
Perjalanan dan pengalaman Namora hari ini benar-benar bak dalam kisah dongeng. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa Hotel yang dia lewati bersama Ameng ternyata adalah miliknya.
Setelah melihat-lihat dan sempat berkenalan dengan beberapa staf di hotel tersebut, Ameng segera membawa Namora menuju ke sebuah yayasan dimana di sana juga adalah milik Tigor yang diatasnamakan Namora.
Ameng tau bahwa Namora tidak betah berada lama-lama di hotel. Perasaannya kini bercabang. Ketika ditanya, Namora menjelaskan bahwa dia khawatir karena sudah tiga hari tidak masuk ke sekolah. Hari pertama karena dia sangat depresi. Hari ke dua karena nenek Kenza meninggal. Hari ke tiga karena dia diajak ke kota Kemuning. Dan Namora sudah merasakan bahwa dia pasti akan dihukum. Minimal menghormat di depan tiang bendera.
Sebelum pergi meninggalkan Hotel, Namora sempat becanda. "Aku hari ini hanya nyetor wajah. Kelak kita akan mengadakan rapat dan aku akan menyusun ulang manajemen di hotel ini!"
Beberapa manager di hotel itu mendadak pucat mendengar perkataan dari Namora ini. Mereka mendadak mulas karena khawatir kalau management hotel diatur ulang, maka posisi mereka tidak akan aman.
Sambil berjalan keluar, Ameng segera bertanya dari mana Namora tau tentang kata-kata seperti itu. Dan jawaban Namora sangat singkat. "Dari drama Korea!" Jawabannya itu sangat terkesan seenaknya saja.
Ameng mendengus lalu cepat-cepat mengajak Namora untuk berkeliling.
Sudah pukul 11 malam. Dan Namora mendesak untuk diantar pulang oleh Ameng. Ameng mengeluh. Tapi dia tau kalau sampai Namora terlalu lama libur, pasti tidak baik untuk pendidikannya. Maka dari itu, serombongan dari mereka bergegas mengirim Namora pulang. Dan hal ini tidak luput dari perhatian beberapa pengusaha yang ingin menjalin kerjasama dengan Martins Group.
Di mobil silver yang melaju tenang, tampak seorang lelaki bersama dengan asistennya sedang membahas sesuatu. Sesekali tampak wajah mereka tersenyum. Lelaki itu adalah Jhonny dan asistennya bernama Gito.
"Sepertinya usaha kita kali ini tidak mulus, Tuan?!"
"Yah. Terlalu banyak penjilat. Aku tidak menyangka bahwa pendekatan yang aku lakukan tidak membuahkan hasil karena minimnya kesempatan. Jika tidak karena Tanta sialan itu aku pasti bisa memenangkan hati Tuan muda Habonaran itu!" Ada keluhan tak puas dari Jhonny mengingat jalannya untuk mendekati Namora disalib oleh Tanta. Padahal, mereka berdua sama-sama gagal.
"Tidak perlu khawatir Tuan! Tuan muda dari keluarga Habonaran ini masih sangat belia. Orang-orang seperti Tuan ini adalah orang-orang yang sudah lama berkecimpung di dunia bisnis yang penuh dengan persaingan ini. Jika tuan mampu mendapatkan tender dari perusahaan dengan pemimpin yang lebih tua, apa lagi dengan Tuan muda Habonaran ini. Dia masih anak-anak. Tuan pasti tau apa yang disukai oleh anak-anak," Kata Gito dengan optimis tinggi. Mereka memang sering menghadapi situasi seperti ini, dan mereka selalu keluar sebagai pemenang. Ini karena kehebatan mereka dalam melobi orang dalam di perusahaan. Tapi kali ini sepertinya mereka buntu menghadapi Andra. Makanya mereka langsung berinisiatif untuk langsung mendekati Namora.
__ADS_1
"Sepertinya memang harus ada pelicinnya supaya jalannya tidak terlalu kesat. Menurut mu, apa yang bisa kita berikan untuk membuat anak ini melirik perusahaan kita?"
