Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Keputusan Wang Jiayou


__ADS_3

Setelah pesta Qionling, para sarjana Jinshi yang tidak tinggal di ibukota pun pulang ke kampung halaman mereka masing-masing untuk menjemput orangtua, istri dan keluarga mereka, termasuk Wang Jiayou. Kaisar Murong memberikan cuti sebelum masuk kerja di pemerintahan ibukota selama paling lama 1 bulan karena beberapa sarjana Jinshi datang dari provinsi yang jauh.


Lu Xiang menerima surat dari temannya, Wang Jiayou yang mengatakan bahwa ia akan pulang ke untuk menjemput ibu dan adiknya untuk tinggal di ibukota, keluarga mereka tidak lagi memiliki ayah sehingga ia tidak tenang meninggalkan ibu dan adik laki-lakinya tinggal di Fucheng sendirian.


Lu Xiang menghela napas panjang, menerima surat dari temannya menunjukkan bahwa Wang Jiayou tidak akan dekat lagi dengannya karena masalah yang terjadi di pesta Qionling, ia mengerti pilihan temannya. Ia dan Wang Jiayou bukan sahabat dekat dan baru berkenalan tidak lama ketika berada di Fucheng sehingga wajar jika laki-laki itu tidak ingin mengambil resiko dengan tetap dekat dengannya dan membuat Murong Xianting dan Murong Xianxian tidak suka, jika ia di posisi Wang Jiayou maka ia juga akan melakukan yang sama.


Lu Xiang tidak dapat berbuat apapun, bohong jadinya jika ia tidak kecewa namun semua orang memilih jalan mereka sendiri, ia menganggap bahwa hubungannya dengan Wang Jiayou hanya teman biasa dan tidak bisa berlanjut lebih jauh, walaupun ia mengerti namun tindakan temannya tetap saja menimbulkan celah di hatinya.


Jika ia bisa memilih maka tentu saja ia tidak ingin menolak tawaran dan menyinggung Murong Xianting namun memilih Kaisar lebih baik daripada berharap pada Murong Xianting yang ia tau memiliki karakter yang bisa dipertanyakan.


"Wang Jiayou mengirim surat untukmu?". Melihat suaminya yang termenung melihat surat di tangan, Adelia bertanya memastikan.


Lu Xiang mengangguk pelan.


Adelia memeluk suaminya mencoba menghibur. "Jangan sedih Lu Xiang. Kau akan mendapatkan teman yang lebih baik dan loyal lagi. Percayalah!".


Adelia mengetahui kejadian yang menimpa suaminya di pesta Qionling dan karena kejadian itu para sarjana Jinshi yang ingin membangun hubungan dengan Lu Xiang mendadak menarik diri dan bersikap seakan tidak mengetahui suaminya. Walaupun ia gusar dan kecewa karena sikap mereka namun ia juga mengerti keputusan mereka.


Lu Xiang diam sesaat, ia tidak begitu sedih ketika kehilangan teman yang ingin ia perdalam hubungan persahabatan mereka karena Wang Jiayou dan dirinya baru dekat ketika bepergian ke ibukota, mungkin ini suatu ujian untuk mengasahnya untuk bisa memilih teman yang lebih baik lagi namun melihat wajah khawatir istrinya, matanya bersinar secepat kilat hingga Adelia tidak dapat menangkap sinar licik itu.

__ADS_1


Lu Xiang mengeratkan pelukan dan menenggelamkan kepalanya di dada istrinya, ia tau jika ia diam saja maka Adelia pasti akan berusaha lebih keras dalam menghiburnya.


Mungkin dia bisa mencari kesempatan dalam kesempitan!.


Dan benar, Adelia semakin sedih melihat ekspresi suaminya yang kecewa karena kehilangan teman yang ia pikir dapat menjadi sahabat baik. Ia mengecup bahu dan pipi Lu Xiang lalu mencium bibir mencoba menghibur, mengingat suaminya yang selalu minta jatah namun ia tolak karena masih kesal akan kejadian mabuk beberapa hari yang lalu, ia berpikir mungkin suaminya akan kembali senang setelah meluapkan emosinya di ranjang.


Adelia tidak melihat ujung bibir Lu Xiang yang melengkung naik, keduanya bercumbu tanpa nafsu hanya saling mengutarakan perasaan masing-masing lewat cumbuan lembut tersebut namun semakin lama Lu Xiang semakin agresif dan memperdalam ciuman mereka.


"Hmmph" Suara desah terlontar keluar dari bibir Adelia membuat Lu Xiang semakin senang dan bangga, tangannya merangkak ke bawah dan bermain dengan gundukan lembut dan kenyal sebelum kembali turun untuk mempersiapkan istrinya.


