Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Berangkat ke ibukota


__ADS_3

"Ayah juga akan merindukan Baobao" Lu Xiang mencubit pelan pipi anaknya lalu menghela napas panjang dan mulai memeriksa kembali barang yang akan ia bawa. Ia akan pergi ke ibukota bersama Wang Jiayou, Wang Tianjin dan Zhang Yunlei.


"Semua sudah siap sayang" Lu Xiang mengganti pakaiannya lalu memeluk Adelia yang sedang menggendong Baobao.


Adelia menoleh dan mengecup pipi suaminya dan mereka melangkah keluar, di luar Lu Cheng dan Lu Shan sudah menunggu untuk ikut mengantarkan kakaknya.


"Kalian harus tetap belajar dengan semangat dan jaga Adelia dan juga Baobao, mengerti?".


"Mengerti kak, aku akan menjaga bayi Baobao dan kakak ipar" Lu Shan menepuk dada dengan percaya diri seakan berkata 'serahkan padaku'.


Lu Cheng yang berdiri di samping mengangguk setuju.


Lu Shan mengelus rambut kedua adiknya dengan bangga lalu menatap Adelia yang menatap enggan merelakan kepergiannya.


"Jangan sedih sayang, aku akan kembali secepatnya".


Adelia tau bahwa suaminya hanya sedang menghiburnya namun ia merasa terharu dan mengangguk.


Lu Cai yang sedang mengemas barang-barang ke kereta juga merasa sedih meninggalkan istri dan anaknya.


Lu Xiang memeluk Adelia dengan erat dan menggendong Baobao dan menciumnya berkali-kali yang membuat anaknya tertawa geli sebelum menyerahkan kembali pada Lu Mei.


"Aku pergi sayang". Ia mengecup kening, pipi dan bibir istrinya baru ia naik kereta kuda.


"Hati-hati di jalan, kau harus memperhatikan kesehatan mu di sana". Mata Adelia mulai berkaca-kaca, ia sekuat tenaga untuk tidak membiarkannya jatuh karena suaminya pasti semakin enggan untuk berangkat.


"Kau juga harus menjaga kesehatanmu dengan baik" Lu Xiang melambaikan tangan sebelum menutup tirai jendela kereta.


Baobao seperti menyadari bahwa ayahnya akan pergi mulai menangis keras membuat Adelia yang ingin menahan tangisan ikut menangis bersama anaknya.


"Jalankan keretanya". Lu Xiang sama sekali tidak membuka tirai jendela kembali dan hanya bisa mengepalkan tangannya menahan kegundahan hatinya yang semakin tidak rela pergi ke ibukota meninggalkan keluarganya namun ia harus pergi demi mereka juga.


Lu Xiang berkumpul dengan temannya di depan gerbang kota luar. Wang Jiayou yang melihat moodnya yang tidak baik hanya tersenyum menyapa dan segera memasukkan barang-barangnya ke dalam kereta Lu Xiang.

__ADS_1


Ia tidak menanyakan kenapa, karena tau alasan dibalik mood buruk temannya. Wang Tianjin dan Zhang Yunlei yang juga berpergian dalam satu kereta hanya dapat memandang satu sama lain dan mengetahui bahwa sekarang ia hanya harus memberikan ruang untuk temannya sendiri.


Keempat laki-laki itu juga menyewa petugas yamen karena perjalanan yang sangat jauh, semua orang tau bahwa perjalanan darat akan berpeluang bertemu dengan perampok ketika melewati jalan hutan atau jalan yang tidak berpenghuni sehingga penjaga keamanan harus dikerahkan.


Perjalanan mereka berjalan mulus sampai hampir tiba ke ibukota, mereka bertemu dengan sekelompok orang berkuda dengan memakai masker hitam yang menutupi wajahnya mereka.


"Berhenti!".


Melihat pedang dan senjata tajam lainnya serta jumlah pasukan yang banyak, petugas yamen yang menuntun jalan terpaksa menghentikan perjalanan mereka dan menuruti perintah kelompok tersebut.


Seorang laki-laki turun dari kuda, melepaskan masker lalu menangkupkan kedua tangannya memberi salam. "Maaf atas terganggunya perjalanan kalian, kami dari petugas keamanan kota ingin memeriksa kereta kalian karena seorang kriminal melarikan diri dari penjara". Ia lalu memperlihatkan token pasukan keamanan.


Pemimpin petugas yamen merasa lega lalu juga menangkupkan tangannya membalas salam. "Kami rombongan dari Fucheng ingin masuk ke ibukota karena mengantar sarjana Juren yang ingin mengikuti ujian Hui-shih".


Laki-laki berkuda itu menaikkan alisnya, ujung matanya melirik ke arah pemimpin mereka yang duduk di atas kuda lalu kembali melanjutkan percakapan setelah mendapat sinyal.


