Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
95. Sisi Lain dari Erik


__ADS_3

Kita mungkin merasa sangat dekat dengan pasangan kita sehingga bagi kita tidak ada yang dia sembunyikan. Bahkan kita sangat yakin bahwa kita sudah mengenalnya dengan sangat baik. Namun di sisi lain, ada banyak hal yang mungkin belum kita ketahui yang merupakan sisi lain dari orang yang kita cintai. Eda Sally


*****


Erik tidak segera menjawab pertanyaan Yuana. Ia memilih diam untuk menjelaskannya di kamar saja, dan hanya mereka berdua yang boleh tau. Namun, agar tidak memgecewakan Yuana, ia memeluk Yuana dan menenangkannya.


"Aku akan menjelaskannya di kamar, agar hanya kita berdua yang tahu. Maafkan aku." Kata Erik balas berbisik di telinga Yuana.


Yuana diam mendengar bisikan Erik. Ia tidak mau bicara lagi. Karena itu Erik memeluknya dengan sangat erat dan mengecup kepalanya berkali-kali.


Setelah Habib memarkirkan mobil dengan benar, Erik tidak menunggu Habib untuk membuka pintu. Ia langsung membuka pintu dan keluar disusul oleh Yuana.


Pasangan suami istri itu berangkulan masuk ke dalam kamar. Yuana tahu Erik lelah setelah pulang kerja. Karena itu, ia tidak ingin membahas percakapan yang baru saja terjadi di mobil.


"Mandi dulu. Lupakan hal yang di mobil. Kamu perlu beristirahat. Kita bisa membicarakannya jika kamu sudah cukup istirahat." Kata Yuana dengan penuh kesabaran.


"Terima kasih sayang. I Love You." Kata Erik sambil mengecup kepala Yuana kemudian langsung menuju kamar mandi.


Jika benar seperti yang aku pikirkan, maka aku akan sangat berterima kasih karena suamiku benar-benar pria yang sangat hebat dan aku tidak menyadarinya sama sekali. Ada banyak hal yang perlu aku tahu darinya. Aku tidak ingin ada rahasia diantara kami. Yuana.


Beberapa saat kemudian, Erik telah selesai mandi. Ia tersenyum melihat Yuana menatapnya.


"Kenapa menatapku seperti itu sayang? Apa aku terlalu tampan?" Tanya Erik menggoda Yuana.


Yuana tidak menanggapi perkataan Erik. Ia terus menatap Erik tanpa mengatakan apapun. Erik yang ditatap terus menerus seperti itu lama-lama juga merasa kikuk.


"Ada apa sayangku?" Tanya Erik sambil mencubit hidung Yuana.


"Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin menatapmu dan memastikan bahwa itu kamu, bukan orang lain." Jawab Yuana.


"Kenapa kamu bisa berbicara seperti itu?"


"Aku hanya ingin mengatakan apa yang baru saja aku katakan. Ayo! Makan dulu." Kata Yuana beranjak keluar.


"Minta Alika bawa makanan ke kamar saja. Aku ingin kita berbicara. Aku tidak mau menutupi sesuatu dari kamu." Kata Erik sambil menahan tangan Yuana agar jangan pergi dulu.


"Ok.!"

__ADS_1


Yuana segera keluar dan mengatakan keinginan Erik pada Alika. Alika segera melakukan seperti yang dikatakan Yuana.


Setelah Alika menata makanan, Yuana dan Erik makan tanpa ada yang berbicara. Erik juga tidak memeluk Yuana seperti biasa. Ia merasa bersalah karena harus menutupi hal yang paling penting yang harus diketahui oleh istrinya.


Selesai makan, saat Yuana akan membereskan bekas makan mereka, Erik mencegahnya.


"Biar aku saja." Kata Erik sambil menahan tangan Yuana kemudian mengecup kening Yuana.


Yuana menarik tangannya dan membiarkan Erik melakukan apa yang ia inginkan. Ia tidak mau membantah apa yang suaminya inginkan.


"Duduklah di sini." Kata Erik sambil menunjuk sampingnya.


Yuana duduk dengan patuh tanpa mengatakan apapun. Ia menarik napas dan siap mendengarkan apa yang akan dikatakan suaminya.


"Apa kamu masih penasaran dengan kejadian tadi waktu di jalan?" Tanya Erik.


