Namora

Namora
Jerry turun tangan


__ADS_3

Mountain Lotus, Starhill.


Di bagian paling puncak dari bukit ini, tampak sebuah bangunan dengan kokoh berdiri dengan kemegahan dan keanggunan. Terlihat sekali bahwa bangunan itu adalah sebuah Villa besar bagaikan istana.


Letak Villa yang berada di atas bukit itu seolah-olah menjadi ikon bagi kota Starhill ini. Sedangkan di bagian kanan yang berjarak sekitar satu kilometer, berdiri sebuah Mansion yang dikenal sebagai Lotus Mansion, sedangkan lima ratus meter di bagian kiri, terdapat bangunan megah bernama Hotel Teratai dan jejeran pusat perbelanjaan. Setelah itu, kurang lebih berjarak dua kilo meter ke depan, juga terdapat hotel Mutiara, dimana berhadapan dengan hotel mutiara tersebut adalah pusat hiburan dan perbelanjaan bernama Jewel Start yang mengkhususkan menjual barang-barang perhiasan dan sebagainya.


hanya orang-orang tertentu yang memiliki kantong tebal saja yang mampu datang ke sana. Dan kesemuanya dimiliki oleh satu perusahaan bernama Future of Company yang dimiliki oleh Jerry William.


Di dalam Villa besar di atas bukit tersebut, tampak seorang lelaki dengan didampingi oleh seorang wanita cantik baru saja selesai sarapan. Namun, ketika dia akan berdiri, tiba-tiba pesawat telepon di ruangan itu berdering menandakan ada seseorang yang terdekat dengannya telah melakukan panggilan.


Lelaki itu sedikit mengernyitkan dahinya. Hal ini dikarenakan, hanya orang-orang tertentu saja yang tau nomor telepon Villa miliknya tersebut.


Tidak berselang lama, seorang pelayan wanita datang tergopoh-gopoh menyerahkan telepon tersebut kepada lelaki itu sambil membungkuk hormat.


"Tuan besar.., telepon untuk anda dari Indonesia," kata pelayan itu sembari memberikan pesawat telepon ditangannya kepada lelaki yang dia panggil dengan sebutan tuan besar tersebut.


Sang tuan besar mengangguk sedikit, kemudian menerima telepon tadi dari tangan sang pelayan.


Dia yang tadinya sudah berdiri kembali duduk, kemudian segera berucap, "Hallo,"


"Halo Tuan besar. Ini saya..,"


"Oh Tigor.., bagaimana keadaan mu sekarang? Sudah lama sekali kita tidak saling berhubungan," lelaki tadi segera memotong perkataan si penelepon karena dia benar-benar mengenali suara dari si penelepon tersebut.

__ADS_1


"Tuan besar Jerry William. Terimakasih karena anda masih mengenali suara saya. Saya terharu karenanya," kata Tigor di seberang sana.


"Hahaha. Bicara apa kau ini, Tigor? Bukankah kita adalah sahabat?" Jerry William berhenti sejenak. Sepertinya dia sedang berpikir. "Tigor. Apakah kau sudah bebas dari penjara? Ini sangat mengherankan kenapa kau bisa menelepon ku? Bukankah menurut perhitungan ku, kau akan bebas sekitar 18 hari lagi?" Tanya Jerry William kemudian karena ingin mengetahui mengapa Tigor tiba-tiba menelepon dirinya.


"Hehehe..," terdengar suara tawa di seberang sana diikuti dengan penjelasan. "Perhitungan anda tidak salah, Tuan besar. Akan tetapi, ada masalah mendadak yang mengharuskan saya untuk meminta petunjuk dari anda,"


Jerry menatap ke arah wanita cantik yang berada di sampingnya dengan dahi berkerut dalam. Tapi, dia segera bertanya. "Tigor. Kau mengatakan ada masalah? Itu pasti masalah yang sangat serius. Jika tidak, mana mungkin kau memaksakan diri menelepon ku dari penjara,"


Jerry mendengar suara ******* berat di ujung telepon. Akan tetapi, dia tidak berusaha mendesak. Bagaimanapun, dia memberikan waktu kepada Tigor untuk menjelaskan segala sesuatu yang dia hadapi saat ini.


"Begini, Tuan. Tuan mungkin tau bahwa saya memiliki seorang putra yang berjarak dua tahun saja dari Tuan muda,"


"Ya, benar. Saya tau itu. Lalu.., apakah ada sesuatu yang terjadi kepada putra mu?" Tanya Jerry William.


"Inilah masalahnya, Tuan. Diketahui, bahwa putra saya ini telah menyinggung seorang penguasa bawah tanah dari kota L. Itu tidak tepat dikatakan menyinggung, karena sudah ada kontak fisik diantara mereka. Bahkan, beberapa orang dari pihak lawan telah menjadi korban,"


"Maafkan saya, Tuan besar. Tapi ini memang sangat mengkhawatirkan saya. Bagaimanapun, dia hanyalah seorang anak-anak yang belum tau arti sebenarnya tentang konsekuensi karena telah menyinggung orang keras seperti Jhonroy dari kota L. Saya tidak takut andai saya sudah berada di luar. Akan tetapi, saat ini, saya masih berada di dalam. Sedangkan kekuatan yang dimiliki oleh Dragon Empire cabang kota Kemuning tidak bisa diaktifkan tanpa saya. Saya mulai berpikir untuk keluar dari tahanan ini dengan cara saya, kemudian menghabisi Jhonroy beserta kelompoknya. Hal ini juga bisa memuluskan rencana Tuan untuk memasuki pasar Sumatera. Ini tentu akan berdampak baik bagi provinsi kami. Setidaknya, dengan kedatangan Future of Company, maka akan dapat mengurangi pengangguran dan membuka lebar peluang untuk bekerja di perusahaan anda,"


