
Cara yang Lu Xiang lakukan untuk menolak lamaran kedua keluarga Jun dan keluarga Feng adalah dengan memakai nama ibunya.
Lu Xiang mengatakan bahwa ibunya mewasiatkan sesuatu sebelum ia meninggal, yaitu dengan menjadikan Adelia satu-satunya istrinya dikarenakan setelah semua hal yang telah dilakukan oleh wanita itu.
Lu Xiang tidak hanya dapat menolak dengan cara halus namun juga mengumumkan kebaikan yang telah dilakukan oleh Adelia pada keluarganya sehingga ia dapat sukses sampai saat ini.
Penolakan itu tersebar ke orang-orang di kota Fucheng, sebagian besar dari mereka memuji Lu Xiang yang berbakti pada ibunya sehingga ia mengorbankan kebahagiaannya demi menjalankan wasiat ibunya serta pujian pada Adelia yang menjadi istri ideal yang dapat diandalkan oleh suami.
Lu Xiang tidak peduli pada pujian tersebut dan fokus pada rumor yang tidak baik mengenai Adelia, syukurnya tidak ada yang menyindir atau menyindir Adelia akibat penolakan tersebut dan ia pun lega.
"Itu cara yang kau rahasiakan Lu Xiang?" Adelia mendengar rumor itu dari Lu Mei terkekeh senang, alasan itu akan menjadi alat yang ampuh untuk menolak lamaran yang datang di kemudian hari.
Walaupun status wanita rendah di mata laki-laki namun ibu tetap memiliki tempat khusus yang harus dihormati, mungkin itu menjadi obat bagi wanita dibawah opresi laki-laki.
"Tuan besar begitu jenius memikirkan cara itu nyonya, setelah ini anda tidak akan pusing memikirkan cara untuk menolak lamaran". Lu Mei lalu menceritakan reaksi banyak orang yang sebagian besar positif dengan semangat, ia sangat suka bahwa di rumah ini hanya ada satu-satunya wanita yang ia layani.
"Nyonya, Nyonya Li datang berkunjung". Lu Yan datang melaporkan.
"Oh ya, cepat suruh masuk. Lu Mei siapkan cemilan dan teh". Adelia begitu senang oleh kedatangan temannya, kemarin keadaan canggung karena Li Yueyin membuatnya tidak bisa berbincang lama dengan wanita itu.
"Baik nyonya".
Xiaowen masuk ke ruang tamu dan tersenyum senang melihat Adelia. "Adelia aku punya kabar baik".
Alis Adelia terangkat naik penuh penasaran. "Kabar baik apa?".
Xiaowen begitu bahagia sampai menggenggam tangan temannya. "Li Jin suamiku! Mendapat tawaran pekerjaan dari Prefek!! Dari Prefek langsung!!".
"Benarkah?!" Adelia terkejut dan turut senang mendengar berita baik itu.
"Ya, itu semua berkat kalian. Hahaha" Xiaowen bahkan memeluk Adelia dengan antusias.
"Hm?" Adelia memikirkan sesuatu lalu matanya berkilat.
__ADS_1
"Li Jin bilang kalau dia tidak lagi melanjutkan ujian Hui-shih karena tau tidak mampu lulus ujian itu dan ingin fokus bekerja di kota Qincheng. Hari ini Prefek Zhong mengatakan bahwa Lu Xiang tidak sengaja menceritakan hal itu padanya dan ia tertarik mengangkat Li Jin di bagian administrasi".
Adelia mengangguk dan tersenyum senang.
"Lu Xiang belum menceritakannya. Aku senang suamimu mendapatkan jabatan itu. Selamat Xiaowen!".
Xiaowen mengangguk histeris. Ia seperti tertimpa durian runtuh ketika mendengar kabar bahagia tersebut, ia tidak menyangka bahwa ia tidak akan kembali ke kota Cheng dan memulai kembali drama melelahkan dengan ibu mertua dan kakak iparnya.
"Terimakasih Adelia. Kau begitu banyak membantu ku!!".
"Jangan berterimakasih Xiaowen. Di antara teman tidak ada kata terimakasih, lagipula aku yakin bahwa kemampuan suamimu lah yang menjadi titik beratnya".
Xiaowen terharu mendengar hiburan rendah hati temannya, senyumnya sedikit menghilang ketika mengingat kejadian kemarin di restoran.
"Aku minta maaf atas apa yang dilakukan Li Yueyin kemarin. Aku sudah tidak tau lagi harus berbuat apa pada gadis itu".
