
Chen Shan terkejut mendengar laporan anak buahnya dan langsung keluar untuk menemui Adelia namun ia bingung karena bukan istri Zhao Fan atau anggota keluarganya yang melaporkan melainkan seorang gadis asing.
"Aku dengar kau ingin melaporkan kasus perusakan reputasi Juren Zhao Fan? Kalau boleh tau siapa kau dan apa hubunganmu dengan Juren Zhao Fan?"
Adelia menengadah. "Saya menyapa kepala pengadilan Cheng. Nama saya Adelia dan saya adalah istri murid dari Juren Zhao Fan".
Chen Shan semakin bingung. "Dan jelaskan tentang kasus perusakan reputasi Juren Zhao Fan yang kau laporkan".
"Saya membuka toko kue De Xiang dan banyak orang yang membeli kue dari toko saya hingga dari kota Qincheng sehingga reputasi kami sangat baik di mata masyarakat namun hari ini ada sekelompok orang yang ingin menghancurkan toko kue dengan menuduh bahwa ada kecoa dalam kue saya yang jelas-jelas tidak benar. Nama suami saya adalah Lu Xiang dan dia adalah murid dari Juren Zhao Fan jadi saya curiga bahwa mereka menggunakan kejadian ini untuk merusak reputasi suami saya agar tidak dapat ikut ujian dan itu berdampak pada Juren Zhao Fan".
Chen Shan berdenyut speechless. Walaupun relasinya tidak masuk akal namun itu dapat digunakan dalam pengadilan karena menyangkut seorang Juren di kota kecil seperti kota Cheng.
"Baiklah. Tapi kau hanya membawa dua orang saja?"
"Karena kekuatan kami kecil, saya hanya dapat membawa dua orang saja".
Chen Shan membangunkan Zheng Hui dan melepaskan kain yang menutup mulut temannya yang sedari tadi menggelengkan kepalanya dengan frustasi, menyangkal semua yang Adelia katakan.
"Itu tidak benar tuanku!! Kami sama sekali tidak bermaksud merusak reputasi Juren Zhao Fan!" Teman Zheng Hui yang bernama Sheng Ran menggeleng kepalanya dengan sangat panik.
"Jadi apa maksudmu dan teman mu membuat onar di toko kue istri pelajar Lu? Siapa yang membayar kalian untuk melakukan ini?!" Chen Shan memilih untuk membela Adelia karena istri pelajar Lu tidak akan mungkin berani bertindak seperti ini kalau tidak ada izin dari suaminya dan itu pasti sudah ada izin dari Juren Zhao Fan pastinya.
"Kami...kami". Sheng Ran merasa ragu dan menatap Zheng Hui yang sudah menyadari dimana ia berada saat ini. Ia menggertak giginya.
"Zheng Hui yang mengajakku agar berbuat onar di toko kue De Xiang".
Zheng Hui tercengang lalu semakin panik.
__ADS_1
"Zheng Hui, jawab pertanyaan ku".
"Tu-tuan. Aku hanya.. Aku hanya ti..".
"Kau harus memikirkan apa yang ingin kau katakan. Jika pernyataan mu tidak benar maka aku akan memberikan hukuman 20 pukulan kayu sebelum menghukum mu karena telah berbohong pada pemerintah". Cheng memberi peringatan dengan ekspresi dingin.
Tubuh Zheng Hui bergetar hebat. Ia bersimpuh dengan perasaan takut. "Ada yang membayar kami untuk melakukan itu semua".
"Siapa yang membayar mu?".
Zheng Hui diam sesaat. Ia tidak bisa mengatakan Liang Wei lah yang membayarnya karena berpikir bahwa adik perempuan laki-laki itu menikah sebagai istri sah anak walikota Qincheng seperti rumor yang beredar bukan selir, keluarganya bisa hilang karena membuat keluarga berpengaruh itu marah.
"Aku.. Aku tidak tau, ia menutup wajahnya dengan kain".
Alis Cheng Shan terangkat penasaran. Ia sudah menyelesaikan berbagai kasus dan sedikit banyaknya tau tentang apa yang mereka pikirkan ketika melihat ekspresi wajah pelaku dan sekarang ia tau bahwa Zheng Hui sedang berbohong.
Zheng Hui memukulkan kepalanya ke tanah berkali-kali hingga dahinya berdarah seraya mengucapkan. "Saya memang benar-benar tidak tau siapa yang menyuruh saya tuan. Saya tidak melihat wajahnya".
Walikota Qincheng?
