Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Kesepakatan wine


__ADS_3

Keesokan paginya, Adelia bangun lebih telat dari biasanya karena bergadang larut malam. Ia merasakan kasur yang sudah dingin di sampingnya dan tau bahwa suaminya sudah lama bangun. Ia pun menyuruh pelayan untuk membawa air hangat untuk membersihkan diri.


Adelia memasak mie yi mien sendiri untuk Lu Shan dengan resep modern yang telah ia praktikkan beberapa hari ini. Ia memanggil Lu Shan, Lu Cheng dan Lu Xiang ke meja makan sebelum meletakkan yi mien di hadapan adik ipar bungsunya.


"Selamat ulang tahun Lu Shan".


Lu Shan terkejut dan menatap mie panjang umur di hadapannya, hingga berusia tiga tahun ia belum pernah merayakan ulang tahun hingga membuatnya bingung untuk sesaat.


"Hari ini adalah hari kelahiran mu dan itu patut untuk dirayakan. Kakak berharap kau panjang umur sehat dan selalu bahagia" Adelia memeluk Lu Shan dan membelai rambut adiknya dengan lembut.


Lu Shan masih tercengang lalu air mata keluar dan mengalir di pipi, ia sudah melihat beberapa teman sebayanya yang merayakan ulang tahun bersama keluarga walaupun iri namun ia tidak pernah meminta pada kakaknya atau bertanya apapun tentang ulang tahunnya karena Lu Cheng mengatakan bahwa mereka tidak bisa merayakan hari seperti itu.


"Terimakasih kak Adel, uuwwaaa!!" Lu Shan menangis keras mengeluarkan semua iri dan segala kesedihannya yang tidak bisa merayakan ulang tahun membuat Adelia menjadi serba salah dan meminta bantuan Lu Xiang.


Lu Xiang bangkit dan memeluk adiknya yang menangis. "Mulai sekarang kakak dan kak Adel akan merayakan ulang tahunmu setiap tahun. Begitu juga dengan Lu Cheng, kakak ingin kalian menjalani hidup bahagia dan melakukan apa yang kalian inginkan".


Mata Lu Cheng juga memerah, ia menunduk mencoba menahan air mata yang mulai mengenang di pelupuk mata, pelukan Adelia membuatnya tidak dapat membendung air mata dan jatuh ke pipi, ia menangis dalam diam, menangis bahagia dan bersyukur punya keluarga seperti kakaknya dan Adelia.


Adelia menggigit bibir bawahnya untuk tidak ikut menangis, banyak yang ia lewatkan sebelum bersama dengan Lu Xiang, baik itu ulang tahunnya sendiri atau ulang tahun Lu Xiang dan adiknya namun mulai sekarang ia dan keluarga akan menikmati setiap momen berharga yang akan menjadi kenangan indah di masa tuanya.


Puas menangis, Lu Shan memakan yi mien dengan sesegukan dan tersenyum begitu manis pada Adelia seraya mengatakan. "Terimakasih kak Adel" Membuat hati Adelia seperti meleleh, ia maju dan ingin mencium kedua pipi gembul yang memerah itu namun tangan kekar Lu Xiang menutup mulutnya dengan tatapan penuh peringatan membuat Adelia speechless.


Selesai Lu Shan menghabisi semua yi mien, Adelia dan Lu Xiang memberi angpao pada kedua adik mereka sebelum memberikannya pada para pelayan.

__ADS_1


"Terimakasih tuan dan nyonya. Semoga tahun ini tuan lulus ujian menjadi jinshi dan nyonya mendapatkan momongan yang lucu".


Adelia tertegun dan melirik Lu Xiang yang mengedipkan mata padanya membuat wajahnya memerah sempurna.


Satu persatu para pelayan mengucapkan terimakasih dan pujian serta doa pada Lu Xiang dan Adelia membuat pasangan suami-istri itu menjadi senang akan harapan indah untuk mereka.


Adelia dan Lu Xiang pergi ke restoran Fuyuan dengan membawa kendi kecil wine buah sebelum pergi ke kuil karena tidak ingin berdesakan dengan pengunjung jika berkunjung terlalu pagi.


"Anda sudah datang tuan Lu nyonya Lu. Silahkan masuk, manajer Xu sudah menunggu anda".


Adelia dan Lu Xiang mengikuti pelayan masuk ke rumah di belakang restoran yang lebih besar daripada rumah mereka.


