
Sore ini, keadaan kota terlarang yaitu istana tempat kediaman keluarga kerajaan lebih ramai daripada biasanya, para kasim dan dayang terlihat lebih sibuk daripada biasanya demi menciptakan pesta besar menyambut ulang tahun Ibu Suri Kaisar, tidak hanya mereka namun juga pegawai di kementerian bagian ritual juga bekerja lembut dan ekstra hati-hati agar pesta tersebut dimulai di akhiri dengan sempurna karena jika tidak maka hukuman paling kecil bagi mereka adalah kehilangan kelas jabatan dan kehormatan oleh karena mereka mempersiapkan dengan sangat matang dan tanpa kesalahan.
Satu persatu kereta kuda yang besar dan mewah sampai ke gerbang utama istana para tamu beserta keluarga mereka turun satu persatu dan melaporkan kepada bagian keamanan sebelum mereka masuk ke istana. Mereka tidak bisa membawa kereta kuda mereka masuk karena hanya keluarga kerajaan yang memiliki hak istimewa tersebut.
Tidak jauh dari sana Lu Xiang dan Adelia juga turun dari kereta kuda dan memandang kesana kemari, melihat para laki-laki dan perempuan yang berdandan cantik dan rupawan, mereka seakan berlomba memakai pakaian terbaik demi menjaga kehormatan keluarga.
"Heh!, wanita kampung yang belum pernah masuk istana".
Suara seorang gadis belia membuat Lu Xiang dan Adelia menoleh serentak, mereka melihat seorang gadis yang berpakaian pink kemerahan dengan riasan elegan dan perhiasan mewah menunjukkan status keluarga gadis tersebut tidaklah rendah.
"Apa yang kalian lihat keluarga miskin. Enyah dari hadapanku".
Kening Lu Xiang sedikit mengerut melihat keangkuhan sang gadis, ia tidak mengenali gadis itu namun mengenali laki-laki setengah baya di sampingnya, He Mu yang merupakan anak dari He Yaojin yang merupakan kakek maternal dari pangeran keempat.
"Ayo kita pergi". Lu Xiang tidak ingin meladeni gadis tengik dan angkuh, ia berbisik dan menggenggam tangan Adelia untuk berjalan masuk istana.
"Kau!!!". He An'an berteriak marah dan menginjakkan kakinya dengan kesal.
"An'an, jaga tata krama mu".
"Tapi ayah...". Tatapan ayahnya membuat ucapan He An'an terhenti, ia memandang penuh kebencian ke punggung Lu Xiang dan Adelia.
"Mereka bukan siapa-siapa, untuk apa kau membuang waktu dan tenagamu". He Mu berbisik lalu memimpin rombongan keluarganya untuk melaporkan kehadiran mereka ke prajurit keamanan.
"Ini di depan istana anakku, bagaimana jika ekspresimu di ketahui oleh Kaisar, selir atau pangeran? Rencana kita akan berantakan nantinya". Seorang wanita yang berpakaian sangat elegan dan menawan menunjukkan sifat keibuan di wajah cantiknya.
__ADS_1
"Aku tau ibu". Ia ingin menikah dengan anak dari adik Kaisar yang akan mewarisi gelar ayahnya yaitu pangeran kelas pertama yang disebut Qinwang sehingga pangeran Murong Liangzhao berpihak kepada pangeran keempat dalam perebutan tahta.
Sesampai di dalam istana, Kasim dan dayang berdiri berjejer menunggu para tamu yang hadir untuk menuntun mereka ke balai utama ceremony yaitu istana besar tempat diadakannya pesta besar seperti pesta ulang tahun Ibu Suri atau Kaisar dan Ratu atau pesta tahun baru yang akan dihadiri oleh perwakilan dari kerajaan-kerajaan kecil di bawah naungan kerajaan Murong untuk memberikan upeti.
Seorang kasim menuntun Lu Xiang dan Adelia setelah mendengar nama dan jabatan kelas laki-laki itu. Di dalam istana balai utama ceremony yang sangat luas, Lu Xiang duduk jauh dari tempat duduk Kaisar yang berada di tingkat tertinggi. Di samping kanan Kaisar terdapat tempat duduk untuk Ibu Suri dan di samping kiri Kaisar terdapat tempat duduk khusus untuk putra dan putri mahkota, untuk duduk tidak jauh dari Kaisar mempunyai kehormatan tersendiri dan memperlihatkan bahwa status mereka hanya satu tingkat di bawah Kaisar.
Di tingkatan kedua tertinggi terdapat pangeran anak Kaisar dan adik Kaisar beserta tetua klan Murong yang termasuk dalam anggota keluarga kerajaan. Di samping kanan terdapat para selir berdasarkan tingkatan yang paling tertinggi diduduki oleh selir Yang Gufei yang merupakan kepala selir di bawah ratu, dikarenakan ketidakhadiran seorang ratu selama 8 tahun di istana harem, yang menguasai istana harem adalah wanita cantik tersebut yang berusia hampir 50 tahun namun terlihat seperti umur 30 tahunan karena perawatan diri yang sempurna.
