
Beberapa hari berlalu namun Mak Li sama sekali tidak mendapat jawaban apapun dari Adelia membuatnya cemas, atas desakan keluarga yang membayarnya menjadi Mak comblang, Mak Li akhirnya mengunjungi rumah Lu Xiang kembali.
Ia mencari tau kegiatan Xie Hsien itu lalu pergi ketika hampir makan siang, ia tidak bisa menunggu dan mengandalkan Adelia dalam menjawab comblangan yang ia ajukan.
Berita bahwa beberapa keluarga membayar Mak Li untuk menjadi mak comblang antara mereka dan Lu Xiang menyebar di kota Cheng dengan cepat, terlebih setelah kejadian poem kualitas bagus yang Lu Xiang tulis. Berita apapun mengenai Xie Hsien muda itu begitu tertarik oleh penyuka gosip.
Mak Li merasa canggung melihat Lu Xiang yang hanya fokus memberi snack untuk Adelia dan mengabaikan dirinya, mereka sudah duduk di ruang tamu selama beberapa menit namun Lu Xiang sama sekali tidak menanyakan apapun padanya, ia menghirup napas dalam dan berkata dengan hati-hati. "Senang bertemu dengan anda Xie Hsien, saya mendengar banyak hal tentang anda. Anda adalah satu-satunya laki-laki yang memiliki bakat besar hingga lulus dengan gelar Xie walaupun usia anda masih sangat muda".
Lu Xiang tersenyum kecil dan hanya mengangguk menanggapi pujian setinggi langit Mak Li membuat wanita tua itu semakin merasa canggung.
"Saya Mak Li, mungkin anda sudah pernah mendengar nama saya sebelumnya. Beberapa hari yang lalu saya datang ke rumah dan sudah mengatakan tujuan kedatangan saya namun nyonya Lu mengatakan bahwa keputusan ada di tangan anda sehingga saya datang kemari untuk mendengar jawaban anda".
Senyum Lu Xiang sedikit meredam, ia menatap datar pada Mak Li yang berani memberi kesan buruk Adelia padanya. "Jadi sekarang kau ingin jawaban dariku Mak Li?"
Mak Li tersenyum lega, ia mengangguk antusias. Hari ini ia akan mendapatkan banyak bonus dari keluarga yang terpilih.
"Jawabanku adalah aku tidak memiliki niat untuk memiliki selir". Ia lega karena keluarga yang melamar untuk menjadi besan hanya berasal dari kalangan pebisnis saja karena akan sulit menolak lamaran keluarga sarjana tanpa menimbulkan masalah.
Senyum Mak Li membeku. "Apa?".
__ADS_1
"Aku tidak memiliki niat untuk mengambil selir apapun Mak Li. Jawaban ini pasti memuaskan mu bukan? Jika kau selesai berbicara, kami tidak akan membuat duduk berlama lagi" Kata-kata usir terdengar jelas dari mulut Lu Xiang.
Adelia hanya menonton percakapan keduanya sembari memakan keripik kentang, ah jika ada popcorn pasti akan lebih sempurna.
"A-apa anda tidak memikirkannya lagi tuan Xie Hsien? Sa-saya bisa bernegosiasi dengan keluarga kandidat agar menaikkan mas kawin mereka".
Lu Xiang masih tersenyum elegan. Ia memanggil Lu Tao agar menuntun Mak Li untuk keluar rumah.
Mak Li berdiri di depan gerbang rumah Lu Xiang dengan perasaan masih tertegun, tolakan jelas tanpa negosiasi apapun membuatnya tercengang sampai ia tidak bisa berpikir apapun.
Tersadar dari rasa terkejutnya, Mak Li bersumpah serapah dengan pelan melampiaskan emosi karena penolakan Lu Xiang. Ia adalah mak comblang terkenal dan sudah banyak berhasil mengcomblangkan banyak pasangan dari berbagai kalangan keluarga namun baru kali ia kalah sebelum mengeluarkan semua jurus andalannya yaitu bermain kata dengan handal! Hal itu membuat harga dirinya terluka karena merasa diremehkan. Ia pun menyebarkan bahwa Lu Xiang tidak memiliki niat untuk mengambil selir.