"Apa lagi jika bukan dengan poya-poya. Kita bisa membujuknya dengan piknik, bertamasya, memanjakan diri dan mata dengan ditemani oleh gadis-gadis cantik, atau berkunjung ke luar negeri. Kita bisa menggunakan metode ini. Buat dia merasa berhutang budi kepada kita. Jika perut sudah kenyang, maka tidak ada alasan baginya untuk tidak menatap kita," jawab sang Asisten.
"Hahaha. Aku rasa memang seperti itu. Anak-anak memang suka bermain. Tapi bagaimana kita bisa menemukannya lagi. Kita pun tidak tau dimana Tuan muda Habonaran ini berada,"
"Tidak perlu mencarinya, Tuan. Kita juga harus menjaga image perusahaan kita. Hanya saja, ketika nanti kesempatan itu terbuka, maka Tuan harus segera mengambilnya!"
"Hmmm. Kau memang asisten ku yang paling pandai. Tidak sia-sia aku mempekerjakan mu,"
Asisten itu tersipu malu. Dalam benaknya, bakalan gajinya naik karena berkontribusi dalam memenangkan tender proyek ini. Andai ini terealisasi, maka dia akan membeli mobil, bahkan bisa membeli rumah.
*********
Sementara itu, Namira yang berada di samping Ameng di kursi belakang sudah berulang kali menguap karena kelelahan. Benar-benar melelahkan baginya dalam tiga hari ini. Ameng juga tidak ingin mengemudi lagi. Dia sengaja membawa sopir untuk mengemudi agar dia bisa beristirahat.
Namora buru-buru menjawab panggilan itu. "Jol!" Kata Namora setelah panggilan itu terhubung.
"Namora. Kau kemana? Mengapa kau tiba-tiba menghilang? Apa kau baik-baik saja?"
"Aku akan menjadi pembohong jika aku katakan kalau aku baik-baik saja," jawab Namora. Dia ingin menyambung perkataannya, tapi langsung dipotong oleh Jol.
"Namora. Aku tau kau dalam masalah. Tapi kau tidak boleh terpuruk. Aku sudah mencaritahu permasalahannya. Dan ternyata Merisda yang membuatmu menjadi seperti itu. Aku bukan menasehati. Tapi, jika hanya karena perempuan sampai-sampai kau tidak mau sekolah lagi, itu terlalu kecil,"
__ADS_1
Namora melongo sejenak. Lalu dia sadar kalau Jol menganggap bahwa dia tidak sekolah karena malu oleh Bullyan yang dia terima tiga hari yang lalu. Padahal sama sekali tidak begitu kenyataannya.
"Kau salah sangka,"
"Sudahlah. Aku tau apa yang kau rasa. Besok aku akan menjemputmu. Kau harus sekolah," nada suara Jol terdengar memaksa.
"Iya iya iya. Besok aku sekolah!" Jawab Namora tidak berdaya.
"Oh ya. Aku mendengar bahwa Merisda akan mengadakan pesta ulang tahun. Dia berniat untuk mengundang seluruh siswa. Kalau kau mau mendengarkan nasehat dari ku, kau jangan menghadiri acara itu! Jika tidak, mereka pasti akan mempermalukan dirimu lebih parah," Jol memperingatkan.
"Iya. Aku juga tidak sudi menghadiri acara ulang tahunnya. Aku sudah kapok dihina,"
"Bagus. Aku akan menghadiri acara ulang tahunnya. Tapi hanya sebentar. Setelah menyerahkan kado, aku akan pulang. Karena pada hari yang sama, aku akan berangkat bersama keluarga ku untuk bertamasya. Ayah ku dipromosikan menjadi manager. Makanya kami akan merayakannya. Apa kau mau ikut?" Tanya Jol bersemangat.
"Ah. Itu kan acara keluarga mu. Aku mana bisa,"
"Ya sudah kalau kau tidak mau. Tapi besok janji ya untuk sekolah. Jangan sampai ketika aku berteriak di depan rumahmu, kau masih mbangkong!"
"Hahaha. Iya. Aku pastikan bahwa aku akan bangun pagi,"
"Ya sudah. Assalamu'alaikum!"
"Waalaikumsalam!" Jawab Namora.
__ADS_1
Setelah panggilan itu berakhir, dia kembali memejamkan matanya. Karena perjalanan masih akan memakan waktu satu jam lagi, maka dia harus memanfaatkan waktunya untuk beristirahat di dalam mobil.
Bersambung...