Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
28. Isi Hati Tuan Muda


__ADS_3

Jangan pernah memendam rasa. Karena semakin engkau pendam, semakin engkau akan tersiksa. Berbicaralah meski itu menyakitkan, karena akan lebih baik jika engkau mengatakannya daripada tidak sama sekali. Eda Sally


*****


"Jalan pak!" Perintah Erik pada sopirnya begitu ia dan Yuana sudah berada di dalam mobil.


"Apa yang k,, Perkataan Yuana terputus karena tangan Erik sudah membekap mulutnya.


"Diam dan jangan menanyakan apapun. Aku tidak mau bersikap manis lagi. Kita akan bicara setelah sampai."


Yuana yang tidak mengerti dengan apa yang Erik maksudkan Ia lebih memilih diam karena takut diperlakukan dengan kasar.


Kenapa aku malah diperlakukan seperti ini. Dia sedang membahayakan diriku dan pekerjaanku. Bagaimana kalau sampai tuan besar tau. Tentu saja aku akan dipecat.


Tak lama kemudian mereka telah sampai di apartemen milik Yuana.


Hah? Kenapa malah ke apartemenku. Darimana dia tahu kalau apartemenku disini,?


"Jangan heran. Aku yang memilih apartemen ini jadi aku tahu. Cepat turun. Kita harus bicara." Kata Erik tanpa mempedulikan Yuana yang masih bengong dengan sikapnya.


Begitu sampai dan baru saja Yuana membuka pintu, Erik langsung masuk tanpa permisi dan kemudian duduk di sofa yang berada di ruang tamu.


"Apa maksudmu melakukan ini padaku. Apakah kamu tidak tahu bahwa perbuatanmu ini membahayakan pekerjaanku dan kakakku?" Tanya Yuana dengan penuh emosi.


"Aku minta maaf karena terpaksa harus melakukan ini. Tapi aku jujur Yu, aku tidak sepenuh hati menerima perjodohan ini. Perasaan yang aku miliki hanya untukmu."


"Tolong percaya padaku. Aku bingung bagaimana harus menjelaskan tentang perasaanku padamu, Yuana!"


"Maaf kak. Aku tidak bisa melakukan hal ini. Yang jelas kamu sudah bertunangan, dan aku harus menjaga jarak. Maaf, aku tidak pernah menyimpan perasaan apapun terhadapmu."


Erik bangkit dari sofa yang dia duduki, kemudian pindah dan berlutut tepat di depan Yuana sambil tangannya meraih tangan Yuana.


"Tatap mataku dan katakan kamu tidak menyukaiku." Erik mengeratkan genggaman tangannya dan terus menatap Yuana.


Yuana hanya tertunduk tanpa mengatakan apapun.


"Kalau kamu tidak membalas perasaanku, aku akan melakukan yang lebih nekat dari yang sekarang. Aku tidak akan peduli tentang larangan dan ancaman yang papa buat untuk tidak bertemu denganmu."

__ADS_1


"Aku akan secara terang-terangan bertemu denganmu di kantor. Kalau terpaksa aku harus kehilangan pekerjaan, dan di usir dari rumah, biarlah itu terjadi."


"Dan sekarang aku memberikan pilihan padamu. Katakan kamu mencintaiku dan kita tetap menjalin hubungan tapi aku tidak akan bertemu denganmu di kantor! Atau kamu menolak perasaanku padamu dan aku akan menemuimu setiap hari. Kamu tinggal pilih."


Yuana nampak berpikir. Ia tahu Erik adalah orang yang suka nekat.


Kalau aku tolak, pekerjaanku dan kakak akan menjadi taruhan. Kalau aku terima, ia tidak akan mengganggu pekerjaanku dan kakakku. Kalau mau jujur, walaupun aku menganggapnya seperti kakakku, tapi kenapa hatiku sakit ketika melihatnya bersama wanita lain.


"Katakan dengan cepat karena sopirku menunggu. Aku harus segera pulang agar papa dan yang lainnya tidak curiga karena aku tiba-tiba menghilang saat acara masih berlangsung."


"Baik kak. Aku menyukaimu!" Kata Yuana kemudian cepat menarik kedua tangannya yang masih di genggam Erik.


"Terima kasih. Jangan pernah berpikir untuk lari dariku dan jangan pernah mengecewakanku. Tolong bantu aku memperjuangkan cinta kita." Katanya sambil mengacak rambut Yuana dan kemudian pergi meninggalkan Yuana yang masih bengong.


