
Ekspresi Adelia mendingin sesaat, sangat mudah dalam menjatuhkan reputasi Miao Sheng melalui tangan nenek Miao Lan namun wanita di hadapannya lebih sulit di hadapi dari neneknya.
"Ak-aku baik-baik saja bibi". Tubuh Adelia bergetar dan menolak untuk dibantu oleh Li Mei membuat wanita hampir 40 tahun itu semakin kesal namun masih menahan diri untuk tidak berkata kasar.
Namun tidak dengan nenek Miao Lan, ia tidak sabar menghadapi trik cucunya dan mengumpat kasar. "Jangan berlagak lemah cucu sialan!, cepat berikan aku dua kue tart penuh dan uang penghasilan penjualan kue".
Yup, pig teammate.
Adelia berusaha keras untuk meneteskan air mata dan menengadah. "Ne-nenek, mengapa kau meminta uang padaku? Aku tidak memilikinya, lagipula untuk kue kau harus membayarnya".
"Adelia! Nenek Miao Lan adalah nenekmu, apa kau tidak mau memberikan kue tart padanya? Mana budi pekerti mu sebagai cucu?". Lien Hua adalah wanita blak-blakan yang bertipe sama dengan nenek Miao Lan.
"Tapi bibi Lien Hua, membuat kue harus membeli bahan. Harga pokok kue tart sangat tinggi makanya aku menjualnya dengan tinggi juga, untuk coklat saja aku harus mengimpornya dari Kerajaan barat". Jawab Adelia berbohong tanpa mengedipkan matanya.
"Adelia, kau sangat kejam. Kau bersikap seakan-akan nenek Miao Lan meminta uangmu berkali-kali, baru kali ini nenek meminta tapi kau segera menolaknya". Li Mei tidak tinggal diam dan mendukung perkataan Lien Hua.
Orang-orang menonton dengan antusias seakan di hadapan mereka adalah pertunjukan sirkus, baru selesai masalah dengan perusakan reputasi, toko kue De Xiang menunjukkan pertunjukan baru.
Adelia lelah menengadah, lehernya rasanya mau patah hingga ia memilih untuk berdiri karena merasa sudah cukup tersiksa di mata penonton namun tetap saja dengan adegan dramatis, mencoba berdiri dengan tubuh bergetar.
"Bibi, bukan aku kejam tapi biaya kue tart sangat tinggi, kami tidak mengambil untung banyak karena Lu Xiang adalah pelajar yang memiliki integritas tinggi dan tidak ingin meraup keuntungan tinggi. Kami menjual kue untuk bertahan hidup, kami harus membayar sewa toko dan rumah serta membayar biaya sekolah suami ku Lu Xiang dan untuk makan Lu Shan dan Lu Cheng juga. Aku tidak punya uang lebih selain biaya pokok untuk membuat kue bibi. Apa bibi tega melihat kami menutup toko kue karena tidak punya uang untuk membeli bahan".
Li Mei terdiam dan gelisah melihat orang-orang berbisik serta mengangguk setuju.
"Bibi, kau tau sendiri biaya sekolah dan buku seorang pelajar sangatlah mahal, tolong jangan biarkan aku diceraikan Lu Xiang, aku tidak punya siapapun lagi di dunia ini selain suamiku".
"Hah! Kau sangat pandai berkilah cucu sialan. Aku tidak mau tau, cepat serahkan uang penjualan itu padaku". Nenek Miao Lan tidak memperdulikan penjelasan cucunya dan kekeuh ingin kue dan uang.
__ADS_1
"Nenek... Mengapa kau beg.."
"Adelia, kami juga sebenarnya tidak mau meminta uangmu tapi kami takut tidak bisa makan karena tidak ada lagi uang" Li Mei menangis lemah.
"Ya Adelia, kami juga sedang susah karena harus membiayai dua orang untuk sekolah" Timpa Lien Hua berniat mendukung namun malah membuat suasana menjadi canggung. Mampu membiayai dua orang untuk belajar termasuk kategori keluarga mampu dan berada.
Adelia menggertak gigi untuk menahan senyum, pig teammate no. 2. "Bibi Lien Hua, bibi Li Mei apa maksud kalian bahwa kalian sedang susah. Keluarga kalian memiliki 20 hektar tanah, aku mengingat dengan jelas bahwa bulan ini sawah sudah bisa panen, lagipula paman pertama dan paman ketiga masih bisa bekerja. Disini hanya aku yang dapat bekerja"
Li Mei memarahi Lien Hua dengan matanya dan berusaha untuk kembali berkilah. "Tapi kan kau pu.."
"Bibi Li Mei. Apa uang mas kawin sebesar 10 koin perak untuk membayar sekolah Miao Sheng dan Miao An masih belum cukup?" Tanya Adelia dengan suara rendah.
