Namora

Namora
Pertarungan dua pejuang


__ADS_3

Sementara itu, nun jauh di bagian perbukitan di mana terdapat perkebunan kelapa sawit, seorang lelaki yang mengenakan pakaian kamuflase tampak mengubah posisinya dari tiarap ke duduk.


Dia mengangkat senjata Laras panjang yang dia gunakan untuk membidik sasaran dalam jarak yang cukup jauh.


Ketika ini, lelaki itu mencium laras pada senja itu, kemudian berdecak mengagumi dengan sungguh-sungguh. "Mini14. Tidak buruk," katanya dalam hati sembari mencopot beberapa bagian pada senja tersebut.


Kini, dia mengambil teropong dari tas kecil tentara pada pinggangnya, kemudian mengarahkan teropong tersebut ke arah tanah pekuburan umum.


"Sialan Alex ini. Kapan dia akan memulai perkelahian. Buang-buang waktu saja," gerutunya sendiri seperti orang gila.


Di waktu yang sama, suasana tegang antara Black shadow dan Takimura sudah mencapai titik tertinggi.


Black shadow hanya memperhatikan saja pergerakan yang dilakukan oleh Takimura yang saat ini sudah akan bersiap untuk melakukan serangan.


"Apa kau sudah selesai dengan gerakan sia-sia mu itu?" Ejek Black shadow dengan bibir menyunggingkan seringai penuh cibiran. Namun, sebagai jawaban dari ejekan yang dilontarkan oleh Black shadow tadi, seberkas sinar keperakan membabat secara vertikal kearahnya. Dan begitu Black shadow bergeser satu langkah ke samping, Takimura yang tidak ingin memberikan kesempatan kepada lawannya kembali melakukan tebasan secara horizontal. Akan tetapi, Black shadow segera menangkis tebasan itu dengan pedangnya sehingga menimbulkan percikan api dengan suara yang memekakkan telinga.


Tring...! Suara besi beradu memekakkan telinga. Hal ini membuat Takimura mundur dua langkah kebelakang. Tangannya gemetaran akibat benturan tadi, walaupun dia sudah sekuat tenaga menyembunyikannya agar tak terlihat.


Sementara itu, Black shadow masih tetap berdiri ditempatnya tanpa bergeming. Di bibirnya, seringai dingin tetap tersungging seolah-olah dia menganggap bahwa benturan kedua senjata tadi sama sekali tidak mempengaruhi dirinya.


"Hanya ini kekuatan yang dimiliki oleh seorang yang berada di tingkat viscount? Sungguh memalukan. Kau tidak lebih dari kadet," ejek Black shadow berusaha memancing kemarahan Takimura. Dan sepertinya, pancingan itu berhasil dengan sukses. Karena, saat ini Takimura sudah kembali mengatur langkah. Baginya, kehadiran Black shadow telah merusak rencananya. Bagaimanapun, dia sangat membencinya dalam hati.


Takimura segera melangkahkan kakinya dengan cepat sembari meluruskan pedangnya dengan bilah ke belakang dan sejajar dengan pinggang.


"Hiaaaaaah...!"


Wuzzz....


Ting... Ting... Ting...! Terdengar tiga kali suara benturan senjata.

__ADS_1


Walaupun saat ini hari masih terang karena matahari baru saja akan tergelincir ke arah barat, akan tetapi percikan bunga api dari benturan dua pedang itu jelas terlihat.


Setelah benturan tadi, Takimura kembali mundur. Kali ini dia tidak kuasa untuk menahan gemetar pada tangannya. Bagaimanapun dia menahan, tetap juga tangannya tidak bisa diajak kompromi.


"Kemampuan seperti ini ingin kau andalkan didepan ku? Ketahuilah, aku adalah satu dari lima pemuda berbakat di Tiger Syam. Dan aku adalah Earl bintang tiga. Seperti kebiasaan, jika seorang ninja kalah dalam bertarung, mereka akan melakukan bunuh diri. Sekarang, sebelum kau terlalu malu, aku sarankan agar kau membunuh dirimu sendiri!"


"Kau terlalu sombong. Apa kau berpikir bahwa aku telah kalah?"


"Oh. Apakah kau masih memiliki kartu yang belum kau keluarkan? Aku menyarankan agar kau mengeluarkan semua kartu as mu selagi kau masih memiliki kesempatan!"


