Namora

Namora
Rahasia organisasi


__ADS_3

"Tendang!"


Bugh..!


"Pukul..!"


"Hiaaaat...!"


"Bagus. Sepertinya kau memiliki basis bela diri yang tidak rendah. Kau sepertinya merahasiakan sesuatu kepadaku, Namora,"


Namora menyudahi latihannya, kemudian dia melangkah mengambil handuk kecil, lalu menyeka keringat yang membasahi tubuhnya.


"Mengapa Jol, apa kau kaget?" Namora melemparkan handuk yang ada di tangannya, kemudian duduk di samping sahabatnya itu.


"Pertarungan tinggal dua hari lagi. Apakah kau yakin dapat bertahan minimal masuk ke semifinal?" Tanya Jol setengah tidak yakin dengan kemampuan yang dimiliki oleh Namora.


Namora yang seperti biasa, tanpa ekspresi segera menjawab, "Aku juga tidak tau apakah mampu bertahan bahkan di babak penyisihan,"


"Hahaha. Ya sudahlah. Yang terpenting adalah, lakukan sebaiknya! Kau jangan memikirkan menang atau kalah,"


Namora mengangguk. Tanpa diperingatkan pun, dia sudah tau apa yang harus dia lakukan. Misinya bukan untuk memenangkan pertandingan, tapi untuk menghajar Diaz. Di babak berapapun mereka bertemu, maka hal yang akan dia lakukan adalah menghancurkan anak sombong itu. Setelahnya, dia tidak akan tertarik lagi pada turnamen tersebut.


Ketika kedua sahabat ini sedang asik mengobrol, tiba-tiba Zack datang dengan tiga orang lainnya berdiri dibelakangnya.


Tiba dihadapan Namora, Zack lalu membungkuk kemudian menyapa tuan mudanya tersebut.


Jol sudah tidak terkejut lagi dengan pemandangan ini. Dia sudah mengetahui identitas Namora sejak awal. Hanya saja, Jol terlalu masa bodoh untuk hal itu. Tapi berbeda andai Jericho mengetahui identitas dari Namora ini, sudah pasti dia akan ketakutan mengingat ayahnya adalah bawahan yang paling bawah dari dua ratus orang yang direkrut oleh Tigor sekitar 23 tahun yang lalu.

__ADS_1


"Kabar apa yang kau bawa Zack?" Tanya Namora ketika Zack sudah meluruskan tubuhnya.


"Seperti yang anda perintahkan kepada saya. Saya sudah menyelidiki langsung di kota L. Adapun beritanya, Tanta telah dibunuh oleh Jhonroy. Sedangkan Arda, walaupun dia tidak diapa-apakan oleh Jhonroy, akan tetapi keadaannya kini persis seperti pesakitan. Bisa dikatakan bahwa Arda hidup bersyarat,"


Namora mengerutkan keningnya ketika mendengar perkataan dari Zack. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa semuanya akan sejauh ini. Bahkan, Tanta pun sampai terbunuh.


"Ternyata sampai segitunya. Lalu, apa kau mengetahui mengapa Arda tidak dibunuh oleh Jhonroy? Maksudku, apa persyaratan yang diajukan oleh Jhonroy?"


"Saat ini saya masih belum pasti. Hanya saja, saya telah mengirim beberapa orang yang saya tugaskan untuk terus mengikuti Arda dan juga adiknya, Ardi," jawab Zack.


"Zack. Sebenarnya, seperti apa Jhonroy ini? Apakah dia ini orang yang sangat kuat?" Tanya Namora. Jelas dia ingin mengetahui seperti apa Jhonroy ini. Karena, jika sampai ayahnya bisa menarik garis dan masing-masing tidak boleh melanggar garis tersebut, dapat dipastikan bahwa Jhonroy ini bukanlah sesuatu yang bisa dianggap mudah.


"Sejujurnya saya pun masih kurang tau tentang Jhonroy ini. Yang pastinya adalah, dia adalah Mafia yang selalu bermain di balik layar. Organisasi mereka ini terlalu tertutup. Yang saya dengar, bahwa Jhonroy ini memiliki banyak anak angkat yang telah sukses di bidangnya masing-masing.


"Menurut mu, andai aku nekat melanggar orang ini, apakah kekuatan kita seimbang dengan mereka?"


Bagaimana bisa Namora ini seperti tidak kenal takut. Diketahui bahwa ayahnya sendiri pun tidak ingin mengusik Jhonroy ini. Tapi Namora dengan segala kegilaannya malah ingin mengusik sarang tawon.


"Ekspresi wajah mu sungguh buruk. Mengapa?" Tanya Namora kepada Zack yang masih melongo.


