Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Bertemu dengan Prefek Zhong


__ADS_3

Lu Xiang sampai ke kota Fucheng pada sore hari, ia memutuskan untuk menginap di penginapan bagian dalam kota yang ia temukan dengan mudah karena tidak lagi musim ujian.


Besoknya petugas yamen dibawah pimpinan langsung Prefek Zhong menjemput Lu Xiang dan menuntun Xiefu tersebut untuk bertemu dengan pimpinan mereka.


"Hahaha, selamat datang sarjana Xiefu. Aku sudah lama ingin bertemu denganmu". Prefek Zhong menyambut kedatangan Lu Xiang dengan hangat.


"Suatu kebanggaan bagi Lu Xiang dapat bertemu dengan anda Prefek Zhong".


"Hahaha. Jangan berbicara kaku begitu, panggil saja aku paman Zhong". Prefek Zhong senang akan sikap sopan santun Lu Xiang walaupun pemuda itu bahwa ialah yang memegang kendali dalam pertemuan ini. Ini menunjukkan bahwa laki-laki itu tidak mudah sombong ketika mencapai sesuatu.


"Bagaimana mungkin saya bersikap tidak sopan seperti itu Prefek Zhong" Lu Xiang masih menolak perkataan Prefek Zhong.


"Tidak apa-apa. Aku sendiri yang menyuruhmu untuk memanggilku paman".


"Baiklah paman". Lu Xiang akhirnya memanggil Prefek Zhong dengan sebutan paman, ia tidak lagi dapat menolak karena akan terlihat hipokrit.


"Duduk lah, duduklah. Bagaimana perjalananya kemari, apakah aman-aman saja?". Prefek Zhong telah menghukum Feng Shanming yang berlaku curang di pemeriksaan ujian fu-shih dengan kors sementara setelah mendapat bukti bahwa keluarganya sedang membicarakan pernikahan dengan anak keluarga Tian yang ikut ujian fu-shih tahun ini, karena ini masalah internal ia tidak perlu mengatakannya pada Lu Xiang.


"Perjalananku sangat mulus paman. Suasana di kota Fucheng sangat berbeda dengan kota Cheng, tampak begitu ramai seperti biasanya".


"Tidak lama lagi kau juga akan tinggal di sini". Prefek Zhong berbasa-basi dengan Lu Xiang, menanyakan kabar keluarga pemuda itu sebelum masuk ke topik utama mereka.


"Sebenarnya paman ingin bertemu denganmu karena ide yang kau tulis di ujian sangat menarik dan aku pikir dapat direalisasikan. Oleh karena itu hari ini aku ingin membahas lebih lanjut mengenai parit mengalir air ke semua sawah yang kau tulis itu".


Lu Xiang tersenyum simpul. Ia mengambil denah yang ia simpan dalam batang bambu lalu memperlihatkannya pada Prefek Zhong. "Sebelum saya jelaskan paman. Ada baiknya paman lihat denah ini terlebih dahulu".


Prefek Zhong melihat denah detail tersebut dan menjadi mengerti, matanya membesar karena begitu takjub akan denah yang ia lihat. Jika ini dapat direalisasikan maka akan menjadi sesuatu yang spektakuler di mata Kaisar.


"I-ini semua kau yang membuatnya?!". Mata Prefek Zhong tidak bisa lepas dari gambar denah di kertas kuning tersebut.


"Ya Prefek Zhong. Setelah saya membahasnya dengan guru Juren Zhao saya baru dapat menggambarkan denah ini".


Prefek Zhong mengangguk kuat. "Seperti yang diharapkan dari murid Zhong Fan. Kau dapat membuat sesuatu yang hebat, jika ini berhasil diimplementasikan maka kau akan memiliki merit yang besar Lu Xiang".

__ADS_1


"Ini semua berkat guru dan paman yang banyak membantu Lu Xiang". Jawab Lu Xiang merendah.


"Hahaha, paman akan menggunakan denah ini untuk mendiskusikan lebih lanjut dengan pegawai lainnya. Musim semi adalah musim yang tepat untuk membuat ini menjadi kenyataan. Paman sangat bangga padamu hahaha". Prefek Zhong memukul pundak Lu Xiang dengan semangat tinggi.


