Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Xiaowen dan Li Yueyin sampai ke Fucheng


__ADS_3

"Istrimu ingin Xiaowen menginap di rumah kalian? Bagaimana mungkin Lu Xiang. Aku tidak ingin membebani mu" Li Jin segera menggeleng tidak setuju.


"Apa maksud mu membebaniku?, kau tidak menganggap ku sebagai teman?".


"Tentu saja aku menganggap mu sebagai teman. Tapi tinggal di rumah mu terlalu berlebihan, istriku tidak hanya satu dua hari menginap. Aku tidak ingin menganggu kalian".


"Kami sama sekali tidak merasa terganggu. Kami punya rumah kosong yang bisa kau tempati bersama istrimu, lagipula Adelia juga membutuhkan teman bicara, dia tidak memiliki teman dekat yang bisa diajak berbincang tanpa canggung".


Hubungan dengan Qiao Xue sedikit merenggang setelah Liang Chenyue membuat masalah sehingga istrinya banyak waktu sendirian ketika ia dan adiknya pergi ke akademi.


Li Jin masih diam ragu. Akan sangat membantu jika istrinya bisa tinggal di rumah Lu Xiang, selain keamanan dan kenyamanan Xiaowen juga membutuhkan teman agar tidak merasa takut tinggal di kota besar seperti Fucheng.


"Kau tau kan aku akan berangkat ke desa Shu bersama Prefek Zhong beberapa hari lagi, Adelia pasti kesepian di rumah. Aku akan sangat berterimakasih jika Xiaowen bisa tinggal di rumah dan menemani Adelia. Jangan menolaknya, istrimu juga canggung setelah tiba di Fucheng dan tidak memiliki teman bicara karena kau akan fokus pada ujian".


Lu Xiang benar. Li Jin menghela napas menghalau perasaan tidak nyaman dalam hati karena telah membebani temannya dan akhirnya setuju.


"Baiklah. Terimakasih banyak Lu Xiang".


"Kau tidak perlu berterimakasih. Itu gunanya teman bukan?".


Li Jin tertawa senang.


Dua hari kemudian, Lu Xiang meminjamkan kereta kuda yang Adelia pakai kepada Li Jin untuk menjemput istrinya.


Karena ia tidak bisa menjemput langsung dari kota Cheng, Li Jin sengaja memberi uang untuk istrinya agar membeli budak perempuan agar dapat membantu dan menemaninya selama berada di Fucheng.


Namun ketika bertemu dengan istrinya di dermaga, Li Jin tidak menyangka bahwa adik perempuannya akan ikut serta.

__ADS_1


"Kenapa kau di sini Yueyin?".


"Kak! Apa kau tidak suka melihat ku? Aku bahkan harus rela mabuk laut untuk bisa bertemu denganmu" Li Yueyin memanyunkan bibirnya dan mengeluh manja.


Li Jin tersenyum pasrah, ia mencubit sayang hidung adiknya. "Bilang saja kalau kau penasaran dengan kota Fucheng".


Li Yueyin menjulurkan lidahnya dengan ekspresi imut.


"Apa kau mabuk laut istriku?, apa kita menginap dulu di sini baru besok berangkat ke Fucheng?".


"Kak. Untuk apa menginap di sini lagi, hanya membuang uang saja. Lebih baik kita langsung ke Fucheng" Li Yueyin yang menjawab pertanyaan.


Xiaowen menundukkan pandangannya menutupi rasa ketidaknyamanannya. Awalnya ibu mertua setuju untuk membelikan budak perempuan untuk menemaninya ke kota Fucheng namun setelah mengetahui bahwa Adelia mengajaknya untuk tinggal di rumahnya ibu mertua berubah pikiran setelah Li Yueyin meminta untuk ikut.


Selama menjalankan usaha toko De Xiang, kakak ipar dan Li Yueyin selalu mempersulit dan mencoba mengontrol toko itu darinya, beruntung ada manajer Shi yang ikut mengelola toko karena jika tidak maka bagian persenan untuknya pasti akan diambil juga oleh keduanya.


Li Jin memperhatikan wajah istrinya yang sedikit memucat dan kembali membujuk, ia memiliki uang lebih karena tidak perlu menyewakan rumah sehingga tidak masalah jika menginap satu malam.


Namun Xiaowen bersikeras mengatakan bahwa ia baik-baik saja membuat Li Jin pasrah dan akhirnya memutuskan untuk langsung berangkat kembali.


