Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Lu Lian melarikan diri


__ADS_3

Lu Fang keluar dari ruang belajar, mengelap air matanya lalu raut wajahnya berubah menjadi marah. Ia menghampiri Lu Lian dan menamparnya sekuat tenaga hingga gadis itu terjerembab.


Lu Fang tidak peduli akan teriakan kesakitan anak gadisnya, ketika mengingat bahwa Lu Lian hampir membuat semua anggota keluarganya celaka dan beresiko dijual kembali, amarah yang ia tahan keluar tak terbendung.


Budak yang dijual kembali oleh majikannya akan diperlakukan dengan buruk dan bahkan akan dijual ke rumah bordil dengan menjadi pelacur rendahan, orang lain tidak akan membeli budak yang dijual kembali beberapa kali karena khawatir akan pribadi buruk sang budak, tidak mungkin mereka dijual lebih dari satu kali jika tidak ada yang salah dengan mereka.


Hal yang menakutkan bagi orang yang membeli budak adalah mendapatkan budak yang buruk karena tidak hanya tidak loyal, mereka bahkan dapat menyebabkan kehancuran satu keluarga jika rahasia keluarga atau sesuatu yang tidak boleh diketahui oleh publik keluar dari mulut mereka.


Lu Fang menarik Lu Lian ke dalam kamar. "Mengapa kau melakukan kesalahan itu Lian?!! Apa kau sudah tidak lagi mendengar perkataan ibumu?! Jangan bermimpi gadis bodoh, sadar tempat kau berada. Tindakanmu bukan hanya mencelakai dirimu sendiri bahkan ayah dan adikmu sendiri. Mengapa kau begitu egois?"


Ini pertama kali ibunya menamparnya. Lu Lian memegang wajahnya yang perih dan menatap tidak percaya pada ibunya.


"Kau memukulku ibu?".


"Aku melakukannya untuk menyadarkan mu. Jangan bermimpi terlalu tinggi! Beruntung nyonya sangat baik tidak mempermasalahkan kesalahanmu dan bahkan ingin melepaskan statusmu sebagai budak. Kau lihat betapa baiknya nyonya, kau harus bersujud berterimakasih".


Mata Lu Lian melebar. "Nyo-nyonya melepaskan statusku sebagai budak?!" Ia berpikir bahwa Lu Xiang akan menjadikannya sebagai selir dan melepaskan status budaknya, rasa sakit di pipinya seketika menghilang mendengar berita baik itu.


"Ya. Kau sangat beruntung. Nyonya kita sangat baik, dia bahkan mencarikan mu laki-laki yang baik untuk menjadi suami".


Senyum Lu Lian membeku. Adelia ingin menikahkannya dengan laki-laki lain? Bukan dengan Lu Xiang?!. Ia menyadari bahwa kebaikan tuannya karena dia takut jika ia merebut kasih sayang suami darinya!!.


"Dengan siapa dia menikahkan ku?"


"Ibu tidak tau. Nyonya bilang dia akan mencarikan laki-laki baik di desa untuk menjadi suami mu. Kau tidak perlu takut diperlakukan tidak baik di rumah mertuamu karena punya backing keluarga nyonya". Lu Fang tersenyum gembira namun senyumnya menghilang melihat Lu Lian yang sama sekali tidak mengapresiasikan kebaikan Adelia.


"Aku tidak mau. Aku tidak mau ibu!! Aku maunya menikah dengan Lu Xiang!!".


"Sudah cukup!! Beraninya kau memanggil nama tuan mu sendiri?! Aku katakan padamu Lu Lian, jika kau berbuat sesuatu yang dapat mencelakakan keluargamu maka aku sendiri yang akan membunuhmu, aku tidak ingin memiliki anak egois yang hanya mementingkan diri sendiri".


Begitu besar kebaikan yang Adelia lakukan pada keluarga mereka, ia akanĀ  merasa sangat menyesal jika Lu Lian masih berbuat salah dan berniat ingin menggigit orang yang berbaik hati melepaskan dan memberikan kebebasan padanya.


