
Pintu kenikmatan baru yang terbuka untuk Lu Xiang membuat laki-laki itu menempel pada istrinya dan meminta jatah setiap malam setelah memastikan bahwa tubuh Adelia sudah tidak lagi sakit karena hubungan intim pertama kali. Begitu gerbang dibuka dan dibebaskan, secara alami akan mengalir ribuan mil, mengalir ke laut dan tidak pernah kembali, itulah kata-kata yang pantas menjabarkan keadaan Lu Xiang.
Namun waktu tidak bersahabat dengannya, lima hari berlalu dengan sangat cepat dan ia harus kembali berpisah dengan wanita kesayangannya untuk mengikuti ujian. Pagi hari suasana mood Lu Xiang menjadi hambar.
Adelia sibuk memeriksa barang bawaan suaminya satu persatu lalu mengambil kotak kuas yang khusus ia buat dan memberikannya pada suaminya.
"Aku dengar tentang nomor sial dan membuat kuas ini untukmu" Adelia menyerahkan kuas kayu cendana pada Lu Xiang.
"Kau bisa membuka kuas bagian atas untuk mengeluarkan parfum aromaterapi jika kau mendapat nomor duduk sial". Adelia sangat mementingkan momen ujian dan mengingat serta membaca lagi novel tentang ujian kenegaraan zaman kuno dan mengetahui tentang nomor sial.
Nomor sial adalah tempat ujian yang berada di samping dengan toilet sehingga bau menyengat toilet yang jarang dibersihkan begitu menyengat hingga membuat peserta ujian tidak fokus dan pusing akan baunya.
Lu Xiang tersenyum senang menerima kuas dari istrinya, Adelia selalu memprioritaskan dirinya membuatnya merasa menjadi orang paling penting dan tenang, tidak lagi gelisah memikirkan istrinya yang akan bersama orang lain karena ketidakbecusan dirinya.
Lu Xiang memeluk erat Adelia dan mencium pundak dan leher serta bibir sesaat sebelum melepaskan pelukan dan pamit pergi. Kelompoknya akan berkumpul di rumah guru Zhao Fan sebelum pergi bersama ke kota Cheng.
Mereka pergi seminggu lebih awal karena tidak ingin khawatir penginapan di bagian dalam kota penuh dan harus kembali menginap di bagian luar kota. Hal itu akan membuat mereka kesulitan untuk pergi ke tempat ujian yang berada lumayan jauh dari gerbang bagian dalam kota.
"Kau sudah sampai Lu Xiang?" Tanya Chen Xirang berbasa-basi.
"Hanya kau yang baru sampai?" Alis Lu Xiang terangkat naik. Ada empat kelompok yang akan mengikuti ujian kota dan semuanya ada 20 orang pelajar.
Kelompok lainnya sudah datang dan menunggu di depan rumah guru Zhao Fan, hanya kelompoknya yang belum datang selain Chen Xirang.
Miao Sheng tidak terlihat membuatnya berpikir apa sesuatu terjadi pada laki-laki itu, mengingat temperamennya yang menyanjung guru Zhao Fan tidak mungkin ia telat berkumpul di rumah Zhao Fan.
__ADS_1
"Ya. Aku kira semu... Mereka sampai" Ucapan Chen Xirang berhenti melihat satu kereta kuda berhenti di tidak jauh darinya.
Miao Sheng, Shao Yunan dan Zhang Yunlei turun dari kereta di temani oleh dua bookboy, pelayan yang mempersiapkan kebutuhan pelajar dan seorang pengendara kereta.
"Maaf kami telat, apa guru Juren Zhao sudah bersiap?" Zhang Yunlei meminta maaf dengan tulus.
"Tidak, kami juga baru sampai" Jawab Chen Xirang. Lu Xiang hanya mengangguk.
Mereka masuk menunggu di bangku halaman rumah selama 15 menit sebelum Zhao Fan keluar dan menyapa mereka.
"Ayo kita berangkat".
Zhao Fan, Lu Xiang dan Chen Xirang menyiapkan kereta kuda sendiri sedangkan Zhang, Shao dan Miao Sheng satu kereta membuat Miao Sheng berinisiatif untuk satu kereta bersama dengan Lu Xiang dan meninggalkan Shao Yunan bersama dengan Zhang Yunlei. Walaupun kereta kuda yang di sewa Zhang Yunlei terlihat besar namun ia tidak bisa ikut dengan mereka karena Lu Xiang adalah keluarganya.
Semenjak pendaftaran ujian, ia mulai dekat dengan Shao Yunan dan Zhang Yunlei yang selalu bersama dengan Shao Yunan, ia memanfaatkan keadaan itu untuk masuk ke lingkaran pertemanan keduanya dan mengikuti perkumpulan pelajar di kota Cheng yang dipimpin oleh Zhang Yunlei.
