
"Sa-sayang..".
Adelia tersenyum dan mengulurkan tangannya. "Ayo kita pulang sayang".
Lu Xiang memastikan bahwa ekspresi Adelia tidak menunjukkan rasa curiga atau sedih karena bertemu dengan perempuan tanpa sepengetahuannya lalu merasa lega.
Ia tidak ingin istrinya salah paham dan menjadi batu yang mengganjal rumah tangga mereka namun sepertinya ia terlalu parno.
"Baik sayang. Ayo kita pulang".
Keduanya turun ke lantai satu dan bertemu dengan Li Jin dan Xiaowen. Lu Xiang mengangguk sapa pada temannya dan mengatakan ruangan tempat Li Yueyin berada.
Mereka naik kereta dan diam dalam perjalanan sampai Lu Xiang tidak tahan dan memeluk Adelia.
"Sayang, apa kau marah?".
Adelia diam sesaat lalu mengangguk. "Aku marah tapi bukan padamu. Aku marah pada gadis sialan itu yang masih berani mengincar laki-laki yang menjadi milikku".
Lu Xiang tertegun, baru kali ini ia mendengar pernyataan posesif dari Adelia, hatinya berdegup kencang dan merasa senang karena ungkapan itu menunjukkan bahwa cinta mereka sama besarnya kepada satu sama lain.
"Kerja bagus dalam menolak Li Yueyin" Adelia sangat senang mendengar perkataan kejam itu dari suaminya, walaupun terdengar psikopat, ia tidak butuh laki-laki yang murah hati kepada gadis siapapun hanya karena tidak ingin menyakiti hati mereka.
Itu semua hanya omong kosong dan alasan menurutnya agar laki-laki dapat merasakan ego seakan semua berada di genggamannya.
"Hehe, kau senang akan penolakan ku? Bagaimana jika kau membalasnya dengan hadiah?".
Adelia tertawa lucu melihat tampang mesum suaminya, ia mengalungkan tangan ke leher Lu Xiang dan mencium bibir tebal itu.
Suara basah oleh lidah bertautan terdengar dalam kereta membuat siapa saja menjadi merona ketika mendengarnya hingga akhirnya Adelia mengalah dan melepaskan ciuman.
Berciuman dengan perut besar begitu melelahkan. Wajah Adelia semakin memerah melihat wajah Lu Xiang yang penuh gairah serta merasakan benda tajam yang perut bawahnya.
"Bagaimana kau tau aku bertemu dengan adik Li Jin sayang?". Lu Xiang berusaha mengalihkan perhatiannya dari nafsu yang mulai menjalar ke tubuhnya, mereka berada di tempat yang tidak seharusnya.
__ADS_1
"Lu Cai yang mengatakannya padaku".
"Ah~. Baiklah. Aku senang dia melaporkannya padamu, aku pikir bahwa pertemuan itu sama sekali tidak penting untuk diceritakan namun aku salah. Hal sekecil apapun dapat menyebabkan masalah jika kita meremehkannya".
Lu Xiang menyadari bahwa jika pertemuan ini dikabarkan oleh orang lain pada Adelia dengan bermaksud provokasi walaupun sekarang tidak menjadi masalah namun di kemudian hari mungkin kejadian ini menjadi kunci kehancuran.
Lu Cai yang mendengar dari luar pun bernapas lega, ia sebenarnya takut ketika melaporkan hal itu namun melihat perlakuan khusus dan spesial tuannya kepada nyonya membuatnya berani bertaruh dan beruntungnya ia menang.
&&&
Li Jin dan Xiaowen naik ke lantai dua dan masuk ke ruangan pertemuan antara teman dan adiknya dibawah tuntunan pelayan restoran.
Keduanya melihat Li Yueyin yang masih meringkuk memeluk tubuhnya yang tidak lagi bergetar.
Melihat seseorang masuk, Li Yueyin tersentak dan menjadi takut kembali, matanya sangat lega melihat kakaknya sendiri.
"Kak Jin. Huhuhu, aku begitu takut kak. Lu Xiang sangat mengerikan".
"Kak Jin, Lu Xiang ingin menjual ku jika aku menjadi selirnya. Aku tidak akan mau menjadi selir laki-laki itu lagi kak". Li Yueyin menggenggam erat lengan baju kakaknya, air mata yang mengalir membuat wajah gadis itu sedikit berantakan.
Selama ia tinggal di rumah Adelia yang berada di kota Cheng, ia pernah mendengar dan bahkan melihat seorang laki-laki menjual anak perempuan atau selir mereka karena kondisi keuangan atau masalah lainnya, saat itu responnya hanya sinis pada wanita yang memohon-mohon agar tidak dijual. Namun sekarang ketika kemungkinan hal itu akan terjadi padanya, ia juga sama ketakutannya seperti wanita tersebut.