Berita itu menyebar dengan cepat, pernyataan Lu Xiang yang tidak memiliki niat untuk mengambil selir mengundang banyak reaksi pro dan kontra. Ada yang mendukung dan kagum akan keputusan laki-laki itu mereka bagian dari perempuan, siapa yang tidak terharu dan ingin memiliki suami seperti Lu Xiang yang sangat memprioritaskan istrinya dan bahkan tidak ingin memiliki selir.
Reaksi berbagai kalangan tersebut tidak mempengaruhi Adelia dan Lu Xiang. Adelia sibuk memikirkan menu baru untuk toko kuenya menyambut musim semi sedangkan Lu Xiang kembali belajar di Akademi sembari mempersiapkan perjalanannya ke kota Fucheng yang tidak akan lama lagi.
Beberapa hari kemudian Xiao Wen istri Li Jin datang berkunjung untuk bergosip mengenai berita tentang mak comblang Lu Xiang.
"Kau tau Adelia, banyak istri dan para gadis yang begitu mengagumi dan bahkan iri denganmu. Kau tau sendiri bahwa menjadi satu-satunya wanita di kehidupan suami adalah harapan terbesar kita sebagai istri, kisah romantis mu dengan Xie Hsien bahkan membuat rombongan teater membuat pertunjukkan".
__ADS_1
Adelia hampir tersedak oleh teh yang ia minum. "Benarkah?"
"Ya. Banyak wanita yang menyukai teater itu dan bahkan mungkin tidak lama versi novel akan terbit, kau termasuk wanita paling beruntung Adelia". Xiao Wen menatap kagum dan penuh harap jika ia akan mengikuti jejak Adelia.
Bibir Adelia berdenyut speechless. Tidak ada yang mengajukan proposal mengenai apapun tentang rumah tangganya dengan Lu Xiang, bagaimana dengan fee yang seharusnya ia miliki? Apakah mereka bisa melakukan pertunjukan itu tanpa izin pemilik cerita?.
"Kau juga termasuk wanita beruntung Xiao Wen". Adelia tersenyum manis, ia mendengar bahwa Li Jin hanya memiliki istri sah di rumahnya yaitu Xiao Wen.
Senyum Xiao Wen sedikit menghilang. "Aku tidak termasuk Adelia. Li Jin hanya belum mendapatkan kesempatan". Kalimat terakhir terdengar berbisik.
Adelia menyadari bahwa ia salah berbicara dan mengalihkan pembicaraan. "Coba lah kue ini, ini kue agar-agar coklat yang lembut dan meleleh di mulut, aku ingin menambahkannya menjadi menu baru untuk musim". Baru-baru ia melatih membuat puding cake sebagai menu musim semi dan lunch cake yang terkenal di Korea dengan dekorasi unik yang memainkan warna dan imajinasi.
Xiao Wen melihat potongan puding kue dengan tiga perpaduan warna coklat moka dan putih yang selaras. Ia mengambil sendok, mencomot sedikit puding kue dan memakannya.
Mata Xiao Wen melebar, tekstur halus dan lembut yang meleleh di lidahnya membuatnya takjub, ia bahkan tidak perlu mengunyah dan dalam menelannya setelah merasakan manis coklat dan susu.
"Ini sangat lembut Adelia. Kau akan menjualnya ketika musim semi?!".
"Ya, aku ingin menambahkan menu baru ini bersama dengan kue makan siang yang punya berbagai warna dari bunga".
__ADS_1
Xiao Wen membayangkan kue yang beraneka warna dan semakin penasaran serta tidak sabar mencicipinya. "Kau memiliki banyak sekali ide brilian Adelia, aku begitu kagum. Jika saja kalau aku bisa seperti mu". Ia iri pada kemampuan Adelia, jika ia mempunyai talenta seperti itu maka ia akan dapat memiliki status yang lebih di mata keluarga suaminya.
Adelia tersenyum, ia tidak memiliki banyak talenta ia hanya beruntung memiliki space teratai dan buku yang ia simpan di dalamnya.