Seperti perjalanan sebelumnya, kereta kuda kelompok yang dipimpin oleh Zhao Fan tiba hampir sore hari. Suasana kota bagian dalam terlihat ramai yang dipenuhi oleh pelajar dari berbagai kota kecil yang punya pemikiran sama dengan mereka yaitu khawatir akan penginapan yang penuh.
Harga satu kamar penginapan perhari di bagian dalam kota sangat berbeda dengan bagian luar kota yaitu 400 koin tembaga satu harinya termasuk makan dan air hangat untuk mandi.
"Bereskan barang-barang kalian dan beristirahat lah. Malamnya kita akan mengkaji essay ujian sebelumnya dan aritmatika" Pesan Zhao Fan sembari melambai tangannya mengusir mereka, ia sudah memesan aula untuk enam hari kemudian yang berada di samping penginapan.
Lu Xiang membayar penginapan untuk 9 hari dan menyuruh Lu Cai yang mengendarai kereta untuk pulang. Ia tidak ingin menahan kereta disini karena Adelia juga butuh kereta kuda untuk bepergian.
Ia menghela napas lega setelah merapikan barang-barangnya di kamar dan duduk di tempat tidur. Pikirannya melayang ke kota Cheng dimana istrinya berada dan mulai merindukan Adelia.
__ADS_1
Ia mengingat aktivitas Adelia di sore yaitu memeriksa buku keuangan toko kue dan menyiapkan bahan-bahan kue untuk di proses di malam harinya dan di panggang di pagi harinya.
Perasaan mellow dan sendirian membuat Lu Xiang menghela napas panjang dan memutuskan untuk beristirahat sejenak.
Malam harinya Lu Xiang makan di lantai pertama bersama dengan pelajar lainnya dan membicarakan tentang topik ujian sebelum berkumpul di aula samping penginapan untuk membahas pertanyaan tentang ujian tahun lalu dan tahun sebelumnya.
Dalam ujian, seorang peserta ujian bukan hanya menjawab pertanyaan dengan benar namun juga memperhatikan siapa yang memberi pertanyaan yaitu walikota kota Qincheng yang bernama Li Xiaoping.
Li Xiaoping adalah sarjana kaku layaknya sarjana di pemerintahan lainnya yaitu lebih mementingkan teori daripada praktek sehingga dalam menjawab pertanyaan harus berdasarkan teori dan bahasa yang digunakan serta kaligrafi yang bagus sehingga dapat menarik perhatian sang walikota.
Zhao Fan menjelaskan setiap paragraf jawaban atas pertanyaan ujian tahun lalu dan mulai memberikan pertanyaan untuk para pelajar serta pertanyaan aritmatika yang membuat rambut pelajar hampir rontok karena pusing memikirkan jawabannya, enam hari berlalu dengan cepat.
Para pelajar sangat sibuk mengkaji menganalisis serta menjawab pertanyaan dari Zhao Fan tanpa bisa bersantai dan mengunjungi rumah baimei.
"Besok hari beristirahat dan bersantai sebelum ujian. Bagaimana kalau malam ini kita berkunjung ke rumah baimei?" Ajak Chen Xirang antusias.
Mata Shao Yunan bersinar, ia sangat suka berkunjung ke rumah baimei walaupun tidak menyewa wanita disana namun sekedar minum dan bersantai saja sudah menyenangkan baginya.
"Tidak/tidak" Lu Xiang dan Zhang Yunlei menjawab serentak.
"Jangan berpikir untuk pergi ke rumah baimei. Apa kau tidak mendengar kata guru? Besok harinya kita beristirahat, menenangkan diri dan mempersiapkan mental untuk ujian". Lu Xiang memukul pelan kepala Chen Xirang dengan buku yang ia pegang, membangunkan temannya agar tidak bermimpi dalam berjalan.
Chen Xirang menggosok kepalanya dan bergumam halus. "Cih, aku hanya menyarankan".
"Kita bisa pergi sepuasnya setelah ujian. Lu Xiang berkata itu kebaikan kita, lagipula bagaimana jika guru Juren Zhao tau jika kita pergi ke rumah baimei sebelum ujian? Guru Juren Zhao pasti akan tidak suka". Miao Sheng berkata berusaha menenangkan.
__ADS_1
Lu Xiang hanya diam dan menarik Chen Xirang untuk berjalan bersamanya, membuat Miao Sheng menjadi canggung karena ucapannya tidak digubris, perkataan Miao Sheng memang bermaksud menenangkan namun juga memprovokasi bahwa ia akan melaporkan ke Zhao Fan jika mereka pergi ke rumah baimei karena ialah satu-satunya murid Zhao Fan yang mengikuti ujian.
Zhang Yunlei menatap Miap Sheng sekilas dan berpikir dalam tanpa menunjukkan ekspresi apapun di wajahnya.