Namora

Namora
Kematian Tanta


__ADS_3

Sehari kemudian, di kota L, dekat ibukota provinsi, beberapa kendaraan terparkir di area parkir sebuah rumah besar yang diketahui milik Jhonroy.


Jhonroy ini dikenal sebagai orang kuat dan terkaya di kota ini. Banyak orang yang sangat segan berurusan dengannya. Bahkan, Birong dari kota Batu pun semasa hidupnya, tidak ingin berurusan dengan mafia satu ini. Tapi sepertinya kali ini ada seorang pemuda bau kencur yang mencoba mengusik wibawa yang dia miliki.


Sebenarnya, Agro chemical adalah perusahaan yang dimiliki oleh Tanta. Akan tetapi, orang yang bermain di belakang layar dan terus mendorong perusahaan ini untuk terus berkembang adalah Jhonroy. Bisa dikatakan bahwa Tanta hanyalah boneka bagi Jhonroy.


Bagaikan ada perjanjian tak tertulis antara dirinya dengan Tigor, sehingga Jhonroy sendiri tidak ingin melanggar batas-batas tertentu di wilayah masing-masing.


Diketahui, bahwa Tigor menguasai area yang dimulai dari Tanjung karang, sampai Dolok ginjang. Ini termasuk kota Kemuning, kota Batu, dan Tasik putri yang berada ditengah-tengah kedua kota tersebut. Dan Tigor memiliki pusatnya di kota Kemuning akibat desakan dari Marven yang dihasut oleh Benny. (Baca Black Cat)


Bagi Tigor, dia memang tidak memiliki masalah dengan Jhonroy. Apa lagi Jhonroy ini adalah pemain lama di bidangnya. Sementara Jhonroy juga tidak ingin mengusik Tigor atas alasan, bahwa Tigor berada dibawah kekuasaan Dragon Empire. Organisasi internasional yang sangat diperhitungkan keberadaannya. Apalah Jhonroy jika dibandingkan dengan Dragon Empire. Itu seperti sebutir telur dengan sebongkah batu. Tapi, ini tidak serta-merta membuat Jhonroy menurunkan minatnya terhadap kota Kemuning. Dan dari sinilah dia mendorong Tanta untuk mendirikan perusahaan Agro chemical.


Kini, Namora telah menyita seluruh aset milik perusahaan Agro chemical dengan paksa. Hal ini tentu saja seperti membuka jalan persengketaan antara Martins Group yang diperkuat oleh Dragon Empire dengan Agro finansial Group milik Jhonroy.


Ketika ini, di dalam ruangan besar di rumah tersebut, tampak Jhonroy sedang duduk sambil mengisap sebatang cerutu. Di samping kiri dan kanannya tampak dua orang wanita muda berpakaian transparan sedang mengapitnya.


Sementara itu, di lantai ruangan tersebut, tampak Tanta dan Arda sedang berlutut dengan wajah menunduk.


Kedua orang itu sama sekali tidak berani mengangkat kepala mereka. Mereka berdua seperti dua ayam sayur yang menunggu untuk disembelih.


Jhonroy menatap tajam ke arah Tanta. Sorot matanya jelas terlihat seperti memendam kemarahan.


"Apa lagi yang bisa aku harapkan darimu?" Tanta menurunkan kakinya dari meja, kemudian mengangkat dagu Tanta dengan ujung sepatunya.


"Ampun kan saya, Tuan! Anak itu terlalu kuat. Dia mampu memobilisasi seluruh anggota Dragon Empire untuk mengepung basecamp Pilar Mandiri, serta mengobrak-abrik tempat itu. Lebih dari separuh anak buah ku terbunuh, dan sisanya cedera berat. Jika saya tidak menyetujui permintaannya, maka saya pasti akan mati pada hari itu juga!"


Tanta kembali menundukkan wajahnya. Dia tidak berani berlama-lama menatap ke arah lelaki yang usianya diperkirakan sudah mencapai 50-an tersebut.


"Aku penasaran seperti apa anak dari Tigor ini. Tapi jika menilik kembali seperti apa sepak terjang ayahnya, aku tidak akan terlalu terkejut. Yang membuat aku kecewa adalah, sampah seperti kalian berdua ini sama sekali tidak bisa diharapkan. Aku sudah mengatakan kepadamu agar bermain dengan cantik. Biar sedikit, asal rutin. Tapi kau malah memaksakan untuk makan terlalu banyak. Akhirnya apa yang kau dapat? Kau bahkan muntah,"

__ADS_1


Tanta dan Arda gemetar mendengar perkataan dari Jhonroy ini. Getaran suara lelaki tua itu mampu membuat bulu romanya berdiri.


"Tuan tolong untuk tidak marah dan membunuh kami. Bagaimanapun, saya sudah menjadi budak Tuan selama ini. Agro Chemical juga telah memberikan banyak manfaat kepada anda. Atas dasar itu, saya berharap agar anda bisa memaafkan saya!" Kata Tanta penuh dengan harapan.


"Aku tidak ingin membahas masalah yang lalu. Kenyataannya, Agro chemical tidak akan mendatangkan manfaat apapun kepadaku di masa mendatang. Sepertinya kau sudah tidak aku butuhkan lagi. Aku memberikanmu waktu 10 detik untuk melarikan diri. Setelah itu, tergantung keberuntungan mu!"