"Eh.., tid.., tidak. Tidak apa-apa," Zack segera mengubah ekspresi wajahnya, lalu melanjutkan. "Tuan muda. Anda harus tau bahwa ayah anda pun tidak berani memprovokasi orang tua itu. Tapi anda?"


"Itu ayah ku. Ayah adalah ayah. Aku adalah aku. Apa kau pikir jika kita diam dan tidak melakukan apapun, mereka akan membiarkan kejadian ini? Aku telah memulai. Maka aku akan menyelesaikannya,"


"Aku khawatir bang Ameng tidak akan menyetujui ini. Jika dia tidak setuju, kita tidak memiliki kekuatan untuk itu. Kecuali..,"


"Kecuali apa?" Tanya Namora tampak tidak sabar. Karena terlalu tidak sabar, dia sampai menarik kerah baju Zack.

__ADS_1


"Mora. Kendalikan dirimu!" Jol memukul tangan Namora hingga terlepas dari kerah baju Zack.


Namora segera tenang kembali. Tapi sangat sulit untuk menggambarkan wajahnya. Tidak ada emosi yang terpancar. Entah itu marah, takut atau bahagia.


"Ini adalah rahasia dari organisasi kita. Aku khawatir andai rahasia ini bocor, kematian saja mungkin tidak akan cukup buatku," Zack terlihat sepucat kapas. Dia mengetahui sesuatu dari perbincangan Ameng dan delapan orang lainnya tentang rahasia dari Organisasi. Dia tidak sengaja mendengar informasi yang sangat penting tersebut.


"Aku bersumpah atas nama ayah dan ibuku bahwa aku tidak akan membocorkan informasi ini," kata Namora bersumpah. Dan Jol juga melakukan hal yang sama. Bahkan dia juga bersumpah demi Tuhan.


Zack menarik nafas. Kemudian, dia berjalan ke arah pintu, memperhatikan bahwa tidak ada orang lain selain mereka.


Pintu segera ditutup oleh Zack, kemudian dia kembali melangkah dan duduk di dekat Namora.


"Tuan muda. Seluruh kekuatan yang dimiliki oleh organisasi kita di sini berada di tangan ayah anda. Hanya saja, ketika ayah anda berada di dalam penjara, tongkat komando diserahkan ke tangan bang Ameng. Jika tanpa persetujuannya, tidak ada yang bisa memobilisasi kekuatan yang dimiliki oleh Organisasi secara penuh. Anda tau bahwa kita memiliki puluhan ribu petarung di dalam organisasi dan itu tidak bisa diperintahkan tanpa persetujuan dari bang Ameng. Namun, di atas itu semua, kita hanyalah cabang. Sedangkan pemilik kekuatan sesungguhnya adalah..," Zack kembali menggigil ketakutan. Dia masih tidak berani untuk melanjutkan kata-katanya.


Namora melihat tingkat ketakutan pada diri Zack adalah sesuatu yang pasti tidak bisa dianggap enteng. Zack ini juga bukan orang yang lemah. Dia bisa bergabung dengan Dragon Empire, lalu menjadi kepercayaan Ameng di usia yang masih muda begini pasti bukan secara kebetulan. Itu karena dirinya memang memiliki kemampuan. Tapi jika dia sudah ketakutan seperti itu, ini pasti sesuatu yang sangat rahasia.


"Zack. Katakan saja! Setidaknya, aku bisa sedikit mengetahui,"


"Tuan muda. Mengetahui terlalu banyak juga tidak baik. Tapi karena anda sudah memaksa, maka aku hanya bisa berjudi dengan anda dalam hal ini. Jika saya mati, anda juga kemungkinan tidak akan selamat. Oleh karena itu, apakah anda telah memikirkannya? Sedikit saja berita ini bocor, akan banyak keburukan yang terjadi. Bahkan, organisasi ini bisa hancur!"


"Apakah seburuk itu dampak yang bisa terjadi? Padahal Organisasi ini sangat kuat. Mengapa bisa hancur?" Namora masih tidak mengerti tentang apa sebenarnya yang dirahasiakan oleh organisasi ini.


"Setiap kekuatan memiliki pemimpin. Organisasi ini memiliki sistem seperti catur. Dalam permainan, ketika raja belum tumbang, maka permainan masih akan terus berlanjut. Namun, andai raja telah tumbang, maka segala Mentri, benteng dan dan pion juga tidak akan berguna lagi. Ini lah mengapa saya katakan bahwa jika rahasia ini ketahuan di dunia luar, organisasi ini akan hancur,"


Namora semakin tidak mengerti. Dia berulang kali mengepalkan tinjunya. Baginya, Zack terlalu berteka-teki. Dia mulai tidak sabaran, dan ingin meninju wajah Zack yang baginya terkesan sangat lamban.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2