Namora

Namora
Pemecatan massal


__ADS_3

Tidak ada yang bisa mereka lakukan saat ini selain menuruti apa yang telah diperintahkan oleh Namora.


Ketika ini, lebih dari separuh yang berada di ruang rapat tersebut telah beranjak meninggalkan kursi mereka masing-masing dengan perasaan enggan.


Kini, layaknya seorang diktator, Namora berdiri menekan tangannya di atas meja. Sedangkan matanya menatapi wajah-wajah pucat yang berada di hadapannya.


"Aku telah memeras otak ku selama sebulan penuh untuk mempelajari tentang seluk beluk perusahaan. Tidak ada yang luput dari penelitian ku. Di sini, ada beberapa hal yang sangat menggangu pikiranku.


Sekretaris besar, silahkan berdiri dan bentangkan kepadaku tentang perusahaan mana saja yang mendapatkan manfaat investasi dari Martins Group?!"


Selesai Namora memberikan perintah, seorang wanita berusia sekitar 25 tahun berdiri dengan kertas dokumen berada di pelukannya.


"Tu..,"


"Panggil saja Namora!" Potong Namora tanpa memberikan waktu kepada wanita itu.


"Ini..?"


"Turuti saja!" Tiba-tiba Ameng menyela.


Sang sekretaris mengangguk tak berdaya. Kemudian dia membentangkan seluruh perjanjian kerja dengan perusahaan mana saja yang menerima manfaat dari Martins Group.


Namora mengurut dagunya menyimak dengan seksama. Dan begitu sekretaris itu menyebut tentang perusahaan Agro chemical, dan Gergasi insfratruktur, Namora segera mengangkat tangannya menyuruh sekretaris itu untuk berhenti.


"Agro Chemical. Apakah perusahaan ini milik Tanta dan Arda adalah wakil dari presiden perusahaan itu?" Tanya Namora.


"Benar. Perusahaan ini telah menjalin kerjasama dengan kita beberapa tahun terakhir. Saat ini mereka juga mengajukan sebuah proyek dan ingin mengambil kendali dalam proyek tersebut. Namun tetap berada di bawah Martins Group," jawab sang sekretaris.


"Hmmm. Apakah kau tau yang mana perwakilan dari Agro chemical ini?"


"Tidak. Mereka tidak mengirimkan wakil mereka kali ini,"


"Apa? Apakah Martins Group adalah perusahaan kecil yang bisa. Dijadikan sebagai lelucon? Tidak mengirimkan wakil, berarti mereka memandang rendah kita semua yang berada di sini. Kau harus segera memutuskan kerjasama dengan perusahaan ini sesegera mungkin!"

__ADS_1


Sekretaris itu buru-buru mengangguk. Tapi dia segera berkata. "Namora. Kita telah menginvestasikan sekitar lima miliar rupiah dalam perusahaan mereka demi 30% saham di pusat hiburan. Jika kita menghentikan kerjasama dengan mereka, maka dana kita tidak akan dikembalikan. Saran saya, untuk menghindari kerugian, anda harus menjual saham milik perusahaan ke perusahaan lain. Dengan begitu, kita bisa meminimalisir kerugian,"


"Kau bisa melakukannya. Tidak ada proyek lagi untuk mereka di masa depan!"


Setelah Namora mengatakan hal itu, di sisi lain seorang pemuda terlihat sangat pucat. Dia adalah Hendro. Alasan mengapa Tanta tidak mengirim Arda adalah atas jaminan dari Hendro bahwa perusahaan itu tidak perlu mengirimkan wakil. Karena, dirinya saja sudah cukup dan proyek tersebut pasti akan jatuh ke tangan mereka. Tapi yang tidak pernah dibayangkan oleh Handri adalah, Namora sama sekali tidak mudah. Dia terlalu menganggap bahwa Namora hanyalah anak kampung yang mendadak kaya. Dia akan dengan gelap mata menyetujui setiap permohonan yang masuk. Secara logika, setiap orang yang bangkit dari susah dan menjadi kaya dalam sekelip mata akan cenderung menjadi lupa daratan. Tapi dia salah. Kali ini cerita di dalam sinetron sangat berbeda dengan realita.


Mengetahui bahwa keadaan akan semakin rumit, Hendro segera berbisik ke arah ayahnya yaitu Andra. Dia mengatakan bahwa Agro chemical telah meminta tolong kepada dirinya untuk mengajukan kontrak dengan Martins Group.


Mendengar ini, Andra langsung membelalakkan matanya. Sedetik kemudian...,


Plak!


Suara tamparan yang cukup keras itu menarik perhatian semua orang yang berada di ruangan rapat tersebut. Termasuk Namora.


"Ayah?!" Hendro segera menutupi pipinya yang terkena tamparan tadi.


Andra kini benar-benar merasa marah. Dia tidak menyangka bahwa anaknya menjadi anjing bagi perusahaan Agro chemical. Ini bisa menelanjangi dirinya di depan semua orang.