Lu Lian segera menyembunyikan ekspresi tidak rela di wajahnya karena tidak ingin dipukul lagi oleh ibunya. Ia harus berbuat sesuatu sebelum hal itu terjadi, ia tidak mau menikah dengan laki-laki miskin dan berbau tanah dan keringat.

__ADS_1


Malamnya Lu Lian melarikan diri dengan membawa beberapa potong pakaian dan uang yang disimpan oleh ibunya. Lebih baik ia pergi dari sini daripada dinikahkan dengan laki-laki tidak terhormat.


Lu Niang dan dua pelayan wanita terkejut mendengar berita Lu Lian yang melarikan diri, terlebih ketika mengetahui bahwa Adelia sudah berbaik hati melepaskan status budak untuk gadis belia itu. Mereka tidak mengerti cara berpikir gadis itu yang lebih memilih melarikan diri daripada bebas dari status budak.


Apa dengan melarikan diri, laki-laki lain akan menjadikannya sebagai selir? Tentu saja tidak. Budak yang melarikan diri adalah budak yang bermasalah, para lelaki tidak akan membawa atau bahkan menjadikan selir budak yang bermasalah karena akan mendatangkan bahaya untuk mereka. Itu adalah hal yang sama sekali tidak dipikirkan oleh Lu Lian karena obsesinya yang ingin menjadi selir dari keluarga terhormat.


Lu Fang, Lu Cai dan Lu Feng yang masih kecil bersujud meminta maaf ketika keluarga Lu Xiang sedang sarapan atas kesalahan yang dilakukan oleh anak dan kakak mereka. Lu Fang bahkan menyesal tidak mengikat Lu Lian agar tidak bisa kabur karena sama sekali tidak menyangka akan keputusan anaknya.


Lu Xiang mendengus kesal. Pagi hari sudah ada masalah yang membuatnya sakit kepala. Ia menatap tajam pada keluarga yang bersimpuh di hadapannya. "Kalian sadar kalau Lu Lian membuat masalah besar kan?"


"Hamba sadar tuan" Ketiganya menjawab serentak.


"Jadi aku akan menghukum kalian karena tidak mendidik dengan baik anak kalian sendiri. Atau apa kalian sendiri yang membuat anak kalian berpikir seperti itu? Bahwa melarikan diri lebih baik daripada menjadi bebas dan lepas dari status budak?".


"Ti-tidak!! Tentu saja tidak tuan. Kami tidak pernah berpikir seperti itu, percayalah pada kami!". Lu Fang dan Lu Cai menjadi sangat ketakutan.


Lu Xiang menatap mengintimidasi pasangan itu lalu tersenyum sinis. "Bagus jika kalian tidak berpikir seperti itu. Adelia sangat berbaik hati membebaskan Lu Lian dari perbudakan tapi gadis itu tidak menghargainya, sebagai keluarga kalian dihukum masuk dalam tahap observasi selama tiga bulan. Aku tidak akan menggaji kalian selama tiga bulan dan akan mempertimbangkan kalian sebagai pelayan selama tahap observasi ini, gunakan dengan baik kesempatan ini".


Lu Fang dan Lu Cai tersenyum senang dan kembali bersujud berterimakasih. "Kami akan mengingatnya tuan. Terimakasih masih memberikan kesempatan pada kami. Terimakasih banyak tuan".


Ketiga orang itu kembali bersujud sebelum pergi dari ruang makan.


"Aku minta maaf Lu Xiang. Ini salahku". Adelia tidak menyangka keputusannya akan mendatangkan masalah.


Lu Xiang tersenyum lembut, ekspresi dingin di wajahnya sudah lama menghilang, ia mengulurkan tangan dan menarik Adelia ke pangkuannya.


