
"Aku minta maaf istriku. Aku tidak bermaksud untuk memojokkan mu, aku hanya bertanya mengapa kau ingin tidur pisah dariku? Apa aku berbuat salah sampai kau tidak ingin tidur denganku?"
Suara halus dan belaian lembut di punggungnya membuat mood Adelia menjadi lebih baik. "Aku... Aku tidak tau apa kau ingin tidur sendiri atau ingin tidur denganku makanya aku bertanya".
Lu Xiang melepaskan pelukan dan mengelap air mata yang mengalir di pipi Adelia dengan ibu jarinya. Ia menangkup kedua pipi istrinya lalu mengecup dahinya dengan lembut membuat Adelia tertegun.
Lu Xiang tersenyum. "Aku tidak ingin tidur pisah dari mu. Bagaimana denganmu?"
Adelia terdiam karena terkejut akan kecupan hangat di dahinya lalu menggelengkan kepalanya. "Aku juga tidak ingin tidur pisah darimu". Ia pribadi yang selalu menuruti keinginan hatinya jadi ia tidak takut mengutarakan apa yang ada di hatinya.
Senyum Lu Xiang merekah, ia kembali mengecup dahi Adelia kemudian turun ke pipi ketika teringat kejadian yang membuatnya cemburu. Senyumannya semakin tampak melihat wajah Adelia yang memerah lalu memeluknya kembali. "Kau tidak boleh mencium atau memeluk siapapun selain aku".
Wajah Adelia tertegun dan menatap tidak percaya. "Kau melihat aku mencium Lu Cheng dan Lu Shan?". Dan kau cemburu?, namun pertanyaan itu tidak berani ia utarakan.
Lu Xiang hanya diam membenarkan membuat Adelia tidak bisa menahan tawanya. "Kau cemburu pada adikmu sendiri?"
Adelia akhirnya berani menanyakan hal itu ketika melihat ekspresi merajuk suaminya.
"Mereka sudah besar. Kenapa kau masih mencium mereka? Disini laki-laki dan perempuan tidak boleh bersentuhan jika bukan saudara sedarah". Lu Xiang tidak malu karena ketahuan cemburu pada adiknya sendiri.
Adelia masih tertawa geli melihat ekspresi keluhan lucu Lu Xiang, bahunya bahkan sampai berguncang menunjukkan betapa lucu tawanya.
"Aku belum pernah mendengar mu bercerita tentang dunia mu. Coba kau ceritakan bagaimana kehidupanmu di sana". Melihat Adelia yang sibuk tertawa membuat Lu Xiang mengalihkan perhatiannya.
Dan berhasil, Adelia menghentikan tawanya dan berpikir. "Kehidupan ku di sana tidak jauh berbeda dengan di sini. Aku anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan, rumah khusus untuk menampung anak tidak punya orangtua sepertiku. Tapi teknologi di sana sudah berkembang pesat, di sana sudah punya mobil. Kereta yang dapat melaju cepat, hanya butuh beberapa menit menuju kota dari desa Miao jika memakai mobil dan kami juga bisa terbang"
Lu Xiang terkejut.
__ADS_1
"Ya kami sudah bisa terbang di atas langit. Tapi menggunakan transportasi pesawat yang besar, di sana status wanita sama dengan laki-laki. Mereka bisa bekerja, masuk ke pemerintah dan bahkan dapat masuk militer. Tidak kalah dengan laki-laki".
Lu Xiang tidak mampu membayangkan bagaimana kehidupan Adelia yang lebih maju daripada di sini. Pasti istrinya sangat senang berada di sana, sinar bahagia di wajah kembali meredup.
"Apa kau bahagia di sana?"
Adelia berpikir dan mengangkat bahunya. "Aku tidak tau".
Alis Lu Xiang terangkat akan jawaban tidak terduga itu. "Mengapa kau tidak tau?".
"Entahlah. Aku di sana hidup sendiri, tidak punya teman dekat, tidak punya keluarga maupun pacar".
Mata Lu Xiang bersinar tajam. "Bagaimana dengan suami?" Walaupun rasa cemburu menyeruak di hatinya namun ia tetap bertanya.
Adelia memutar bola matanya speechless. "Pacar saja tidak punya apalagi suami".
