Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Kedatangan tamu arogan


__ADS_3

Usaha kue Adelia berjalan dengan baik dan sukses, apalagi ketika musim panas datang membuat banyak pelanggan yang menyukai minuman dan kue di toko De Xiang menjadi pelanggan tetap, mereka tidak hanya datang bersama teman atau keluarga bahkan bersama kolega.


Hal itu membuat stok coklat bubuk atau coklat cair yang Adelia kumpulkan baik dari dunia modern maupun tahun lalu habis namun beruntung Lu Tian membawa pulang buah coklat baru yang warga desa temukan di hutan untuk diproses menjadi coklat bubuk atau coklat cair.


Karena pelanggan yang banyak yang dapat membuat pesaing lainnya menjadi panik, Lu Niang mengatakan ada dua kali kejadian yang berusaha memperburuk citra toko De Xiang seperti membeli kue dan menaruh kecoa dan rambut di dalamnya atau membuat kegaduhan dengan mengeluh pelayanan yang buruk yang dilakukan oleh pegawai.


Namun Lu Niang dan manajer Bai yang menjadi manajer toko De Xiang dapat mengatasi kejadian tersebut tanpa melibatkan Adelia.


Adelia merasa lega dan memberikan otoritas sepenuhnya kepada Lu Niang dan manajer Bai.


Tidak hanya toko De Xiang, taman kecil di samping toko juga sudah di sewa beberapa kali oleh sarjana yang membuat perkumpulan acara minum teh atau membahas puisi dan buku konfusius. Berbeda dengan prediksi Adelia, taman kecil itu hanya di sewa oleh para sarjana saja, tidak oleh para gadis dari keluarga besar dan berpengaruh karena mereka mengadakan acara di rumah mereka masing-masing.


"Sudah berapa banyak stok coklat yang sudah dibuat?"


"Sudah ada dua puluh kendi sedang nyonya. Lu Tian masih mencari buah asam lonjong lainnya dari desa ke desa". Sekarang Lu Mei menjadi pelayan pribadi Adelia, dikarenakan kehamilan yang mencapai lima bulan lebih, Lu Xiang tidak mengizinkan lagi Adelia untuk bekerja dan hanya menyuruh pelayan saja jika ingin sesuatu.


Adelia mengangguk mengerti. "Untuk selai buah?"


"Selai buah sudah ada lebih dari 40 toples nyonya. Apa kita masih ingin membuatnya?"


"Tidak perlu. Berbeda dengan kue, selai buah tidak habis begitu cepat karena jumlahnya banyak. Sekarang fokus pada wine anggur dan rosella serta coklat saja".


Lu Xiang membeli tiga budak perempuan untuk membersihkan rumah dan memasak, sedangkan Lu Yan dan Lu Fang fokus pada bagian produksi.


"Baik nyonya".


"Nyonya. Ada tamu datang, beliau mengatakan berasal dari keluarga Zhong".


Adelia tertegun. "Segera bawa mereka masuk ke ruang tamu".


"Lu Mei buatkan teh berkualitas tinggi dan kue puding ke ruang tamu".


"Baik nyonya".

__ADS_1


Adelia segera mengganti pakaiannya dengan lebih formal lalu melangkah ke ruang tamu.


Alisnya terangkat karena bukan melihat Qiao Xue namun wanita tiga puluh tahunan yang berpakaian glamor, dia didampingi oleh dua orang pelayan wanita.


"Selamat datang di kediaman keluarga Lu. Maaf, jika saya boleh tau anda siapanya keluarga Zhong?". Adelia tetap menyapa hormat.


Wanita berambut sanggul itu menatap Adelia dari atas hingga ke bawah seakan sedang menilai apakah ia pantas berbicara dengannya. Hal itu membuat kening Adelia mengernyit tidak nyaman.


"Ada gerangan apa anda berkunjung kemari?" Melihat tatapan remeh wanita itu, Adelia tidak ingin lagi berbasa-basi dan segera ke pokok pembicaraan.


Wanita tersebut duduk dengan pongah "Kau nyonya Xiefu?" Suara arogan dan pertanyaan retoris membuat Adelia ingin memutar jengah bola matanya.


"Ya, saya sendiri. Anda siapa nyonya?".


"Aku dari keluarga Zhong. Bukankah aku sudah mengatakan itu pada pelayan mu?".


"Mengapa dia bertanya itu lagi? Apa dia tidak percaya kita dari dari keluarga Prefek Zhong?".


"Ya, semua orang tau bahwa nyonya Zheng berasal dari keluarga Zhong. Apa dia tidak tau apapun berita yang beredar di Fucheng?".


Lu Mei yang sedang meletakkan minuman dan kue menatap dingin pada dua pelayan. Peliharaan akan bersikap seperti majikannya, sepertinya wanita di hadapannya datang dengan maksud tidak baik.


Adelia tertegun, baru kali ada budak yang bertingkah seakan statusnya sama dengannya. Ia menatap Liang Chenyue dan masih tersenyum manis.


"Apa Qiao Xue yang menyuruh nyonya kemari?".


