
Di Lotus Mansion ketika ini, Jerry baru saja menerima data yang dikirimkan oleh Rio Habonaran kepada dirinya.
Dia dengan seksama mencermati rincian tentang diri Namora dan juga foto pemuda itu.
Senyum senang menghiasi bibirnya saat dia melihat wajah kaku milik Namora.
Bagaimana Jerry William tidak tersenyum? Di sana dia melihat seolah-olah Namora seperti sangat bermusuhan dengan kamera. Wajah kaku dan dingin itulah yang membuat Jerry merasa sangat lucu. Sungguh jauh perbedaannya dengan Joe William yang periang, ceria, sangat usil dan suka berbuat onar.
Setelah selesai membaca artikel tersebut, Jerry langsung menekan tombol panggil pada pesawat telepon di meja kerjanya.
"Suruh Black menemui ku di ruang kerja!"
Setelah selesai dengan perintah yang dia berikan, Jerry langsung memutar kursi kerjanya, dan kini dia menghadap ke arah luar dari jendela ruang kerjanya, seperti sedang memikirkan sesuatu.
Lima menit kemudian, terdengar suara pintu diketuk.
Tok tok tok..!
"Masuk!"
Ketika pintu terbuka, seorang lelaki berkulit tidak terlalu putih muncul, kemudian memberi hormat kepada Jerry.
"Tuan besar.., saya menunggu perintah!"
Jerry memutar kursinya, kemudian menatap ke arah lelaki tadi, lalu berkata. "Black. Aku memiliki pekerjaan untuk mu. Maksud ku...," Jerry lalu menceritakan semua obrolan telepon antara dirinya dan Tigor kepada Black.
"Bagaimana menurut mu?" Tanya Jerry kemudian.
"Tuan besar. Seperti yang anda ketahui, ada banyak assassin yang ada dalam organisasi Tiger Syam. Tapi menurut saya, tidak pantas bagi mereka untuk turun menghadapi ular lidi seperti Jhonroy ini. Saya hanya butuh dua orang yang saya latih sendiri untuk menjaga keselamatan Tuan muda dari keluarga Habonaran itu," kata Black kemudian.
"Seberapa yakin kau kepada anak buah mu itu? Kau jangan menyepelekan urusan ini. Jika terjadi apa-apa kepada putra Tigor ini, kepala mu bisa hilang!" Kata Jerry sambil mengacungkan pulpen ditangannya ketika berbicara kepada Black.
"Saya tau, Tuan besar. Akan tetapi, anda dapat yakin bahwa kedua orang ini adalah yang terbaik dalam kelasnya untuk saat ini. Mereka telah melampaui pencapaian bagi warrior bintang dua. Jika terus mendapatkan misi, maka mereka akan semakin berpengalaman. Setelah itu, menaikkan kemampuan mereka ke level bintang tiga bukanlah hal yang sulit," Jawab Black dengan sangat yakin.
__ADS_1
"Hmmm. Panggil mereka!" Perintah Jerry segera dituruti oleh Black.
Setelah Black selesai mengirim pesan, berjarak dua puluh menit kemudian, kembali terdengar pintu di ketuk dari luar.
"Masuk!"
Tak lama setelah itu, seorang gadis berwajah cantik dengan pinggang ramping dan tinggi semampai memasuki ruangan.
Tiba di dalam ruangan dimana ada Jerry William dan Black di sana, wanita itu membungkuk hormat, kemudian menyampaikan maksudnya kepada Jerry.
"Tuan besar, ada dua orang lelaki yang datang ingin menemui anda. Mereka mengatakan bahwa senior Black yang meminta mereka untuk datang atas perintah dari anda,"
Selesai berbicara, wanita itu kembali memberi hormat, kemudian tertunduk sedikit untuk menunggu respon dari Jerry.
"Bawa mereka menemui ku. Aku akan menunggu mereka di rooftop!" Kata Jerry yang langsung memasuki ruangan lift khusus, diikuti oleh Black.
Wanita tadi segera membungkuk dan berkata, "Segera, Tuan besar!"
Setelah itu, dia pun berbalik untuk menemui dua orang tadi, dan menyampaikan pesan Jerry.
"Hormat kami kepada Tuan besar!" Kata mereka serentak setelah berlutut dengan satu kaki di tekuk, dan tangan terlipat memberi hormat.
"Perkenalkan nama kalian!" Pinta Jerry kepada kedua orang itu.
"Menjawab anda, Tuan besar. Nama saya, saya sendiri sudah lupa. Akan tetapi, orang-orang di kesatuan memanggil saya dengan sebutan Black shadow," jawab lelaki pertama dengan sangat hormat, namun tidak mengurangi ketegasan dari nada bicaranya.
"Hmmmm. Nama yang sangat bagus. Apa keahlian khusus yang kau miliki?"
"Izin menjawab sekali lagi, Tuan besar. Keahlian saya adalah, berkamuflase, menyusup, melakukan serangan cepat, kemudian menghilangkan jejak!"
"Good. Lalu...?!" Jerry kini menatap ke arah lelaki yang berada di samping Black shadow tadi, kemudian memintanya untuk memperkenalkan diri.
