
Setelah Adelia menerima surat dari suaminya, ia pun melakukan persiapan akhir yang sudah ia persiapkan sebelumnya.
Adelia tau bahwa Lu Xiang pasti akan menjadi juara karena mengetahui banyak informasi dari modern sehingga setelah suaminya berangkat ke ibukota, ia sudah mulai melakukan persiapan.
"Aku akan menutup toko awal bulan depan. Apa kalian ingin ikut aku ke ibukota?".
Adelia duduk dan menatap para pegawainya, mereka melakukan pekerjaan yang baik sehingga ia tidak ingin melepaskan dan tetap ingin memperkerjakan mereka.
Para laki-laki dan wanita menatap satu sama lain lalu menggelengkan kepala. "Keluarga kami ada di Fucheng nyonya, kami tidak bisa meninggalkan mereka".
"Baiklah, aku akan memberikan bonus gaji tiga kali lipat sebagai rasa rasa terimakasih ku atas pekerjaan bagus yang kalian lakukan".
Raut wajah mereka berubah menjadi senang. "Terimakasih nyonya, anda bos yang terbaik yang pernah kami lihat".
"Terimakasih nyonya".
"Kami sangat senang bekerja padamu nyonya".
Mereka mengatakan isi hati mereka yang sangat bersyukur bekerja di toko De Xiang, tidak hanya gaji yang lebih besar dari toko kue lainnya namun juga penghargaan yang dilakukan oleh Adelia membuat mereka merasa begitu di hargai, mereka mendapat tunjangan, bonus dan gaji lembur, tidak seperti bos lainnya yang hanya memberikan gaji dan bonus yang sedikit.
Berkat bekerja di toko De Xiang, kehidupan mereka dan keluarga mereka menjadi membaik dan bahkan beberapa diantara mereka mendapatkan tunangan karena penghasilan yang mereka dapatkan.
Para pegawai merasa kecewa karena toko De Xiang akan di tutup namun ketika mengetahui bahwa Adelia dan keluarganya akan pindah ke ibukota, walaupun tidak rela namun tidak ada yang dapat mereka lakukan.
"Terimakasih kerja keras kalian selama ini, kalian juga memiliki andil dalam membuat toko De Xiang menjadi terkenal". Adelia juga tau bahwa para pegawainya menjadi kecewa karena tidak lagi dapat bekerja di toko miliknya namun ia tidak bisa menyerahkan toko ini pada orang lain karena khawatir resepnya akan terbongkar dan di ketahui oleh banyak orang.
Adelia tidak bisa memberikan toko ini pada Xiaowen seperti yang ia lakukan di kota Cheng, ia memutuskan untuk tidak lagi membuat resep baru ketika berada di ibukota dan ingin bersikap low key, ia harus berhati-hati di kota Shenyang karena di sana tempat Kaisar bernaung, orang yang dapat membunuh orang lain tanpa alasan apapun.
"Anda berlebihan dalam memuji kami nyonya. Kami tidak berbuat apapun karena kue dan minuman yang dijual di sini sudah lebih dari cukup membuat toko De Xiang menjadi terkenal".
"Ya nyonya, kami sangat beruntung dapat bekerja di sini".
__ADS_1
Adelia tersenyum senang mendengar hal itu karena menandakan bahwa ia berhasil mengelola toko De Xiang dengan baik bersama dengan manajer Xie.
Adelia juga memberitahu akademi tempat belajar Lu Cheng dan Lu Shan bahwa mereka akan berhenti sekolah di sana karena akan pindah ke ibukota.
Lu Cheng dan Lu Shan sedih berpisah dengan teman mereka, Lu Shan bahkan menangis memeluk Jun Shi.
"Aku akan sangat merindukanmu Jun Shi, kau harus sering mengirim surat untukku ya, aku juga akan melakukan hal yang sama".
"Keluarga mu pindah ke ibukota, bagaimana dengan toko De Xiang?!" Fokus Jun Shi adalah toko manis dan lezat yang tidak bisa ia nikmati lagi.
Tangisan Lu Shan berhenti mendadak karena tidak menyangka temannya lebih merindukan kue tart dan parfait daripada dirinya!!.
"Tentu saja kak Adel akan menutup toko De Xiang!!" Lu Shan menjadi emosi karena reaksi temannya.
"Uuwaa!! Jadi aku tidak bisa lagi menikmati kue tart dan kue parfait yang lembut dan manis itu?!! Kenapa kalian melakukan ini padaku?!!".
