Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Wang Jiaoyu


__ADS_3

Lu Xiang pergi ke toko buku besar Yuanji untuk kembali menjual tiga buku Konfusius klasik hasil ia tulis sendiri. Selama hampir tiga minggu ini, ia hanya dapat menulis tiga buku karena kesibukannya.


Sang pegawai toko buku tidak mengenali Lu Xiang dan memperlakukan laki-laki itu sama seperti sarjana lainnya. Ia melihat tulisan dan memeriksa apa yang ada typo dari tulisan di buku Lu Xiang lalu membayar 15 koin perak untuk tiga buku konfusius klasik tersebut.


Lu Xiang lalu pergi ke akademi untuk belajar seperti biasa, selesai makan siang ia menyempatkan diri untuk kembali menyortir buku-buku matematika di kantor divisi matematika karena hanya dirinya saja yang melakukan tugas itu. Ia bisa saja melaporkan tindakan Pan Youfeng ke guru Juren Shan atau guru lainnya namun itu akan menambahkan masalah baru karena pasti laki-laki itu akan membencinya.


Lu Xiang tidak ingin membuat masalah karena baru dua hari bekerja sebagai asisten guru, walaupun laporan nanti memang wajar dilaporkan namun tetap saja akan membuat kesan buruk pada guru lainnya.


Selesai waktu makan siang Lu Xiang akhirnya berhasil merapikan satu lemari besar buku matematika dan buku lainnya sesuai jenis dan kelasnya lalu tersenyum senang. Walaupun masih ada dua lemari besar lainnya namun ini sudah menunjukkan hasil kerja kerasnya selama dua hari ini.


Pan Youfeng memutar bola matanya melihat Lu Xiang yang pergi tanpa menyapanya terlebih dahulu dan kembali membaca dan mengkopi buku namun ia mendengar bahwa keributan dari luar dan segera berlari mengambil buku dan memasukkannya ke lemari tanpa melihat isi buku tersebut.


Matanya melirik ke arah pintu dan bersinar ketika melihat laki-laki berumur 20 tahunan yang masuk ke dalam bersama dengan tiga guru lainnya.


"Selamat siang Juren Wang Jiaoyu, selamat siang Juren Liang, selamat siang Juren Meng dan Juren Liao".


Keempat Juren tersebut mengangguk dan melihat satu lemari besar yang sudah disusun buku dengan rapi dan bahkan disusun berdasarkan kelas dasar hingga kelas lanjutan.


"Kau yang menyusun buku-buku ini?" Tanya Juren Liang kagum.


"Ya, Juren Liang. Aku sudah menyusunnya dari kemarin hari". Jawab Pan Youfeng senang, ia melirik Wang Jiaoyu melihat respon laki-laki itu.


Berbeda dengan Juren lainnya yang sudah berhenti mengikuti ujian kenegaraan. Wang Jiaoyu yang masih sangat muda sudah mendapatkan gelar Qiawei Jieyuan atau Xiao Xieyuan, gelar yang diberikan oleh sarjana yang lulus dengan peringkat satu terus menerus.


Jika saja ia ayahnya tidak meninggal sehingga ia harus berkabung selama 2 tahun lamanya. Status laki-laki yang lebih tinggi membuat seorang anak harus berkabung lebih lama untuk ayah atau kakeknya daripada ibu dan neneknya.


Jika kejadian itu tidak terjadi maka sekarang mungkin Wang Jiaoyu sudah mendapatkan gelar Jinshi dan jabatan di pemerintahan ibukota.

__ADS_1


"Bisakah kau mengambil buku matematika agrikultur untukku?" Mata Wang Jiaoyu melihat buku yang dipegang oleh Pan Youfeng serta buku di lemari kedua yang baru di susun oleh laki-laki itu tidaklah dalam satu kelas dan bertanya tentang kecurigaannya.


Senyum lebar Pan Youfeng membeku, ia sedikit panik karena tidak tau letak buku tersebut. "Se-sebentar Juren Wang, banyak sekali buku yang harus susun sehingga aku lupa namanya". Ia pun berusaha menenangkan diri.


Wang Jiaoyu mendengus sinis. "Kau tidak tau bukunya karena bukan kau yang menyusun buku ini. Buku yang kau pegang dan buku di rak kedua yang baru kau susun sama sekali tidak seperti buku di rak pertama". Ia tipe yang blak-blakan dan tidak akan memberi muka pada siapa yang ia anggap tidak pantas.


Wajah Pan Youfeng memucat, ia melihat buku ditangannya dan buku di lemari kedua lalu sadar bahwa ia melakukan kesalahan.