Li Yueyin bersorak senang melihat kereta kuda besar dan nyaman yang Li Jin bawa, terlebih ketika Lu Xiao bersikap hormat pada kakaknya. Ia berpikir bahwa itu adalah kereta kuda kakaknya.


"Kak. Kapan kau membeli kereta kuda ini?" Li Yueyin melihat dekorasi mewah dalam kereta dan semakin takjub. Dalam kereta terdapat lemari menyimpan buku dan makanan dibawah tempat duduk di kiri dan kanan, tempat duduk yang empuk membuatnya menekan sofa tersebut beberapa kali.


"Ini bukan punyaku tapi milik temanku. Kau akan menginap di rumah teman ku selama berada di Fucheng. Jadi aku harap kau jaga sikap agar tidak mengganggu keluarga mereka".


Li Yueyin merasa kecewa, ia memanyunkan bibirnya gusar. "Aku tau

__ADS_1


Aku tau".


Li Jin menghela napas panjang. Menjadi satu-satunya anak perempuan di rumah membuat orangtuanya memanjakan Li Yueyin sehingga gadis itu tumbuh menjadi gadis periang dan manja namun sedikit arogan di desanya. Ia berharap agar adiknya tau konsekuensi jika ia masih bersikap sama seperti ketika berada di desa.


Li Jin akhirnya berbicara dengan istrinya, menanyakan kabar dan apa saja yang terjadi di desa Li dan kota Cheng hingga mereka tiba di gerbang utama kota Fucheng yang besar.


Baik Xiaowen dan Li Yueyin yang belum pernah pergi ke kota besar tampak seperti orang kampung masuk kota, mereka terkagum-kagum oleh artistik kota Fucheng yang lebih mewah daripada kota Cheng.


Pengawasan yang ketat membuat kesan keduanya bertambah dalam. Keduanya bahkan sedikit takut bertemu dengan petugas penjaga gerbang.


Li Jin segera membayar biaya masuk kota tanpa memberi kesempatan untuk Lu Xiao. Ia tidak ingin memiliki banyak hutang budi pada temannya karena akan membuat hubungan mereka berubah.


Suasana di bagian dalam kota Fucheng berbeda dengan bagian luarnya membuat Xiaowen dan Li Yueyin bertambah kagum hingga kereta kuda berhenti di depan kediaman keluarga Lu.


"Selamat datang tuan muda Li. Mari ikut saya tuan muda Li, nyonya Li dan nona Li" Lu Fang menyambut kedatangan keluarga Li dengan hormat lalu menuntun mereka ke rumah bagian barat yang dekat pintu gerbang samping.


"Kami sudah menyiapkan makan malam dan air hangat untuk tuan muda dan nyonya Li serta nona Li. Jika kalian membutuhkan sesuatu, panggil saja aku atau pelayan lain".


"Semuanya sudah cukup. Kami tidak kekurangan apapun, tolong sampaikan pada Lu Xiang kalau aku bisa melakukan semua ini sendiri. Keluargaku sudah cukup mengganggu Lu Xiang dan kakak ipar".


"Anda tidak perlu khawatir tuan muda Li. Tuan besar mengatakan bahwa kalian bagian dari keluarga ini juga. jadi anggap saja rumah ini seperti rumah kalian sendiri, jika tidak ada hal lain maka saya permisi dulu".


Li Jin mengangguk, ia terharu pada Lu Xiang yang sudah banyak membantu ia dan keluarganya. Dalam hati ia berjanji akan membalas hutang budi ini suatu saat nanti.


Xiaowen dan Li Yueyin yang belum pernah dilayani oleh seseorang sebelumnya menjadi canggung dan tidak terbiasa namun jauh dalam hati keduanya merasa sangat dihargai dan merasa terharu. Terlebih untuk Li Yueyin sendiri, ia tidak menyangka bahwa teman kakaknya sangat kaya.


Ketiga membersihkan dan bersiap untuk makan malam. Li Yueyin melihat ke sekeliling rumah dan merasa puas, walaupun rumah tersebut tidak seluas rumah orangtuanya namun dekorasi dan furnitur yang elegan dan berkelas sangat berbeda dengan rumahnya yang sederhana.

__ADS_1


Li Yueyin merebahkan tubuhnya yang segar ke atas tempat tidur dan menghela napas puas. Walaupun sedikit kecewa karena tidak melihat teman kakaknya namun ia sangat puas berada di sini.


__ADS_2