Keduanya berbicara dengan antusias tentang apa dan bagaimana merealisasikan denah tersebut hingga ke bagian finansial. Tanpa memberitahu Kaisar akan sangat sulit mereka mengumpulkan dana untuk membuat tanggul dan irigasi yang panjang tersebut namun Prefek Zhong tidak mau mengambil resiko dengan memberitahu terlebih dahulu kepada Kaisar dan nantinya malah gagal karena akan berakibat fatal bagi karir dan keluarganya.


"Paman. Istriku sedikit bisa membuat wine buah, aku tidak tau apakah wine ini akan cocok untukmu tapi aku harap paman menyukainya". Lu Xiang memberikan dua kendi wine kecil, dengan kemampuan Prefek Zhong, dia pasti dapat menemukan fakta bahwa Adelia dapat membuat wine dan menjualnya dan memberikannya pada guru Zhao sehingga tidak mungkin ia memberikan teh berkualitas tinggi karena Prefek Zhong dapat membelinya sendiri.


"Oh! Istrimu bisa membuat wine?" Prefek Zhong tetap terkejut walaupun ia sudah tau bahwa Adelia dapat membuat wine, ia sudah menyelidiki tentang keluarga Lu Xiang sebelum bertemu dengan pemuda itu.


"Kemampuan itu tidak dapat disebut pandai paman. Istriku hanya dapat membuat wine untuk keluarga kami sendiri, aku melihat bahwa guru Zhao menyukainya dan berpikir bahwa paman juga akan menyukainya makanya aku membawa wine ini. Aku harap paman memahami apa yang aku lakukan".


"Hahaha, aku pasti akan menyukai. Istrimu sangat kompeten karena tidak hanya membuat kue unik sampai terkenal di kota Fucheng, ia bahkan punya kemampuan langka seperti membuat wine".


"Paman memuji berlebihan. Istriku pasti akan senang mendengar pujian mu paman".


Keduanya berbincang tentang buku atau puisi sebelum pertemuan tersebut selesai. Baik Lu Xiang dan Prefek Zhong sama-sama puas akan pembahasan mereka hari ini.


Lu Xiang tertegun dan berterimakasih. "Terimakasih atas bantuan mu paman".


Wei Nian yang sudah menunggu di luar segera menuntun Lu Xiang untuk mendapatkan rumah yang tepat. Ia memberikan tiga pilihan tempat pada Lu Xiang. Satu rumah yang dekat dengan kantor gubernur, rumah tersebut cukup besar karena memiliki satu rumah utama dan 5 rumah samping dengan nilai jual 11.000 koin perak namun Lu Xiang tidak memilihnya karena jauh dari akademi yang berada di bagian luar kota.


Pilihan kedua adalah rumah yang ada di pusat kota, rumah tersebut lebih kecil karena hanya memiliki satu rumah utama dan 3 rumah samping namun lagi-lagi Lu Xiang tidak memilih karena alasan yang sama. Lu Xiang sangat tertarik dengan rumah terakhir yaitu rumah yang dekat dengan gerbang bagian dalam kota. Rumah tersebut terlihat baru dan memiliki satu rumah utama dan 4 rumah samping dengan nilai jual 8.000 koin perak, Lu Xiang segera memilih rumah ini.


"Masion ini awalnya tidak dijual namun karena pemiliknya ingin pindah ke kota lain dengan cepat makanya mereka memilih menjual rendah mansion ini. Anda sangat beruntung sarjana Xiefu".


"Panggil saja aku Lu Xiang, aku akan memanggilmu Wei Nian".


"Hahaha kalau begitu aku akan memanggilmu Lu Xiang". Wei Nian merasa bertambah akrab dengan Lu Xiang setelah berbicara santai dengan pemuda tersebut.


"Wei Nian, apa kau tau toko yang dijual dekat dengan rumahku? Istriku memiliki usaha kue di kota Cheng dan ingin melanjutkan usahanya di sini".


"Hm.. Aku kira ada yang ingin menjual toko di dekat daerah itu tapi harganya sangat tinggi".

__ADS_1


"Berapa kira-kira kisaran harganya?".