Orang-orang terkejut akan informasi baru tersebut, 10 koin perak adalah jumlah uang yang lumayan besar bahkan untuk orang di kota Cheng.
Ketiga perempuan itu terkejut. "Apa maksudmu?"
Di Kerajaan Murong, properti milik seorang istri tidak dapat dimiliki oleh keluarga suami tanpa izin istri dan akan diwariskan untuk sang anak ketika menikah atau beranjak dewasa.
Keluarga ibu Adelia berasal dari pedagang di kota Cheng, ibu Adelia dinikahkan dengan anak petani karena ia hanya berstatus anak selir dan semenjak itu tidak lagi berhubungan dengan ibunya tersebut.
Walaupun demikian, mas kawin yang diberikan cukup besar untuk keluarga petani diantaranya 10 koin perak, perhiasan dan tanaman herbal dan obat yang mahal untuk dibeli.
"K-kau mengatakan omong kosong!!!" Li Mei dan nenek Miao Lan berkata serentak.
Adelia menundukkan wajahnya dan bahunya bergetar. "Aku tidak mempermasalahkan itu karena Miao Sheng adalah pelajar di keluarga Miao dan ia juga keluargaku walaupun karena itu aku tidak disukai oleh suamiku karena tidak membawa mas kawin apapun".
Orang-orang kembali berbisik namun kali ini mereka melihat keluarga Adelia dengan tatapan marah dan jijik. Jika perkataan Adelia dibawa ke dunia modern maka orang-orang akan bersimpati padanya namun di dunia orang-orang merasa wajar wanita akan tidak disukai di keluarga suami jika tidak membawa mas kawin apapun.
__ADS_1
Mereka juga merasa jijik pada keluarga Miao yang membiarkan hal itu terjadi, walaupun status wanita sangat rendah namun biasanya keluarga wanita akan membuat anak perempuan atau cucu perempuan mereka terlihat disayangi diluar agar mendapat respek dari keluarga besan dan masyarakat.
"Kau cucu yang tidak punya budi pekerti!, kau cucu pembangkang, aku ingin menghukum mu karena membangkang pada nenekmu sendiri" Kehilangan kata-kata,Nenek Miao Lan menyumpah serapah lalu mengangkat tangannya ingin menampar wajah Adelia namun tangan kekar menahannya dari samping.
"Kau pikir kau sedang melakukan apa?" Suara dingin dan rendah yang membuat orang-orang bergetar ketika mendengarnya terdengar di telinga Adelia dan nenek Miao Lan.
Adelia tertegun melihat suaminya. Lu Xiang membuang tangan nenek Miao Lan lalu memeluk melindungi istrinya yang masih tertegun.
"Lu Xiang, kau tidak perlu ikut campur. Ini masalah keluarga Miao".
Lu Xiang terkekeh seakan mendengar hal lucu. "Sejak kapan perempuan yang sudah menikah masih menjadi bagian dari keluarga maternalnya?"
Nenek Miao Lan terdiam.
"Ya! Kau tidak punya hak apapun lagi terhadap kakak ipar terlebih setelah kau tidak mau mengobati kakak ipar yang sakit sebelum menikah dan bahkan memberikan kakak ipar yang sedang sakit parah ke keluarga kami!" Lu Cheng berteriak dengan air mata yang mengalir, ia sangat membenci keluarga Miao yang memperlakukan Adelia dengan sangat buruk, Adelia adalah cahaya bagi keluarganya dan ia tidak akan membiarkan siapapun lagi mengganggu cahaya dalam hidupnya.
Orang-orang yang menonton kembali terkesiap, pikiran mereka kembali di refresh oleh keluarga Miao yang tidak berperikemanusiaan.
"Apa Miao Sheng yang menyuruh kalian kemari? Dia seorang pelajar yang sudah belajar selama hampir 10 tahun tapi menjadi lintah yang mengisap darah sepupunya sendiri, wajar saja jika tidak lulus ujian apapun".
"Diam!!!" Li Mei berteriak marah.
"Pergi dari sini, aku tidak ingin keluarga kalian yang kejam berhubungan lagi dengan istriku. Adelia sudah cukup menderita, walaupun dia tidak menyalahkan kalian tapi aku tidak rela melihat istriku kalian perlakukan semena-mena. Lu Tao, Lu Kai, usir keluarga tidak malu ini". Lu Xiang tidak ingin meladeni keluarga Miao lebih lanjut dan menyuruh pelayan untuk bertindak.
Mulut Adelia terbuka, menatap takjub pada suaminya yang menggunakan bahasa halus namun sangat menusuk.
Seperti yang diharapkan, Lu Xiang adalah suami yang dapat diandalkan!!
__ADS_1
Tanpa Adelia sadari, Lu Xiang menatap dingin ke arah pelayan lalu menundukkan pandangannya, menyembunyikan sinar kelam yang terpancar di matanya.