Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Malam yang bergairah


__ADS_3

Beberapa hari terlewat dengan cepat, terlebih jika seseorang mempunyai banyak kegiatan yang harus lakukan. Seperti hal Adelia.


Semenjak pembukaan perdana toko kue yang sukses, kabar kue cantik dan enak di tokonya menyebar ke seluruh keluarga besar di kota Cheng bahkan mulai masuk ke kota Qingchen yang lebih besar dari kota kecil Cheng.


Walaupun sold out tidak secepat hari pertama namun semua stok kue yang ia letak di etalase habis pada hari itu juga membuat Adelia harus membuat kue setiap pagi, siang hari ia membawa bekal makan siang untuk Lu Xiang dan sore hari ia harus melakukan orderan coklat atau buah yang ia beli untuk membuat wine malamnya ia bahkan tidak bisa bermain dengan Lu Shan dan Lu Cheng karena kelelahan.


Adelia menggerakkan tubuhnya yang letih ke kiri dan kanan lalu menghela napas panjang. Sepertinya ia harus membeli budak lainnya agar ia punya waktu luang untuk adik-adik iparnya dan tidak begitu lelah.


"Apa kau lelah Adel? Sini biar aku pijat" Lu Xiang yang hendak mengambil minuman melihat istrinya yang melakukan pemanasan.


Adelia seketika waspada dan menutup dadanya membuat Lu Xiang tertawa lucu. Suaminya berulang kali mencium atau menggodanya jika ia lengah dan itu tidak baik untuk jantungnya.


Lu Xiang melangkah maju dan Adelia melangkah mundur hingga punggungnya tertabrak dinding. "Hm? Kau ingin lari kemana?" Ia mengungkung istrinya diantara dua lengannya membuat Adelia meringkuk.


"Aku ingin menidurkan Lu Shan" Jawab Adelia mencari alasan.


"Biar Lu Niang yang melakukannya".


Adelia memanyunkan bibirnya merasa kesal, suaminya selalu bertindak seperti penjahat kelamin karena selalu menggodanya setiap saat, ia tidak tau yang mana kepribadian asli Lu Xiang, apakah laki-laki dingin namun bersikap elegan atau playboy yang dapat membuat hati wanita berdegup kencang.


Lu Xiang memeluk Adelia dan menghirup dalam aroma wangi bunga dari ceruk leher istrinya lalu mengangkat dan menggendongnya. "Ayo biar aku pijat. Beberapa hari ini kau begitu kelelahan, apa kita harus menambah pelayan?".


Adelia memekik terkejut dan reflek memeluk leher Lu Xiang namun perhatiannya teralihkan pada pertanyaan suaminya. "Ya. Aku juga berpikir seperti itu".


"Bagaimana kalau kita membeli kereta kuda sekali... " Ucapan Adelia terhenti ketika Lu Xiang merebahkannya ke tempat tidur lalu tersenyum lembut, wajahnya sedikit memerah melihat berapa dekatnya jarak wajah mereka.


"Untuk apa kereta kuda?" Lu Xiang lagi-lagi mengalihkan perhatian istrinya. Ia mulai memijit kaki perlahan-lahan dengan kekuatan yang tepat.

__ADS_1


"Untukmu tentu saja. Kau harus pergi ke kota Qincheng dan Fucheng tahun depan". 


Lu Xiang menggelengkan kepala. "Kereta kuda sangat mahal. Lebih baik kita beli kereta kerbau aja".


Adelia menghela napas pasrah, ia tau bahwa Lu Xiang tidak ingin merasa nyaman dengan uang miliknya. "Kerbau jalannya lambat, lebih baik kuda saja. Lagipula ketika aku, Lu Shan dan Lu Cheng pergi ke kota Fucheng, memakai kereta kuda jauh nyaman".


Lu Xiang diam sesaat lalu mengangguk setuju. Setelah ia lulus ujian kota maka ia akan melanjutkan ujian Perfektur dan tentu saja keluarganya akan pindah ke sana, bukan terlalu percaya diri namun ia tau bahwa ia mampu untuk lulus ujian Prefektur.


Lu Xiang kembali melanjutkan pijatan hingga ke paha Adelia membuat gadis itu mendesah nikmat namun segera menutup mulutnya dengan mata yang menatap tidak percaya.