"Ini bukan salah mu sayang. Kau sudah memutuskan dengan baik tapi gadis itu saja yang pikirannya error dan tidak bisa berpikir jauh. Kau tidak perlu merasa bersalah untuk orang yang tidak pantas menerima kebaikan darimu, lakukan apa yang perlu kau lakukan. Aku akan selalu mendukung mu".


"Lu Xiang" Suaminya tidak pernah menyalahkan apapun yang ia perbuat atau putuskan, penghormatan dan rasa menghargai dari suaminya membuat Adelia merasa terharu dan semakin membuat cintanya semakin dalam.


"Apa kau senang punya suami sepertiku sayang?" Lu Xiang tersenyum lebar.


Bibir Adelia berdenyut speechless, hilang sudah suasana romantis yang Lu Xiang ciptakan. Ia tau apa kelanjutan perkataan suaminya namun tetap mengangguk atas pertanyaan laki-laki itu.

__ADS_1


"Hehe. Kalau begitu mana hadiah untukku?".


Adelia melirik Lu Cheng yang menunduk wajahnya yang mulai memerah dan menekan kepala Lu Shan yang penasaran pada perbuatan kakaknya.


"Lu Cheng dan Lu Shan meli..."


Lu Xiang mengecup bibir Adelia dengan cepat lalu mendudukkannya kembali ke kursi di sampingnya. Senyum jahil namun penuh kasih sayang tercipta di bibir laki-laki itu melihat istrinya yang tertegun dengan wajah merona.


"Kak Xiang. Kenapa Lu Lian melarikan diri? Apa karena dia takut terkena hukuman? Aku tau dia bermimpi ingin menjadi selir mu".


Lu Xiang tersedak oleh minuman ketika mendengar perkataan Lu Cheng.


Adelia juga terkejut. "Dari mana kau tau hal itu?"


"Heh! Aku menangkapnya beberapa kali melihat kak Xiang dengan tatapan menjijikkan, dia bermimpi terlalu tinggi". Rasa jijik membuat Lu Cheng kehilangan selera makan. Ia sudah lama tidak suka pada Lu Lian yang selalu bermuka dua, mencoba memanfaatkannya untuk mendekati kakaknya.


"Kak Xiang. Jangan tebar pesona ke sana kemari dan membuat banyak rubah tertarik padamu. Aku tidak ingin ada orang yang menyakiti kak Adel masuk ke rumah ini".


Adelia batuk tersedak, bibirnya tidak dapat menahan senyuman. Lu Cheng bersikap seperti orang tua yang sedang menceramahi anaknya.


"Hei bocah, urus saja urusanmu sendiri. Aku tidak pernah punya niat untuk memiliki selir" Lu Xiang tidak menyangka bahwa suatu hari ia akan diceramahi oleh adiknya sendiri. Namun ia tidak bisa marah karena Lu Cheng melakukannya untuk Adelia.


Lu Cheng mendengus puas. "Bagus jika kakak berpikir seperti itu".


Bahu Adelia bergetar menahan tawa. Ia merasa lucu dan terharu akan perkataan Lu Cheng. Perasaan yang begitu menyenangkan.


"Lu Cheng. Siapa Lu Lian yang kau bicarakan?" Lu Shan menunggu kesempatan untuk bertanya atas kebingungannya.


"Kakaknya Lu Feng"


"Ah! Aku juga tidak suka dengan perempuan itu, dia sering memarahi Lu Feng karena bermain denganku". Lu Shan memanyunkan bibirnya mengingat perkataan kasar Lu Lian pada Lu Feng, ia menyukai laki-laki yang lebih tua dua tahun darinya itu karena selalu sabar bermain dengannya dan tidak ingin melihatnya menangis karena bentakan kakaknya.


Lu Cheng membelai rambut adiknya. "Kau melakukan yang benar".

__ADS_1


Lu Shan mengangguk puas. Keputusannya ternyata benar, ia sudah mulai pintar dalam memutuskan sesuatu.


Suasana aneh di meja makan berlangsung sampai sarapan pagi selesai.


__ADS_2