Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
10. Mahasiswa Baru


__ADS_3

Belajarlah sebelum maut datang menjemputmu, agar suatu saat ketika engkau akan menempuh jalan segala yang fana untuk menuju keabadian, engkau tidak menyesalinya. Engkau akan tersenyum dan berkata bahwa engkau sudah cukup belajar. Eda Sally


*****


Satu Tahun Kemudian


Yuana yang telah menamatkan Sekolah Menengah Atas dengan nilai yang memuaskan, dan tentu saja ia berhasil lulus dengan nilai tertinggi, kini masuk di salah satu kampus ternama di kota itu.


Ia yang lulus dengan nilai tertinggi dan dengan mengantongi beasiswa, tidak mendapatkan kendala apapun dalam urusan proses masuk Perguruan Tinggi tersebut. Ia tidak perlu ikut tes, kecuali memenuhi persyaratan administrasi sebagaimana yang berlaku untuk calon mahasiswa baru lain pada umumnya.


Sementara Nita memilih untuk mengambil fakultas kedokteran di Jepang sesuai dengan cita-citanya sejak kecil, untuk mengikuti jejak ibunya.


Nita sudah berangkat dari sebulan yang lalu. Tentu saja ia menangis karena harus berpisah dengan mami papanya, dan terlebih Yuana yang sudah dianggap seperti saudara kandung. Ia bahkan memohon pada Yuana agar tetap tinggal di rumahnya karena tidak mau orang tuanya kesepian.


Flashback


"Yu,aku mohon sama kamu. Tetap tinggal di sini ya? Kasian mami sama papa sendiri nanti. Kamu tidak usah memikirkan jarak dari rumah ke kampus. Pak Ady yang akan antar jemput kamu seperti biasa. Aku sudah bicarakan itu sama mami dan papa, jadi mami sama papa tetap mempekerjakan pak Ady untuk antar jemput seperti biasa. Kamu nggak keberatan kan?" Pinta Nita.


"Aku tidak apa-apa Nit! Tapi, apa tidak merepotkan? Bukannya aku tidak tahu berterima kasih. Tapi diperhatikan sampai sejauh ini oleh paman dan tante itu sudah sangat luar biasa Nit. Padahal dengan adanya beasiswa, aku berharap tidak lagi merepotkan paman dan tante." Kata Yuana.


"Aku akan sangat marah kalau kamu menolak niatku Yu? Karena bagiku, kamu bukan lagi sepupuku, tapi satu-satunya saudara kandung yang aku punya. Kamu kan tahu, mami anak tunggal, dan saudara papa hanya satu, yaitu ayah kamu. Maka itu bagiku kamu adalah saudara kandungku."


"Tolong jangan kecewakan aku. Hanya kamu satu-satunya saudara yang aku punya untuk menjaga mami dan papa di saat aku tidak ada di rumah. Aku mohon Yu." Kata Nita dengan mata yang berkaca-kaca sambil memegang tangan Yuana.


Yuana sudah tidak dapat menahan hatinya dan langsung memeluk Nita sambil menahan air matanya agar jangan sampai keluar. Ia juga berat berpisah dengan Nita, apalagi menerima amanah untuk menjaga paman dan tante.


"Maafkan aku Nit. Aku tidak akan pernah meninggalkan paman dan tante. Aku akan tetap tinggal di rumah ini. Aku akan menjaga mereka di saat kamu tidak ada. Mereka sudah aku anggap seperti orang tuaku sendiri, karena kasih sayang yang mereka berikan untuk kita berdua tidak ada perbedaan. Aku bisa merasakan itu Nit, sejak pertama kali aku menginjakkan kaki di rumah ini." Kata Yuana.


"Itu yang paman dan tante harapkan Yu. Tante mohon, sekalipun kamu dapat fasilitas karena beasiswa yang kamu peroleh, tante harap kamu tetap tinggal di rumah ini." Kata tante Grace yang sudah pulang dari Rumah Sakit sejak tadi dan kebetulan mendengarkan percakapan Yuana dan Nita.


"Dan satu lagi ! Mulai sekarang, jangan panggil paman dan tante lagi. Karena kamu juga adalah anak tante dan paman, maka kamu juga harus memanggil mami dan papa seperti Nita."


"Mami!" Kata Yuana sambil melepaskan pelukannya dari Nita dan beralih memeluk tante Grace yang sekarang akan dia panggil mami.


