Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Lu Xiang yang bucin


__ADS_3

Kaca termasuk barang mewah karena baru beberapa tahun ini tersebar di dinasti Murong dari arah barat sehingga hanya orang-orang kaya saja yang dapat memesannya. Kaca biasanya hanya digunakan sebagai jendela saja, tidak ada orang gila yang memesan kaca hanya untuk membuat rak jualan.


Karena barang mewah, kaca tidak dijual di kota kecil seperti kota Cheng oleh karena itu ia harus pergi ke distrik Qingchen untuk memesannya.


"Darimana kau dapat gambar ini pelajar Lu?" Pengrajin kayu takjub melihat gambar yang Lu Xiang perlihatkan.


"Apa pengrajin Su bisa membuatnya?" Lu Xiang tidak menjawab pertanyaan tersebut.


Pengrajin Su yang terkenal di distrik Qingchen mengangguk. "Tapi akan sangat mahal. Kau tau sendiri pelajar Lu bahwa kaca adalah barang yang langka".


Lu Xiang sudah menduga akan hal itu, sesaat ia ragu namun tetap mengangguk. "Kira-kira berapa harga pembuatannya?"


"Sekitar 7 koin perak"


Lu Xiang terkejut, 7 koin perak dapat digunakan selama satu tahun penuh oleh masyarakat biasa dan itu hanya untuk sebuah rak meja jualan?!!.


Bibir Lu Xiang berdenyut speechless. 7 koin perak bahkan dapat membeli rumah kecil dengan sedikit pekarangan di kota Cheng.


Lu Xiang membuka dan menutup mulutnya beberapa kali hingga akhirnya pasrah dan setuju. Ia tidak tau bahwa toko kue akan menghabiskan uang yang sangat banyak bahkan sebelum membukanya!. Ia memberi uang panjar dan pulang dengan ekspresi tidak rela.


Adelia tertegun melihat melihat raut wajah suaminya.


"Kau kenapa Lu Xiang?"


Lu Xiang menghela napas panjang. "Toko kue mu sangat mahal Adel. Untuk rak kuenya saja menghabiskan 7 koin perak".


Adelia tertegun, tidak menyangka bahwa kaca sangatlah mahal namun ia tetap memesannya. "Aku ingin membuat toko kue eklusif untuk kalangan atas jadi penampilannya harus elegan, tidak apa mahal nanti juga akan balik modal".


Adelia masih 9 koin perak dari penjualan pil hawthorns dan masih cukup sebelum menjual coklat pada restoran Fuyuan.


Siangnya mereka mulai membersihkan toko, sebelum melukis lanskap menggunakan cat minyak. Ia bersyukur setidaknya ia dapat melukis dengan kualitas yang bagus sewaktu ia masih kuliah.


Adelia menghabiskan tiga hari sebelum lanskap selesai lalu menempelnya di dinding. Kursi dan meja kasir serta tempat duduk menunggu untuk pelanggan sudah selesai di kerjakan, tinggal menunggu etalase kaca dari pengrajin Su sebelum dapat membuka perdana toko kue.

__ADS_1


&&&


"Lu Xiang! Aku tidak menyangka bisa melihatmu di sini. Apa kau kembali bersekolah?" Seorang pemuda berambut panjang yang di sanggul sebagian memakai tusuk konde dari batu jade, sang pemuda memakai baju elegan yang dipakai oleh pelajar dari kalangan bangsawan dan pebisnis.


"Chen Xirang?".


Chen Xirang memukul pundak Lu Xiang dengan senang. "Senang melihatmu lagi sobat".


Lu Xiang tersenyum kecil. Chen Xirang adalah salah satu temannya di Akademi, bersama Song Yuan dan Wang Tianjin yang ia dengar sudah lulus ujian perfektur. Ia mengira bahwa Chen Xirang juga lulus karena tidak melihatmu di Akademi.


"Apa kabarmu?"


Chen Xirang mengangguk. "Baik. Bagaimana denganmu?".


"Aku juga baik" Lu Xiang berhenti sesaat. "Mengapa kau masih disini?". Walaupun akan canggung menanyakan hal itu namun ia tetap menanyakan karena temannya tidak kalah cerdas dari dua temannya yang lain jadi tidak mungkin jika mereka lulus dan dia tidak.


