Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Reuni dan perasaan Li Yueyin


__ADS_3

Keesokan harinya, Adelia dan Lu Xiang menyambut kedatangan Xiaowen dengan mengundang untuk sarapan bersama.


"Xiaowen!".


"Adelia".


Keduanya memeluk erat saling merindukan satu sama lain. "Tidak lama lagi kau akan memiliki momongan, selamat ya".


"Kau juga akan menyusul".


Keduanya tertawa riang bersama lalu Li Jin memperkenalkan adik perempuannya pada Adelia dan Lu Xiang.


Li Yueyin tertegun melihat ketampanan teman kakaknya, tinggi semampai, dada bidang dan temperamen elegan yang kharismatik membuat ia seketika jatuh cinta pada pandangan pertama.


Mata Li Yueyin tidak berkedip menatap Lu Xiang yang hanya fokus pada senyuman Adelia sampai Li Jin menyebut namanya.


"Kenalkan ini adik perempuan ku satu-satunya, namanya Li Yueyin, aku tidak menyangka bahwa ia ikut ke Fucheng bersama dengan Xiaowen. Maaf tidak memberitahu kalian sebelumnya".


"Kau tidak perlu meminta maaf Li Jin. Satu dua orang tidak akan mempengaruhi apapun, lagipula istriku akan punya teman tambahan untuk berbincang".


Li Jin tersenyum lega.


"Li Yueyin, ini teman kakak, Lu Xiang dan istrinya Adelia".


"Halo kak Xiang. Halo kak Adel, apa kabar?".


Xiaowen menarik ujung pakaian adik iparnya dan berbisik. "Kau harus memanggil mereka tuan Lu dan nyonya Lu".


Raut wajah Li Yueyin berubah, ia


membuat raut wajah seakan dibully oleh Xiaowen. "Maaf kakak ipar. Aku tidak tau, tolong jangan marah".


Baik Adelia maupun Lu Xiang menaikkan alis mereka melihat sikap Li Yueyin, sepertinya hubungan keduanya lebih buruk dari yang mereka bayangkan. Adelia tau bahwa Xiaowen tidak begitu dihargai oleh keluarga Li karena belum memiliki anak dan ia menceritakan itu pada suaminya.


"Tidak apa-apa. Kenalkan juga ini kedua adik Lu Xiang, Lu Cheng dan Lu Shan, ayo sapa nona Li" Ucap Adelia. Ia dapat memastikan bahwa ia tidak akan akur dengan gadis kecil ini.


"Halo nona Li" Lu Cheng yang sudah melihat gerak-gerik Li Yueyin menyapa datar namun hormat dengan sedikit menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Halo nona Li" Sapa Lu Shan yang mengikuti kakaknya.


"H-hai. Senang bertemu dengan kalian, maaf jika kakak tidak membeli oleh-oleh untuk kalian". Respon berbeda oleh Adelia membuat Li Yueyin sedikit merasa canggung.


"Tidak apa-apa nona Li".


Suasana sedikit canggung membuat Li Jin menyadari sesuatu yang aneh namun Lu Xiang segera memperbaiki situasi tersebut dengan mengajak Li Jin dan keluarganya untuk sarapan.


Selama sarapan, kedua keluarga itu berbincang tentang perjalanan Xiaowen dan Li Yueyin. Walaupun Adelia banyak berbicara dengan Xiaowen namun ia juga menanyakan sesuatu pada Li Yueyin akan gadis itu tidak merasa diacuhkan, bagaimana pun gadis itu tamu di rumah ini.


Baik Adelia dan Xiaowen menyadari tingkah memalukan Li Yueyin yang sering melirik ke arah Lu Xiang, lelaki yang sudah menikah, lebih buruknya adalah teman kakaknya yang ingin membantu keluarganya.


Hal itu membuat Xiaowen panik dan melirik cemas pada Adelia, takut bahwa temannya juga menyadari hal itu. Walaupun ia tumbuh dalam keluarga sederhana dan berpikiran naif namun ia juga seorang wanita yang sudah menikah dan tau seperti apa pandangan wanita yang tertarik pada lawan jenisnya.


Xiaowen akhirnya memutuskan untuk berbicara banyak hal pada Li Yueyin untuk mengalihkan perhatian gadis itu lalu segera pamit pada Adelia setelah selesai sarapan dan menarik tangan Li Yueyin.


"Yueyin, katakan padaku apa kau tertarik pada tuan Lu? Teman kakakmu sendiri?! Dan yang lebih parah mereka sudah berbaik hati menolong keluarga kita!!".


Li Yueyin yang merasa kesal karena ditarik tangan oleh Xiowen tertegun. Ia tidak menyangka bahwa kakak iparnya menyadari perasaannya.


"Jawab Yueyin?!!".