"Bukan hanya itu yang membuat aku penasaran. Aku sudah penasaran sejak mendengar kalimat yang kamu tanyakan pada Habib. Awalnya aku merasa biasa saja. Tetapi aku segera sadar bahwa itu sebuah kode yang harusnya dipahami oleh Habib." Kata Yuana sambil menarik napas.


"Lalu apa lagi yang kamu ketahui?" Erik bukannya bercerita, malah mengejar Yuana dengan pertanyaan.


"Aku tidak pernah meragukan kecerdasan istriku. Karena tidak ada yang bisa aku sembunyikan yang tidak akan diketahuinya." Kata Erik sambil memainkan rambut Yuana.


"Berceritalah! Aku ingin mendengar apa yang telah kamu lakukan." Kata Yuana sambil menatap Erik dengan sungguh-sungguh.


"Saat mendekati hari pernikahan kita, aku sudah bisa merasakan bahwa banyak hal yang akan kita hadapi, karena ada banyak orang di luar sana yang mungkin tidak suka aku, terlebih kamu. Karena itu, aku meminta kepada salah satu karyawan di perusahaan London yang merupakan badan intelijen untuk menerima tawaranku. dengan mengirimkan seseorang ke sini." Erik berhenti sejenak.


"Aku menempatkannya di perusahaan untuk mengawasi gerak gerik orang-orang yang bekerja di kantor. Tidak ada orang yang tahu tentang hal ini, kecuali aku, dan sekarang kamu."


"Setelah selesai menikah dan kita resmi tinggal di rumah ini, aku membutuhkan pengawasan dari orang yang bisa diandalkan dari jarak jauh. Karena itu, dia mengirimkan salah satu orang kepercayaannya untuk mengawasi kita kemana pun kita pergi tanpa orang lain tahu."


"Kalau begitu kenapa kamu masih meminta Habib untuk menjagaku selama 24 jam?" Tanya Yuana heran.


"Karena aku tidak ingin Habib dan Alika tahu hal ini. Aku ingin agar mereka tetap bertanggung jawab dan jangan pernah lengah, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan.


"Lalu, dimana orang itu sekarang?" Tanya Yuana heran.


"Apa kamu melihat penjaga taman yang ada di seberang jalan depan rumah kita?"

__ADS_1


"Iya! Aku melihatnya." Jawab Yuana.


"Jangan pernah berbicara dengannya, menatapnya, atau mencuri-curi pandang dengannya. Pekerjaannya rahasia dan tidak boleh diketahui siapa pun." Kata Erik tegas.


"Jadi, maksudmu dia itu.."


"Iya! Dialah orang yang aku maksudkan. Dia yang senantiasa mengawasi dan melindungi kita selama ini." Jawab Erik jujur.


"Berarti kemarin sore dia melihat kedua orang yang masuk ke rumah kita?"


"Tentu saja dia melihatnya. Jika dia tidak melihatnya, kedua orang itu saat ini masih berkeliaran dan tidak menjadi mayat seperti yang kita ketahui tadi sore."


"Pantas saja kamu bertanya kepada Habib apakah dia percaya padamu atau tidak." Kata Yuana menyimpulkan.


"Betul. Dan hal ini hanya kita berdua yang boleh tahu. Orang lain tidak boleh tahu sekalipun itu Yosua atau Bram." Kata Erik sambil memeluk Yuana.


"Ternyata suamiku punya kelebihan lain yang tidak aku tahu. Aku tadinya berpikir bahwa seorang Erik Wiliam hanya bisa berkutat di depan komputer. Padahal diam-diam ia berhubungan dengan orang-orang seperti itu." Kata Yuana.


"Aku harus melakukan itu agar Angkasa Grup tetap aman. Papa saat ini mungkin tidak mengakuiku sebagai anak. Tetapi semua yang aku lakukan agar papa tetap aman di dalam posisinya saat ini dengan tidak digoyahkan oleh siapapun. Maafkan papa ya sayang?"


Kata Erik sambil menghujani Yuana dengan banyak cap di kepala dan wajahnya. Selanjutnya sudah bisa ditebak apa yang terjadi. Yuana hanya pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Erik.


Bersambung.


.


.


.


.


.


Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.


😍😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2