Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
78. Lamaran Erik Wiliam (Part 1)


__ADS_3

Hal yang paling indah dalam kehidupan seorang wanita adalah ketika pria yang diidamkannya benar-benar membuktikan janji setianya dengan tetap memegang komitmen untuk senantiasa bersama dengannya.


Pernyataan cinta secara tulus dari seorang pria akan membuat wanita merasa memiliki pegangan untuk mempercayainya.


Keinginan untuk tetap berjalan bersama-sama dalam menempuh perjalanan hidup ini akan bangkit dengan sendirinya ketika rasa saling cinta ada di dalam hati masing-masing pasangan. Eda Sally


*****


Semua yang berada di meja makan tertawa melihat betapa takutnya Arthur pada Agatha. Ditambah lagi sikap Arthur yang konyol dan lucu.


"Ibu baik-baik saja kan kak?" Tanya Yuana yang masih bergelayut manja di lengan kakaknya.


"Ibu sehat selalu. Beliau titip salam untukmu." Kata Yosua sambil membelai rambut adiknya.


"Aku kangen ibu kak." Kata Yuana kembali menangis.


"Kalau sudah selesai makan, jangan menangis lagi. Semua akan baik-baik saja."


"Sayang, biarkan Yosua dan kak Bram mandi dulu. Please." Kata Erik memohon.


Erik tahu bahwa Yuana sangat merindukan kakaknya. Namun, ia juga tidak tega melihat kedua orang yang kelihatan lelah karena menempuh perjalanan yang cukup jauh harus terus menahan gerah. Karena itu ia berani mengatakan hal itu pada Yuana.


"Maafkan aku." Kata Yuana merasa bersalah.


"Tidak apa-apa. Jangan pernah merasa bersalah. Aku hanya mengingatkan karena aku mengerti perasaanmu. Maafkan aku." Kata Erik sambil tersenyum.


Yuana hanya membalasnya dengan tersenyum dan kemudian mengangguk.


Yosua dan sekretaris Bram segera mandi. Mereka benar-benar merasa pulih tenaganya setelah diguyur air dingin yang menyegarkan tubuh.


Selesai mandi, semuanya berkumpul di ruang tamu. Alika duduk di samping Habib. Ia terlihat lebih sopan kepada kakaknya setelah melihat kemesraan Yuana dan Yosua. Sementara Arthur duduk di samping Agatha dengan sikap sempurna karena karena takut singa di sampingnya akan mengaum jika ia salah persepsi. Sedangkan sekretaris Bram duduk bersama Erik, dan Yuana masih terus lengket dengan Yosua.


"Apa acara kita hari ini?" Tanya Yosua membuka pembicaraan.


"Ada satu tempat yang akan kita datangi, karena ada acara khusus dan penting dari sahabat dekatku sehingga aku jauh-jauh datang ke sini. Jadi, kita semua akan ke sana." Kata sekretaris Bram.


"Acara apa?" Tanya Agatha penasaran.


"Nanti juga kalian tahu. Sekarang semuanya siap-siap karena kita akan segera berangkat. Acaranya masih empat jam lagi. Namun, aku ingin kita secepatnya kesana. Jadi, kalian harus segera berdandan karena Arthur sudah mempersiapkan tukang rias untuk kalian bertiga." Kata sekretaris Bram.


"Benarkah?" Tanya Agatha tak percaya.

__ADS_1


"Iya! Benar! Apa kamu sudah percaya padaku?" Arthur balik bertanya.


"Aku selalu percaya padamu. Tapi sekali saja kamu membohongiku, maka aku akan membuatmu menyesal berjam-jam." Ancam Agatha.


Ah! Kalau penyesalannya hanya berjam-jam aku tidak akan kapok. Aku akan mengulanginya lagi. Arthur.


"Tentu saja aku tidak akan membohongimu."


"Ayo! Semuanya siap-siap sekarang." Sekretaris Bram memberi instruksi.


Yuana akan berdiri ketika sekretaris Bram menghampirinya dengan sebuah bungkusan yang cukup besar.


"Karena kamu adalah kekasih adikku, maka kamu harus memakai gaun ini. Ini benar-benar hadiah dariku. Jadi, jangan pernah menolaknya."


"Terima kasih kak." Kata Yuana terharu, dan untuk pertama kalinya ia memanggil kakak kepada sekretaris Bram.


Yuana, Alika, dan Agatha segera di rias. Mereka terlihat sangat cantik. Selesai merias wajah mereka, Yuana dibantu oleh Agatha mengenakan gaun yang diberikan oleh sekretaris Bram.


