Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Menunggu hasil ujian


__ADS_3

Hari ini adalah hari pengumuman hasil ujian Sheng-shih, para peserta ujian dan yang lainnya menunggu di kedai teh atau restoran yang dekat dengan kantor Prefek sehingga membuat suasana ramai seperti festival.


Lu Xiang juga mengajak Adelia untuk pergi ke restoran Fuyuan yang berada di dekat kantor Prefek dan meminta temannya untuk membawa istrinya agar dapat menemani Adelia, berada di rumah terus-menerus tentu akan membuat Adelia penat dan bosan sehingga sesekali keluar dan makan di restoran akan membuat mood istrinya lebih baik.


Li Jin juga mengajak Xiaowen untuk pergi bersama dan meninggalkan Li Yueyin di penginapan, ia tidak ingin kejadian tempo hari terjadi lagi.


"Adelia!"


"Xiaowen, ayo duduk" Adelia sangat senang bertemu kembali dengan teman baiknya, semenjak perkara Li Yueyin Xiaowen yang merasa bersalah tidak bertemu lagi dengannya dan hanya mengirim surat saja walaupun jarak tempat tinggal mereka tidak begitu jauh.


Li Jin dan Lu Xiang bergabung dengan teman lainnya yang berada di lantai pertama untuk menunggu Lu Cai melihat nomor ujian mereka.


"Apa kabarmu?"


"Aku baik-baik saja. Kau bagaimana? Aku mendengar apa yang terjadi tentang Liang Chenyue, apa kau baik-baik saja?"


"Ya, aku beruntung bisa menghindar" Adelia lalu menceritakan kronologis tentang apa yang dilakukan oleh Liang Chenyue padanya.


Cerita itu membuat Xiaowen terkejut dan menutup mulutnya, Liang Chenyue begitu kejam sampai ingin meracuni Adelia sehingga ia dan kandungannya meninggal.


"Bagaimana mungkin seseorang tega berbuat hal seperti itu" Gumam Xiaowen tidak menyangka.


Adelia hanya mengangkat bahunya. "Aku juga tidak tau apa yang dipikirkan oleh wanita itu. Apa yang akan kau lakukan setelah pulang nanti? Kau tau bahwa Li Yueyun akan melaporkan hal ini pada ibu mertuamu".


Sedikit banyak Adelia tau tentang watak adik Li Jin sehingga mengkhawatikan Xiaowen.


"Aku sudah membicarakannya dengan Li Jin, dia bilang dia akan menjelaskan tentang perlakuan Li Yueyin pada ibu mertua sehingga ibu mertua tidak akan marah padaku" Walaupun Xiaowen tersenyum namun ia tidak percaya diri tidak akan dimarahi oleh ibu mertua yang sangat patriarki tersebut.


Adelia menggenggam tangan temannya. "Kau harus sabar dalam menghadapi semua ini, mungkin sesuatu terjadi dan membuat keadaan ini menjadi lebih baik".


"Ya. Aku juga berharap begitu. Tapi sesuatu yang baik memang terjadi Adelia".


"Oh Benarkah?!"

__ADS_1


Xiaowen mendekat dan berbisik. "Aku juga hamil".


Mata Adelia membesar. "Selamat Xiaowen!! Sudah berapa minggu?"


"Hampir empat minggu, aku tidak menyangka hal itu karena beberapa hari yang lalu aku sakit dan tabib mengatakan bahwa aku juga sedang hamil".


"Wow, aku sangat senang mendengar berita itu. Itu memang sesuatu yang sangat baik, sekali lagi selamat Xiaowen, semoga anakmu lahir dengan sehat dan menggemaskan"


Xiaowen tertawa lucu. Semenjak tinggal di penginapan, ia selalu di bully oleh Li Yueyin yang kesal karena tujuannya tidak tercapai namun tetap saja ia tidak tinggal diam dan melawan namun keadaan itu membuatnya tidak nyaman dan mood menjadi buruk setiap harinya.


Ia ingin pergi ke tempat Adelia untuk mencurahkan apa yang ia pikirkan serta menenangkan diri dari Li Yueyin namun ia tidak ingin adik suaminya menggunakan alasan itu untuk kembali mengambil kesempatan untuk bertemu dengan Lu Xiang, ia tau bahwa adiknya semakin obsesi menjadi istri Xiefu Lu tersebut.


Terlebih ketika sesuatu yang buruk terjadi pada Adelia, Li Yueyin berharap bahwa temannya untuk mati agar memberi kesempatan padanya. Hal itu membuat Xiaowen takut dan frustasi hingga akhirnya jatuh sakit, namun tidak menyangka bahwa ia sedang mengandung. Mungkin itulah berita yang mengobati segala kerisauan hatinya.


"Hehe~ dengan ini aku sedikit punya status di hadapan ibu mertua".