Li Jin dan Xiaowen tertegun lalu merasa lega, rupanya Lu Xiang berusaha menyadarkan Li Yueyin bahwa selir tidak semudah yang dipikirkan.
"Kau tidak akan menjadi selir Yueyin, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Dengan status ku kau akan menjadi istri yang terhormat dari pelajar atau laki-laki dari kalangan keluarga cendikiawan" Li Jin menghibur adiknya.
"Benarkah?"
"Ya, tentu saja. Kakakmu sekarang sudah bergelar Juren jadi aku akan mencarikanmu suami dari pelajar Fu, kau akan dihormati disana karena gelar yang aku punya".
Li Yueyin diam sesaat lalu terseyum bahagia dan menghapus air matanya. "Bagaimana jika aku menjadi istri kak Tianjin?".
Li Jin dan Xiaowen terkejut. Adik mereka ternyata tidak jera dan terus mencari masalah!!.
__ADS_1
Wang Tianjin yang berada dalam perjalanan pulang ke akademi merasa menggigil dan memiliki firasat buruk yang ia sendiri tidak tau.
"Aku kita pulang Yueyin".
"Kenapa tidak menjawab pertanyaanku kak?".
Li Jin merasa sakit kepala dalam menghadapi adiknya. "Kenapa kau mengincar teman-teman kakakmu. Mereka semua sudah memiliki tunangan walaupun belum menikah Yueyin, berhenti mencari masalah dan sekarang kita pulang!!".
Ia salah berpikir bahwa adiknya menyadari semua kesalahan yang ia perbuat, Li Yueyin sama sekali tidak menyadari pokok permasalahan dan hanya takut karena ancaman Lu Xiang saja!. Ia menyesal tidak memberitahu ibunya untuk tidak membawa gadis itu ke kota Fucheng.
Xiaowen memandang sebelah mata pada gadis naif di hadapannya, Li Yueyin benar-benar gadis bodoh yang egois yang sama sekali tidak memikirkan akibat pada kakaknya karena perbuatannya. Ia menyesal tidak bersikeras dalam melarang ibu mertua untuk membawa Li Yueyin ke kota Fucheng.
Baik Li Jin maupun Xiaowen tidak lagi membujuk Li Yueyin dan pulang ke penginapan, yang keduanya pikirkan adalah pulang ke kota Cheng secepat mungkin dan tidak ingin lagi gadis itu berada di sini.
&&&
Adelia mengadakan pesta kecil di rumah dan memberikan bonus pada para pelayan sebagai perayaan Lu Xiang menjadi Xiao Xieyuan, hal itu tentu saja membuat para pelayan sangat senang dan berkali-kali mengucapkan selamat dan terimakasih, suasana di kediaman Lu penuh kehangatan dan harmonis.
"Sayang, aku mendapatkan kabar dari Prefek bahwa Kaisar akan mengutus seseorang untuk memberitakan kabar gembira dan memberikan gelar terhormat padaku!".
Lu Xiang sangat terkejut mendengar berita itu, walaupun ia sudah menduganya namun tetap saja itu menjadi berita yang begitu menakjubkan!. Gelar terhormat dari Kaisar langsung, karirnya ketika lulus ujian hui-shih nanti berjalan mulus jika mendapat perhatian langsung dari Kaisar.
Adelia menutup mulutnya tidak percaya. "Benarkah?!! Kaisar benar-benar memberikan gelar kehormat itu padamu Lu Xiang?!!".
Lu Xiang tertawa senang melihat reaksi istrinya, ia memeluk Adelia dengan penuh kebahagiaan. "Ya sayang. Kaisar akan memberikan gelar kehormatan padaku!! Keluarga kita akan menjadi lebih disegani lagi, tidak ada lagi yang berani mencari masalah denganmu karena dukungan dari Kaisar".
Mendapat dukungan dari pemilik langit kerajaan Murong adalah seseuatu yang diimpikan oleh semua orang namun hanya segelintir yang mendapatkannya.
"Selamat sayang. Akhirnya kau mendapat gelar kehormatan itu!! Aku begitu bangga padamu" Adelia memeluk suaminya sangat antusias namun senyumnya perlahan menghilang ketika memikirkan sesuatu.
"Mendapat perhatian Kaisar juga berarti menjadi fokus para pangeran bukan? Bagaimana jika kau masuk ke dalam lumpur perebutan tahta dan menjadi kambing hitam?".
Lu Xiang tertegun, ia tidak menyangka bahwa istrinya dapat memikirkan kemungkinan tersebut!.
__ADS_1