Lu Shan melihat Jun Shi menangis sedih juga ikut menangis walaupun alasan tangisan mereka berbeda, keduanya berpelukan dan menangis keras.
"Apa kau akan merindukanku Lu Cheng? Kau pasti akan merindukanku kan? Aku juga akan merindukanmu, huhuhu. Kita akan berpisah selamanya, aku tidak akan pernah melupakan mu temanmu, kau satu-satunya yang tidak bosan mendengar celotehan ku, huhuhu Lu Cheng, aku sudah mulai merindukanmu".
Lu Cheng mengurut keningnya yang sakit mendengar tangisan keras dari ketiga adik dan temannya. Tangisan mereka berhenti ketika sang guru masuk kelas dan bingung melihat tangisan ketiga muridnya lalu menjadi speechless ketika mengetahui alasan dibalik tangisan tersebut.
Adelia mengirim lima botol wine rosella untuk rasa terimakasih setelah mengetahui bahwa Prefek Zhong akan mengirim 15 petugas yamen yang memiliki ilmu beladiri tinggi untuk melindunginya dalam perjalanan ke ibukota.
Selain itu, Adelia juga mulai menyebar berita tentang penjualan toko dan rumah yang ia tempati dengan syarat bahwa mereka akan pindah pertengahan bulan depan.
"Jadi kau akan pindah bulan depan Adelia? Kita baru saja reunian tapi sudah berpisah lagi" Xiaowen merasa enggan berpisah dengan Adelia karena wanita itu satu-satunya teman baiknya.
"Kita bisa bertukar surat, bagaimana dengan kehamilan mu? Kau akan melahirkan satu bulan lagi bukan?".
Xiaowen mengelus perut besarnya lalu tersenyum bahagia. "Ya, aku berharap aku akan melahirkan anak laki-laki seperti Baobao, pasti akan begitu menggemaskan".
__ADS_1
"Aku harap juga begitu". Dengan adanya anak laki-laki maka seorang ibu mempunyai backing di keluarga suaminya.
"Apa kau tidak berpikir untuk membuka toko kue tart di Fucheng Xiaowen?".
"Huh? Apa kau ingin aku mengelola toko De Xiang? Tidak, aku tidak bisa mengelolanya Adelia, toko De Xiang di Fucheng lebih besar dan rumit daripada di kota Cheng".
Adelia tersenyum geli. "Bukan, bukan itu maksudku. Maksudku adalah setelah aku tutup toko De Xiang, di bagian dalam kota tidak akan ada orang yang menjual kue tart, akan lebih baik jika kau mengambil kesempatan ini sebelum orang lain".
Xiaowen tertegun lalu wajahnya sedikit memerah malu karena terlalu percaya diri dan berpikir bahwa temannya akan menyerahkan toko De Xiang untuk ia kelola, ia berpikir seperti itu karena Adelia sudah melakukan hal itu sebelumnya sehingga ia langsung berpikir ke arah sana.
"Bagaimana? Apa kau tertarik? Jika kau tertarik aku akan membantumu mencari toko yang strategis namun biaya sewanya tidak terlalu mahal".
Xiaowen diam sesaat lalu menjawab. "Aku akan mendiskusikannya dengan suamiku terlebih dahulu, kau tau sendiri kalau sekarang aku tidak bisa bepergian kemana-mana".
Adelia mengangguk setuju, raut wajahnya berubah bingung ketika melihat ekspresi sedih, gusar dan enggan temannya.
"Kau kenapa Xiaowen? Apa kau sedang ada masalah?".
Xiaowen menghela napas panjang seakan ingin membuang semua perasaan tidak menyenangkan dalam hatinya. "Ibu mertua akan datang ke Fucheng".
Adelia menjadi mengerti, kehidupan tanpa ibu mertua yang selalu mencari masalah memang sangat menyenangkan serta akan sulit kembali kepada keadaan semula.
"Ibu mertuamu datang untuk menjagamu melahirkan nantinya bukan?".
"Ya" Li Jin sangat khawatir akan keadaannya ketika melahirkan nanti karena tidak memiliki orang tua yang punya pengalaman, walaupun mereka sudah membeli dua budak namun keluarga sendiri lebih nyaman daripada orang lain, itulah yang dipikirkan oleh suaminya.
"Tapi masalahnya Li Yueyin dan suaminya juga ingin ikut ke Fucheng".
!!
Li Yueyin sudah menikah?! Adelia tidak mendengar apapun dari temannya tentang gadis yang selalu fokus pada suaminya.
__ADS_1