Tanta menggigil ketakutan. Dia tau hobi buruk dari orang tua ini. Dia suka melepaskan korbannya, kemudian memburunya seperti binatang buruan. Dan sekarang, sepertinya dirinya lah yang akan menjadi korban.


Sementara itu, Arda juga sangat ketakutan. Berulang kali dia mengusap keringat dingin di dahinya.


"Apa lagi yang kau tunggu? Apakah kau ingin mati tanpa usaha?"


Tidak ada lagi ruang negosiasi. Jika dia tetap bertahan, dia pasti akan mati juga. Hal ini membuat Tanta mengumpulkan segenap tenaganya, kemudian bangkit dan melarikan diri menuju pintu.


"Satu!" Kata Jhonroy mulai menghitung.


Wuz...!


Terdengar suara bersiur ketika anak panah tersebut terlepas dari busurnya.


Jlep..!


"Aaaa....!"


Tidak sampai lima detik, anak panah itu tepat menembus bagian belakang tubuh Tanta yang membuat sosoknya seketika ambruk.


Anak panah itu mengandung racun. Sehingga, setelah terkena, Tanta tidak sempat lagi untuk bangkit. Tubuhnya menggelinjang sesaat, kemudian kaku tak bergerak lagi, alias mati.


Melihat atasannya dibunuh dengan cara seperti itu, sesuatu yang cair dan beraroma tidak sedap mulai membasahi celana Arda. Wajahnya memucat dan seluruh tubuhnya gemetar.

__ADS_1


"Kau takut?" Jhonroy menghampiri Arda, kemudian mengetuk-ngetukkan busur panah itu di atas kepala Arda.


"Ampun Tuan. Tolong ampuni nyawa busuk ku!" Pinta Arda. Seluruh tubuhnya benar-benar menggigil. Dia tidak dapat membayangkan seperti apa jadinya jika anak panah itu juga menembus tubuhnya.


"Aku mendengar bahwa kau punya seorang adik perempuan yang masih sangat belia. Kau tau bahwa aku sangat menyukai daun muda kan? Jika kau ingin selamat, jemput adik perempuan mu, lalu bawa dia kemari!"


Selesai berkata, Jhonroy segera berjalan ke arah meja, kemudian mencabut sebatang anak panah, kemudian memasang anak panah tersebut di tali pada busur. Setelahnya, dia mengarahkan anak panah tersebut tepat di kening Arda.


Arda yang tadinya ingin memohon agar Jhonroy jangan meminta adiknya untuk dijadikan mainan lelaki tua itu terpaksa mengurungkan niat untuk mengucapkannya. Dia tau bahwa lelaki tua bangka keparat ini tidak akan melepaskan dirinya jika menolak.


Arda dapat membayangkan bagaimana nasib adik perempuannya jika sampai jatuh ke tangan lelaki ini. Riwayat adiknya akan segera tamat.


Walau bagaimanapun, adiknya masih sangat belia. Masa depannya masih sangat panjang. Jika sampai jatuh ke tangan Jhonroy, adiknya pasti akan hancur.


"Kau terlalu lama berpikir. Jangan sampai aku mengubah niat ku. Apa menurutmu, jika aku menginginkan sesuatu, aku tidak bisa mendapatkannya? Aku bisa membunuh mu, lalu menculik adik perempuan mu,"


"Tuan. Baiklah. Saya bersedia. Saya akan menjemput adik saya, dan mengantarkannya langsung kepada anda!"


Jhonroy melambaikan tangannya seperti mengusir seekor lalat.


Melihat isyarat ini, Arda segera bangkit. Dia berulang kali menundukkan badannya, kemudian segera keluar dari rumah besar tersebut dengan berbagai pikiran berkecamuk di kepalanya.


"Tidak. Aku tidak bisa mengorbankan adikku hanya untuk memuaskan nafsu binatang lelaki bau tanah itu. Aku harus mengirim adikku sejauh mungkin agar tidak bisa ditemukan oleh Jhonroy. Aku lebih rela mati seribu kali daripada harus menyerahkan adikku kepada buaya tua itu,"


Inilah alasan Arda mengapa menyetujui permintaan Jhonroy. Baginya, jika dia mati saat ini, dia tidak akan bisa mengirim adiknya untuk kabur. Padahal, dengan kekuasaan yang dimiliki oleh Jhonroy, bukan lah sesuatu yang sulit untuk memaksa adiknya agar bisa menjadi budaknya. Alasan inilah mengapa Arda menyetujui. Setelah ini, dia akan segera pulang, menceritakan semuanya kepada keluarganya, lalu sesegera mungkin mengirim adiknya jauh-jauh. Bila perlu, keluar negeri sekalian.


Ketika Mobil yang dikendarai oleh Arda keluar dari kawasan rumah milik Jhonroy, dari tempat yang tidak jauh, satu unit mobil BMW 7 series membuntuti dari belakang. Dan orang itu tidak lain adalah Zack bersama tiga orang bawahannya yang memang sengaja dikirim oleh Namora untuk memata-matai pergerakan meraka, lalu memberi kabar kepadanya tentang seluruh perkembangan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2