Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Murong Xianting yang arogan


__ADS_3

Tatapan para sarjana Jinshi mengarah pada ketiga pangeran, terlebih mereka yang hanya menduduki jabatan kelas 8 dan kelas 9 di bangku pemerintah. Pejabat kelas 8 dan 9 akan sangat sulit untuk promosi dan naik jabatan, apalagi jika sarjana Jinshi tidak memiliki backing apapun di ibukota maka kemungkinan untuk naik jabatan akan sangat minim.


Banyak para Jinshi yang menduduki jabatan kelas 8 dan 9 baru naik jabatan setelah bekerja sepuluh tahun lebih dan itu jika mereka tidak menjadi kambing hitam atasan mereka. Sehingga peluang untuk naik ke kelas berikutnya sangat sedikit, maka mereka harus mencari cara dan alternatif lain demi karir mereka dan salah satu yang paling mudah adalah masuk ke dalam fraksi pangeran yang memiliki peluang besar untuk naik tahta.


Mereka berharap bahwa salah satu pangeran, terlebih putra mahkota tertarik pada mereka dan menarik mereka ke dalam fraksi pangeran tersebut, karena jika pangeran yang mereka dukung naik tahta maka jabatan kelas 4 atau kelas 5 akan berada di tangan mereka.


Murong Xianting melirik kakaknya yang hanya diam sembari minum wine dengan santai. Tatapannya penuh selidik, menilai apakah Murong Xianming tidak tertarik para sarjana Jinshi.


Walaupun ia mendapat dukungan dan kasih sayang Kaisar namun ia tidak mau berhadapan langsung dengan Murong Xianming karena tau bahwa pengaruh laki-laki itu di ibukota lebih besar darinya. Itu karena Murong Xianming sudah lama menduduki kursi putra mahkota.


"Hmph! Jika tidak mana mungkin kekuatannya lebih besar daripada kekuatan militer yang kakek punya" Gerutu Murong Xianting dalam hati.


"Kakak pertama. Apa kau tidak tertarik pada para sarjana Jinshi itu?". Murong Xianting akhirnya bertanya karena tidak dapat melihat ekspresi apapun di wajah Murong Xianming.


"Tentu saja tertarik, mereka adalah penerus generasi baru dalam pemerintahan. Seperti yang ayah bilang kalau mereka pasti akan berkontribusi besar ke depannya".


Jawaban tersebut tidak mengarah pada apapun membuat Murong Xianting menjadi gusar. Ia pun berdiri lalu mengangkat gelas wine ke arah Lu Xiang, ia tertarik pada potensi laki-laki itu dan melihat apakah Murong Xianming benar-benar tidak peduli.


"Lu Xiang! Aku sangat penasaran ketika mendengar nama dan kontribusi yang telah kau lakukan. Apa kau tertarik bersulang bersamaku?".


Tawaran bersulang mengandung makna lain baik di mata kedua pangeran dan para pejabat.


Lu Xiang berdiri dan mengangkat gelas wine ke arah Murong Xianting. " Suatu kehormatan membuat Anda penasaran pangeran. Saya hanya ingin berkontribusi pada Kaisar".

__ADS_1


Membawa nama Kaisar membuat senyum Murong Xianting menjadi lenyap. "Kau tidak tertarik bersulang untuk pangeran ini?". Kali ini Murong Xianting memanggil dirinya sebagai pangeran, menunjukkan status tinggi dan sebagai peringatan.


Lu Xiang diam sesaat sebelum membungkuk dalam dan menolak halus tawaran Murong Xianting.


"Hmph! Pangeran ini dengar bahwa kau sangat angkuh dan penuh percaya diri. Pangeran ini ingin melihat seberapa lama kau bisa mempertahankan kepercayaan dirimu".


Lu Xiang hanya bisa membungkuk meminta maaf. Tindakan dan ekspresi yang ia perlihatkan tidak bisa disalahkan.


Tindakan itu membuat Murong Xianting semakin kalap, ingin rasanya ia menyuruh pengawalnya untuk menyeret laki-laki brengsek itu dan langsung mengeksekusi beserta keluarganya namun ia mengerat giginya menahan emosi yang merayap di hatinya.


Ini belum saatnya, setelah ia naik tahta maka darah orang pertama yang merayakan prosesi naik tahtanya adalah darah Lu Xiang dan keluarganya!!.


"Hahaha, jangan marah kakak ketiga. Lu Xiang hanya ingin fokus pada saat ini, masa depan tidak ada dalam pikirannya". Murong Xianxian menanggapi ekspresi kakak tidak satu ibu itu. Perkataannya berbentuk provokasi karena ia tidak suka dengan Lu Xiang yang menolak lamaran dari Marquis Shan yang berarti juga menolak masuk ke dalam fraksinya.