Xiaowen tertegun dan menatap tidak percaya. "Apa kau tau Adelia teman baikku?! Dia yang membantu perekonomian keluarga kita?! Apa kau tau konsekuensi dari tindakan mu Yueyin!!". ia tidak ingin karirnya hancur hanya karena adik iparnya yang sama sekali tidak dekat dengannya.


"Memangnya kenapa? Kak Xiang belum memiliki selir kan! Aku ingin menjadi selir kak Xiang".


"Yueyin!!!" Xiaowen berteriak histeris namun ia mendengar suara langkah orang dan segera merendahkan suaranya.


"Kau akan menyesal jika melakukan itu. Tuan Lu sama sekali tidak memiliki keinginan untuk punya selir. Kau pikir perempuan desa seperti mu akan membuatnya tertarik?! Bahkan gadis bangsawan pun tidak akan membuatnya berubah pikiran!!". Setelah tinggal di kota Cheng, sedikit banyak ia tau apa informasi mengenai keluarga Lu sebelumnya, berita tentang laki-laki itu menolak banyak lamaran yang datang padanya masih membuat sebagian orang mengingatnya.


Wajah Li Yueyin memerah malu, ia merasa terhina oleh perkataan kakaknya dan ingin berteriak emosi namun kakaknya masuk ke rumah membuatnya harus meredam amarah.


"Aku akan berangkat ke akademi bersama Lu Xiang. Kau dan Yueyin tinggal dan bersikap baik di sini, jangan berbuat tingkah yang akan mengganggu kakak ipar Adelia. Kalian mengerti?".


"Ya suamiku/kak".


"Kak. Aku akan mengantar mu".

__ADS_1


"Tidak perlu, Li Jin hanya pergi ke akademi bukan ke tempat jauh kau tidak perlu mengantarnya" Xiaowen segera melarang.


Li Yueyin menghentakkan kakinya begitu emosi. "Aku sudah lama tidak melihat kak Jin. Apa salahnya aku mengantar kakakku sendiri".


Li Jin tersenyum pasrah. Ia akhirnya membiarkan adiknya mengantarnya ke luar rumah walaupun Xiaowen berusaha keras melarang.


Ketiga pergi ke pintu gerbang utama melihat Adelia dan Lu Xiang yang mengantar Lu Cheng dan Lu Shan naik ke kereta.


"Kak Adel, aku tidak suka nona Li". Lu Cheng berbisik, tidak peduli dibawah pengawasan kakaknya.


Adelia tersenyum geli bercampur kecut. "Kau tenang saja, dia lebih muda 1000 tahun untuk bersaing denganku. Adelia".


"Apa yang kalian bisikkan?" Melihat istri dan adiknya yang melihat aneh padanya membuat Lu Xiang penasaran.


"Tidak ada/rahasia" Keduanya menjawab serentak lalu tertawa lucu membuat Lu Xiang semakin penasaran. Ia ingin memeluk istrinya namun kedatangan Li Jin dan keluarganya membuatnya mengurungkan niat.


Lu Cheng dan Lu Shan berangkat ke akademi sembari melambaikan tangan pada Adelia dan Lu Xiang.


"Ayo kita pergi" Lu Xiang membelai rambut dan mencubit gemas hidung Adelia sebelum pamit.


Adelia melirik Li Yueyin yang masih melihat kereta yang sudah berjalan jauh lalu memindahkan pandangannya pada Xiaowen yang memiliki raut wajah tidak nyaman.


"Xiaowen, apa kau punya waktu?".


"Tentu saja. Sebentar aku akan mengambil buku keuangan, aku akan menjelaskan tentang perkembangan usaha toko De Xiang". Xiaowen tidak peduli pada Li Yueyin dan melangkah pergi namun gadis itu menahannya.


"Kakak ipar. Apa aku boleh bergabung? Aku akan sendirian di rumah jika kau pergi".


"Tidak Yueyin. Aku akan membahas bisnis bersama Adelia".


"Hanya sebentar saja kakak ipar. Walaupun kau selalu mengacuhkan ku tapi sekarang aku berada jauh dari rumah dan merasa kesepian. Aku.." Li Yueyin mengerat giginya kesal lalu melirik dengan tatapan penuh harap pada Adelia agar diberikan izin namun tentu saja Adelia tidak mengikuti jalan permainannya.


"Nanti sore kita bisa pergi toko De Xiang di sampingnya ada taman cantik, kau pasti menyukainya". Adelia mengangguk pada Xiaowen dan melangkah pergi.


"Nyonya, sepertinya ada kelinci yang ingin membuat lubang di rumah ini". Ucap Lu Mei yang sedari tadi hanya berdiri diam di samping Adelia. Tindakan naif itu bahkan dapat disadari oleh siapapun yang memiliki sedikit pengalaman.


Adelia tersenyum miring. "Dia hanya seekor hamster".

__ADS_1


Lu Mei tertawa lucu, seekor hamster yang mirip dengan tikus. Betapa rendahnya nilai yang majikannya berikan untuk Li Yueyin yang masih ingusan.


__ADS_2