Satu nama terbersit dalam hati Chen Shan dan bibirnya berdenyut. Tidak mungkin, tidak mungkin walikota Qincheng bersusah payah mengatur skenario untuk merusak reputasi Juren Zhao Fan melalui istri muridnya, tangannya mengetuk pegangan kursi sebelum memutuskan untuk tidak memihak pada siapapun dan melempar bola masalah pada Adelia. Ia tidak tau apakah walikota Qingcheng dalang dari masalah ini atau tidak dan tidak mau mengambil resiko.
"Adelia. Apa kau puas dengan jawaban Zheng Hui?"
Adelia terdiam sesaat. Ia sudah banyak membaca novel historical yang beberapa darinya juga menulis tentang kasus di kantor pengadilan jadi ia tau bahwa Zheng Hui menutupi dalang dibalik kejadian ini setelah mendengar nama Juren Zhao Fan karena laki-laki itu hanya rakyat biasa dan akan takut pada sarjana kelas menengah seperti Juren, walaupun ia tidak tau siapa namun ia tau bahwa suaminya saat ini belum dalam melawan orang itu.
"Saya merasa lega bahwa reputasi Juren Zhao Fan tidak rusak karena permasalahan saya tuanku". Adelia tidak menjawab langsung pertanyaan Chen Shan membuat laki-laki itu speechless.
__ADS_1
"Dengan ini aku menghukum Zheng Hui dan kelompoknya karena telah berusaha merusak reputasi seorang pelajar yang akan mendedikasikan jiwanya pada kerajaan Murong dengan hukuman 20 pukulan kayu dan 3 tahun penjara".
Baik Zheng Hui dan Sheng Ran menjadi lemas dan pasrah namun lebih baik mereka yang mati daripada keluarga mereka.
Adelia bangun dengan bantuan Lu Niang, lututnya menjadi biru karena lamanya berlutut di atas tanah berbatu selama pengadilan terjadi, ia berjalan tertatih-tatih menuju rumahnya.
Walaupun ia tidak puas akan hasilnya namun ia harus menelan ketidakpuasan ini dan lega bahwa reputasi toko kue dan suaminya tetap terjaga, ia tidak ingin menjadi penyebab Lu Xiang tidak dapat mengikuti ujian.
"Kau tidak apa-apa kak?"
Lu Cheng dan Lu Shan bertanya khawatir.
"Aku tidak apa-apa, aku hanya lelah duduk di bawah terik matahari".
Lu Cheng masih belum percaya pada jawabannya membuat Adelia tersenyum pasrah.
"Aku benar-benar tidak apa-apa. Kasusnya terselesaikan dengan baik dan orang jahat yang ingin merusak toko kue kita juga sudah dihukum. Kalian bermainlah, aku akan beristirahat sejenak".
Lu Cheng mengangguk walaupun masih ragu akan kondisi Adelia, ia menarik tangan Lu Shan yang masih ingin menempel pada kakak iparnya untuk bermain bersama agar tidak mengganggu istirahat Adelia.
Sepulang Lu Xiang, semua kegembiraan karena membawa pulang banyak uang dan oleh-oleh hilang sekejap mata ketika mendengar apa yang terjadi saat ia pergi ke kota Qincheng.
Lu Xiang langsung berlari ke kamar melihat Adelia yang tertidur pulas dengan perasaan khawatir.
"Anda tidak perlu khawatir tuan, nyonya hanya kelelahan karena terus berlutut selama persidangan, saya sudah mengobati lutut nyonya yang memar". Lu Fang dan Lu Lian yang bertugas menjaga Adelia apabila jika tuan mereka menginginkan sesuatu segera melaporkan keadaan Adelia pada Lu Xiang.
"Kalian boleh pergi". Lu Xiang masuk ke kamar dan berlutut di samping tempat tidur menatap wajah polos istrinya lalu menghela napas panjang.
__ADS_1
Ia memegang tangan Adelia dan mengecupnya perlahan lalu menempelkannya ke dahinya, ia pikir ia sudah bisa membahagiakan istrinya namun ia salah besar, ia bahkan tidak mampu berada di samping gadis yang ia cintai ketika dibutuhkan.
Mata terpejam Lu Xiang terbuka dan menatap dingin ke depan. Ia akan berusaha lebih keras lagi dalam belajar demi mendapatkan gelar Xie yaitu juara dan pemimpin sarjana yang lulus ujian, ia mengutuk waktu yang perjalan lambat baginya karena tidak sabar untuk mengikuti ujian.