
"Baiklah. Aku akan menceritakan semuanya kepada anda," kata Zack menyerah. Dia tau bahwa dia tidak akan dilepaskan oleh Namora jika tidak menceritakan semuanya dengan detil.
"Anda harus tau bahwa Dragon Empire ini didirikan oleh seorang master bernama Drako. Sedangkan Drako ini adalah orang yang bertanggung jawab untuk menjaga keselamatan Tuan besar Jerry William. Setelahnya, Tuan Drako ini memutuskan untuk menyerahkan tampuk kekuasaan organisasi kepada Tuan besar Jerry William. Terlebih lagi, Tuan besar ini adalah menantunya. Ketika itu, beberapa tahun sebelum anda lahir, Tuan muda, yaitu putra dari Tuan besar Jerry William ini lahir dan diberi nama Joe William. Namun, karena terlalu banyak musuh, maka Tuan besar Jerry William memutuskan untuk mengasingkan putranya tersebut untuk di didik,"
"Lalu, apa hubungannya dengan organisasi?" Tanya Namora yang terkenal memang memiliki kecerdasan yang hanya biasa-biasa saja. Bahkan otaknya sangat tumpul sampai-sampai Ameng selalu memarahinya.
"Anda dengar dulu kata-kata saya. Jangan dipotong!" Zack terlihat jengkel. Jika bukan Tuan mudanya, sudah dia jitak kepala Namora ini sampai benjut.
"Tuan besar Jerry William tau bahwa musuh besarnya sedang menyusun kekuatan untuk melawannya. Hal ini karena, berkali-kali mereka berperang di dunia bisnis, akan tetapi lawannya selalu dapat dikalahkan. Hal ini lah yang membuat lawannya tersebut tidak ingin tanggung-tanggung lagi. Mereka mulai mempersiapkan kekuatan besar untuk melanjutkan peperangan. Tuan besar yang mengetahui ini segera mempersiapkan putranya untuk melawan kekuatan tersebut. Hanya saja, bukan hanya Tuan muda Joe William ini saja yang pergi. Melainkan, bersama dirinya ada lencana naga. Lencana ini adalah lambang kepemimpinan Dragon Empire. Ketika lencana ini diangkat, maka itu berarti kata perintah. Tidak ada diantara kami memiliki hak untuk tidak patuh. Kecuali kematian. Saat ini, tuan muda William ini sengaja disembunyikan identitasnya. Apakah anda tau mengapa saya sangat ketakutan?" Zack bertanya kepada Namora.
Namora menggelengkan kepalanya sebagai jawaban bahwa dia tidak tau.
Zack melanjutkan. "Kabar yang saya dapat adalah, bahwa tuan muda William saat ini sedang berada di negara kita. Saat ini dia sedang digembleng oleh maha guru Tengku Mahmud di Kuala Nipah. Saya berharap anda tidak membocorkan rahasia ini. Karena, andai ini sampai diketahui oleh pihak musuh, keselamatan Tuan muda William, yang sekaligus adalah ketua kita akan berada dalam bahaya. Dirinya akan diburu dan dibunuh. Jika itu sampai hal ini terjadi, maka Organisasi Dragon Empire akan hancur,"
"Ternyata seperti itu ceritanya. Lalu, apa hubungannya dengan kata-kata mu tadi yang mengatakan bahwa aku tidak bisa memobilisasi kekuatan yang dimiliki oleh Dragon Empire jika tanpa persetujuan dari Paman Ameng?" Tanya Namora. Dia sejak tadi mencoba untuk menghubungkan cerita Zack. Tapi otaknya terlalu tumpul.
"Jelas berhubung kait antara satu sama lain. Bagaimanapun, bang Ameng hanyalah bawahan. Sedangkan rajanya adalah Tuan muda William. Usianya hanya berjarak sekitar dua tahun dari anda. Jika anda bisa menjadi pendampingnya, bahkan walaupun anda hanya pelayan baginya, itu sudah cukup untuk membuatnya berada di pihak anda. Butuh satu perintah dari dirinya untuk menggerakkan seluruh kekuatan. Anda dapat membayangkan andai kekuatan yang Dragon Empire miliki digerakkan? Itu cukup untuk menghancurkan seratus orang seperti Jhonroy dan seluruh kekuatan yang dia miliki. Karena, kekuatan seperti yang dimiliki oleh Jhonroy hanyalah sampah di mata Dragon Empire,"
__ADS_1
Namora tercerahkan dengan penjelasan panjang dari Zack barusan. Dia manggut-manggut. Secercah harapan muncul dari sorot matanya. Hanya saja itu sesaat. Karena dia teringat sesuatu yang dipesankan oleh Pak Harianto kepadanya bahwa dia tidak boleh pergi ke Kuala Nipah. Jika dia nekat ke sana, maka dia akan menjadi murid yang tidak patuh. Dan kemungkinan dia akan menerima perlakuan buruk oleh Tengku Mahmud.