Tiga sarjana Juren juga menyadari bahwa Pan Youfeng berbohong, wajah kagum mereka berubah menjadi marah karena merasa seperti orang bodoh yang gampang dibohongi.


"Jadi bukan kau yang menyusun ini?"


Pan Youfeng diam berpikir alasan yang tepat untuk menutupi kesalahannya namun Wang Jiaoyu tidak memberi kesempatan.


"Jujurlah jika kau masih ingin pekerjaan sebagai asisten guru".


Juren Meng menghela napas panjang. "Akan lebih baik jika kau berterus terang seperti ini. Jika kau sudah membuat kesepakatan dengan Lu Xiang maka kerjakan tugas ini dengan baik, setelah itu kau bisa bertanya pada kami apa yang tidak kau mengerti atau mengcopy buku di perpustakaan ini".


Pan Youfeng bernapas lega dan membungkuk kembali. "Saya akan menjalankan nasehat Juren Meng. Terimakasih Juren Meng, maaf anda semua jadi terganggu karena ketidak kebijaksanaan saya".


Para Juren hanya menggelengkan kepala dan tidak lagi mempermasalahkan hal tersebut namun tidak dengan Wang Jiaoyu, ia tidak percaya akan alasan Pan Youfeng namun walaupun demikian ia tidak ingin memperpanjang masalah yang menurutnya akan sia-sia.


"Lu Xiang membuat susunan buku yang baik. Kau harus mencontohkan sortiran yang Lu Xiang buat".


"Baik Juren Wang".


Keempat Juren itu pun keluar dari ruangan tersebut baru Pan Youfeng menghela napas lega, ia melihat lemari pertama yang sudah rapi oleh buku-buku dan mendengus gusar dan marah pada Lu Xiang karena laki-laki itu ia menjadi hilang muka di depan guru Juren matematika.

__ADS_1


"Sialan!!".


Ketika Lu Xiang kembali setelah pulang dari akademi, wajah Pan Youfeng yang marah dan menatap tuduh padanya membuatnya heran namun ia tidak mau bertanya dan melanjutkan pekerjaannya menyusun buku.


"Lu Xiang. Kau sudah menyusun buku di rak pertama, biar rak kedua aku yang susun. Walaupun sulit bekerja sendirian tapi aku belum mengerjakan apapun dari kemarin". Ia bermaksud agar Lu Xiang menolak dengan alasan basa-basi agar ia bisa memberi alasan ketika para Juren bertanya kembali namun jawaban Lu Xiang membuatnya tertegun.


"Kalau begitu terimakasih senior". Lu Xiang segera mengambil kertas kosong di tasnya dan duduk disudut ruangan untuk mengcopy buku konfusius klasik untuk ia jual.


Mata Pan Youfeng menatap nyalang pada Lu Xiang seakan ingin memakannya hidup-hidup namun ia hanya mendengus gusar dan menyumpah serapah laki-laki itu dan kembali menyusun buku.


"Oh Lu Xiang. Kau sudah datang!" Wang Jiaoyu yang ingin mengambil buku melihat Lu Xiang yang duduk di sudut ruangan.


"Selamat sore Juren Wang, senang bertemu dengan anda".


"Usia kita tidak terpaut jauh, panggil saja aku senior Wang. Apa yang kau lakukan?".


Pan Youfeng merasa senang karena Lu Xiang akan dimarahi oleh Wang Jiaoyu.


"Baik senior. Aku sedang mengcopy buku senior".


Wang Jiaoyu mengangguk mengerti. "Kalau begitu lanjutkan kegiatanmu, aku kesini ingin mengambil buku matematika untuk agrikultur". Ia menyukai Lu Xiang yang memiliki reputasi baik dan tinggi di Fucheng namun tidak angkuh dan tetap menjadi dirinya sendiri, ia juga sudah membaca ide dan denah yang digambarkan oleh Lu Xiang dan menjadi kagum pada sosok pemuda yang hampir sebaya dengannya.


"Jika senior Wang tidak tau letak bukunya, biar saya yang mencarinya. Keadaan perpustakaan yang masih berantakan pasti menyulitkan senior untuk mencari bukunya". Lu Xiang mengingat letak buku matematika agrikultur yang ia susun dan segera menyerahkannya pada Wang Jiaoyu.


"Ingatanmu cukup baik, jika kau lelah. Kau bisa membuat teh di ruang istirahat, jangan sungkan".


"Baik senior. Terimakasih".

__ADS_1


Perlakukan yang jauh berbeda tersebut membuat Pan Youfeng tertegun dan semakin marah dan iri pada Lu Xiang.


__ADS_2