Liang Chenyue tertegun karena tidak menyangka bahwa Adelia kenal dengan Qiao Xue.


"Kau mengenal kakak ipar Qiao Xue?"


"Apa Qiao Xue yang menyuruh nyonya kemari?" Adelia tidak menjawab dan kembali mengulang pertanyaannya.


Liang Chenyue mendengus sinis karena mengira bahwa Adelia hanya memakai nama kakak iparnya untuk membuatnya takut. "Namaku Liang Chenyue, nyonya Zheng. Aku pemilik dua toko kue tart di bagian luar kota".

__ADS_1


Ia sebenarnya berasal dari keluarga Liang yang tinggal di kota Jinzhou yang 4 jam perjalanan dari Fucheng.


Keluarga Liang salah satu keluarga sarjana. Ayah dan pamannya bekerja di kantor walikota Jinzhou hingga menjadi kaki kanan walikota. Hal itu karena bibinya Liang Munxi menikah dengan suaminya yang kini menjadi Prefek Zhong.


Dengan payung Prefek, keluarga Liang sangat disegani membuat Liang Chenyue yang tumbuh dimanja menjadi sangat arogan, ia jatuh cinta pada Zheng Ping yang juga berasal dari keluarga sarjana namun ia sendiri memilih untuk menjadi pebisnis.


Setelah menikah selama 10 tahun dan di karunia tiga anak, suami Liang Chenyue memutuskan untuk pindah ke Fucheng karena ingin membuka toko kue tart yang resepnya ia dapatkan dari Adelia.


Dengan mengandalkan status keluarga Zhong, Liang Chenyue dengan mudah mendapatkan toko dengan letak wilayah strategis dan cepat beradaptasi dengan kalangan wanita dari keluarga terpandang, itu semakin membuat arogansinya meningkat dan meremehkan orang-orang yang tidak punya keluarga dengan status tinggi di Fucheng.


Ia dan suaminya membuka dua toko kue tart di Fucheng dan yakin bahwa toko kue unik mereka akan sangat laris. Ketika suaminya melakukan perjalanan bisnis untuk menginspeksi toko kue dan kain di kota lainnya, ia lah yang akan memimpin pengelolaan toko kue di Fucheng.


Namun ia tidak menyangka bahwa ada keluarga baru yang entah berantah membuka toko kue yang sama dengannya dan malah menambah menu baru yang membuat toko kue miliknya menjadi sepi pelanggan.


Liang Chenyue sebenarnya sudah membayar orang untuk membuat citra toko De Xiang menjadi buruk namun tidak satupun yang berhasil dan itu membuatnya semakin kesal dan akhirnya mendatangi rumah Adelia.


Adelia akhirnya menyadari tujuan dari Liang Chenyue datang ke rumahnya. Mendengar baik marganya atau marga suaminya bukan dari Zhong membuat Adelia sedikit menghela napas lega. Berurusan dengan keluarga Prefek akan sangat menyusahkan suaminya yang proyek idenya masih dijalankan.


"Senang bertemu denganmu nyonya Zheng. Ada keperluan apa kau kemari?".


Perubahan sikap Adelia tidak hanya membuat Liang Chenyue tertegun namun juga kedua pelayannya.


"Nyonya. Bersikap hormat lah pada nyonya Zheng, statusnya lebih tinggi darimu".


"Ya. Istri Prefek adalah bibi nyonya Zheng. Apa kau tidak tau konsekuensi membuat nyonya kami marah? Kau bahkan bisa terusir dari kota ini".


Liang Chenyue hanya diam membiarkan kedua pelayannya berbicara, ia telah mencari informasi tentang Adelia dan suaminya, namun sikap arogansi wanita itu yang selalu memandang rendah orang lain membuatnya tidak mencari lebih detail informasi pasangan Lu tersebut ketika tau bahwa mereka pendatang dari kota kecil Cheng. Sehingga ia dengan percaya diri datang ke kediaman Lu dan bersikap seolah tujuannya pasti akan tercapai.


"Tutup mulut kalian!. Kalian tidak punya tempat di sini, aku sedang berbicara dengan majikan kalian!" Pelayan tidak sadar diri harus diperingatkan agar tidak berpikir bahwa status mereka sama.


Tatapan tajam dan nada tegas membuat kedua pelayan Liang Chenyue terdiam. Adelia kembali tersenyum manis pada Liang Chenyue, ia tidak tau bagaimana hubungan wanita ini dengan istri Prefek Zheng sehingga ia tidak bisa lepas kendali dan membuat hubungan suaminya dengan Prefek Zhong menjadi renggang.


"Baiklah nyonya ZHENG. Ada gerangan apa anda datang kemari? Ini pertanyaan saya yang ketiga kalinya"

__ADS_1


Liang Chenyue terkejut dan menjadi karena Adelia memarahi pelayan yang secara tidak langsung juga sedang memarahinya. Apalagi setelah mendengar pertanyaan cemooh dari wanita di hadapannya.


"Kau!!"


__ADS_2