Dikarenakan makanan ada di depan mata namun tidak bisa memakannya, Lu Xiang kehilangan kontrol dan memainkan permainan penuh gairah tersebut dengan ritme yang cepat dan ******* tiga kali hingga Adelia yang begitu kelelahan menarik rambut panjang suaminya dengan tangannya yang hampir kehilangan kekuatan.


"Dikasih hati minta jantung" Itulah gumaman Adelia sebelum ia tidak sadarkan diri.


Lu Xiang memilih libur selama 2 minggu sebelum masuk ke kantor kementerian pekerjaan umum, walaupun para Jinshi yang berada di ibukota biasanya akan mulai bekerja paling lama seminggu setelah pesta Qionling karena mereka ingin membuat kesan baik di tempat kerja mereka dan membangun koneksi dengan kolega lebih cepat namun tidak ada salahnya mengambil cuti setengah dari yang telah ditetapkan.


Lu Xiang memutuskan hal itu karena ia ingin bersama dengan Adelia setiap saat sebelum ia disibukkan dengan pekerjaan dan pergi ke pertemuan mahkamah di istana. Pertemuan mahkamah dilakukan setiap hari kecuali jika Kaisar berhalangan dan memiliki urusan penting, karena jarak dari kota bagian dalam menuju ke kota terlarang lumayan jauh, pejabat yang menghadiri pertemuan mahkamah biasanya harus berangkat ketika fajar baru saja menampakkan dirinya dan bekerja di kementerian pekerjaan umum pasti akan lembur jika banyak pekerjaan sehingga waktu bersama dengan istrinya tidak begitu banyak.


Keputusan itu didukung setelah ia menolak tawaran pangeran ketiga sehingga orang-orang pasti akan menjaga jarak supaya tidak ikut terkena masalah, walaupun ia masuk kerja lebih cepat itu tidak akan membuat kesan yang lebih baik di mata kolega dan atasanya karena dampak dari apa yang terjadi di pesta Qionling jadi untuk apa ia bersusah payah dan mengobarkan cutinya hanya untuk memberi kesempatan kepada calon koleganya untuk menyinyir padanya?!.

__ADS_1


Keseharian Lu Xiang pun menjadi teratur yaitu bercanda dan bermesraan dengan Adelia, menjaga dan berkomunikasi dengan anaknya dan memberikan tutor kepada kedua adiknya.


Di sela itu, ia juga mencari informasi tentang akademi anak yang akan dihadiri oleh Lu Cheng dan Lu Shan karena ilmu pengetahuan Lu Cheng sudah hampir matang dan dapat mengajukan rekomendasi kepada guru akademi untuk dapat mengikuti ujian anak atau ujian dasar sehingga akademi harus dicari secepat mungkin.


"Kau ingin pergi toko sayang? Aku temani".


"Aku juga mau ikut!!" Lu Shan yang hanya berdiam diri dan belajar di rumah merasa bosan.


Lu Cheng tidak berkata apapun namun berdirinya menunjukkan maksud yang sama.


"Baiklah. Bagaimana jika kita berbelanja? Sudah lama kita tidak berbelanja bersama".


"Baik/setuju!!". Ketiga kakak beradik itu menjawab keras.


Keluarga kecil itu pun berangkat dengan kereta kuda. Adelia melihat tokonya yang sudah banyak berubah setelah seminggu lebih di renovasi oleh pengrajin, lantai pertama yang luas ia bagi menjadi tiga bagian, satu untuk beberapa meja yang diatur dengan sejajar, satu kursi panjang yang dilapisi dengan kapas yang berbentuk seperti sofa satu deretan lagi kursi biasa. Bagian kedua untuk para pekerja seperti meja kasir, meja kaca kue serta lemari dan meja panjang untuk membuat minuman sedangkan bagian ketiga terdapat panggung kecil tempat pertunjukkan drama dan teater.


Untuk lantai dua sendiri, Adelia masih memilih design toko lamanya yaitu beberapa ruangan VIP yang lebih kedap suara karena memakai dingin kayu yang tebal walaupun tidak sebanding dengan design kedap suara di dunia modern namun itu sudah cukup memuaskan di zaman yang masih berkembang tersebut.


Di dalam ruangan VIP terdapat meja besar dan beberapa kursi yang empuk, lemari berisi ukiran jenis kue yang diwarnai dengan cat minyak agar terlihat lebih nyata dan beberapa buku cerita dan puisi yang terkenal dan gelas kristal yang ia miliki dari dunia modern yang dijadikan sebagai asesoris toko.

__ADS_1


"Sayang, gelas kristal ini sebaiknya jangan diperlihatkan".


Perkataan Lu Xiang membuat Adelia tertegun.


__ADS_2