Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
166. Masa Lalu Andre Wiliam (Part 2)


__ADS_3

"Aku mengayuh sepedaku dengan hati hancur karena kenyataan yang baru saja aku lihat."


"Yang ada dalam pikiranku saat itu adalah segera pulang ke rumah untuk menenangkan diri."


"Berbulan-bulan lamanya aku masih saja terpuruk karena pengkhianatan yang diberikan oleh orang yang paling aku sayangi."


"Setiap hari aku hanya di rumah. Grandpa-mu yang melihat kondisiku tidak tega, dan sering mengajakku ke kantor."


"Di kantor, tidak ada yang aku lakukan selain tidur dan menunggu jam kantor selesai kemudian pulang"


"Genap satu tahun kemudian, aku menerima surat atas namaku dari pengirim yang tidak mencantumkan nama."


"Dari situlah semuanya menjadi jelas, dan aku memutuskan untuk segera melupakannya dan mulai membenahi hidupku."


"Memangnya apa isi suratnya, Pa?" Kini Yuana yang bertanya.


"Dia mengatakan dengan jujur bahwa pria tersebut adalah cinta pertamanya, dan dia menikah dengan pria tersebut untuk membalas budi."


"Membalas budi? Lalu kenapa dia mengatakan bahwa dia hanya memanfaatkan papa?" Tanya Erik.


"Membalas budi karena dia dirawat oleh orang tua pria itu sejak kecil."


"Waktu itu dia sengaja mengatakan hal seperti itu agar aku membencinya."


"Memangnya orang tuanya dimana?" Tanya sekretaris Bram.


"Orang tuanya meninggal sejak ia kecil, dan ia kemudian diangkat oleh orang tua pria tersebut."


"Setelah remaja, mereka saling menyukai dan akhirnya menikah." Ujar Andre Wiliam mengakhiri ceritanya.


"Kemana pria itu waktu papa menyatakan perasaan kepadanya sehingga ia berani menerima cinta papa?" Tanya Erik karena belum puas dengan cerita sang ayah.


"Pria itu melanjutkan study di Jerman, dan ia berpikir bahwa pria itu tidak mungkin mencintainya karena mungkin telah menganggapnya sebagai adik."


"Tanpa diduga, pria itu kembali dan mendesaknya agar menikah." Ujar Andre Wiliam.


"Lalu dia tega meninggalkan papa yang sudah sangat mencintainya." Ujar Yuana membuat kesimpulan.


"Begitulah, Nak. Makanya ketika Erik memperkenalkan dirimu, papa tidak setuju karena papa takut kau menyakiti Erik seperti yang sudah papa alami." Jawab Andre Wiliam.


"Hmmmm! Rumit juga kisah cinta papa." Ujar Erik sambil mengeratkan pelukannya pada Yuana dan mengecup Yuana berulang kali.


"Tapi aku masih penasaran...." Ujar Yuana menggantung kalimatnya.

__ADS_1


"Apa yang membuatmu penasaran?" Tanya Andre Wiliam.


Aku ingin tahu sejak kapan papa bertemu dengan mami, dan bagaimana ceritanya sehingga papa mau menikah dengan mami, padahal papa kan pasti masih kecewa dengan cinta pertama papa." Ujar Yuana.


"Waktu itu, papa yang sudah tahu kenyataannya, tidak ingin lagi berurusan dengan perempuan."


"Papa meminta kepada grandpa agar mengizinkan papa untuk membantu di kantor sehingga papa bisa mempunyai kesibukan."


"Karena terlalu sibuk bekerja, papa akhirnya jatuh sakit."


"Grandpa yang sudah merencanakan untuk memperkenalkan papa dengan mami, segera meminta mami kalian ke rumah untuk memeriksa dan merawat papa di rumah."


"Mami kalian itu termasuk wanita yang sangat pendiam. Ia hanya mau berbicara jika menanyakan kondisi papa."


"Tentu saja itu sangat membosankan buat papa, karena papa lagi sakit dan papa ingin ada orang yang sering mengajak papi untuk sekedar bercerita, agar suasana hati papa lebih baik."


"Lalu, kapan papa dan mami saling menyukai?" Tanya Erik.


"Setelah papa sembuh, mami yang selama merawat papa sangat lembut dan sabar, membuat papa jatuh hati."


"Kalian tahu sendiri, papa itu sedikit arogan, jadi papa membutuhkan wanita yang lembut seperti mami kalian."


"Papa kemudian berbicara dengan grandpa dan mengungkapkan keinginan papa untuk menikahi mama kalian."