Adelia tersenyum kecil, ia merasa kasihan pada Xiaowen dan perempuan lainnya yang harus menggunakan janin untuk mendapat tempat di keluarga suaminya dan disaat bersamaan merasa beruntung bahwa keluarga Lu Xiang tidak memiliki ibu mertua, walaupun terdengar kejam namun itulah yang Adelia pikirkan. Ia tidak bisa membayangkan harus hidup seperti temannya yang terus berada di bawah bayangan ibu mertua.


Adelia dan Xiaowen berbincang tentang banyak hal tentang apapun yang membuat mereka tertarik. Mereka tidak menyadari sesuatu terjadi di lantai pertama.


"Wine ini tidak seenak wine milikmu Lu Xiang. Ketika aku pulang nanti, tolong berikan aku dua botol wine ya? Aku akan membelinya untuk ayah dan ibuku. Dia pasti menyukainya".


"Kau tidak perlu membelinya".


Chen Xirang menggeleng tidak setuju. "Aku harus membelinya karena ini oleh-oleh untuk orangtuaku".


"Apa yang akan kau lakukan selanjutnya Chen Xirang? Apa kau ingin melanjutkan sekolah lagi?". Tanya Wang Tianjin. Ujian Sheng-shih berikutnya akan diadakan tiga tahun kemudian sehingga memiliki persiapan yang cukup matang untuk mengikuti ujian selanjutnya.


Chen Xirang diam sesaat lalu mengangkat bahunya. "Aku belum tau, aku belum mendiskusikan hal ini dengan orangtuaku. Tapi sepertinya aku akan menikah terlebih dahulu".


Semua temannya tersedak oleh minuman karena begitu kaget.


"K-kau akan menikah?!" Song Yuan bertanya tidak percaya.

__ADS_1


Chen Xirang tersenyum dan mengangkat bahunya. "Ibuku mengirim surat bahwa ayahku menerima lamaran yang datang dari keluarga Ling yang ada di kota Qincheng, anak perempuan kedua mereka jadi mungkin tidak lama lagi aku akan menikah, selamat tinggal teman jomblo sejati ku".


"Tidak!!! Bagaimana mungkin kau berkhianat dan menikah terlebih dahulu Chen Xirang!!"


Lu Xiang dan Li Jin tertawa melihat wajah kecewa dan kesal Song Yuan.


"Apa juga harus menikah, intuisi ku mengatakan bahwa aku akan gagal di ujian ini".


Walaupun ujian sesi kedua ia berhasil lulus dan aman namun ia berada pada peringkat bawah sehingga tidak yakin bahwa ia akan lulus ujian ini.


"Jangan putus asa begitu. Mungkin kau akan lulus, percayalah pada dirimu sendiri" Zhang Yunlei berusaha menghibur namun tidak berpengaruh pada Song Yuan.


"Hahaha, kita memang teman sejati jika kau gagal kawan" Chen Xirang menepuk bangga bahu temannya membuat Song Yuan semakin putus asa.


"Bagaimana jika kita pergi ke rumah ban..."


Ucapan Chen Xirang terputus ketika melihat seorang gadis berpakaian rapi dan cantik muncul di pandangan matanya.


Tidak hanya Chen Xirang namun juga Song Yuan dan Wang Tianjin yang duduk satu bangku, ketiga melihat ke arah gadis itu lalu menatap Li Jin dan Lu Xiang.


"Li Jin...".


Li Jin merasa aneh oleh tatapan temannya dan melihat ke belakang, tatapannya menjadi datar melihat adiknya yang tersenyum padanya.


"Kak, aku bosan di penginapan jadi aku datang kemari..." Li Yueyin melirik ke Lu Xiang yang menoleh lalu kembali fokus pada minumannya.


"Li Yueyin..." Li Jin bangun dan ingin menarik tangan adiknya untuk kembali ke penginapan namun perkataan Lu Xiang membuatnya berhenti.


"Di sini banyak orang, berikan adikmu meja sendiri. Setelah pengumuman kau bisa berbicara padanya".


Li Jin mengedarkan pandangannya dan melihat beberapa sarjana yang menatap heran padanya dan Li Yueyin. Ia menghela napas panjang lalu memesan satu bangku untuk adiknya karena tidak ada lagi meja kosong.


Ia tau bahwa ia tidak bisa mengantar adiknya ke lantai dua dimana istrinya berada karena tidak ingin membuat Adelia tidak nyaman.

__ADS_1


"Pengumuman sudah keluar! Pengumuman sudah keluar!!".


Beberapa pencari informasi berteriak memberi tau, para sarjana yang mengikuti ujian menjadi antusias dan antisipasi akan berita yang akan dibawa oleh pelayan atau pencari informasi tersebut.


__ADS_2