Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Berangkat ke kota Qincheng


__ADS_3

Lu Xiang memeluk Adelia dan berbisik. "Guru setuju ia berada di kelompokku".


Lu Xiang ketika Miao Sheng meminta untuk masuk ke kelompoknya yang akan mengikuti ujian karena bagaimanapun di mata orang lain reputasi Miao Sheng yang rusak bukan dirinya.


Jika ia tidak setuju maka dengan obsesi Miao Sheng yang ingin mengikuti ujian akan terus menempel padanya dan membuat pandangan orang-orang akan berubah dan itu tidak baik untuknya maupun Adelia karena dicap berpikiran pendek dan pendendam.


Lagipula ada baiknya jika Miao Sheng ikut ke kelompoknya setidaknya ia tidak akan perlu khawatir akan konspirasi laki-laki itu untuk membuatnya gagal ujian karena jika sesuatu hal terjadi padanya sebelum ujian maka kelima orang yang berada dalam satu kelompok akan ikut gagal juga. Itulah pentingnya memilih orang yang akan mengikuti ujian bersama.


Adelia merasa blank untuk sesaat karena hal yang tak terduga terjadi tepat di matanya namun ia tersenyum pada teman Lu Xiang akan berangkat bersama.


"Kenalkan, mereka temanku yang akan mengikuti ujian bersama". Lu Xiang mengenalkan satu persatu pada Adelia tanpa melewatkan Miao Sheng.


"Salam kenal kakak ipar. Namaku Zhang Yunlei, senang bertemu denganmu". Seorang laki-laki berumur 18 tahun menyapa dengan sopan dan elegan.


"Namaku Shao Yunan, keluargaku sangat menyukai kue tart dari toko mu kakak ipar" Pemuda lainnya juga memperkenalkan diri dengan girang, ia berusia 16 tahun. Dari kelima orang yang mengikuti ujian, dialah yang paling muda.


"Kakak ipar" Miao Sheng sedikit membungkuk hormat dengan wajah kaku.


Adelia tersenyum lebar walaupun keningnya sedikit mengernyit melihat Miao Sheng.


"Aku sudah menyiapkan sedikit bekal untuk perjalanan, kalian bisa memintanya pada Lu Xiang".


"Wow! Benarkah?"


"Terimakasih kakak ipar".


Adelia hanya tersenyum, matanya menoleh pada Lu Xiang, walaupun sangat penasaran namun ia menahan diri untuk tidak bertanya apapun tentang Miao Sheng.


"Sudah waktunya berangkat, kami akan tiba siang hari kalau tidak ada halangan di jalan". Lu Xiang memeluk Adelia dan mengecup kening istrinya tanpa peduli tatapan terkejut para temannya.


Wajah Adelia merona namun membiarkan suaminya mencium keningnya.


"Aku pergi".


"Hati-hati dijalan".


Lu Xiang masuk ke dalam kereta diikuti oleh Zhang Yunlei dan Miao Sheng yang menundukkan pandangannya menyembunyikan rasa iri dan cemburu melihat betapa bagusnya kereta kuda yang Lu Xiang miliki.

__ADS_1


Setelah kabar tentang dirinya yang memakai uang istri Lu Xiang menyebar, teman yang akan menjamin dirinya malah mengundurkan diri dengan berbagai alasan dan ia sangat sulit mendapatkan penjamin lainnya yang mengikuti ujian. Akhirnya ia menggertak gigi meminta bantuan dari Lu Xiang agar memasukkannya ke kelompok yang laki-laki itu miliki.


Kereta kuda berjalan dengan lambat hingga keluar dari gerbang kota Cheng lalu Lu Cai mulai menambah kecepatan.


Tidak seperti jadwal pendaftaran ujian di sejarah yang Adelia ketahui, di Kerajaan Murong, pelajar harus mendaftarkan diri empat bulan sebelum ujian dimulai agar pegawai di kantor walikota dapat memeriksa keadaan lingkungan serta karakter yang dimiliki oleh sang pendaftar ujian.


Hal ini karena Kerajaan Murong sangat mementingkan karakter dan background yang dimiliki oleh pelajar, tidak dipungkiri background yang baik akan menjadi poin tambahan untuk pelajar tersebut selain karakter dirinya.


Kereta kuda melaju selama beberapa jam hingga mereka tiba di kota Qincheng setelah makan siang.


Tidak seperti kota Cheng, kota Qincheng dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian luar kota dan bagian dalam kota serta terdapat jam malam yaitu jam 1 pagi, setelah jam 1 pagi tidak ada yang boleh masuk atau keluar untuk perjalanan dan akan dikenai hukuman 40 pukulan kayu bagi siapa yang melanggarnya.


Chen Xirang dan Shao Yunan mencari penginapan yang masih punya kamar kosong di bagian luar kota karena bagian dalam kota sudah penuh oleh pelajar yang datang lebih awal kemudian kembali ke kereta.


"Satu malam 120 koin tembaga pertama, mereka menyediakan makanan dan air hangat". Lapor Chen Xirang.