"Papa dan mami juga jarang bertemu karena urusan pekerjaan."


"Suatu sore, papa menjemput mami di Rumah Sakit dan mengatakan bahwa seminggu lagi pernikahan kami akan berlangsung."


"Mami kaget, karena papa tidak pernah mengungkapkan perasaan secara langsung, walau sebetulnya mungkin mami kalian juga sedang tergila-gila dengan papa." Ujar Andre Wiliam dengan senyum menggoda, dan melirik istrinya.


Jessy Larina memelototkan matanya pertanda marah dan membuang muka.


"Kalian tahu, waktu itu mami tidak setuju, karena papa kalian terlalu kaku dan wajahnya tidak pernah ada senyum."


"Kalian pasti juga tidak akan mau menikah dengan orang seperti itu. Tetapi karena orang tua sudah saling setuju, maka mau tidak mau harus menikah."


"Setelah menikah, kami pun jarang bicara. Ditambah lagi dengan papa kalian yang tidak ada romantisnya sama sekali." Ujar Jessy sambil tersenyum.


"Cihhh! Padahal kamu kalau mau dipegang tangannya saja tidak mau." Balas Andre Wiliam.


Yuana, Erik, dan sekretaris Bram tertawa mendengar perkataan kedua orang tuanya. Mereka semua berbagi cerita dengan suasana sukacita, karena tidak ada lagi dinding diantara mereka.


"Bagaimana liburan kalian di Tristan?" Tanya Andre Wiliam mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Semuanya menyenangkan. Yang tidak menyenangkan itu karena aku harus jauh dari istriku yang imut ini." Ujar Erik sambil mencubit kedua pipi Yuana karena gemas.


"Hmmmm! Syukurlah. Papa dan mami juga ingin menghabiskan waktu untuk beberapa minggu di sini dulu."


"Setelah itu papa harap kita sama-sama kembali ke Indonesia."


"Kalian jangan jauh-jauh lagi dari papa dan mami, karena papa dan mami sudah tua."


"Papa ingin selalu delat dengan ketiga cucu papa. Dan papa juga harap, tahun depan papa sudah memiliki empat orang cucu." Ujar Andre Wiliam dengan senyum khasnya.


"Empat orang cucu? Maaf, Pa! Aku tidak ingin menyiksa Yuana lagi. Aku takut terjadi sesuatu padanya. Anakku sudah cukup, Pa! Tiga orang itu sudah sangat cukup." Jelas Erik panjang lebar.


"Bukan kamu. Papa juga merasa anak kamu sudah cukup ketiga orang itu."


"Untuk yang keempat, papa akan memintanya dari kakakmu, Bram!" Andre Wiliam sengaja menekan kata-katanya.


"Aku setuju kalau begitu. Biar Garrick dan adik-adiknya punya teman bermain." Jawab Erik dengan antusias.


"Sabar! Saya harap semuanya bersabar, karena saya tidak ingin mengalami kisah cinta memilukan seperti yang dialami oleh tuan."


"Jadi jangan paksa saya untuk mengalami kisah cinta yang mengenaskan." Ujar Bram dengan acuh dan melihat ke lain arah agar menghindari tatapan mata Andre Wiliam.


"Karena kau tidak ingin mengalami kisah cinta yang memilukan, maka waktumu hanya satu bulan untuk memperkenalkan wanitamu kepada papa."


"Jika dalam satu bulan belum ada calon menantu, maka aku sendiri yang akan memperkenalkannya kepadamu. Apa kau mengerti putraku, Bram Wiliam?"Ujar Andre Wiliam dengan penuh penekanan.


"Untuk putra pertamaku, aku sendiri yang akan memilihkan wanita baginya, karena sudah ada wanita yang telah berkenan di hati mami-mu ini." Ujar Jessy.


"Awas saja kalau kau salah memilihkan wanita untuk putraku. Aku tidak ingin putraku tidak bahagia dengan pernikahannya." Timpal Andre Wiliam.


"Aku wanita, dan aku akan memilih wanita yang baik pula! Aku tidak akan memilih wanita yang hanya cantik secara fisik, tetapi hatinya penuh kejahatan."


"Aku tidak ingin putraku dimanfaatkan." Ujar Jessy menyindir suaminya.


"Ma, aku ingin tahu masa kecil kak Bram!" Ujar Yuana sambil tersenyum ke arah sekretaris Bram.


Bersambung


.


.


.

__ADS_1


Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.😍😍😍😍😍


__ADS_2