
Kecerdasan dan kepandaian adalah anugerah. Pakailah anugerah kecerdasan itu untuk kebaikan, karena kecerdasan akan membawa banyak perubahan dalam hidupmu, jika kamu memanfaatkannya dengan baik. Eda Sally
******
Yuana kembali ke aktifitas sekolahnya. Kini ia sudah berada di kelas XII di awal semester 1. Berbagai les dan kursus di bidang seni, olahraga, maupun akademis, semuanya diikuti Yuana.
Yuana bahkan sudah sangat mahir memainkan piano, dan berbagai alat musik lain karena ia bergabung di grup band sekolahnya.
Perkembangan kemampuan akademisnya pun semakin menonjol, bahkan diatas rata-rata. Semua berkat paman Jack, tante Grace, dan Nita yang senantiasa mendorongnya untuk terus maju dan memberikan fasilitas serta kesempatan untuk terus mengembangkan kemampuan dirinya.
Di kamar Yuana, terlalu banyak piala yang berjejer. Piala-piala itu ia dapatkan dari berbagai kompetisi yang diikuti, baik akademis, seni, maupun olahraga.
Nita tentu juga punya aktifitas sendiri di luar sekolah, dengan terus memacu kemampuannya di bidang olahraga. Bahkan Nita sudah menjadi pemain basket yang paling bisa diandalkan dalam timnya. Nita juga sering memborong piala, walau tidak sebanyak yang diperoleh Yuana.
Bulan depan, akan diadakan olimpiade matematika antar sekolah tingkat SMA yang akan diikuti oleh 1 sekolah dari satu kabupaten (satu kabupaten 1 sekolah terpilih mewakili). Sekolah Yuana juga akan berkompetisi dalam ajang tersebut dengan mengikutsertakan wakil-wakil dari sekolah mereka yang sudah diseleksi dengan sangat ketat.
Yuana tentu saja ada diantara siswa yang di seleksi untuk mengikuti olimpiade matematika, sangat tekun belajar.
"Yu, besok itu kan seleksi terakhir untuk sepuluh orang dari perwakilan sekolah kita yang akan maju ke tingkat kabupaten. Kamu kenapa tidak belajar?" Tanya Nita saat Yuana sedang menemaninya belajar.
"Nit! Untuk hari ini aku ingin istirahat. Aku rasa persiapanku sudah cukup. Aku lebih suka santai menjelang kompetisi." Kata Yuana.
"Okelah kalau begitu. Aku hanya mengingatkan." Kata Nita.
"Kalau begitu, boleh tidak aku minta tolong?" Lanjut Nita sambil tersenyum.
"Iya! Mau tolong apa Nit?" Tanya Yuana.
Bantu jelaskan ya?? Ada PR matematika yang tidak aku mengerti. Kamu ada waktu kan?" Tanya Nita sambil tersenyum penuh arti.
Jadi tadi Nita sengaja menanyakan persiapan Yuana untuk kompetisi karena ia ingin meminta bantuan. Bukan Nita namanya kalau nggak pakai akal. hehhehehe.
"Hmmmm! Dari tadi langsung bilang kenapa. Pake basa basi lagi." Kata Yuana pura-pura marah.
"Hei! Aku kan meminta tolong. Wajar dong aku basa basi dulu. hehehhee." kata Nita sambil tertawa.
Hmmmmm selalu begitu. Untung sepupu sendiri. Baik lagi. kata Yuana dalam hati, kemudian tersenyum.
"Kenapa senyum-senyum sendiri?" Tanya Nita
Eh, rahasia! Mana PR nya? Sini aku lihat." Kata Yuana.
Nita menyodorkan buku yang bertuliskan soal yang ingin dia tanyakan sambil memonyongkan bibirnya.
Yuana mengamati soal tersebut sambil tersenyum, dan dengan telaten menjelaskan maksud soal tersebut kepada Nita. Nita terlihat manggut-manggut tanda mengerti. Setelah itu ia langsung mencium pipi Yuana.
__ADS_1
"Ih! Najis." Kata Yuana dengan wajah pura-pura marah sambil menghapus bekas kecupan Nita di pipinya. Sementara Nita tertawa tanpa dosa mendengar ucapan Yuana
Nita walau sudah SMA kelas XII, kelakuannya belum berubah. Masih suka usil dan berbuat konyol.
**********
Pagi ini, Yuana terlihat tersenyum mengerjakan semua soal yang diberikan oleh panitia untuk mereka yang mewakili kabupaten atau kotanya dalam lomba olimpiade matematika. Yuana tentu saja waktu tes di sekolah untuk mereka yang masuk 10 besar, Yuana memperoleh nilai diatas rata-rata karena soal-soal yang dikerjakan semuanya benar. Kemudian ketika tes di tingkat kabupaten pun Yuana mendapat nilai tertinggi, sehingga otomatis ia yang maju ke tingkat propinsi.
100 nomor soal dengan waktu 2 jam, tidak berat bagi Yuana yang sudah terbiasa dengan angka-angka aneh dalam matematika. Ia hanya membutuhkam waktu 90 menit untuk menyelesaikan soal-soal tersebut.
Ia terlihat puas dengan hasil yang dikerjakan dan ia yakin semuanya benar. Begitu ia mengangkat kepala, ia melihat bahwa ternyata ada peserta yang sudah selesai.