"Persetan dengan mu!" Marah Takimura dengan suara menggelegar.


Takimura, yang saat ini sudah dirasuki oleh kemarahan segera meraba ke bagian balik bajunya, lalu mengeluarkan dua butir bola seukuran sedikit lebih besar dari kelereng, kemudian melemparkannya ke arah Black shadow.


Begitu dia bola berwarna perak itu membentur tanah, asap putih langsung membumbung menghalangi pandangan.


Wuzzzz... Wuzzz... Wuzzz...!


"Suriken?!" Kejutnya dalam hati. Lalu, dia secara naluri membanting badannya ke tanah. Hanya saja, pergerakannya terlambat sehingga satu dari tiga suriken yang dilemparkan oleh Takimura mengenai bahu kanannya dan menancap ke dalam hingga setengah dari mata tajam suriken tersebut.


"Ukh..!" Dengus Black shadow. Tapi dia tidak sempat mengeluh untuk saat ini. Karena di telinganya suara Black Eagle sudah memberi peringatan.


"Alex. Masuk ke tengah asap! Jepang itu sudah mengunci posisimu!"


"Sial!" Maki Black shadow. Dia segera melompat bangkit, lalu segera berlari menuju ke dalam asap yang masih pekat menghalangi pandangan.


Tepat ketika dirinya berada di sana, Takimura sudah menghampiri tempatnya di mana dia tadi berada.


Takimura menghitung jumlah suriken yang tertancap di tanah. "hanya tinggal dua. Berarti satu lagi jelas mengenai sasaran," gumamnya dalam hati.

__ADS_1


Takimura segera mengitarkan pandangannya. Tapi dia segera terkejut ketika tiba-tiba satu sosok melompat dari dalam kabut asap, kemudian sesuatu tepat menghantam pinggulnya.


"Uhuk..,"


Brugh...!


Sosok tubuh Takimura terlempar dan menghantam sebatang pohon bunga Kamboja hingga patah. Darah segar keluar dari sudut bibirnya menandakan bahwa tendangan itu sungguh sangat keras.


Seolah-olah tidak ingin membiarkan lawannya bangkit dan memberikan perlawanan, Black shadow langsung mengejar sambil mengibaskan pedang ditangannya. Namun, Takimura kembali melemparkan dua bola secara cepat sebelum kabur.


"Jangan di kejar. Dia sudah terluka. Itu cukup untuk memberinya pelajaran," terdengar suara yang mencegah dirinya untuk melakukan pengejaran.


Black shadow berdiri seperti karang sambil memperhatikan noda darah pada bilah pedangnya. Jelas bahwa tebasannya secara acak tadi mengenai sasaran. Akan tetapi, dia tidak mengetahui dengan jelas bagian mana dari tubuh Takimura yang terkena pedangnya.


"Rey. Bantu aku membawa Namora. Jika tidak cepat, aku khawatir anak ini akan kehabisan darah,"


"Kau sialan. Kau telah lama berada di tempat itu. Tapi, mengapa kau membiarkan anak itu dalam kesulitan?"


"Kau bodoh. Dia harus mengalami hal ini. Karena, di masa depan, dia akan menghadapi ujian seperti ini. Bahkan lebih parah. Kalau tidak pernah jatuh, dia tidak akan tau arti dari bangkit,"


"Sok bijak," cibir Rey dari seberang sana.


"Cepat lah Rey. Kita tidak punya banyak waktu. Sementara kau tiba, aku akan menelepon senior Black tentang kondisi anak ini. Sisanya, biar mereka yang membahas. Kita harus membawa anak ini ke rumah sakit terdekat," desak Black shadow tidak sabaran.


Tidak sampai sepuluh menit, satu unit mobil Toyota Prado hitam berhenti tepat di pintu pagar tapak pemakaman umum tersebut. Seorang lelaki keluar dari dalam mobil sembari melemparkan tas kepada Black shadow sembari berucap, "balut luka mu terlebih dahulu, kemudian ganti pakaian mu," kata lelaki itu. Kemudian, dia tanpa menunggu jawaban dari Black shadow, langsung menuju ke arah Namora yang terbaring pingsan, kemudian membopong tubuh pemuda itu untuk memasukkannya ke dalam mobil.


Setelah semuanya selesai, kini mobil Toyota Prado itu melesat dengan kecepatan tinggi meninggalkan area pemakaman umum tersebut menuju rumah sakit terdekat.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2