
Dari kejauhan, Ameng melihat Namora sedang memanggul karung berisi barang-barang milik Ibu Zack. Terlihat pakaian blazer yang dia kenakan sudah kotor dibeberapa bagian. Padahal, harga dari blazer yang dia kenakan itu sangat jauh dari apa yang dibayangkan oleh orang biasa. Terlebih lagi, itu adalah pakaian buatan Armani.
Saat ini Ameng hanya bisa menghela nafas dan tidak tau harus berkata apa-apa lagi. Dia tau watak Namora seperti apa. Walaupun dia terlihat seperti orang yang tidak punya hati, tapi sebenarnya anak itu sangat baik dan peduli. Jika tidak baik, dia tidak akan berusaha keras mencari keluarga Zack untuk memberikan kehidupan yang layak kepada mereka.
Setelah Namora sampai didekat Ameng dan yang lainnya, dia segera menurunkan karung tadi, sambil berkata. "Paman. Mora menginginkan Paman mengurus keluarga pak Karim dan keluarga mendiang Zack. Mereka harus dibawa ke kota Kemuning saja. Kita punya banyak rumah," kata Namora. Dia lalu menatap ke arah orang-orang yang berkeringat dingin karena ketakutan, kemudian kembali berkata. "Apa kalian ingin hidup?"
"Tuan muda. Tolong ampuni kami!" Kata mereka serempak memohon.
"Jika aku mengampuni kalian, apa imbalan yang bisa aku terima? Aku sudah mengatakan bahwa Ampun, adalah sesuatu yang langka bagiku. Jadi, apa yang bisa kalian lakukan agar mendapatkan pengampunan dariku?"
"Tuan muda. Kami bisa melakukan apa saja, asalkan tidak membahayakan nyawa kami, maka kami akan melakukannya untuk menebus kesalahan kami,", jawab mereka yang mulai mendapatkan kembali harapan untuk tetap hidup.
"Bagus. Kalian yang mengatakannya sendiri, bukan aku yang memaksa," Namora lalu menoleh ke arah Ameng sebelum berkata, "Paman. Bukankah area konstruksi kita masih kekurangan tenaga kerja? Pinta saja Paman Sugeng untuk mempekerjakan mereka di sana. Dua puluh orang ini lumayan untuk menutupi kekurangan,"
__ADS_1
"Terimakasih Tuan muda,"
"Ingat! Bekerja di area konstruksi tidak mudah. Kalian akan dipanggang oleh terik sinar matahari. Gajian juga tidak sebesar ketika kalian memeras orang lain. Aku tidak berbelas kasih kepada kalian. Jika kalian melarikan diri dari kerja, aku akan memburu dan membunuh kalian. Aku tidak perlu bertanya apakah kalian setuju atau tidak, mengerti atau tidak, suka atau tidak suka, yang aku tau, mulai besok kalian harus sudah bekerja di area konstruksi sebagai buruh kasar. Rumah tempat tinggal disediakan di barak. Selama enam bulan, kalian tidak diperbolehkan meninggalkan area konstruksi lebih dari dua kilo meter. Jika kedapatan kalian meninggalkan area konstruksi melebihi dari dua kilometer, orang-orang ku sudah menunggu untuk memangsa kalian. Ingat itu baik-baik!" Ancam Namora sambil menunjuk-nunjuk ke arah orang-orang itu.
"Kami mengerti. Kami mengerti. Terimakasih atas kedermawanan hati tuan muda!" Jawab mereka serempak. Walaupun mereka terpaksa harus bekerja sebagai buruh kasar, setidaknya mereka sangat bersyukur karena terbebas dari kematian. Orang-orang seperti mereka sangat menghargai hidup. Jika bukan karena bertahan untuk hidup, mustahil mereka akan melakukan pekerjaan dengan memeras masyarakat dan menghasilkan uang.
"Ingatlah untuk menghargai hidup kalian!" Kata Namora segera berjalan ke arah mobilnya yang terparkir melintang sesuka hatinya. Sedangkan pak Karim segera membuntuti di belakang.
Tak lama setelah itu, satu unit mobil Colt diesel menderu dari arah kota Kemuning menuju pasar Sabtu. Setelah diperhatikan, ternyata Sugeng sendiri yang menyetir.
