Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Senjata stainless steel


__ADS_3

Lu Shan yang mendapatkan kabar bahwa Adelia sudah melahirkan segera berlari ke rumah utara karena ingin melihat keponakan yang selalu ia nantikan namun Lu Mei dan Lu Yan segera menahannya.


Walaupun mereka tidak dapat mencegah Lu Xiang untuk tidak masuk ke ruangan tempat Adelia beristirahat namun tidak dengan Lu Shan. Laki-laki yang memasuki kamar wanita yang telah melahirkan sangat tabu dalam tradisi kerajaan Murong akan dianggap malang dan sial karena sang wanita yang selalu mengeluarkan darah kotor sehingga tempat ia berisitirahat juga terkesan kotor untuk laki-laki. Terlebih lagi laki-laki yang bukan suaminya.


"Aku ingin melihat keponakanku" Lu Shan memayunkan bibir sedikit kesal karena tidak dapat melihat Baobao.


"Tuan muda. Biar Lu Mei yang mengambil tuan muda kecil untuk anda lihat, sebentar". Lu Mei masuk ke dalam dan melihat Adelia yang sedang memandang Baobao dengan gemas namun tidak berani menyentuh bayi tersebut karena takut terbangun.


"Nyonya, di luar tuan muda Lu Shan meminta melihat tuan muda kecil".


"Lu Shan di luar, suruh dia masuk". Adelia menjawab antusias karena ingin memamerkan Baobao pada Lu Shan yang menjadi paman anaknya.


"Nyo-nyonya. itu tidak sesuai dengan tradisi, tuan muda Lu Shan tidak boleh masuk ke dalam kamar wanita yang baru saja melahirkan" Lu Mei menjelaskan dengan hati-hati karena takut menyinggung majikannya.


Adelia tertegun dan menyadari tradisi kuno yang laki-laki tidak boleh mengunjungi wanita yang baru saja melahirkan untuk menghindari dari ketidakberuntungan.


"Bagaimana jika saya menggendong tuan muda kecil untuk dilihatkan pada tuan muda Lu Shan?". Saran Lu Mei ketika melihat Adelia yang berpikir keras.


Adelia menghela napas panjang dan mengangguk setuju, ia harus mengikuti tradisi tersebut karena tidak ingin ada rumor tidak baik dan menganggu masa depan adik iparnya.


Lu Mei mengambil alih Baobao dari pelukan Adelia lalu berjalan keluar. Lu Shan yang tidak sabar menunggu segera matanya bersinar melihat bayi Baobao yang tertidur dengan tangan menghisap ibu jarinya.


"Lihatlah tuan muda Lu Shan, tuan muda kecil begitu menggemaskan".


Lu Shan menjijit untuk melihat Baobao dan tertegun melihat bayi mungil yang bahkan jauh lebih kecil darinya, baru kali ini ia melihat seorang bayi dan merasa terkejut dan penasaran.


"Dia sangat kecil, kapan keponakanku akan bisa bermain denganku?"


Lu Mei tertawa lucu. "Itu masih membutuhkan waktu yang lama tuan muda Lu Shan, tapi anda tenang saja karena tuan muda Baobao akan tumbuh dengan cepat karena minum susu dengan banyak ".


Lu Shan menghela napas kecewa namun ia masih penasaran dan menyentuh pipi Baobao yang halus dan kenyal lalu tertawa senang. "Namanya Baobao? hahaha itu begitu cocok untuknya, dia sangat kecil dan menggemaskan".


Tak lama Lu Cheng juga datang dan ikut memerhatikan wajah mungil keponakannya. "Apa kak Xiang sudah memilih nama untuk Baobao?"


Mata Lu Shan langsung bersinar. "Bagaimana jika namanya Yuanyuan? Dia pasti akan tumbuh seperti bola".

__ADS_1


Lu Cheng memutar bola mata mendengar nama Yuanyuan yang berarti bulat, keponakannya bisa sial jika memakai nama itu dan takutnya akan tumbul bulat hingga ia dewasa nanti.


"Nama itu tidak cocok untuk Baobao. Walaupun ia akan tumbuh bulat dan chubby tapi nama itu tidak bagus".


"Kenapa tidak bagus, itu nama yang bagus".


"Tidak".


"Itu bagus".


"Aku bilang tidak bagus".


"Aku bilang bagus!! Lu Cheng nama itu begitu cocok untuk Baobao".


Lu Mei yang berada di tengah merasa dilema namun belum sempat ia membujuk kedua tuan mudanya, Baobao yang merasa terganggu oleh perdebatan konyol itu pun terbangun dan menangis kuat membuat ketiganya terkejut.


"Baobao jangan menangis. shush shush, jangan menangis". Lu Shan merasa bersalah dan berusaha menenangkan Baobao.