Namora bergidik membayangkan seperti apa kakek uyutnya itu. Jangankan dirinya. Pak Harianto saja sampai muntah angin dikerjai oleh orang tua aneh itu.
"Saya tau apa yang ada dalam pikiran anda!" Zack menyela membuat Namora menatapnya dengan tajam.
Zack tersenyum penuh arti melihat ekspresi datar Namora ini. Dia mengerti dengan jelas bahwa Namora ingin pergi ke Kuala Nipah untuk menemui Joe William. Tapi yang tidak dia ketahui adalah, bahwa Namora juga berada di dalam dilema. Di satu sisi dia memang ingin menemui Joe William. Tapi di sisi lain dia ingat tentang pesan dari pak Harianto. Dan dia bersumpah seribu kali bahwa dia tidak berani melanggar larangan itu.
"Saran saya, anda jangan memperkeruh keadaan. Jika anda nekat menemui Ketua kita, kemungkinan besar adalah, anda akan tamat. Tuan Tigor sangat berkomitmen terhadap organisasi. Dia akan membunuh Anda jika nekat. Baginya, lebih baik kehilangan seorang anak, daripada menghancurkan kepentingan orang banyak. Karena, andai identitas tuan muda William ini terbongkar, mungkin ribuan pembunuh bayaran akan datang ke negara kita ini untuk membunuhnya,"
Namora tau bahwa ini tidak muda. Akan tetapi, dia tidak tau apa lagi yang bisa dia lakukan.
"Kabar yang saya dengar, bahwa tuan muda William akan datang ketika ayah anda bebas dari penjara. Kemungkinan terbesar bahwa Tuan besar Jerry William juga akan datang. Dengan begitu, tinggal kemampuan anda untuk bisa mendekati tuan muda William ini,"
"Apa iya aku dianggap? Dia terlalu tinggi untuk didekati," Namora mulai pesimis. Baginya, siapalah dirinya jika dibandingkan dengan Joe William. Sedangkan untuk menggerakkan kekuatan Dragon Empire cabang kota Kemuning pun dia tidak bisa tanpa persetujuan dari Ameng. Apa lagi yang dapat dia banggakan untuk mendekati orang nomor satu di dalam organisasi tersebut.
"Jangan pesimis begitu, Namora! Kita masih belum tau kalau tidak mencoba. Hal yang perlu kau lakukan adalah, meminimalisir pergerakan yang dapat memperburuk keadaan antara kau dan Jhonroy," kata Jol yang sejak tadi hanya menjadi pendengar saja.
__ADS_1
"Masih ada waktu tiga Minggu sebelum ayah ku bebas. Aku juga harus mempersiapkan diri untuk turnamen kejuaraan. Ah pusing kepalaku kalau begini,"
Kriiing..! Kriiing..! Suara ponsel milik Zack berdering membuat pemuda itu segera merogoh sakunya.
"Hallo Lan!"
"Bang. Aku sudah mendapatkan informasi mengapa Arda tidak dibunuh oleh Jhonroy," kata orang yang menelepon tadi.
Mendengar ini, Zack buru-buru mengaktifkan speaker suara agar Namora juga bisa mendengar.
"Katakan Lan, apa yang kau ketahui!" Pinta Zack.
"Begini bang. Aku mengetahui bahwa Jhonroy tidak membunuh Arda adalah karena tua bangka tak tau diri itu menginginkan adik perempuan Arda yang masih duduk di bangku SMA. Dia meminta sendiri agar Arda mengantarkan adik perempuannya itu ke kota L. Jika tidak, bukan hanya Arda yang akan dibunuh. Melainkan, seluruh keluarganya akan dibantai!"
"Merisda?!" Namora mendesis. Tatapan dingin terpancar dari matanya yang tiba-tiba menyipit. Bagaimanapun, dia pernah memiliki hubungan dengan Merisda ini. Walaupun dia hanya dipermainkan, akan tetapi dia tidak bisa lepas tangan begitu saja andai Merisda berada dalam bahaya.
"Lan.., kau terus ikuti mereka. Laporkan setiap apa saja yang kau ketahui!" Giliran Namora yang berbicara. Dia sengaja menyuruh Lan untuk mengikuti perkembangannya. Ini semua dia butuhkan agar bisa membuat persiapan pencegahan jika Merisda berada dalam masalah.
__ADS_1
Bersambung...