"Kau benar adik keempat. Dia hanya seseorang yang sedang berada di awan".


Murong Xianming meminum wine untuk menyembunyikan senyum cemooh pada Murong Xianting yang buta, tidak dapat membedakan mana teman dan mana lawan.


Lu Xiang hanya diam diejek dan di cemooh, ia menundukkan wajahnya agar ekspresi santainya tidak terlihat dan menimbulkan masalah baru.


Shao Lan merasa senang melihat kedua pangeran mencemooh Lu Xiang, percuma saja laki-laki itu menduduki jabatan kelas 5 jika membuat kedua pangeran tidak menyukainya karena cepat atau lambat ia akan kehilangan kursi jabatan itu.


Sedangkan Wang Jiayou tidak tau harus berbuat apa, ia tidak bisa membela dan melawan kedua pangeran yang memiliki kekuatan besar dan disisi lain ia juga tidak bisa menghibur Lu Xiang karena tindakan tersebut juga akan menyinggung kedua pangeran tersebut. Wang Jiayou akhirnya memilih diam dan mencoba menipiskan kehadirannya.

__ADS_1


"Shao Lan. Apa kau ingin bersulang untuk pangeran ini?".


Shao Lan berdiri antusias dan mengangkat gelas wine. "Saya sangat bersedia pangeran".


"Bagus bagus!! Pikiranmu lebih maju daripada Zhuangyuang". Murong Xianting tidak melewatkan kesempatan untuk mencemooh Lu Xiang.


Para pejabat yang memilih netral tidak suka dengan perkataan Murong Xianting, jawaban Lu Xiang yang memilih untuk hanya memihak pada Kaisar sangatlah tepat di mata mereka karena menurut mereka mendukung Kaisar sekarang tidak akan menyinggung Kaisar berikutnya. Namun walaupun demikian, mereka tidak berkomentar apapun karena itu bukan urusan mereka.


Fraksi yang mendukung Murong Xianting juga sedikit tidak setuju dengan perlakuan laki-laki itu pada malam ini karena mereka merasa bahwa tindakan tersebut membuat lawan politiknya dapat mengetahui apa yang Murong Xianting pikirkan, akan sangat bahaya jika kedua pangeran itu bisa menebak jalan pikiran pangeran yang mereka dukung.


Hanya fraksi lawan politik yang senang dengan tindakan yang Murong Xianting lakukan karena itu menunjukkan bahwa Lu Xiang tidak berada di fraksi laki-laki itu. Kontribusi yang Lu Xiang berikan menunjukkan bahwa pemikiran laki-laki dapat diandalkan sehingga jika Lu Xiang berada di salah satu lawan politik mereka maka itu akan menambah sakit kepala baru bagi mereka.


Pra Jinshi lainnya juga dipilih oleh Murong Xianting, sedangkan Murong Xianming dan Murong Xianxian tidak memilih siapapun.


Murong Xianming tidak memilih karena ia hanya tertarik pada kemampuan dan potensi Lu Xiang, sedangkan Murong Xianxian tidak memilih tentu saja karena tidak ingin memperlihatkan ambisinya.


Dari beberapa Jinshi yang dipilih, Murong Xianting maupun Murong Xianming tidak memilih Wang Jiayou karena lelaki itu mencoba menipiskan kehadirannya dan itu terlihat seperti pecundang di mata kedua pangeran itu.


"Ha~" Wang Jiayou menghela napas lega ketika melihat tidak ada yang tertarik padanya. Walaupun masuk ke dalam fraksi pangeran memiliki peluang besar untuk karirnya namun dibalik itu juga terdapat konsekuensi yang sangat mengerikan jika fraksinya gagal karena bukan hanya dirinya saja yang dihukum namun juga keluarganya.


Pesta Qionling pun berakhir setelah Murong Xianting dan bawahannya beserta Murong Xianxian mengejek Lu Xiang yang hanya berdiam diri ataupun meminta maaf.


"Menarik" Murong Xianming benar-benar kagum pada Lu Xiang yang mampu menahan diri dan bahkan tidak marah ketika diejek oleh kedua adiknya. Ia yang pintar melihat ekspresi minor seseorang bahkan tidak yakin apakah ekspresi laki-laki itu benar-benar tidak marah atau hanya menyimpan emosi namun yang pasti Lu Xiang dapat mengendalikan emosinya dengan baik dan punya potensi untuk menjadi orang besar.

__ADS_1


Murong Xianming menyembunyikan senyumnya dengan kembali meminum wine. Ia sangat puas dengan drama yang dilakukan oleh kedua adiknya sehingga Lu Xiang punya peluang besar untuk mengikutinya.


__ADS_2