Adelia teringat tentang apa yang Lu Xiang ucapkan dan tersenyum lembut. "Itu bukan salahmu, kau tidak perlu meminta maaf. Lagipula Li Yueyin tidak akan mengusik Lu Xiang lagi setelah kejadian kemarin".
Xiaowen mengangguk setuju namun ia tidak senang. "Kau benar. Walaupun begitu ia benar-benar tidak tau apa kesalahannya dan bahkan mengganti target lainnya".
Xiaowen memutar bola mata jengah dan melepas napas dalam. "Sekarang ia ingin menjadi istri tuan muda Wang".
Adelia menutup bibirnya yang tersenyum geli namun pada akhirnya ia tertawa juga. "Kau serius?".
Xiaowen ikut tertawa konyol. "Ya, aku merasa kasian pada tuan muda Wang".
Adelia membayangkan teman Lu Xiang yang merasa terganggu oleh Li Yueyin dan kembali tertawa geli.
"Kapan kau pulang?".
"Dua hari lagi. Li Jin harus mengurus pemberhentian sekolah di Akademi setelah itu baru kami pulang".
Adelia mengangguk lalu teringat sesuatu. "Apa Li Jin akan melakukan ceremony pembangunan monumen di desa kalian?".
__ADS_1
Sarjana Juren yang tercipta dari desa sangat lah langka sehingga para tetua dan kepala desa akan membangun monumen untuk memamerkan pada desa lain bahwa ada Juren di desa mereka.
Hal itu tidak hanya membuat kesan baik pada walikota dan desa lainnya namun menaikkan status desa mereka menjadi desa yang menghasilkan sarjana Juren.
Adelia mengingat itu dari novel yang ia baca sebelumnya lalu bertanya pada Lu Mei. Tradisi tersebut memang diberlakukan di Kerajaan Murong.
Xiaowen tertegun dan mengangguk ketika teringat akan hal itu. "Kau benar, aku lupa akan tradisi itu, sepertinya desa Li akan membangun monumen. Apa suamimu juga akan melakukan yang sama?".
"Aku tidak begitu yakin. Keadaan kami lebih komplek daripada kalian tapi jika ada kesempatan mungkin Lu Xiang akan melakukannya".
Xiaowen hanya mengangguk dan tidak bertanya lebih dalam, itu masalah yang tidak boleh ia campuri.
Keduanya lalu berbincang mengenai gosip yang beredar tentang lamaran yang datang pada Lu Xiang serta godaan Xiaowen akan hal itu.
Di tempat lainnya, Lu Xiang mendapatkan selamat dari teman kerjanya. Mulai hari ini ia kembali melanjutkan pekerjaan dan bahkan mendapat promosi menjadi guru aritmatika karena gelar Juren Xiao Xieyuan yang ada ia raih.
Walaupun Pan Youfeng merasa iri namun kemampuan Lu Xiang yang berada jauh di atasnya membuatnya harus menerima takdir itu.
"Selamat atas kelulusan dan gelar yang kau dapatkan. Sekarang kita berdua bergelar sama, apa kau ingin mempersiapkan ujian Hui-shih bersama denganku?" Wang Jiayou merasa senang bahwa orang yang prediksi akan meraih gelar itu ternyata sesuai ekspektasinya.
"Dengan senang senior". Karena mereka bergelar sama yaitu sarjana Juren maka ia tidak lagi memanggil dengan sebutan gelar.
Wang Jiayou menepuk bahu Lu Xiang senang. "Panggil saja aku Jiayou, usia kita tidak terpaut jauh".
"Baik Jiayou. Tolong bimbingan mu".
"Aku sudah mempersiapkan jauh hari ujian Hui-shih dan telah mengumpulkan teori dan catatan yang harus diperhatikan. Apa kau ingin menyalinnya?".
Mata Lu Xiang sedikit membesar. "Benarkah? Jika kau tidak keberatan maka aku akan sangat berterimakasih padamu Jiayou".
"Hahaha, aku senang mendapat kolega yang akan berangkat bersama ke ibukota". Hubungan keduanya menjadi semakin akrab setelah pertemuan tersebut.
Dua hari kemudian, hari yang dinantikan oleh Prefek Zhong dan keluarga Lu Xiang pun tiba.
__ADS_1
Pagi hari, orang-orang yang mendengar kabar bahwa Kaisar mengutus utusan dari ibukota dengan membawa mandat langit pun berkumpul di samping jalan untuk menyambut rombongan utusan tersebut.
Lu Xiang dan Adelia serta kedua adiknya juga telah bersiap-siap menunggu kabar gembira tersebut!.