Apa yang ia lakukan?! Adelia berteriak gelisah dalam hati, ujung matanya melirik Lu Xiang yang juga berhenti lalu bangun dan menghimpitnya.


"Apa kau sedang menggodaku istriku?" Suara rendah dan serak berbisik jelas di telinga Adelia membuat gadis itu tubuhnya bergetar dan meringkuk berusaha lari namun tidak berdaya.


"Sayang~"


Adelia menghirup napas dalam, wajahnya sudah pasti memerah seperti kepiting rebus, ia semakin tidak berani menatap suaminya hingga merasakan telinganya basah akan jilatan lidah.


"Ada apa sayang?" Suara serak basah yang semakin mendalam membuat Adelia ingin mendesah.


Huaa, dia tidak bermaksud menggoda siapapun!!


Ingin rasanya Adelia menjerit namun kerongkongannya yang tercekat membuatnya semakin tidak berdaya.


"Adelia~ sayangku.. Kau membuatku menjadi gila"


"Bagaimana aku harus menghukum mu heh~?.

__ADS_1


Bisikan rendah demi bisikan membuat Adelia menjadi lemah, ia menatap suaminya dengan wajah memerah dan airmata yang mengenang di pelupuk matanya membuat Lu Xiang semakin gila dan bergejolak.


Lu Xiang mencium bibir ranum yang terbuka seakan ingin mengundangnya untuk di cicipi, menjilat satu persatu gigi di dalamnya lalu menggigit bibir bawah hingga mulut Adelia terbuka dan mendesah kemudian memasukkan lidahnya dan bergerilya liat di dalamnya.


"Mhmm~"


******* istrinya membuat Lu Xiang semakin memperdalam ciumannya hingga air liur mulai keluar dari ujung mulut mereka.


Adelia menutup erat matanya dengan tangan yang mencengkeram kasur, pasrah apa yang suaminya lakukan padanya.


Suara basah dan seksi mengundang malu siapapun yang mendengarnya terdengar seperti menggema dalam kamar tidur tersebut hingga Lu Xiang melepaskan ciuman dalam hingga air liur tercipta dari bibir keduanya seakan tidak ingin berpisah.


Lu Xiang dan Adelia bernapas terengah-engah dan kembali berciuman kembali hingga Adelia terkesiap merasakan tangannya berpindah pada sesuatu yang keras dan panas, matanya terbelalak.


"Belailah dengan lembut sayang". Suara serak dalam Lu Xiang seperti magnet dan hipnotis membuat Adelia menurut dan melakukan apa yang suaminya katakan.


Belaian lembut membuat perjaka Lu Xiang semakin mengeras hingga laki-laki itu tidak nyaman dan mengeluarkan benda panas itu dan menyuruh Adelia memegang dan menggosoknya.


"Adelia... Sayang" Sedikit demi sedikit Lu Xiang naik ke puncak lalu mendesah panjang seiring keluarnya cairan putih kental, menghangatkan tangannya dan tangan Adelia.


Lu Xiang kembali mencium dalam istrinya hingga gelora dalam tubuhnya mereda lalu melepaskan ciuman dan menatap wajah seksi dan pasrah Adelia.


"Tidurlah. Aku akan mandi dulu". Lu Xiang bangun dengan cepat dan membersihkan tangan Adelia lalu menghilang di balik pintu meninggalkan Adelia yang masih tertegun pasrah.


Gadis itu mengangkat tangan yang memegang pertama kali alay vital pria dan melihatnya dengan nelangsa lalu memekik halus dan menutup wajahnya dengan kedua tangan, sangat malu dengan apa yang baru saja ia lakukan.


Namun sesaat kemudian menjauhkan sebelah tangannya karena berpikir kotor. Ia merasa seperti bukan tangannya yang menempel di wajah namun ***** suaminya membuatnya memekik namun langsung mendekap mulutnya dan memukul kasur dengan tangan lainnya.

__ADS_1


"Kau gila Adelia, kau gila!! Apa yang kau pikirkan!" Adelia memaki dirinya sendiri lalu kembali mengingat apa yang baru saja terjadi dan matanya tercengang merasakan hangat dan basah di antara dua pahanya.


****! Sekarang dia benar-benar tidak waras!!.


__ADS_2