Mata Adelia bersinar. Ia mengeluarkan handphonenya dari space dan menghidupkannya. Ini adalah handphone lamanya yang enggan ia jual setelah membeli yang baru.
Lu Xiang kembali tertegun melihat benda mungil sebesar telapak tangan itu menyala.
"Ini aku waktu di dunia modern" Adelia meletakkan handphone ke tangan Lu Xiang.
"Kau bisa zoom gambarnya seperti ini atau melihat foto lainnya". Adelia memperagakan bagaimana cara membesarkan gambar atau memilih gambar lainnya.
Lu Xiang fokus melihat foto gadis cantik memakai make up natural dengan rambut panjang yang dibiarkan terurai. Sang gadis melihat ke kamera sembari melakukan tanda peace dengan imut.
Lu Xiang lalu menggeser layar seperti yang Adelia lakukan dan melihat foto lainnya. Seketika senyum lembut dan sayang hilang di wajahnya.
__ADS_1
"Kau memakai pakaian seperti ini di sana?".
Oh ****!
Adelia lupa bahwa cara berpakaian zaman kuno dan modern sangatlah berbeda, ia melihat foto pertama kali ia bekerja dengan memakai rok selutut dan baju kemeja yang sangat pas di badan membuat lekukan tubuhnya terlihat jelas.
"Ini... Ya, semua wanita berpakaian seperti ini ketika bekerja. Bukan hanya aku saja, kau tidak boleh marah Lu Xiang. Wanita lainnya bahkan memakai pakaian yang lebih terbuka daripada aku". Adelia sendiri bingung kenapa ia panik dan harus menjelaskannya namun mengingat tatapan dingin Lu Xiang yang baru saja ia lihat membuatnya langsung menjelaskan budaya berpakaian zaman modern.
Lu Xiang menghela napas panjang, ia tau bahwa Adelia tidak bisa di salahkan. Lagipula Adelia di zaman modern bahkan belum bertemu dengannya jadi tidak sepantasnya ia marah melihat pakaian gadis itu. "Aku mengerti. Tapi sekarang kau tidak boleh berpakaian seperti itu selain di hadapanku. Kau mengerti?".
Adelia mengangguk cepat.
Lu Xiang kembali melihat foto Adelia satu persatu hingga selesai dan tau bagaimana kehidupan istrinya sewaktu ia dunia modern, ia mengembalikan handphone Adelia dan menatap dalam istrinya.
Adelia bernapas lega. Untung saja di handphone itu tidak ada fotonya bersama dengan teman laki-laki, jika ada maka ia akan sulit menjelaskan pada suaminya yang makan cemburu itu. "Bagaimana kalau berselfie bersama? Kita bisa menyimpan kenangan kita berdua di dunia ini".
Lu Xiang menjadi tertarik. Adelia pun mendekatkan wajahnya ke wajah suaminya sembari mengangkat handphone dan menekan tombol foto. Seketika gambar mereka tersenyum berdua diabadikan di layar handphone, Lu Xiang melihatnya dalam diam namun ujung bibirnya tersenyum, sekarang ia punya kenangan di barang milik Adelia.
Lu Xiang menatap Adelia lembut dan kembali mengecup dahi gadis itu dan berhenti sesaat sebelum menempelkan bibirnya ke bibir istrinya.
!!!
Mata Adelia membesar, tubuhnya mematung merasakan rasa hangat di bibirnya.
Lu Xiang tertawa kecil. "Tutup matamu". Ia mulai mengulum bibir bawah sebelum memperdalam ciumannya.
Suara basah terdengar di dalam kamar tidur itu hingga Lu Xiang melepaskan ciumannya dan mengusap ibu jarinya ke bibir Adelia yang merah menyala membuatnya menelan ludah menahan hasrat. Ia pun mendorong Adelia untuk berdiri dan keluar dari kamar tersebut.
__ADS_1
Ia sangat ingin melakukan hubungan intim dengan Adelia namun ia menahannya karena merasa belum cukup pantas untuk gadis itu. Ia ingin membuat istrinya bangga padanya sebelum memiliki gadis itu seutuhnya karena itu ia menahan hasrat menggebu-gebu dalam tubuhnya dan memilih untuk mandi air dingin untuk meredam nafsunya.