"Eh, jangan mentang-mentang di suruh panggil mami ya? Main peluk saja. Aku kan belum pergi. Nanti besok aku sudah pergi baru kamu boleh peluk." Kata Nita pura-pura marah.


"Hehhehehe cemburu ya. Ok tidak apa-apa. Toh kamu tidak ada juga nanti aku yang akan peluk setiap hari." Kata Yuana sambil melepaskan pelukannya dari mami dan mengacak rambut Nita.

__ADS_1


"Ih,! tidak lucu. Malas!" Kata Nita sambil memonyongkan bibirnya.


"Pada bahas apa nih? Kelihatannya serius sekali?" Kata Papa yang baru pulang.


"Tidak pa. Ini kita lagi bahas kesepakatan dengan Nita kemarin, agar Yuana tetap tinggal di sini." Jawab Mami.


"Iya nak! Kamu harus tetap di sini. Pam....


"Bukan paman dan tante lagi sekarang, tapi papa dan mami." Kata mami memotong.


"Oya? Kenapa papa baru diberitahu?"


"Iya. Karena mulai panggilnya baru sekarang pa. hehehee. Kata Nita sambil tertawa.


"Iya papa sama mami harap kamu tetap di sini, biar mami ada temannya kalau papa ke luar kota."


"Iya pa. Yuana akan tetap tinggal di sini pa."


"Nah! Itu baru kakakku." Kata Nita sambil balas mengacak rambut Yuana kemudian berlari ke kamarnya.


Flashback Off


Hei! Hei!..Heiii! Kamu mahasiswa baru ya!" Tanya salah seorang kakak senior.


"I,,,iya! Kenapa memangnya?" Yuana balik bertanya dengan wajah merah merona karena kedapatan melamun. Sebenarnya dia sangat malu.


"Eh, di tanya malah balik tanya lagi. Sudah mahasiswa baru, melamun berjam-jam, malah banyak bicara." Lanjut si senior.


Yuana terdiam tanpa berniat mempedulikan perkataan kakak seniornya.


Karena kamu melamun dan tidak fokus saat di suruh untuk mengamati wajah-wajah kakak senior perempuan dan kemudian harus melaporkan dengan mengurutkan mana yang paling cantik, maka sekarang hukumannya adalah kamu harus merayu kakak senior yang sementara tertawa itu untuk makan siang dengan kamu di kantin kampus." Kata senior tersebut dengan senyum licik sambil menunjuk seorang pria ganteng yang sementara tertawa.


"Ayo cepat! Jangan melamun lagi!" Hardik si senior.


Hmmmm..ini gara-gara pas mengamati ada wajah senior perempuan yang mirip kamu Nit, jadinya aku tidak konsen mengamati dan malah memikirkan kamu. Jadi apes kan akhirnya. Mana pake merayu cowok lagi.


"Oke! Aku coba saja. Siapa tahu berhasil." Kata Yuana sambil berjalan ke arah cowok yang ditunjuk senior tadi

__ADS_1


"Permisi! Ahmm, maaf kak! Bisakah kakak temani aku makan siang di kantin kampus?" Kata Yuana tanpa basa basi.


Yang di tanya malah bingung karena di panggil kakak.


Ternyata kakak senior itu mau mengerjai Yuana, karena pak Erik adalah salah satu dosen termuda yang terkenal dengan sifat yang dingin dan cuek. Ia tidak pernah tersenyum, apalagi bicara sembarang dengan mahasiswa. Ia hanya bicara ketika ada tatap muka di kelas.


Pak Erik mengamati Yuana sebentar dari ujung kepala sampai ujung kaki.


Setelah itu ia berkata ;


"Baiklah! Aku mau makan siang sama kamu."


"Ayo, sekarang! Kebetulan aku sudah lapar." Kata pak Erik sambil menuju ke arah kantin.


Yuana yang belum tahu bahwa itu adalah dosennya tersenyum dan kemudian bergumam dalam hati.


Ah ternyata kakak senior ini baik sekali. Tidak seperti kakak yang tadi. Marah-marah melulu.


Sementara si senior yang tadi menyuruh Yuana dengan berniat mengerjai Yuana, terlihat mengepalkan tangannya.


"Awas kamu anak baru. Aku akan buat perhitungan sama kamu."


Ia tidak terima karena dengan mudahnya Yuana mengajak pak Erik untuk makan siang, dan malah tidak ada penolakan sama sekali.


.


.


.


.


.


Selamat membaca ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.


😍😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2