"Tuan muda Lu Shan, tuan muda Lu Cheng , sepertinya tuan muda Baobao lapar, saya akan membawa ke dalam untukn nyonya berikan susu".


&&&


Lu Xiang mendapatkan ucapan selamat dari teman dan kolega setelah mendengar alasan ia libur selama dua hari dan menanyakan kapan apakah ia akan merayakan hari ketiga anaknya lahir.


"Di keluargaku tidak memiliki orang dewasa yang dapat memimpin acara tersebut, lagipula Adelia juga tidak bisa hadir karena belum bisa berjalan jadi aku dan Adelia memutuskan untuk membuat acara 100 hari lahirnya Baobao saja. Aku harap kalian akan bisa hadir nantinya".


"Tentu saja kami akan datang, Baobao keponakan kami juga".


"Ya Lu Xiang, aku akan membawakan hadiah yang bagus untuk keponakanku nanti".


"Jadi kau tidak bisa hadir di pernikahan Chen Xirang?". Zhang Yunlei bertanya memastikan.


Chen Xirang yang dijodohkan oleh orangtuanya akan menikah awal tahun depan yang tidak lama lagi, mereka mendapat kabar bahwa Chen Xirang akan menjadi guru di akademi Chen setelah diminta oleh Zhao Fan.


"Ya. Adelia sendirian di rumah jadi tolong sampaikan permintaan maafku pada Chen Xirang, aku juga akan mengirim surat dan hadiah untuknya".

__ADS_1


"Kami mengerti, Chen Xirang juga pasti akan mengerti"


Keseharian Adelia sangat membosan setelah melahirkan karena suami dan pelayannya tidak mengizinkannya untuk keluar dan hanya bisa berjalan di kamar saja. Di pagi hari, ia harus menahan batu yang sudah dipanaskan di atas perutnya lalu memberi asi pada Baobao dan sarapan.


Setelah itu akan duduk di atas tempat tidur dan termenung atau memerhatikan anaknya yang tertidur pulas atau sekedar membaca buku. Merasa bosan, Adelia memejamkan mata dan masuk ke dalam space dan mulai merapikan space serta melihat barang apa saja yang ia simpan di dalamnya ketika berada di dunia modern.


Barang elektronik, foto sekolah dan kuliah serta baju dan peralatan lainnya, Adelia juga melihat beberapa obat seperti penahan nyeri, sakit maag dan obat lainnya yang belum ia gunakan serta buku-buku tentang agrikultur dan buku tentang cara membuat senjata yang terbuat dari stainless.


Mata Adelia tertarik melihat buku tersebut karena tau bahwa di kerajaan Murong atau di zaman kuno ini belum ada yang mampu menciptakan senjata yang terbuat dari stainless yang lebih tajam daripada senjata yang terbuat dari besi biasa.


"Mungkin ini bisa dijadikan kartu as untuk mendapatkan backing dari Kaisar". Gumam Adelia lalu ia berpikir konsekuensi jika sang Kaisar bukan berterimakasih dan malah menyangsikan kontribusi yang diberikan oleh suaminya karena ini menyangkut politik dan militer dalam bersamaan.


"Aku akan harus memikirkan cara yang matang jika ingin menggunakan kartu ini".


"Kau sedang bergumam apa sayang?"


Kehadiran Lu Xiang yang tiba-tiba hampir membuat Adelia menjerit terkejut namun segera menutup mulutnya dan melihat anaknya yang masih terlelap lalu menghela napas lega dan mendelik pada suaminya.


"Kenapa?"


Adelia menggeleng kepala pasrah melihat wajah innocent suminya dan memandang buku ini sebelum menyerahkan pada Lu Xiang.


"Apa ini?" Lu Xiang membaca judul buku dan membukanya karena merasa tertarik namun wajahnya menjadi serius setelah membaca pembuka dari buku itu sebelum matanya membesar.


"Ini...".


"Ya, senjata yang kuat dan tajam dari besi".


Lu Xiang segera menutup buku itu dan menyimpannya di bawah kasur lalu menenangkan jantungnya berdetak gugup. "Kau juga memiliki buku tentang senjata? ini sangat berbahaya sayang".


"Aku tau, tapi ini bisa kau jadikan ketika kau sudah memilih backing yang mana yang akan kau dukung nanti".


Lu Xiang merasa jantungnya seakan ingin keluar, Adelia mungkin tidak begitu tau sepenting apa pengetahuan tersebut dan dampaknya jika pengetahuan itu diketahui oleh publik karena dapat mengatakan hal itu tanpa beban.


Namun ia tau!! dampak besar dari buku yang diberikan oleh istrinya, jika tidak dihandel dengan baik!!.

__ADS_1


  


__ADS_2