"Selamat datang di ibukota, kalau begitu kami akan memeriksa cepat kereta kalian. Permisi, mohon pengertian kalian".


Namun Lu Xiang bersikap biasa, walaupun hatinya berdegup kencang akan tetapi ia tidak memperlihatkan perasaan itu di wajahnya sampai ia merasa seseorang menatap selidik padanya baru ia mengangkat kepalanya dan bertemu pandang dengan seorang laki-laki yang menjadi pemimpin dari pasukan tersebut.


Tatapan penilaian dan dingin membuat rahang Lu Xiang mengeras, ia berusaha kuat untuk tetap tenang dan membalas tatapan itu sampai laki-laki di atas kuda memalingkan wajahnya.


Lu Xiang tidak melihat wajah tersenyum tertarik pada reaksinya yang tidak takut.


Seperti yang diharapkan oleh Xiao Xieyuan!


Laki-laki itu lalu mengangkat tangannya dan beberapa pasukan turun dari kereta lalu mulai memeriksa kereta satu persatu sebelum mengangguk pada pimpinannya.


"Terimakasih atas kerjasama kalian. Selamat menikmati keindahan ibukota, semua kalian lulus ujian Hui-shih".


Sang laki-laki bertubuh kekar itu segera naik kuda dan mereka pergi setelah mendapat aba-aba dari pimpinan mereka.


Wang Tianjin dan Zhang Yunlei duduk berlutut karena begitu panik, sedangkan Wang Jiayou hanya menampilkan wajah pucat.

__ADS_1


"Ayo kita pergi dari sini" Petugas keamanan mendesak kliennya karena sekarang tempat ini sudah tidak aman.


"Tunggu sebentar, sebaiknya kita periksa kereta kita sekali lagi".


"Huh? Untuk apa?" Wang Jiayou bertanya bingung.


"Lakukan saja" Walaupun mereka sudah memperlihatkan token petugas keamanan kota namun Lu Xiang tidak mempercayainya 100% karena mereka belum pernah melihat dan bahkan ke ibukota, konon lagi mengetahui siapa yang menjadi petugas keamanan dan tentara yang berjaga di tempat Kaisar berada.


Teman Lu Xiang akhirnya menurut dan memeriksa barang-barang mereka sebelum melanjutkan perjalanan mereka yang tertunda.


Tak berapa lama, mereka melihat tembok besar dan tinggi di hadapan mereka yang bertuliskan Shenyang. Banyak kereta kuda seperti mereka yang mengantri di depan gerbang masuk kota.


Polisi keamanan memeriksa dokumen dan menanyakan tujuan mereka datang ke ibukota memperlihatkan bahwa keamanan di ibukota lebih ketat dibandingkan dengan Fucheng.


Lu Xiang harus menunggu satu jam sebelum keretanya sampai ke depan gerbang dan menunjukkan dokumen dan menjawab tujuannya datang kemari.


Polisi keamanan terkejut melihat dua orang Xiao Xieyuan langsung yang ingin mengikuti ujian Hui-shih, ia bahkan menatap fokus pada Lu Xiang dan Wang Jiayou agar dapat mengingat wajah mereka sebelum memperbolehkan mereka masuk.


"Selamat datang di ibukota, semoga kalian dapat mengikuti ujian dengan lancar".


"Terimakasih". Lu Xiang membayar 10 koin perak biaya masuk ke ibukota.


Suasana di ibukota sangat jauh berbeda dengan kota Fucheng, di kota Shenyang terdapat tiga bagian kota yaitu bagian luar, bagian dalam dan bagian kerajaan yaitu bagian kota terlarang dan para keluarga kerajaan.


"Kita cari penginapan dulu sebelum besok kita cari rumah sewa". Saran Wang Jiayou.


Lu Xiang dan yang lainnya setuju dan segera mencari penginapan yang murah, biaya hidup di ibukota juga lebih besar daripada kota Fucheng terlihat dari biaya penginapan satu malam adalah 10 koin perak, beberapa kali lipat jauh lebih besar, tidak tau apakah itu harga normal atau harga spesial karena suasana ujian.


Lu Xiang duduk di atas tempat tidur dan menghela napas panjang, pikirannya kembali melayang pada kejadian tadi siang dan mengingat kembali wajah laki-laki yang menatap selidik padanya, ia tidak tau ekspresi laki-laki itu karena ditutupi oleh topeng perak.


Jarinya mengetuk tepi tempat tidur berpikir kira-kira siapa laki-laki itu sesaat kemudian matanya membesar ketika mengingat sesuatu.


Lu Xiang yakin bahwa laki-laki itu adalah salah satu dari seorang pangeran!!!.

__ADS_1


__ADS_2