutup matanya dan membalik badan, tidak mampu lagi melihat pancaran dirinya di cermin.
"Kenapa? Apa kau tidak suka dengan topi harimau ini? Aku punya topi lain seperti topi kelinci dengan telinga panjang, topi rubah dengan telinga runcing atau topi rusa yang ada tanduknya. Kau ingin yang mana?" Adelia memesan beberapa set sarung tangan dan topi rajut yang lucu untuk masing-masing adiknya.
__ADS_1
Lu Cheng tercengang, mulutnya hingga terbuka dengan wajah pasrah menerima nasibnya.