"Aaaaa......kenapa aku malah bilang menyukainya. Aku pasti sudah gila. Tidak.! Aku tidak mungkin menyukainya. Aku melakukannya karena tidak mau kehilangan pekerjaanku." Kata Yuana frustrasi sambil memegang kepalanya.


*********


Erik yang baru saja tiba, berjalan memutar dan masuk dari bagian belakang aula tempat acara berlangsung. Ia muncul dengan keringat yang memenuhi wajahnya. Ia melihat papa, mama, dan Celine serta kedua orang tuanya berdiri dengan penuh kebingungan.


"Kau dari mana saja? Kenapa malah menghilang! Padahal om Daniel, tante dan Celine masih ada di sini. Dan papa telepon juga tidak diangkat." Tanya tuan Andre curiga.


"Handphoneku masih di tempat aku duduk tadi dan kebetulan aku silent." Katanya sambil menunjuk kursi tempatnya dan handphonenya memang berada di situ.


Untung tadi aku sengaja meninggalkan hp. Kalau tidak entah apa yang terjadi.


"Apakah mami perlu panggilkan dokter, nak?" Tanya mami penuh kuatir.


"Tidak perlu ma! Aku sekarang baik-baik saja." Katanya dengan nada meyakinkan.


"Iya sayang! Kalau kamu sakit kita panggil dokter saja ya?" Tanya Celine sambil mendekat dan memegang tangan Erik.


Erik dengan reflek menghempaskan tangan Celine yang memegangnya. Celine sangat kaget dengan Erik yang seolah tidak senang jika dia pegang.


"Maaf! Aku hanya kaget karena kamu tiba-tiba memegang tanganku." Kata Erik beralasan.


Huh! Aku benci cewek agresif. Main pegang saja tanpa permisi. Kesal aku,!

__ADS_1


"Tidak apa-apa Rik. Mungkin kamu belum terbiasa karena kamu belum dekat dengan Celine. Tante yakin lama-lama juga kamu pasti terbiasa." Kata bu Lilis sambil tersenyum.


"Karena Erik sudah datang, kami akan pamit sekarang. Terima kasih atas suguhan acara yang sangat luar biasa malam ini." Kata pak Daniel sambil membungkuk dan menyalami tuan Andre.


"Erik! Kapan-kapan kamu ajak Celine jalan-jalan ya? Biar kalian semakin dekat." Kata bu Lilis menambahkan.


Hmmmm! Mama anak sama. Sama-sama genit. Dasar tidak tahu diri. Jijik aku melihat perempuan yang tidak ada harga diri. Erik.


"Maaf tidak bisa mengantar ke depan. Aku mau istirahat." Kata Erik beralasan.


Mereka kemudian beranjak keluar dari ruang aula tempat acara berlangsung. Sementara Erik terduduk lemas karena hampir ketahuan. Ia memegang kepalanya sambil menutup matanya karena frustasi dengan pertunangannya.


"Tidak usah terlalu dipikirkan tuan muda. Aku akan membantu tuan muda mendapatkan apa yang tuan muda inginkan. Aku tahu kegelisahan tuan muda karena aku pernah mengalami hal yang sama seperti tuan muda."


"Tetap perjuangkan tuan. Aku akan senantiasa berada di belakang tuan muda." Sekretaris Bram tiba-tiba muncul dan berkata tanpa diketahui dari mana datangnya.


"Apa aku bisa pegang kata-katamu, Bram?" Tanya Erik pada sekretaris Bram. Ia dan sekretaris Bram hanya beda usia dua tahun.


Sekretaris Bram lebih tua hanya dua tahun darinya sehingga Erik memanggilnya dengan langsung menyebut namanya.


"Percaya padaku tuan. Aku bukan tidak setia pada tuan besar. Tetapi aku tahu bagaimana rasanya dipaksa untuk mencintai orang yang sama sekali tidak kita cintai." Kata sekretaris Bram.


"Dan terus terang aku setuju dengan keputusan tuan untuk memilih nona Yuana. Ia bisa diandalkan dan bisa menolong tuan untuk mengembangkan dan menyelamatkan Angkasa Grup jika suatu saat tuan besar tidak ada." Kata sekretaris Bram.


Bram juga tidak menyukai Celine dan keluarganya karena matre. Apalagi ia sering melihat Celine berfoya-foya dan berjalan dengan banyak pria.


Bersambung


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading ya guys, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2