Di tingkatan bawah selanjutkan barulah menteri dan pejabat sesuai kelas dan Lu Xiang yang merupakan kelas 5 berada di urutan paling belakang karena menjadi kelas paling rendah yang menghadiri pesta ulang tahun Ibu Suri.
Tak lama kemudian, pangeran dan para selir masuk ke istana balai utama satu persatu sebelum kepala selir Yang Gufei yang merupakan selir tertinggi di bawah pengumuman kasim dengan suara nyaringnya yang khas.
"Yang Mulia Kaisar dan Ibu Suri memasuki istana!!".
Semua orang berlutut menyambut dua orang paling berpengaruh di kerajaan Murong. "Kami bertemu dengan Kaisar, semoga anda panjang ilmu berpuluh ribu tahun!".
"Duduklah".
"Hari ini adalah hari yang diberkati karena menjadi saksi kelahiran Ibu Suri yang agung". Ucap Kaisar Murong, ia tersenyum kepada ibu kandungnya. Salah satu pendukung besar dan berhasilnya ia menjadi Kaisar adalah berkat ibu dan organisasi di bawahnya.
"Aijia sangat senang masih bisa bertemu dengan kalian semua dan menikmati pesta ini. Aijia juga bersyukur masih bisa melihat kejayaan kerajaan kita yang semakin hari semakin baik dan berkembang. Terimakasih telah membimbing kerajaan ini Liangyou".
"Ibu, jangan katakan seperti itu. Ibu diberkati oleh burung phoenix dan naga sehingga ibu pasti akan berumur panjang. Liangyou ingin memperlihatkan kerajaan yang lebih baik lagi kepada ibu". Kaisar Murong membalas dengan lembut.
Ia lalu mengambil gelas berisi wine dan bersulang dengan ibunya sebelum mengangkat gelas wine itu kembali kepada seluruh pejabatnya dan rakyatnya. "Bersulang untuk Ibu Suri, semoga beliau panjang umur sepuluh ribu tahun".
__ADS_1
"Bersulang untuk Ibu Suri, semoga beliau panjang umur sepuluh ribu tahun!!".
Pesta ulang tahun Ibu Suri pun di mulai. Sudah menjadi tradisi bagi orang-orang yang berada di bawah tingkatan status ibu suri untuk memberikan hadiah sebagai penghormatan mereka dan orang pertama yang memberikan hadiah adalah Murong Xianming yang bergelar sebagai putra mahkota.
Murong Xianming membungkuk rendah menyapa Ibu Suri. "Cucumu bertemu denganmu Ibu Suri, semoga tuhan memberkati anda".
Murong Xianming lalu membawakan kotak persegi yang mewah dan elegan dan mempersembahkan kotak itu dihadapan Ibu Suri. "Cucumu memberikan gelang mala yang terbuat dari kayu bertuah. Gelang ini sudah diberkati oleh kepala biksu Tsing".
Ibu Suri yang sudah tua mulai menjadi relegius sehingga ia seketika menyukai hadiah dari cucu kesayangannya. "Aijia sangat menyukai hadiah dari Xianming".
"Terimakasih Ibu Suri".
Orang kedua yang memberikan hadiah adalah putri mahkota, ia memberikan tulisan tangan Tripitaka yang ia tulis sendiri selama seminggu lama, hadiah itu juga menyenangkan hati Ibu Suri.
Selanjutnya barulah para pangeran dan selir sebelum akhirnya para menteri dan pejabat yang memberikan hadiah kepada Ibu Suri, masing-masing mewakili keluarga mereka.
Pangeran ketiga dan keempat tau bahwa Ibu Suri tidak begitu menyukai mereka karena menjadi ancaman bagi Murong Xianming untuk memegang tahta selanjutnya, walaupun demikian di mata publik maka harus memasang muka tebal dan berdrama penuh kasih antara cucu dan nenek. Pangeran ketiga memberikan hadiah patung budha dari tembaga kuningan yang terlihat begitu suci sedangkan pangeran keempat memberikan hadiah kaligrafi yang berisi kalimat budha.
Para selir memberikan berbagai hadiah mulai dari sachet dupa, jimat kesehatan dan keselamatan maupun jimat panjang umur sampai datangnya giliran Lu Xiang yang membawakan hadiah lukisan budha, hadiah tersebut tidaklah mencolok ataupun terlalu murah di mata para keluarga kerajaan.
"Ibu Suri. Bolehkah selir ini mengucapkan sesuatu kepada Jinshi Lu Xiang?". Tiba-tiba kepala selir Yang Gufei berdiri dan membungkuk ke arah Ibu Suri.
Semua tamu yang mendengar perkataan tersebut tertegun. Kenapa Yang Gufei tiba-tiba ingin mengatakan sesuatu kepada Lu Xiang? Apa karena... Semua mata sesaat tertuju kepada Murong Xianting yang sedikit tersenyum seakan tau apa yang akan ibunya lakukan.
Deg!!.
__ADS_1
Perasaan Adelia menjadi tidak tenang melihat senyuman tersebut!!.