"Sekitar 17 sampai 18 ribu koin perak. Biasanya toko di jalan itu hanya berkisar 12 sampai 14 ribu saja tapi di samping toko itu punya taman bunga yang juga termasuk dalam bagian toko tersebut sehingga harganya jauh lebih mahal". Wie Nian berpikir bahwa Lu Xiang tidak akan mampu membelinya setelah pemuda itu baru saja membeli rumah namun perkiraannya salah.


"Bisa kau membuat pertemuan dengan pemilik toko itu?".


"Tentu saja. Dia salah satu pedagang terbesar di Fucheng, dia menjualnya karena satu dan lain hal, ikut aku".


Mereka berjalan selama hampir sepuluh menit sebelum sampai di sebuah rumah besar yang bertuliskan Wang di papan di atas pintu gerbang.


Sang pemilik toko segera menyambut mereka dengan antusias.


"Senang bertemu dengan anda sarjana Xiefu dan petugas Wei, nama saya Wang Xiaowang". Wang Xiaowang tertegun setelah Wei Nian memperkenalkan Lu Xiang.


"Senang juga bertemu dengan anda. Saya kesini karena ingin membeli toko anda yang ada di jalan Shenzhen" Lu Xiang segera mengutarakan tujuan kedatangannya.


"Oh! Aku terpaksa menjual toko itu karena ingin membeli toko di ibukota. Mari ikut saya untuk melihat toko itu sebelum kita bicarakan harganya".


Mereka pergi ke jalan Shenzhen yang tidak jauh dari rumah pemilik toko. Lu Xiang melihat sebuah toko bertingkat dua, toko tersebut bekas kedai teh sehingga interiornya di desain elegan, di samping toko terdapat taman bunga yang bunga sedang bermekaran membuat suasana sejuk dan pemandangan indah. Taman bunga tersebut sering disewa oleh sarjana yang ingin membuat acara perkumpulan antar sarjana.


"Saya puas dengan lokasi dan bangunan toko. Berapa yang ingin paman Wang jual untuk bangunan toko ini?" Adelia pasti akan senang melihat taman bunga di samping toko dan mendapat ide brilian untuk memanfaatkannya.


"Karena sarjana Xiefu sendiri yang ingin membelinya maka saya akan menjualnya dengan harga 16.500 koin perak. Bagaimana sarjana Xiefu? Apa anda puas dengan harga yang saya tawarkan?" Jika Lu Xiang masih ingin menawar harga lagi maka ia akan memberikan harga 16.000 koin perak, itu adalah harga terendah yang dapat ia tawarkan. Jika saja Lu Xiang bukan sarjana Xiefu maka tidak akan menjual dengan harga rendah seperti itu.


"Baiklah paman Wang. Saya akan membelinya namun uang saya tidak cukup untuk membeli kas penuh, apakah saya bisa membayarnya dengan 12.000 koin perak terlebih dahulu? Setelah saya pindah ke Fucheng saya akan membayar sisanya".


Wei Nian dan Wang Xiaowang tertegun. Keduanya tidak menyangka bahwa keluarga Xiefu memiliki banyak uang hingga mampu membayar hampir lunas bangunan toko tersebut.


"Ten-tentu saja sarjana Xiefu. Mari kita lakukan proses penjualannya". Ia sangat senang mendapatkan uang yang dapat ia gunakan langsung untuk rencananya. Wang Xiaowang segera pergi ke kantor yamen untuk menyelesaikan prosedur penjualan, dengan bantuan Wei Nian proses penjualan tersebut tidak butuh waktu lama. Wang Xiaowang segera memberikan surat tanah dan bangunan toko kepada Lu Xiang tanpa takut pemuda itu tidak mampu membayar.


Dengan gelar sarjana Xiefu dan backing dari petugas yamen, tidak mungkin Lu Xiang tidak akan membayar sisa uang penjualan toko tersebut.


Lu Xiang menerima surat tanah dan bangunan toko itu dan tersenyum, ia sudah bisa membayangkan reaksi Adelia ketika melihat toko tersebut pertama kali. Ia berterimakasih pada Wei Nian dengan mengajak laki-laki itu untuk makan di restoran Fuyuan yang juga membuka cabang di Fucheng.

__ADS_1


__ADS_2