Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
113. Perhatian Gail


__ADS_3

Kita tidak akan pernah tahu dengan siapa kita akan menjalani hidup, dengan siapa kita akan bekerja, dan dan dengan siapa kita akan menjalin relasi. Tetapi setiap hari, kita harus percaya bahwa kita pasti akan bertemu dan menjalin hubungan kerja dengan orang-orang yang baik. Karena jika kita selalu berbuat baik, maka kebaikan akan selalu mendatangi kita. Eda Sally


*****


Tiga Bulan Kemudian


Kandungan Yuana semakin hari semakin besar. Walaupun usia kandungannya baru tiga bulan, namun ia tidak bisa menyembunyikan perutnya lagi karena perutnya sudah mulai kelihatan. Karena itu ia memilih memakai kostum yang longgar jika ke kantor.


Gail yang setia mendampingi Yuana, selalu memperhatikan Yuana dalam segala kebutuhannya. Ia bahkan selalu membelikan barang-barang yang tidak dibutuhkan Yuana hanya untuk memanjakan Yuana.


Yuana yang sudah terbiasa dengan kesederhanaan tidak terlalu suka Gail membelikannya sesuatu. Namun ia tidak bisa menolak ketika Gail membelikannya dengan diam-diam.


"Gail, kenapa beli baju lagi? Yang kamu beli bulan lalu juga belum semuanya aku pakai. Aku sudah bilang jangan menghabiskan uang hanya untuk barang yang tidak penting." Kata Yuana menegur Gail.


"Aku hanya tidak ingin kamu memakai baju yang itu-itu terus."


"Siapa juga yang memakai baju yang itu-itu terus? Yang lain malah belum dipakai, Gail."


"Tidak apa-apa! Kalau tidak dipakai juga disimpan saja. Tidak usah cerewet." Kata Gail sambil menata baju-baju Yuana.


"Biar nanti aku saja yang menatanya. Kamu mandi dulu. Kamu kan baru saja pulang Kerja. Kenapa malah sibuk menata baju-bajuku?"


"Sudah! Jangan tanya lagi. Aku hanya tidak ingin kamu kelelahan. Kamu kan perlu menghemat tenaga buat menjaga anakku agar tetap sehat. Jadi jangan melarangku melakukan apa yang seharusnya bisa aku lakukan." Kata Yuana protes.


Gail tidak mempedulikan Yuana yang terus mengoceh. Ia terus menata baju-baju Yuana yang baru saja dibelinya. Setelah selesai, ia langsung berjalan ke keluar dari kamar dan menuju ke kamarnya untuk mandi tanpa mengatakan apapun. Ia sengaja tidak berbicara lagi agar menghindari perdebatan dengan Yuana.


Gail terkadang tidak menanggapi Yuana ketika berbicara, karena ia tidak ingin membangkitkan emosi Yuana. Ia sudah mulai paham dengan Yuana yang kadang moodnya selalu berubah-ubah.


Selesai mandi, Gail kembali ke kamar Yuana dengan membawa makan malam untuk Yuana. Yuana hanya menggelengkan kepala melihat apa yang dilakukan Gail.


"Aku kan bisa makan bersama di ruang makan. Kenapa malah dibawa kesini?" Protes Yuana dengan wajah cemberut.

__ADS_1


"Naik turun tangga itu berbahaya. Aku tidak mau terjadi sesuatu sama kamu. Ayo! Makan dulu. Jangan ada protes lagi. Anakku pasti sudah lapar."


"Besok tolong siapkan kamar bagiku di lantai satu. Aku juga tidak kuat naik turun tangga karena gampang lelah. Aku juga takut jatuh."


"Iya tuan putri. Seperti yang anda katakan! Besok hamba akan mempersiapkannya." Kata Gail dengan senyum menggoda Yuana.


Yuana tidak mempedulikan perkataan Gail. Ia mengambil piring dan membagi makanan untuk makan. Gail pun melakukan hal yang sama, karena ia sudah lapar begitu pulang dari kantor.


Sejak usia kandungan Yuana memasuki bulan kedua, tuan Bert Conan mengizinkan Yuana bekerja di kantor hanya sampai pukul 12.00 siang, sementara Gail yang bekerja sehari penuh.