Namora yang melihat ini segera bertanya. "Ada apa Paman? Mengapa Paman menampar Hendro?"


"Namora. Bisakah kau meluluskan proyek itu kepada Agro chemical? Aku telah menerima kebaikan dari mereka. Jika kau menolak proposal Perm mereka untuk proyek itu, maka aku akan dalam masalah," kata Hendro memohon.


Mendadak wajah Namora menjadi lebih dingin. Walaupun dia sudah menduga sebelumnya, tapi tetap saja hatinya menjadi marah dan kecewa.


"Benar dugaan ku. Terlalu banyak penyelewengan di dalam perusahaan ini. Sepertinya perombakan kabinet manajemen adalah satu-satunya jalan untuk mengembalikan perusahaan ke landasan yang benar,"


Wajah Hendro benar-benar memucat ketika ini. Dia buru-buru berlutut membuat yang lainnya kembali menatap ke arah Andra.


"Ayah. Tolong aku. Aku telah menerima seratus juta dari mereka. Jika aku gagal mendapatkan proyek itu, maka aku mungkin akan dibunuh oleh mereka," hilang sudah wajah kesombongan dari Hendro. Jelas kemarin dia sangat percaya diri bahwa dia akan dengan mudah mendapatkan proyek itu. Karena, walau bagaimanapun, dia adalah anak dari Andra. Salah satu dari tetua yang sangat dihormati selain sahabat seperjuangan Tigor.


"Mimpi apa aku punya anak seperti mu ini? Kau memang pantas mati!" Andra menendang Hendro sehingga dia terjengkang kebelakang.


"Sudah. Masalah ini bisa di bahas nanti. Kehadiran ku ke sini bukan untuk melihat drama keluarga seperti ini. Melainkan untuk meluruskan hal-hal yang bengkok di dalam perusahaan,"

__ADS_1


Kali ini Namora mengambil secarik kertas laporan dari atas meja, kemudian melambaikannya ke arah Manager pemasaran.


"Manager pemasaran. Apakah laporan ini adalah dari persetujuanmu?" Tanya Namora kemudian.


Sang manager menganggukkan kepalanya buru-buru. "Benar Tuan muda!"


"Hmmm. Aku melihat di sini jumlah pengeluaran perusahaan untuk iklan saja mencapai 500 juta rupiah. Aku ingin melihat seperti apa iklan tersebut,"


Sang manager kini memucat. Tapi kau bagai mana lagi. Kini dia harus menunjukkan hasil kerjanya.


Sebuah layar dipajang di ruangan tersebut, diikuti sebuah proyektor. Kini, setelah lampu di ruangan itu dimatikan, perlahan proyektor ditembakkan ke arah layar dan terlihatlah rekaman video yang menunjukkan rencana iklan mereka yang bertujuan untuk pemasaran.


Prak!


Terlihat gelas terbang ke arah layar dan membentur layar tersebut dengan pecahan kaca gelas tadi berderai di lantai.


"Nyalakan lampu!" Pinta Namora.


Setelah lampu dinyalakan, kini terlihat Namora menatap ke arah manager pemasaran yang gemetaran.


"Untuk iklan sampah seperti ini, kalian telah menghabiskan dana sebesar 500 juta rupiah? Bagaimana cara kerja mu?"


Mengetahui bahwa dia telah bersalah, kini sang Manager Tempak gemetaran.


"500 juta untuk iklan yang durasinya tidak sampai dua menit. Gila. Seandainya kalian mengundang artis papan atas pun, kemungkinan dana yang diperlukan tidak sebesar itu. Pantas saja tubuh kalian gemuk semua. Ternyata kalian memeras perusahaan ini sekian lama. Apa menurutmu akan ada yang sudi melihat iklan dengan model sampah seperti itu?"


"Zack. Panggil orang-orang mu dan singkirkan sampah ini dari hadapan ku!"


Mendengar ini, sama seperti Hendro tadi. Sang Manager pun tampak berlutut dan memohon maaf. Bagaimanapun, dia sangat takut kehilangan pekerjaan.


"Sepertinya perombakan besar-besaran di dalam perusahaan harus dilakukan secara cepat. Kalian semua tidak ada yang memiliki kelayakan untuk terus menduduki jabatan ini. Semuanya di pecat! Aku akan membentuk team audit yang akan menginvestigasi penyelewengan kalian. Jika terdapat diantara kalian telah menyelewengkan dana perusahaan, maka aku akan menuntut setiap dari kalian mengikut hukum yang berlaku. Paman Ameng, segera hubungi pak Burhan. Semuanya akan diselesaikan sekarang!" Selesai mengucapkan kata-kata pemecatan, Namora kini mengetuk palu yang menandakan bahwa rapat selesai.


Banyak wajah-wajah murung yang dihiasi dengan keringat dingin keluar dari ruang rapat tadi.

__ADS_1


Kini, mereka merasakan bahwa nyawa mereka seperti telur yang berada di ujung tanduk.


Bersambung...


__ADS_2