"Ini gaun yang sangat mahal dan edition limitied. Kakakmu benar-benar mengeluarkan uang yang sangat banyak untuk membeli gaun ini. Tak ku sangka kamu secantik ini dengan gaunmu. Tuan muda pasti salah tingkah melihatmu." Kata Agatha


Yuana hanya tersipu malu mendengar perkataan Agatha.


Kenapa acara temannya tetapi saya harus dirias seheboh ini dan memakai gaun sebagus ini? Ada apa ya?


"Waktunya berangkat. Nanti meriasnya akan dilanjutkan disana. Mobil yang akan membawa kita sudah siap di depan." Teriak Arthur dari luar


Yuana, Agatha, dan Alika segera keluar. Semua yang melihat Yuana hanya melongo tanpa bisa mengucapkan sepatah kata pun. Hanya Yosua yang bergerak dan berjalan ke arah Yuana kemudian mengulurkan tangannya agar Yuana menggandeng tangannya.


"Aku tidak ingin adikku yang cantik ini sampai jatuh." Kata Yosua sambil tersenyum.


"Terima kasih kak." Jawab Yuana dengan suara manjanya.


Erik merasa panas dingin melihat Yuana seperti itu. Ingin sekali ia memeluknya. Namun, apa daya. Sang pengawal selalu setia di samping tuan putri.


Hmmm! Napasku terasa sesak melihatnya secantik itu. Ah! Aku harus bersabar dan menahan diri. Aku sudah berjanji padanya dan juga kepada diriku sendiri.


Semua mengikuti Yosua dan Yuana dari belakang seperti mengiring pengantin baru. Mereka yang sehari-hari melihat Yuana dengan wajah polos tanpa make-up benar-benar seperti di hipnotis dengan kecantikan Yuana.


Perjalanan menuju tempat acara dari rumah Agatha menuju Sheraton Grand Hotel Edinburgh memakan waktu kurang lebih lima belas menit.


Setelah sampai, Yosua membimbing Yuana untuk turun dari mobil. Salah satu staf hotel mengarahkan mereka untuk segera menuju ke kamar yang telah di sewa agar merapikan kembali riasan Yuana.

__ADS_1


"Ini acara temannya kak Bram?"


"Mungkin. Kakak hanya diajak ke sini untuk menemani. Yah, kakak juga senang karena bisa bertemu dengan adik kakak yang cantik ini."


"Jangan membuatku menangis lagi kak. Nanti riasanku bisa luntur lagi." Kata Yuana dengan suara serak.


"Ok! Kakak tidak akan mengatakan hal seperti itu lagi." Kata Yosua mengangkat tangan seperti orang yang sedang menyerah.


Tak lama kemudian, seorang staf datang dan mempersilahkan mereka ke ruangan dimana acara akan berlangsung.


Semua yang datang heran karena tidak ada siapa-siapa di sana, dan hanya mereka sendiri dengan staf hotel dan dua orang fotografer.


"Kenapa tidak ada orang?" Tanya Alika heran.


"Kita kan orang. Memangnya kamu pikir kakak dan semua yang sedang berbicara ini tiang listrik?" Jawab Habib ketus.


Tiba-tiba, lampu mati dan perkataan Habib dan Alika terhenti. Semua yang di dalam ruangan yang tidak terlalu besar itu saling berpegangan karena gelap. Lima menit kemudian, lampu kembali menyala, dan mereka kaget karena di depan mereka sudah ada sebuah dekorasi mewah berbentuk hati yang entah muncul dari mana dan sudah terpampang di depan mereka semua.


Dan yang lebih mengejutkan lagi, di tengah-tengah bentuk hati yang sangat besar itu bertuliskan "Yuana Samantha".


Yuana tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ia memandang semua orang secara bergantian seolah meminta jawaban atas apa yang dilihatnya.


Di saat ia masih berada dalam kebingungan, Erik datang dan langsung berlutut di depannya dan di depan Yosua. Yosua langsung melepaskan genggaman tangannya dari Yuana dan segera bergeser.


Setelah merasa bahwa debaran jantungnya sudah stabil, Erik segera mengambil kotak yang ditaruh di dalam nampan yang dibawa oleh seorang staf hotel, kemudian membukanya dan menyodorkannya kepada Yuana.


"Yuana Samantha! Apakah engkau bersedia menjadi kekasih yang pertama dan terakhir dalam hidupku? Apakah engkau bersedia menikah denganku?"


Bersambung.


.


.


.


.


.


Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.

__ADS_1


😍😍😍😍😍


__ADS_2