Yuana yang selalu setia membimbing Gail dalam pekerjaan, tidak meragukan kemampuan Gail lagi, karena sekarang Gail sudah mahir dan dapat mengerjakan semuanya tanpa bantuan Yuana, kecuali untuk pekerjaan yang terlalu sulit, Gail baru akan meminta bantuan Yuana.


Selesai makan, Gail memanggil pelayan dan membereskan bekas makan mereka.


Gail yang sudah jatuh cinta pada Yuana, berusaha sekuat tenaga menahan hasratnya untuk hanya sekedar memeluk Yuana. Ia tidak ingin Yuana menjauhinya karena kecerobohannya.


Sementara Yuana sendiri sudah mulai merasa bahwa perhatian Gail padanya bukan perhatian biasa. Namun, ia sudah berjanji dalam hatinya untuk tidak menikah lagi, apapun alasannya.


Gail adalah pria yang baik. Mungkin ia pria yang playboy di luar sana. Tetapi perhatiannya yang tulus sejauh ini membuatku sadar bahwa ini bukan perhatian yang biasa. Maaf Gail! Aku tidak bisa membalas perasaanmu padaku. Aku tahu aku saat ini masih marah dan sangat kecewa pada Erik, tetapi aku tidak bisa membohongi hatiku bahwa cintaku semuanya hanya untuknya. Aku belum bisa menghapus rasa cinta yang sudah aku berikan baginya. Semoga kamu paham Gail! Yuana.


"Apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Gail ketika melihat Yuana menyandarkan kepalanya di sofa dan sambil memejamkan matanya dan membelai perutnya.


"Aku sedang memikirkan soal pekerjaan." Jawab Yuana berkilah.


"Apa ada yang salah dengan yang aku kerjakan?" Tanya Gail serius.


"Tidak ada yang salah. Aku justru tidak enak hati karena membuatmu harus bekerja keras demi membantuku."


"Jangan mengatakan seperti itu lagi. Jangan pernah pikirkan diriku. Kamu hanya perlu memikirkan dirimu dan anak kita, agar kalian berdua tetap sehat, karena aku sudah tidak sabar lagi untuk melihat kehadiran anakku ditengah-tengah kita."


"Terima kasih Gail. Aku hanya merasa telah banyak merepotkanmu. Maafkan aku untuk itu."

__ADS_1


"Jangan seperti itu terus kenapa? Aku tidak ingin kamu merasa terbeban dengan semua yang aku lakukan. Aku ikhlas melakukan semuanya. Kamu tahu, kalau aku sangat menyayangimu kan?" Kata Gail.


Yuana diam mendengar apa yang baru saja dikatakan Gail. Ia tidak ingin menanggapi apa yang dikatakan Gail. Ia lebih memilih kembali memejamkan mata agar percakapan itu jangan berlanjut lagi.


Gail yang melihat Yuana memejamkan mata, segera menarik meja dan meletakkan kaki Yuana diatas meja agar jangan pegal. Ia kemudian mengambil kain dan menutup tubuh Yuana, kemudian berjalan keluar meninggalkan Yuana sendiri di kamarnya.


Bagaimana aku bisa menahan diri jika memandang wajah polosnya dari dekat seperti itu? Aku sangat ingin memeluknya. Sangat! Gail.


Yuana bukan tidak sadar dengan apa yang dilakukan Gail. Namun ia tidak ingin berdebat, karena terkadang ia suka emosi jika perkataannya disambung oleh Gail. Ada kalanya ia tidak ingin mendengar suara Gail.


Karena itu, jika ia merasa ada perkataan Gail yang sudah menyimpang dan menyulut emosinya, ia akan memilih diam.


Dia pria yang sangat baik. Ia sangat perhatian dan sangat memanjakanku. Ia bahkan bisa memperhatikan hal-hal kecil seperti ini. Ia juga sangat dewasa. Aku akan berusaha untuk lebih menghormatinya karena saat ini aku berada dalam lindungan dan tanggung jawabnya.


"Minum dulu susunya, dan setelah itu pindah ke tempat tidur. Jangan tidur di sofa. Nanti badanmu sakit." Kata Gail sambil meletakkan susu yang baru saja dibawanya untuk Yuana.


Bersambung


.


.


.


.


.


Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.


😍😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2