Chen Xirang mengangkat bahu pasrah. "Aku sakit dan tidak bisa ikut ujian". Chen Xirang berasal dari keluarga Chen yang merupakan pebisnis, ayahnya yang kaya raya memiliki banyak selir sehingga keadaan keluarga menjadi lebih rumit dari keluarga biasa.


Chen Xirang adalah anak kedua dari istri sah, kakaknya akan menjadi pewaris bisnis dan ia berniat menjadi pejabat sehingga dapat melindungi keluarganya karena pada hakikatnya pebisnis merupakan status paling rendah di dinasti Murong sesudah pelayan dan budak.


Sewaktu Chen Xirang mulai sekolah di Akademi, ia sering tatapan meremehkan atau ekspresi mencemooh dari kalangan pelajar lainnya. Beruntung ia berteman dengan Lu Xiang hingga dapat berteman dengan Song Yuan dan Wang Tianjin melalui Lu Xiang.


Lu Xiang menghela napas mendengar jawaban Chen Xirang namun disaat bersamaan juga senang ada teman yang menemaninya untuk ujian bersama. Ia menepuk pundak Chen Xirang. "Kita bisa mengikuti ujian bersama".


Chen Xirang mengangguk setuju.


&&&


"Aku pulang".


"Kakak sudah pulang?!" Lu Chen dan Lu Shan yang asik duduk di kursi pekarangan belakang berlari menghampiri Lu Xiang.


"Dimana Adelia?" Lu Xiang membelai lembut kepala kedua adiknya.

__ADS_1


"Kak Adel di dapur kak" Lu Shan menjawab antusias, hari ia akan makan bakso ikan dan ayam krispi lagi, mendengarnya namanya saja sudah membuat air liurnya mengenang.


Lu Xiang hanya tersenyum dan melangkah tidak sabar ke dapur. Ia melihat Adelia yang sibuk membalut paha ayam dengan tepung lalu membasahi dengan telur sebelum membalut kembali dengan tepung sembari di remas sebelum mencelupkannya ke minyak.


"Aku pulang" Suara lembut keluar tanpa bisa Lu Xiang cegah.


Adelia menoleh dan tersenyum manis. "Kau sudah pulang Lu Xiang, cuci tanganmu sebentar makan malamnya siap".


Lu Xiang berjongkok dan memeluk istrinya, menghirup dalam aroma tubuh yang selalu ia rindukan. "Um"


Adelia mendorong pelan suaminya, semenjak ciuman pertama mereka Lu Xiang menjadi begitu lengket dan tidak malu dalam memeluk dan menciumnya ketika ingin tidur, pergi ke Akademi maupun pulang darinya membuat wajahnya banyak memerah tanpa ampun. Di satu sisi ia senang dengan perubahan itu namun di sisi lain ia belum bisa beradaptasi dengan tingkah laku suaminya.


"Jangan menggangguku. Sebentar lagi makan malam siap. Panggil Lu Chen dan Lu Shan".


Lu Xiang masih diam memeluk erat istrinya. "Aku merindukan mu". Ia menjadi bucin setelah mencium Adelia yang membuatnya selalu ingin mencicipi bibir ranum istrinya.


Wajah Adelia semakin padam. "Lu Xiang" Ucapnya dengan nada peringatan.


"Um, apa kau merindukan mu" Bisik Lu Xiang di telinga Adelia membuat gadis itu semakin meringkuk di dalam dekapannya.


"Aku... " Saking malunya Adelia, ia tidak dapat mengucapkan apapun, wajahnya memanas hingga matanya mulai mengeluarkan air mata.


"Apa istriku?" Lu Xiang yang dimabuk cinta semakin mendekap istrinya.


"A-aku merindukanmu. Apa kau puas seka... "


"Kakak sedang apa?"


Suara Lu Xiang membuat keduanya tertegun dan Adelia mendorong Lu Xiang kuat hingga terjerambab duduk di tanah.


"Ka-kami tidak melakukan apapun Lu Shan. Apa kau sudah lapar, cepat ambil piring, sumpit dan gelas, sebentar lagi ayam krispi akan matang". Jelas Adelia dengan wajah memerah.


Walaupun tatapannya masih curiga, Lu Shan tetap mengangguk nurut.

__ADS_1


Adelia bernapas lega melihat bayangan adiknya menghilang sedangkan sang pelaku duduk di atas lantai tanah dan tertawa pelan. Menggoda gadis itu sangatlah menyenangkan.


"Humph!" Adelia mendengus kesal dan kembali memasak.


__ADS_2