"Izin, Tuan! Sama seperti Black shadow. Saya juga tidak mengetahui siapa nama saya. Hanya saja, orang-orang di kesatuan selalu memanggil saya dengan sebutan, Black Eagle," jawab lelaki itu. Ketika menjawab, dia tidak menunduk seperti Black shadow tadi. Melainkan, menyipitkan matanya, menatap tajam ke arah Jerry.
__ADS_1
"Hmmm. Katakan apa keahlian khusus yang kau miliki!" Pertanyaan yang sama kembali diajukan oleh Jerry kepada lelaki itu.
"Menjawab anda, Tuan besar! Sesuai dengan julukan yang diberikan kepada saya, keahlian khusus yang saya miliki adalah mengintai, kemudian memberikan informasi yang tepat. Keahlian lain yang saya miliki adalah, bahwa saya juga bisa menjadi seorang sniper," jawab Black Eagle. Matanya yang kecoklatan semakin mempertegas keahliannya, bahwa dirinya memang mampu dan cukup kompeten dengan keahlian yang dia miliki.
"Maaf, Tuan besar. Saya hanya ingin menjelaskan sedikit kepada anda, bahwa kedua adik lelaki ku ini baru saja kembali dari misi khusus di perbatasan. Terhitung, keduanya telah menggagalkan organisasi negara tetangga yang ingin menginvasi pasar Metro City dan Starhill dengan obat-obatan terlarang. Team yang mereka bentuk juga berhasil menggagalkan penyelundupan senjata, kemudian menyita senjata tersebut bagi kegunaan kita di masa mendatang!" Kata Black kepada Jerry.
"Bagus! Apakah Tuan Syam mengetahui hal ini?" Tanya Jerry William.
"Benar, Tuan besar. Bahkan, misi ini diterima langsung oleh Tuan Syam dari kepala angkatan bersenjata di Fire Camp. Karena memiliki persahabatan dengan jendral tersebut, dan juga sang Jendral berhasil meyakinkan Tuan Syam, maka dia menerima misi itu, dan mereka berhasil dengan sangat sukses, walaupun awalnya kami masih sempat meragukan akan keberhasilan mereka,"
"Mereka ini masih sangat baru. Dan mereka juga berbakat. Masa depan Tiger Syam bisa cerah jika kita memiliki orang-orang seperti mereka," Jerry memuji dengan sangat tulus.
"Benar, Tuan besar. Seperti yang anda ketahui, tidak sulit bagi organisasi Tiger Syam untuk melakukan misi dengan kekuatan yang dimiliki oleh organisasi. Akan tetapi, lencana perintah ada di tangan ketua. Dan ketua saat ini sedang menuntut ilmu. Maka dari itu, Tuan Syam tidak berani menggerakkan orang-orang senior dalam misi. Khawatir jika ketua tidak berkenan, maka Tuan Syam pasti akan dihukum,"
"Jerry mengangguk. Orang-orang dari Dragon Empire dan Tiger Syam memang sangat memegang teguh kesetiaan terhadap ketua mereka. Namun, yang tidak mereka ketahui adalah, bahwa ketua mereka sangat nakal sampai-sampai diberi julukan anak Jin iprit oleh Tengku Mahmud.
"Kita kembali ke bisnis yang akan aku berikan kepada kalian," Jerry melambaikan tangannya ke arah dua orang tadi, yang langsung beringsut mendekati meja dimana Jerry sedang duduk.
Ketika mereka tiba di depan meja, Jerry memutar arah layar laptop ke arah mereka berdua, sambil berkata. "Misi kalian adalah, melindungi keselamatan pemuda yang berada dalam gambar ini. Tatap dengan cermat, kemudian kenali. Dan ini adalah identitas rinci dari orang yang harus kalian lindungi!"
Jerry melemparkan dokumen ke lantai tepat di depan kedua orang yang sedang berlutut tersebut.
"Kami siap dengan perintah yang anda percayakan kepada kami. Pulang jadi bangkai lebih baik daripada gagal menjalankan misi!"
"Bagus. Black akan segera mengurus keberangkatan kalian. Cepat dan jangan tunda lagi!"
"Siap menjalankan perintah!" Kata ketiga orang itu serentak.
Jerry tidak menjawab. Dia segera membalikkan badannya, kemudian menuju ke arah ruangan lift khusus dan hilang di balik ruangan tersebut.
"Bergerak!" Kata Black yang langsung mendahului kedua orang tadi. Tapi anehnya, ketiga orang itu tidak turun melalui tangga ataupun lift. Tali, mereka berlompatan dari balkon lantai paling atas, ke balkon seterusnya. Dengan begitu, mereka menghemat waktu dan segera menghilang ketika ketiga orang itu mencapai tanah.
Jerry William yang menyaksikan dari jendela ruang kerjanya, atas ulah dari ketiga orang itu hanya bisa tersenyum sambil geleng-geleng kepala. Baginya, itu adalah hal yang paling biasa dilakukan oleh orang-orang yang berada dalam organisasi Tiger Syam. Maka dari itu, tidak heran walaupun jumlah mereka tidak lebih dari dua puluh ribu, tapi sangat ditakuti oleh lawan dan disegani oleh kawan.
__ADS_1
Mereka bisa bergerak cepat, dan tepat. Bahkan nyaris tanpa jejak. Jika ada team forensik baru yang melakukan penyelidikan, maka jangan harap bisa menemukan bukti ketika orang-orang dari Tiger Syam ini yang melakukannya.
Bersambung...