Wah! Ternyata ada yang sudah selesai juga. Di sini sainganku berat-berat semua. Aku harus memeriksa lagi jawabanku. Mumpung masih ada waktu. Kata Yuana dalam hati.
Yuana memanfaatkan waktu 30 menit yang tersisa untuk memeriksa kembali semua jawabannya. Setelah selesai, ia terlihat puas, karena ia yakin bahwa semua jawabannya benar.
Setelah selesai, panitia segera menyuruh para peserta olimpiade meninggalkan ruangan, karena panitia akan langsung memeriksa dan mengumumkan hasil olimpiade hari ini.
Yuana segera meninggalkan ruangan dan menuju ruangan dimana wali kelasnya dan kepala sekolah sedang menunggu. Bu Lita, wali kelasnya segera memeluk Yuana dan menepuk pundaknya. Begitu juga dengan kepala sekolah.
"Bagaimana nak, soal-soalnya?" Tanya kepala sekolah.
"Semuanya bisa Yuana kerjakan pak." Kata Yuana.
Yuana menutup matanya dan tanpa terasa air matanya menetes. Terima kasih banyak pak. Kata Yuana dengan suara bergetar menahan tangis.
Terima kasih Tuhan, semoga aku benar-benar mendapat beasiswa. Aku nggak mau terus-terusan merepotkan paman dan tante. Mereka sudah terlalu baik padaku, dan sudah terlalu banyak berkorban untukku. Mungkin ini satu-satunya jalan agar aku dapat meringankan beban mereka. Yuana
Beberapa jam kemudian, panitia mengumumkan dari pengeras suara, agar para peserta olimpiade dan guru pendamping segera masuk ke aula yang telah disediakan karena panitia akan segera mengumumkan hasil olimpiade matematika yang diikuti anak-anak hari ini.
Bu Lita langsung memeluk Yuana dan mengajaknya menuju ruangan yang dikatakan panitia.
"Bu, Yuana gugup." Kata Yuana dipelukan bu Lita sambil berjalan.
"Kan bukan kali ini saja kamu ikut lomba. Kenapa harus gugup. Kalau kamu yakin bahwa jawaban kamu benar, kamu tidak perlu gugup. Ibu yakin hasil yang kamu kerjakan pasti memuaskan."
Setelah semua peserta olimpiade dan guru pendamping ada di dalam aula, panitia segera memberikan kata sambutan.
"Kami, selaku panitia olimpiade matematika tingkat SMA se-Propinsi Nusa Tenggara Timur, sangat bersyukur dan berterima kasih karena anak-anak kita yang hebat dan luar biasa ini telah menyelesaikan soal-soal yang begitu rumit dengan waktu yang sangat singkat. Saingan untuk olimpiade tahun ini cukup berat, karena dari hasil yang kami lihat setelah diperiksa, ternyata bahwa hampir semuanya dari 16 peserta dapat mengerjakan semuanya dengan tepat."
"Kami juga perlu menginformasikan bahwa siswa yang menang kali ini, akan mewakili Propinsi kita untuk mengikuti olimpiade di tingkat Nasional. Karena itu, bagi anak-anak yang nanti menang, diharapkan untuk terus belajar dan mempersiapkan diri."
"Baik! Untuk tidak memperpanjang waktu, kami akan langsung mengumumkan para pemenang yang hanya diambil sampai juara III. Sedangkan yang masuk peringkat 10 besar tentu akan mendapat penghargaan juga, dan sertifikat untuk semua peserta."
"Untuk kompetisi Olimpiade matematika tahun ini, dengan meraih Juara III, adalah ;
__ADS_1
"Ananda Seno, dari SMA Negeri 1 Atambua.
Plok,,,plok,,,plok,,,
"Dan yang meraih Juara II, adalah ananda Erik, dari SMK Negeri 2 Soe.
Plok,,,plok,,plok,,
"Dan yang meraih juara 1 adalah,,,,,,,,Panitia terlihat berdiam sebentar. Semua peserta yang belum disebutkan namanya terlihat tegang, tak terkecuali Yuana.
"Adalah,,,,,,,
"Ananda Yuana Samantha dari SMS Swasta Tunas Bangsa Kota Kupang.
Plok,,,plok,,,plok,,,
Panitia kemudian mengumumkan nama-nama peserta yang masuk peringkat 10 besar.
Suara tepuk tangan dan sorak-sorai riuh rendah. Kepala sekolah dan bu Lita segera memeluk Yuana. Yuana hanya mampu meneteskan air mata.
"Terima kasih, nak." Kata kepala sekolah.
Para pemenang diharapkan maju ke depan untuk mengambil hadiah dan penghargaan lainnya.
Sebagai informasi tambahan, bahwa untuk pemenang dengan Juara I berhak mendapatkan beasiswa dari pemerintah propinsi untuk melanjutkan study ke perguruan tinggi. Karena itu selamat kepada ananda Yuana yang berhak mendapatkan beasiswa tersebut.
Terima kasih Tuhan. Hanya ini yang sanggup aku ucapkan. Kata Yuana dalam hati.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers tersayang, jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan memberikan like, vote, rate bintang lima,dan komentar positifnya..😍😍😍😍😍
__ADS_1