Lu Xiang dan yang lainnya mengangguk setuju, mereka segera check in, membersihkan diri sebelum keluar dengan tubuh yang segar. Berdiam diri dalam kereta membuat tubuh mereka kaku dan tidak bertenaga.


"Kalian akan pergi kemana? Aku ingin melihat buku di toko buku" Putus Lu Xiang.


"Aku juga ingin pergi ke toko buku".


Semua orang setuju untuk pergi ke toko buku, walaupun Miao Sheng hanya diam saja namun ia mengikuti setiap putusan Lu Xiang.


Mereka masuk ke dalam toko buku besar di kota Qincheng. Lu Xiang melihat rak buku yang penuh dengan empat buku dan lima klasik serta berbagai analisa tentang pertanyaan ujian sebelumnya.


Alis Lu Xiang terangkat naik oleh dua rak buku yang penuh dengan buku aritmatika. Ia sudah mempelajari sedikit tentang aritmatika dan perkalian dari Adelia yang lebih mudah untuk dipahami menurutnya.


"Mengapa banyak sekali buku aritmatika?" Chen Xirang bertanya bingung.


"Yang Mulia Raja mulai menganjurkan aritmatika tahun ini, mulai dari kalkulasi fenomena astronomi, kalkulasi manufaktur dan kalkulasi sistem pajak".


Kelima orang itu tertegun, kebanyakan dari mereka lebih fokus pada essay dan buku klasik serta sajak puisi daripada aritmatika yang sangat sulit untuk dipahami.


Lu Xiang membeli buku topografi serta sejarah ortodoks dan sembilan bab aritmatika. Begitu juga dengan Chen Xirang dan Shao Yunan.


Zhang Yunlei hanya membeli buku topografi serta aritmatika sedangkan Miao Sheng hanya membeli buku sembilan bab aritmatika karena sudah membaca kedua buku lainnya. Ia melihat Lu Xiang yang membayar tanpa ekspresi membuat rasa iri semakin berkecamuk dalam hatinya.

__ADS_1


Lu Xiang dan kawannya pergi ke kedai teh untuk duduk santai dan mendengar kabar yang terjadi di kota Qincheng sebelum pulang ke penginapan.


"Bagaimana kalau kita pergi ke rumah Baimei untuk rileks" Ajak Chen Xirang.


Rumah Baimei adalah rumah bordil yang terkenal di kota Qincheng dan kota Cheng.


Mata Shao Yunan bersinar, ia melihat Zhang Yunlei dan Lu Xiang dengan mata penuh harap.


Zhang Yunlei menghela napas panjang lalu mengangguk pasrah.


"Aku sudah memiliki istri". Lu Xiang menolak dengan tegas.


"Hei~ kita tidak menyewa gadis. Hanya minum dan bersenang-senang saja, lagipula kita kesini hanya mendaftar saja jadi tidak apa-apa bersenang-senang sedikit" Chen Xirang membujuk dengan nada rayuan.


"Tidak, terimakasih". Lu Xiang meninggalkan Chen Xirang dan lainnya tanpa peduli panggilan mereka.


"Bagaimana denganmu Miao Sheng?" Shao Yunan melihat Miao Sheng hanya diam saja pun berinisiatif mengajaknya.


"Aku... Aku jarang mengunjungi tempat seperti itu". Miao Sheng menjawab malu, ia sudah lama ingin mengunjungi rumah Baimei namun takut jika teman-temannya memintanya untuk ditraktir.


"Hehe. Kalau begitu kau harus ikut untuk menambah pengalaman. Biar aku yang traktir".


Miao Sheng menahan diri untuk tidak tersenyum dan berterimakasih. Akhirnya empat laki-laki itu pergi ke rumah Baimei yang selalu ramai hampir 24 jam.


Di penginapan, Lu Xiang mulai membaca sejarah ortodoks serta topografi sebelum membaca sembilan bab aritmatika lalu membandingkan dengan matematika dan perkalian yang ia pelajari dari Adelia.


Lu Xiang fokus membuka lembaran demi lembaran hingga tersadar oleh panggilan pekerja penginapan yang membawa makan malam.


Ia makan malam dalam kesepian dan merindukan istrinya yang selalu berceloteh di meja makan atau adik-adiknya yang tertawa.


"Adelia" Gumam Lu Xiang.


Selesai makan Lu Xiang kembali membaca sembilan bab aritmatika sebelum memutuskan untuk mandi dan bersiap tidur.


"Oh~ Lu Xiang. Hehehe. Kau ingin kemana?~" Chen Xirang yang mabuk berjalan tertatih dibantu oleh Miao Sheng. Sedangkan Shao Yunan tertidur di punggung Zhang Yunlei.


"Kabarkan pembawa air untuk mengusap tubuh mereka, aku akan memesan sop pereda pengar untuk mereka".

__ADS_1


Zhang Yunlei mengangguk dan membawa Shao Yunan ke kamarnya.


Keesokan harinya Chen Xirang dan Shao Yunan berterimakasih pada Miao Sheng, Zhang Yunlei serta Lu Xiang karena dibangunkan untuk tidak telat dalam mendaftar.


__ADS_2