"Kalian sudah sampai. Duduk lah, siapkan teh untuk mereka" Ucap manajer Xu pada pelayannya.


"Bawakan gelas wine juga. Ini wine buah yang kau buat?".


"Ya paman. Ini wine yang sudah mencapai 5 bulan dan lebih mellow dari wine buah biasanya".


Manajer Xu sangat penasaran dengan kepercayaan diri Adelia pada wine buahnya, ia pun membuka penutup wine dengan bantuan pelayannya sebelum tertegun mencium aroma memabukkan wine yang lebih kental dari biasanya.


"Ini..." Manajer Xu tercengang, dari aromanya saja ia sudah tau kualitas tinggi wine tersebut. Ia pun tidak sabar menuangkan wine ke dalam gelas kecil keramik putih, air merah keunguan yang kental namun bertekstur lembut dan enak dipandang mata sangat kentara di dalam gelas wine putih.


Mata manajer Xu membesar merasakan wine yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, walaupun ia tidak mencicipi semua wine yang ada di Kerajaan Murong namun sedikit banyak wine kualitas tinggi sudah ia rasakan sebelumnya dan tidak pernah menakjubkan seperti rasa wine yang sedang ia rasakan.

__ADS_1


Rasa yang tajam dan kuat namun terasa ringan dan tidak kering di tenggorokan semakin membuat manajer Xu takjub.


"Berapa total kendi yang kau simpan Adelia, paman akan membeli semuanya".


Adelia puas dengan reaksi manajer Xu dan tersenyum senang. "Seperti yang aku bilang tadi malam, aku hanya bisa memberikan 10 kendi wine sedang. Paman bisa mengatakan pada tuan muda Chen agar memanfaatkan wine ini dengan baik".


Manajer Xu terdiam sesaat lalu menghirup napas dalam, sangat senang dengan ide yang Adelia berikan, tangannya bergetar meredam antusias. Ia sangat yakin, setelah menerima wine ini tuan muda pasti akan menaikkan statusnya, mungkin ia akan pindah ke restoran Fuyuan di kota yang lebih besar.


"Baiklah. Bawa 10 kendi sedang wine buahnya. Adelia, jujur saja dengan wine ini kau sangat membantu paman dan restoran Fuyuan dan paman tidak bisa menilai kualitas serta harga yang pantas untuk wine ini, bagaimana jika paman kirim wine ini ke ibukota, biar tuan muda Chen sendiri yang menilainya?".


Adelia tertegun lalu tersenyum dan mengangguk. Reaksi manajer Xu lebih dari yang ia bayangkan, jika pemilik restoran Fuyuan langsung yang menilai maka dukungan yang ia dapatkan ketika membuka toko kue di ibukota nanti akan lebih besar. Ia pun berjabat tangan tanda kesepakatan dengan manajer Xu.


"Paman akan memberikan uang muka 500 koin perak untukmu terlebih dahulu sebelum mengetahui harga yang tuan muda Chen tawarkan".


Adelia menggeleng. "Sebaiknya paman berikan setelah mendapat balasan dari tuan muda Chen". Ia tidak ingin membuat manajer Xu merasa bersalah jika harga yang ditawarkan oleh bosnya lebih rendah dari yang ia tawarkan, ia ingin mengetahui bagaimana karakteristik pemilik restoran dengan bertaruh pada wine buahnya.


Jika harga yang ditawarkan tidak sesuai dengan yang ia harapkan maka ia tidak perlu lagi berkolaborasi dengan restoran Fuyuan, keputusan ini ia buat setelah tau dari suaminya bahwa gurunya yaitu Zhao Fan memiliki teman yang punya pengaruh signifikan di ibukota. Adelia tidak ingin bertaruh pada orang yang salah dan membuat masalah besar untuk suaminya ketika sampai di ibukota.


Jika ia salah maka hal yang paling buruk hanyalah kehilangan resep wine buah, ia tidak takut orang lain akan membuat kualitas wine yang sama dengannya karena tidak memiliki sumur teratai seperti yang ia miliki.


Awalnya Adelia tidak ingin menjual wine karena ingin menjadikannya hadiah namun Zhao Fan mengatakan bahwa wine yang ia buat berkualitas tinggi dan sangat riskan jika diketahui oleh orang lain yang punya keluarga berpengaruh.


Hal itu menyadarkan Adelia bahwasanya keluarganya akan terancam jika ia bertindak tidak hati-hati karena tidak memiliki background yang kuat.

__ADS_1


__ADS_2