"Kalian, naik semuanya!" Perintah Namora yang langsung diikuti oleh orang-orang itu sembari berjalan ke arah mobil gerobak tadi, kemudian melompat menaiki mobil tersebut.
Ketika dua puluh orang tadi diangkut dengan mobil Colt diesel, barulah Namora dan yang lainnya bergegas meninggalkan pasar Sabtu menuju ke kota Kemuning untuk mengerjakan pekerjaan masing-masing.
__ADS_1
*********
Setelah sampai di kantor besar Martins Group, Namora segera mengumpulkan seluruh staf di perusahaan yang memang semuanya adalah orang-orang yang dia pertahankan, kemudian mengundang para wartawan, lalu melakukan konferensi pers yang menyatakan bahwa mulai saat ini, Martins Group cabang kota Kemuning, mengumumkan permusuhan mereka terhadap perusahaan Agro finansial Group dari kota L.
Namora juga mengatakan bahwa Martins Group telah menarik garis antara dirinya dan Jhonroy selaku pemilik perusahaan Agro finansial Group. Dengan demikian, maka tidak ada lagi kesempatan bagi para pengusaha yang sebelumnya telah mengikat kesepakatan kerjasama dengan dua perusahaan tersebut untuk melanjutkan kesepakatan kerjasama dalam satu waktu. Sebaliknya, mereka dipaksa untuk memilih satu dari dua perusahaan besar tersebut serta menentukan sikap mereka. Jika mereka memilih untuk bekerjasama dengan Agro finansial Group, maka mereka secara otomatis akan menjadi musuh bagi Martins Group, dan begitu pula sebaliknya. Jika mereka memilih bekerjasama dengan Martins Group, maka mereka harus memusuhi Agro finansial Group tanpa syarat.
Ini jelas pemaksaan secara langsung. Tidak ada yang bisa mengubah keputusan ini.
Pernyataan Namora tersebut segera membuat gempar dunia bisnis. Terlebih lagi bagi para pengusaha yang terlibat. Tentu saja para pemegang saham di perusahaan Martins Group. Mereka saat ini benar-benar marah besar. Karena, selain berinvestasi di Martins Group, mereka juga membeli beberapa saham di proyek baru milik Agro finansial Group. Jadi, mau tidak mau mereka harus memilih satu dan memutuskan yang lainnya.
Ramai pihak yang menilai bahwa keputusan yang diambil oleh Namora ini adalah keputusan yang sangat kontroversi, sekaligus keputusan yang sangat berani, mengingat bahwa Martins Group sebenarnya dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Mereka beranggapan bahwa keputusan ini adalah keputusan yang labil dan terkesan sangat bodoh, jika dinilai dari usia Namora yang bisa dikatakan sangat-sangat muda dalam menjalankan perusahaan sebesar Martins Group.
Tiga puluh menit setelah usai konferensi pers yang digelar, para penerbit berita langsung mencetak berita tersebut melalui berbagai media termasuk koran, berita online dan lain sebagainya. Sedangkan stasiun TV swasta di provinsi juga tidak ketinggalan memuat berita tersebut sehingga malam itu, tidak ada yang tidak memeras otak guna mencari jalan keluar bagi mereka yang menghadapi dampak langsung dari pertarungan dua raksasa tersebut.
__ADS_1
Banyak pengusaha mikro mengalami sakit kepala. Bahkan, untuk perusahaan kontraktor, penyedia jasa rental alat berat dan penyedia tenaga kerja juga dibuat pusing oleh masalah ini. Karena, senada dengan ucapan Namora dalam konferensi pers, Jhonroy malah melakukan konferensi pers balasan dan juga turut menabuh genderang perang yang mengakibatkan percikan api menjadi semakin besar dan meluas. Singkat cerita, bukan hanya para pengusaha saja yang mengalami sakit kepala. Pemerintah daerah, para elit politik sampai dewan perwakilan rakyat pun menjadi pusing memikirkannya. Tentu saja pertarungan dua perusahaan besar ini mampu memperburuk perekonomian daerah yang tadinya baik-baik saja. Bahkan, kedepannya, mereka akan mengalami lebih sakit kepala lagi ketika ada proyek-proyek yang akan dibuka, dan mereka pasti akan sangat kebingungan untuk memilih dengan siapa mereka harus bekerjasama.
Bersambung...