"Hahaha. Tigor. Apa yang kau katakan memang sangat tepat. Akan tetapi, skenario seperti ini memang telah lama aku pikirkan. Tapi, tidak di sangka bahwa putra mu seolah-olah mendengar kemahuan ku. Aku menyukai putra mu ini! Dan satu lagi. Aku tidak bermaksud menasehati dirimu. Hanya saja, satu hal yang harus kau ketahui. Tidak semua urusan anak diselesaikan oleh orangtuanya. Jika semuanya diselesaikan oleh orang tua, maka anak-anak akan lambat menjadi dewasa. Hal ini juga berdampak terhadap rasa percaya diri yang dia miliki. Jangan kau rusak generasi emas yang kau miliki dengan memanjakannya! Kau punya Namora Habonaran, dan aku memiliki Joe William. Mereka adalah dua karakter yang berbeda, akan tetapi, firasat ku mengatakan bahwa visi dan misi mereka berdua ini sama. Jangan kita hancurkan kedua talenta besar ini dengan memanjakan mereka. Atau, kau tidak akan dapat memperbaiki kerusakan itu di masa mendatang!"


"Saya sependapat dengan anda, Tuan besar. Akan tetapi, jiwa seorang ayah yang aku miliki tidak dapat menerimanya. Aku mengkhawatirkan putra ku,"


"Lalu.., apakah menurut mu aku akan diam saja? Jangan tunjukkan bahwa kita membantu mereka. Berbuatlah seolah-olah kita tidak terlibat dan bantu saja dari balik layar,"

__ADS_1


"Jadi.., maksud tuan?"


"Aku akan mengirim orang andalanku. Orang ini memiliki kekuatan bintang dua dari Tiger Syam. Tapi kau harus ingat! Semuanya ini akan memancing musuh ku untuk ke sana. Aku tau bahwa putra ku juga saat ini sedang diincar oleh musuh-musuh ku. Apa lagi orang-orang dari Arold holding company. Skenario ini lah yang aku harapkan. Tidak disangka bahwa putra mu adalah pencetusnya. Semakin keruh air kolam, semakin mempermudah kita dalam memancing. Kau harus ingat, Tigor! Lencana ketua Dragon Empire berada bersama dengan Joe putra ku. Aku menginginkan agar Namora mendampingi Joe dalam apa masalah sekalipun. Tapi, biarkan ini terjadi secara alami. Kau hanya menunjukkan jalannya saja. Selebihnya, biarkan mereka yang menentukan,"


"Lalu tuan, apa yang harus saya lakukan terhadap Jhonroy bersama dengan Agro finansial Group miliknya?"


"Bukan kau, tapi Namora. Aku menginginkan agar Namora memimpin perusahaan Martins Group. Usahakan agar perusahaan itu go publik secepat mungkin. Hal ini harus dibumbui dengan sedikit kekacauan untuk memancing penguasa kota L itu agar melirik terhadap saham publik milik Martins Group. Harapan ku adalah, aku ingin agar dia menyerang pasar saham milik Martins Group. Ini adalah kesempatan bagiku untuk menghancurkan perusahaan Agro finansial Group menjadi debu. Ketika Tower sole propier melakukan serangan balik dan mengokohkan posisi perusahaan mu, maka Agro finansial Group akan menderita kekalahan. Aku ingin nilai pasar perusahaan Agro finansial Group turun sampai ke titik terendah. Apa kau mengerti maksudku?"


"Saya tidak mengerti, Tuan. Saya tidak punya bakat dalam hal ini," Tigor sadar diri bahwa dia tidak memiliki pendidikan dan memang, otaknya tidak mampu mencerna apa yang dikatakan oleh Jerry William barusan.


"Kau tidak mengerti, tapi tidak dengan Namora. Dia pasti bisa belajar. Aku memiliki seorang staf senior di Tower sole propier. Namanya adalah Miss Aline, pindahan dari Jewel Start. Dia yang akan memandu Namora untuk segera melakukan konferensi pers dan menyatakan bahwa perusahaan Martins Group akan segera go publik,"


Tigor gemetar bahagia setelah mendengar perkataan dari Jerry William ini. Dia sangat bahagia dan tidak sabar ingin menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bahwa putranya yang bodoh itu akan segera menjadi orang besar suatu hari nanti. Tentunya dengan dukungan dari Future of Company.


"Terimakasih, Tuan!" Kata Tigor dengan perasaan yang sangat terharu.


"Tigor. Kirimkan kepadaku data lengkap tentang putra mu. Aku menunggu. Cepat lakukan sebelum semuanya terlambat. Aku tidak ingin kalah walaupun hanya setengah langkah dari lawan,"


"Baik, Tuan besar. Adik saya, Rio akan melakukannya untuk anda!"


Kali ini, wajah Tigor dan Ameng yang berada di ruangan besuk menjadi berseri-seri. Mereka tau bahwa jika Jerry William sudah mengatakan sesuatu, pasti itu akan terjadi.


Tidak lama kemudian, perbincangan diantara mereka pun selesai. Dan tanpa menunggu waktu lama, Tigor langsung meminta kepada Rio untuk mengirim informasi lengkap tentang identitas Namora kepada Jerry William. Berikut dengan foto anak itu.

__ADS_1


Rio dengan senang hati melakukannya. Dia juga berharap agar Namora bisa dilindungi oleh Jerry William.


Bersambung...


__ADS_2